Pengertian Mikroba Endofit


Mikroba Endofit
Mikroba Endofit
Endofit adalah keberadaan organisme hidup dalam jaringan tumbuhan tanpa menimbulkan efek negatif terhadap inang tumbuhannya (Bahi dan Anizar, 2013). Pengertian mikroba endofit adalah mikroba yang hidup di dalam jaringan tanaman pada periode tertentu dengan membentuk koloni dalam jaringan tanaman tanpa membahayakan inangnya (Tan dkk , 2001).

Salah satu sumber senyawa bioaktif yang berasal dari mikroba adalah mikroba endofit. Mikroba endofit dapat menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi obat. Mikroba endofit  memiliki potensi yang besar dalam pencarian sumber-sumber obat baru. Hal ini karena mikroba merupakan organisme yang mudah ditumbuhkan memiliki siklus hidup yang pendek dan dapat menghasilkan jumlah senyawa bioaktif dalam jumlah besar dengan metode fermentasi (Prihatiningtias dan Wahyuningsih, 2006).

Setiap tanaman tingkat tinggi dapat mengandung beberapa mikroba endofit yang mampu menghasilkan senyawa biologi atau metabolit sekunder yang diduga sebagai akibat koevolusi atau transfer genetik dari tanaman inangnya ke dalam mikroba endofit. Dari sekitar 300.000 jenis tanaman yang tersebar di muka bumi ini, masing-masing tanaman mengandung satu atau lebih mikroba endofit yang terdiri dari bakteri dan jamur.

Kemampuan mikroba endofit memproduksi senyawa metabolit sekunder sesuai dengan tanaman inangnya merupakan peluang yang sangat besar dan dapat diandalkan untuk memproduksi metabolit sekunder dari mikroba endofit yang diisolasi dari tanaman inangnya tersebut. Kemampuan tersebut sangat menguntungkan terutama dapat memproduksi metabolit sekunder dalam jumlah yang lebih tinggi dan tidak perlu menebang tanaman aslinya untuk diambil sebagai simplisia, yang kemungkinan besar memerlukan puluhan tahun untuk dapat dipanen (Radji, 2005).

Selain itu, pemanfaatan mikroba endofit dalam memproduksi senyawa aktif mempunyai beberapa kelebihan, antara lain lebih cepat menghasilkan dengan mutu yang seragam, dapat diproduksi dalam skala besar, dan kemungkinan diperoleh komponen bioaktif baru dengan memberikan kondisi yang berbeda (Rante dkk., 2013).

Berikutnya: Jenis-jenis mikroba endofit
Jangan lupa membagikan referensi ini jika bermanfaat

Terimakasih