Gaya Belajar

gaya belajar
Gaya Belajar
Gaya belajar atau learning style adalah suatu karakteristik kognitif, afektif dan prilaku psikomotorik sebagai indikator yang bertindak relatif stabil untuk pembelajar merasa saling berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan belajar  (Gobai, 2005:1). Gaya belajar adalah cara yang lebih kita sukai dalam melakukan kegiatan berfikir, memproses dan mengerti suatu informasi  (Gunawan, 2006: 139).

Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa gaya belajar adalah ciri khas yang dimiliki oleh setiap orang dalam memberikan respon terhadap pembelajaran yang diterimanya.

Menurut modalitasnya, gaya belajar dapat dibedakan menjadi tiga yaitu gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik (De Porter, 2000: 85).

Gaya Belajar Visual

Gaya belajar  visual mengakses citra visual, yang diciptakan maupun diingat. Warna, hubungan ruang, potret mental dan gambar menonjol dalam modalitas ini. Seseorang yang sangat visual mungkin dicirikan sebagai berikut:
  1. Teratur, memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan. 
  2. Mengingat dengan gambar dan lebih suka membaca dari pada dibacakan. 
  3. Membutuhkan gambaran dan tujuan menyeluruh dan menangkap detail, mengingat apa yang dilihat.

Gaya Belajar Auditorial

Gaya belajar auditorial mengakses segala jenis bunyi dan kata, diciptakan maupun diingat. Musik, nada, irama, rima, dialog internal dan suara menonjol disini. Seseorang yang sangat auditorial dapat dicirikan sebagai berikut:
  1. Perhatiannya mudah terpecah. 
  2. Berbicara dengan pola berirama. 
  3. Belajar dengan cara mendengarkan, menggerakkan bibir/ bersuara saat membaca.

Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar kinestetik mengakses segala jenis gerak dan emosi diciptakan maupun diingat. Gerakan, koordinasi, irama, tanggapan, emosional dan kenyamanan fisik menonjol disini. Seseorang yang sangat kinestetik sering:
  1. Menyentuh orang dan berdiri berdekatan, banyak bergerak. 
  2. Belajar dengan melakukan, menunjuk tulisan saat membaca dan menanggapi secara fisik. 
  3. Mengingat sambil berjalan dan melihat.

Menurut Bendler dan Grinder, 1981 (dalam De Porter, 2000: 85): “Meskipun kebanyakan orang memiliki akses ketiga modalitas visual, auditorial dan kinestetik hampir semua orang cenderung pada satu modalitas belajar yang berperan sebagai saringan untuk pembelajaran, pemerosesan dan komunikasi”. Sedangkan Markova tahun 1992 (dalam De Porter, 2000: 85) mengatakan “Orang tidak hanya cenderung pada satu modalitas, mereka juga memanfaatkan kombinasi modalitas tertentu yang memberi mereka bakat dan kekurangan alami tertentu”.

Setiap orang memiliki kecenderungan pada satu modalitas. Guru juga memiliki kecenderungan modalitas mengajar yang sama dengan gaya belajarnya. Seorang siswa secara harfiah akan mudah menyerap informasi sesuai dengan gaya belajarnya.

Perbandingan Gaya Belajar

Gaya Belajar
Hal-hal yang digunakan
Visual
  • Gerakan tubuh / body language
  • Buku, majalah
  • Grafik, diagram
  • Peta pikiran / mind mapping
  • OHP / Komputer
  • Flowchart
  • Highlighting (memberikan warna pada bagian yang dianggap penting)
  • Tulisan dengan warna yang menarik
Auditorial
  • Suara jelas dengan intonasi yang terarah dan bertenaga
  • Membaca dengan keras
  • Pembicara tamu
  • Sesi tanya jawab
  • Rekaman ceramah / kuliah
  • Diskusi dengan teman
  • Belajar dengan mendengarkan atau menyampaikan informasi
Kinestetik
  • Keterlibatan fisik
  • Membuat mode
  • Highlighting
  • Berjalan
  • Menggunakan gerakan tubuh untuk menjelaskan sesuatu.

Daftar Pustaka

De Porter, Bobbi, dkk. 2000. “Quantum Teaching”. Bandung: Kaifa.
Gobai, Yosep. 2005. “Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar”. http://re-searchengines.com/art05- 94.html
Gunawan, Adi W. 2006. “Genius Learning Strategi”. Jakarta: Pustaka Utama.