Studi Kelayakan Bisnis


Studi Kelayakan Bisnis
Ilustrasi Studi Kelayakan Bisnis
Kelayakan bisnis merupakan penelahan atau analisis tentang apakah suatu kegiatan investasi memberikan manfaat atau hasil bila dilaksanakan (Nurmalina, 2009). Banyak peluang dan kesempatan yang ada dalam kegiatan bisnis telah menuntut perlu adanya penilaian sejauh mana kegiatan dan kesempatan tersebut dapat memberikan manfaat bila bisnis dilakukan.

Proyek merupakan suatu tugas yang perlu didefinisikan dan terarah ke suatu sasaran yang dituturkan secara konkrit serta yang harus diselesaikan dalam kurun waktu tertentu dengan menggunakan tenaga manusia yang terbatas dan menggunakan alat-alat terbatas, sehingga diperlukan suatu jenis pimpinan dan bentuk kerjasama yang tidak seperti biasa. Rangkaian dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek adalah   siklus proyek yang terdiri dari tahap-tahap identifikasi, persiapan dan analisis penilaian pelaksanaan dan  evaluasi (Noor, 2009).

Studi kelayakan bisnis adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan berhasil, analisis kelayakan dilakukan untuk melihat apakah suatu bisnis dapat memberikan manfaat atas investasi yang akan ditanamkan (Husnan dkk, 2000).

Menurut Umar (1999) studi kelayakan bisnis adalah  suatu  penelitian  tentang  layak  atau  tidaknya  suatu investasi  dilaksanakan. Hasil kelayakan  merupakan perkiraan suatu bisnis menghasilkan  keuntungan yang layak bila telah dioperasionalkan. Perkiraan keberhasilan mungkin dapat ditafsirkan berbeda-beda sesuai dengan pihak yang menjalankan tujuan bisnis.

Analisis kelayakan bisnis penting dilakukan sebagai evaluasi bisnis yang dijalankan. Pihak yang membutuhkan studi kelayakan antara lain:

1. Investor

Investor merupakan pihak yang menanamkan dana atau modal suatu bisnis yang lebih memperhatikan prospek usaha tersebut ( tingkat keuntungan).

2. Kreditor

Pihak yang membutuhkan studi kelayakan untuk memperhatikan segi keamanan dana yang dipinjamkan untuk kegiatan bisnis.

3. Pemerintah

Pihak yang lebih berkepentingan dengan manfaat bagi perekonomian nasional dan pendapatan pemerintah atas pajak yang diberikan bisnis tersebut.

Hal-hal yang mendasari untuk menjalankan studi kelayakan bisnis investasi jika  seseorang  melihat  suatu kesempatan  usaha,  yaitu  apakah  kesempatan  usaha tersebut bisa dimanfaatkan secara ekonomis serta apakah kita bisa mendapatkan suatu tingkat keuntungan yang cukup layak dari usaha tersebut.

Menurut Husnan (2000) suatu studi kelayakan menyangkut tiga aspek yaitu:
  1. Manfaat ekonomi bisnis tersebut bagi bisnis itu sendiri atau manfaat finansial. Artinya apakah bisnis tersebut cukup menguntungkan bila dibandingkan dengan risiko bisnis.
  2. Manfaat ekonomi bisnis tersebut bagi negara tempat bisnis tersebut dilaksanakan, yang menunjukkan manfaat bisnis tersebut bagi ekonomi makro suatu negara.
  3. Manfaat sosial bisnis tersebut bagi masyarakat disekitar bisnis.
Proyek investasi umumnya memerlukan dana yang cukup besar dan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Maka dari itu tujuan dari dilakukannya studi kelayakan bisnis adalah untuk menghindari keberlanjutan penanaman modal yang cukup besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan.

Daftar Pustaka

  • Husnan, S. Muhammad, S. 2000. Studi Kelayakan Proyek. Yogyakarta: UUP STIM YKPN
  • Noor, H. Faizal.  2009.  Investasi,  Pengelolaan  Keungan  Bisnis  dan  Pengembangan Ekonomi Masyarakat. Jakarta : PT. Malta Pritindo.
  • Nurmalina   R,   Sarianti   T,   Karyadi   A.   2009.Studi   Kelayakan   Bisnis.   Bogor: Departemen Agribisnis  Fakultas Ekonomi dan Manajemen  Institut Pertanian Bogor.
  • Umar,  Husein.  2001.  Study  Kelayakan  Bisnis  Edisi  3 Revisi.  Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Jangan lupa membagikan referensi ini jika bermanfaat

Terimakasih