Sistem Ganda Beton Bertulang (Dual System)


Struktur Sistem Ganda
Struktur Sistem Ganda
Dalam Standar Perencanaan Gempa untuk Struktur Gedung  SNI 03-1726-2002, Gabungan sistem antara Portal dan dinding geser disebut sebagai sistem ganda. Sistem ganda akan memberikan bangunan kemampuan menahan beban yang lebih baik, terutama terhadap beban gempa. Dengan sistem ganda, maka tinggi bangunan dapat mencapai sampai 50 tingkat untuk struktur beton, sedangkan bila digunakan struktur baja dapat mencapai sampai 40 tingkat.

Struktur Sistem Ganda (Dual System) memiliki kemampuan yang tinggi dalam memikul gaya geser pada sistem gabungan antara portal dengan dinding geser disebabkan adanya interaksi antara keduanya. Interaksi tersebut terjadi karena kedua sistem tersebut mempunyai perilaku defleksi yang berbeda . Akibat beban lateral, dinding geser akan berperilaku flexural/bending mode, sedangkan frame akan berdeformasi dalam shear  mode, dengan demikian, gaya geser dipikul oleh frame pada bagian atas dan dinding geser memikul gaya geser pada bagian bawah.

Menururt  Standar Perencanaan Gempa untuk Struktur Gedung  SNI 03-1726-2002, rangka pemikul momen harus sesuai dengan  ketentuan dalam Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung RSNI 03-2847-2002 dan harus mampu memikul sekurang-kurangnya 25% dari keseluruhan beban lateral.

Pemeriksaan terhadap rangka pemikul momen harus dilakukan apabila sistem rangka pemikul momen menerima beban geser akibat gempa lebih dari 10%. Bila beban lateral akibat gempa yang dipikul oleh sistem rangka pemikul momen kurang dari 10%, maka pemeriksaan terhadap kemampuan untuk memikul 25% beban lateral dapat diabaikan.

Struktur Gabungan Frame dengan Dinding Geser
Struktur Gabungan Frame dengan Dinding Geser


Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam sistem ganda (dual system) adalah sebagai berikut :
  1. Rangka ruang yang memikul seluruh beban gravitasi.
  2. Pemikul beban lateral berupa dinding geser atau rangka bresing dengan rangka pemikul momen. Rangka pemikul momen harus direncanakan secara terpisah dan mampu memikul sekurang-kurangnya 25% dari seluruh beban lateral.
  3. Kedua sistem harus direncanakan mampu memikul secara bersama-sama seluruh beban lateral dengan memperhatikan interaksi sistem ganda suatu sistem struktur yang gaya-gaya lateralnya dipikul oleh rangka ruang pemikul momen daktail, yang bekerja sejajar dengan dinding geser atau rangka berdasarkan kekauan relatifnya.

Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)

Di wilayah gempa 5 dan 6, ruang harus didesain sebagai Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Dinding Struktural Beton Khusus (DSBK) diperlukan pendetailan khusus. SRPMK diharapkan dapat mengalami deformasi inelastis yang besar apabila dibebani oleh gaya-gaya yang berasal dari gempa rencana. SRPMK memiliki : Rm = 8,5 dan m  = 5,2.

Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM)

Di wilayah gempa 3 dan 4 Sistem Rangka Pemikul Menengah (SRPMM) dan Dinding Struktural Beton Khusus (DSBK) tidak perlu pendetailan khusus. SRPMM diharapkan dapat mengalami deformasi inelastis secara moderat akibat gaya gempa rencana. SRPMM memiliki : Rm = 6,5 dan m  = 4,0.

Daftar Pustaka

  • Nasution, Amrinsyah. 2009. Analisis dan Desain Struktur Beton Bertulang. Bandung:  ITB Press.
  • Purwono M.Sc , Prof. Ir. Rachmat. 2005. Perencanaan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa (edisi kedua). Surabaya: ITS Pers.
Jangan lupa membagikan referensi ini jika bermanfaat

Terimakasih