Diagram Aliran Data (DAD)


Diagram yang paling awal dalam aliran data adalah disebut diagram konteks. Diagram konteks merupakan pola penggambaran yang berfungsi untuk memperlihatkan interaksi sistem informasi tersebut dengan lingkungan di mana sistem tersebut ditempatkan. Dalam diagram konteks ada beberapa hal yang harus diperhatikan terdiri dari (Budi Sutejo Dharma Oetomo, 2002, 116):
  1. Kelompok pemakai, baik pihak internal maupun pihak ekternal perusahan dan departemen yang terkait. Di mana sistem itu akan digunakan harus diidentifikasi secara rinci dan jangan sampai ada yang terlewatkan.
  2. Kemungkinan kejadian-kejadian yang akan terjadi dalam penggunaan sistem harus terus diidentifikasi secara lengkap.
  3. Arah anak panah yang menunjukkan aliran data jangan sampai terbalik agar dapat memberikan pemahaman yang benar terhadap seluruh proses sistem yang akan dibentuk.
  4. Setiap kejadian digambarkan dalam bentuk tekstual yang sederhana dan mudah dipahami oleh pembuat sistem.
Diagram aliran data merupakan peralatan yang berfungsi untuk menggambarkan secara rinci mengenai sistem berbagai jaringan kerja antar fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan menunjukkan dari dan ke mana data mengalir serta penyimpanannya. Pada umumnya tahapan dalam diagram aliran data dimulai dari 0, 1, 2 dan seterusnya. Tahapan 0 menggambarkan database yang akan menampung aliran data, namum dalam tahap ini, semua proses hanya digambarkan sebagai sebuah sistem secara umum dan tidak terinci. Setiap penurunan ke tahapan yang lebih rendah adalah tahapan 1, 2 dan seterusnya, maka proses-proses tersebut akan diuraikan lebih rinci dengan spesifikasi yang lebih jelas. Penurunan tahapan dilakukan jika perlu untuk memperinci beberapa proses, namum tidak semua proses yang ada harus diturunkan dengan jumlah tahapan yang sama. (Budi Sutejo Dharma Oetomo, 2002, 118).

Pendekatan aliran data memiliki empat kelebihan utama melalui penjelasan naratif mengenai cara data-data berpindah disepanjang sistem yaitu:
  1. Kebebasan dalam menjalankan implementasi teknis sistem yang terlalu dini.
  2. Pemahaman lebih jauh mengenai keterkaitan satu sama lain dalam sistem dan sub sistem.
  3. Mengkomunikasikan pengetahuan sistem yang ada dengan pengguna melalui diagram aliran data. 
  4. Menganalisis sistem yang diajukan untuk menentukan apakah data-data dan proses yang diperlukan sudah ditetapkan. (Kenneth. E. Kendall dan Julie. E. Kendall., (1),  2003, 264)
Berikut ini simbol-simbol yang digunakan dalam sistem aliran data antara lain:
Simbol Diagram Aliran Data (DAD)
Simbol Diagram Aliran Data (DAD)
Berikut ini adalah keterangan dari gambar di atas (Kenneth. E. Kendall dan Julie. E. Kendall., (1),  2003:265):
  • Kotak rangkap dua digunakan untuk menggambarkan suatu entitas eksternal yang dapat mengirim data atau menerima data dari sistem.
  • Tanda panah menunjukkan perpindahan data dari suatu titik ke titik lain dengan kepala tanda panah mengarah ke tujuan data. 
  • Bujur sangkar dengan sudut membulat digunakan untuk menunjukkan adanya proses transformasi.
  • Penyimpanan data menandakan penyimpanan manual, seperti lemari file atau sebuah file atau basis data terkomputerisasi. Karena penyimpanan data mewakili seseorang tempat atau sesuatu maka diberi nama dengan sebuah kata benda.

Daftar Pustaka


  • Kendall, K.E.,  dan  J.E. Kendall., 2003, Analisis dan Perancangan Sistem, Alih Bahasa oleh Thamir Abdul Hafedh Al-Hamdany, Jilid Ke-1, Edisi Ke-5, PT. Prenhallindo, Jakarta.
  • Kendall, K.E.,  dan  J.E. Kendall., 2003, Analisis dan Perancangan Sistem, Alih Bahasa oleh Thamir Abdul Hafedh Al-Hamdany, Jilid Ke-2, Edisi Ke-5, PT. Prenhallindo, Jakarta.
  • Oetomo, B.S.D., 2002, Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi, Andi Yogyakarta, Edisi Ke-3, Yogyakarta.
Jangan lupa membagikan referensi ini jika bermanfaat

Terimakasih