Perawatan Rongga Mulut (Oral Hygiene)

Pengertian Oral hygiene

Perawatan rongga mulut (oral hygiene)
Perawatan rongga mulut (oral hygiene)
Oral hygiene adalah suatu perawatan mulut dengan atau tanpa menggunakan antiseptik untuk memenuhi salah satu kebutuhan personal hygiene klien. Secara sederhana Oral hygiene dapat menggunakan air bersih, hangat dan matang. Oral hygiene dapat dilakukan bersama pada waktu perawatan kebersihan tubuh yang lain seperti mandi, mengosok gigi dll. Perawat perlu membantu penderita/keluarga untuk melakukan perawatan tersebut guna meningkatkan peran serta aktif dalam memberikan perawatan kepada penderita.

Mulut merupakan bagian pertama dalam saluran makanan dan bagian dari system pernafasan (Wolf, 1984). Didalam rongga mulut terdapat saliva yang berfungsi sebagai pembersih mekanis dari mulut (Taylor,1997).
Didalam rongga mulut terdapat bebrapa macam mikroorganisme meskipun bersifat komensal, pada keadaan tertentu bias bersifat pathogen apabila respon penjamu terganggu (Roeslan, 2002). Pembersih mulut secara alamiah yang seharusnya dilakukan oleh lidah dan air liur, bila tidak bekerja dengan semestinya dapat menyebabkan terjadinnya infeksi rongga mulut, misalnya penderita dengan sakit parah dan penderita yang tidak boleh atau tidak mampu memasukkan sesuatu melalui mulut mereka (Wolf, 1984).

Tujuan Oral Hygiene

Pembersihan rongga mulut (Oral hygiene) memiliki tujuan sebagai berikut:
  1. Mencegah terjadinya infeksi
  2. Memberikan rasa nyaman pada daera mulut klien
  3. Mengurangi nyeri yang berlebihan 
  4. Mencegah terjadinya komplikasi

Sistem Imunitas Rongga Mulut

Menurut Roeslan ( 2002 ), sistem imunitas rongga mulut dipengaruhi oleh :

1. Membrane Mukosa

Mukosa rongga mulut terdiri atas epitel skuamosa yang berguna sebagai barrier terhapad infeksi. Mekanisme infeksinya tergantung pada duekuamasi sehinnga bakteri sulit melekat pada sel epitel dan derajat keratinisasi yang sangat efisien menahan penetrasi microbial. ( lenner, 1992 dikutip dari Roeslan, 2002 )

2. Nodus Limfatik

Jaringan lunak rongga mulut berhubungan dengan nodus limfatik ekstra oral dan agregasi intra oral. Kapiler limfatik yang terdapat pada permukaan mukosa lidah, dasar mulut, palatim pipi, dan bibir mirip yang berasal dari gingival dan pulpa gigi. Kapiler ini bersatu membentuk pembuluh limfatik besar dan bergabung dengan pembuluh limfatik yang berasal dari bagian dalam otot lidah dan struktur lainnya. Didalam rongga mulut terdapat tonsil palatel, lingual dan faringeal yang banyak mengandung sel B dan sel T ( Lenner, 1992, dikutip dari Roeslan 2002 )

3. Saliva

Sekresi saliva merupakan perlindungan alamiah karena fungsinya memelihara jaringa keras dan lunak rongga mulut agar tetap dalam keadaan fisiologis. Saliva yang disekresika oleh kelenjar parotis, sub mandibularis dan beberapa kelenjar saliva kecil yang teebar dibawah mukosa, berperan dalam membersihkan rongga mulut dari debris dan mikroorganisme selain bertindak sebagai pelumas pada saat mengunyah dan berbicara ( Lenner, 1992 dikutp dari Roeslan 2002 ).

4. Celah Gingiva

Epitel jangsional dapat dilewati oleh komponen seluler dan humoral dari daerah dalam bentuk cairan celah ginggiva ( CCG ). Alira CCG merupakan proses fisiologik atau merupakan respon terhadap inflamiasi ( Lenner, 1992 dikutip dari Roeslan 2002 ).

Prosedur tindakan Perawatan Mulut (Oral hygiene)

Penanganan perawatan rongga mulut (oral hygiene) memiliki prosedur tindakan standar yang harus diikuti dari standar peralatan hingga prosedur langkah kerja yang dilakukan. Berikut ini adalah prosedur tindakan perawatan mulut (oral hygiene):

Peralatan 

  1. Larutan pencui mulut / larutan anti septic (Betadine cair ) 
  2. Tog spatel yang dibalut dengan satu lapis kassa
  3. Handuk wajah, bengkok
  4. Handuk kertas/tissue/ pengalas
  5. Gelas dengan air dingin / hangat

Langkah-langkah

  1. Jelaskan prosedur kepada keluarga penderita / penderita
  2. Cuci tangan anda
  3. Tempat handuk / pengalas diatas meja tempat tidur dan atau peralatan
  4. Tarik tirai disekitarv tempat tidur dn tutup pintu ruangan.
  5. Atur posisi klien
  6. Letak handuk dibawah wajah penderita dan bengkok dibawah dagu penderita
  7. Dengan hati-hati regangkan gigi atas dan bawah penderita dengan  tong spatel secara tepat tapi lembut, diantara molar belakang. Sisipkan bila penderita rileks, bila memungkinkan.
  8. Bersihkan mulut penderita dengan menggunakan tong spatel yang telah dibasahi air/pencuci mulut. Bersihkan permukaan gigi. Gosok paltum mulut, bibir, pipi. Gosok lidah tetapi hindari refleks gag. Basahi aplikator bersih dengan air dan gosok mulut untuk mencuci. Ulangi sesuai dengan kebutuhan.
  9. Cuci tangan setelah melakuka tindakan.
  10. Catat hal-hal yang diperlukan ( misalnya gusi berdarah, lidah yang pecah )