Program Percepatan Belajar (Akselerasi)


Pengertian Akselerasi

Kelas Akselerasi
Kelas Akselerasi
Program percepatan belajar (akselerasi) adalah program layanan pendidikan khusus bagi peserta didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa dengan penyelesaian waktu belajar lebih cepat/ lebih awal dari waktu yang telah ditentukan, pada setiap jenjang pendidikan.

Mimin Haryati (2006:95) merumuskan beberapa pengertian akselerasi yang dikemukakan para ahli bahwa Akselerasi berarti percepatan belajar sebagai implikasi dari system belajar tuntas (master learning) juga menunjukkan adanya siswa yang memiliki kecerdasan luar biasa dan mampu mencapai kompetensi yang telah ditetapkan jauh lebih cepat dan mempunyai nilai yang amat baik (>95) siswa yang memiliki kecerdasan luar biasa ini memiliki karakteristik khusus yaitu tidak banyak memerlukan waktu dan bantuan dalam menyelesaikan percepatan kompetensi yang telah ditetapkan.

Jadi program akselerasi adalah  program layanan pendidikan yang diberikan kepada siswa yang   memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa, dengan penyelesaian waktu belajar lebih cepat dari waktu  yang ditentukan  dari setiap satuan pendidikan. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Tujuan  dan Manfaat  Akselerasi

Program pendidikan akselerasi sebagaimana dituangkan dalam Pedoman Penyelenggaraan     Program Percepatan Belajar SD, SLTP dan SMU (Depdiknas, 2001) memiliki tujuan  umum dan khusus antara lain:

Tujuan Program Akselerasi

Secara umum, penyelenggaraan  program percepatan belajar akselerasi bertujuan :
  1. Memenuhi kebutuhan peserta didik yang memiliki karakteristik spesifik dari segi perkembangan kognitif dan afektifnya.
  2. Memenuhi hak asasi peserta didik sesuai dengan kebutuhan pendidikan bagi dirinya sendiri.
  3. Memenuhi minat intelektual dan perspektif masa depan peserta didik.
  4. Menimbang peran peserta didik sebagai asset masyarakat dan kebutuhan masyarakat utnuk pengisian Menyiapkan peserta didik sebagai pemimpin masa depan.
Secara khusus, penyelenggaraan  program percepatan belajar akselerasi bertujuan :
  1. Memberi penghargaan untuk dapat menyelesaikan program pendidikan secara lebih cepat sesuai dengan potensinya.
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pembelajaran peserta didik.
  3. Mencegah rasa bosan terhadap iklim kelas yang kurang mendukung berkembanganya potensi keunggulan peserta didik secara optimal.
  4. Memacu mutu siswa untuk peningkatan kecerdasan spiritual, intelektual, dan emosionalnya secara berimbang.

Manfaat Akselerasi

Selain banyak sekali tujuan diselenggarakan program akselerasi ada banyak juga manfaat dari terselenggaranya  program akselerasi.

Menurut Southern dan Jones (1991) menyebutkan beberapa keuntungan   dari   pelaksanaan   program   akselerasi   bagi   anak berbakat adalah :
  1. Meningkatkan efisiensi. Siswa yang telah siap dengan bahan-bahan pelajaran dan menguasai kurikulum pada tingkat sebelumnya akan lebih baik dan lebih efisien.
  2. Meningkatkan efektifitas. Siswa yang belajar pada tingkat kelas yang dipersiapkan dan menguasai ketrampilan-ketrampilan sebelumnya merupakan siswa yang paling efektif.
  3. Membuka siswa pada kelompok barunya. Dengan program akselerasi, siswa dimungkinkan untuk bergabung dengan siswa lain yang memiliki kemampuan intelektual  dan akademis  yang sama. Sehingga  mereka tidak merasa bahwa mereka paling super.
  4. Ekonomis. Keuntungan   bagi  sekolah   ialah  tidak  perlu  mengeluarkan banyak biaya untuk mendidik guru khusus anak berbakat.

Prinsip-Prinsip Akselerasi

Menurut Iif dan Hendro (2011-59) menyebutkan beberapa prinsip-prinsip   dari   pelaksanaan   program akselerasi bagi  anak berbakat adalah :
  1. Belajar melibatkan seluruh pikiran dan tubuh, belajar  tidak hanya menggunakan  otak (sadar, rasional,  memakai otak kiri dan  verbal), tetapi juga melibatkan seluruh tubuh/Pikiran dengan segala emosi, indra, dan sarafnya.
  2. Belajar adalah berkreasi bukan mengkonsumsi, pengetahuan bukanlah sesuatu yang diserap oleh pembelajar, melainkan sesuatu yang diciptakan pembelajar.
  3. Pembelajaran berlangsung pada banyak tingkatan secara simultan, belajar bukan hanya menyerap satu hal kecil pada satu waktu secara linear, melainkan menyerap banyak hal sekaligus.
  4. Belajar berasal dari mengerjakan pekerjaan itu sendiri (dengan umpan   balik).   Belajar   paling baik adalah belajar dalam konteks. Kita belajar berenang dengan berenang, cara bernyanyi dengan bernyanyi.
  5. Emosi positif sangat  membantu  pembelajaran. Perasaan menentukan kualitas dan juga kuantitatif belajar seseorang. Perasaan positif mempercepat pembelajaran.

Langkah-Langkah Akselerasi

Semua  langkah  tersebut  dimaksudkan  dalam  program  CBS yang struktur metodenya dibagi menjadi enam langkah dasar, yang oleh Collin Rose dan Maleolm J. Nochlos (2003) penulis Iif  dan Hendro  (2011-58) disingkat dengan kata MASTER, yaitu :
  1. Motivating Your Mind.
  2. Acquiring The Information (memperoleh informasi).
  3. Searching Out Meaning (menyelidiki makna).
  4. Triggering The Memory (memicu memori).
  5. Exhibizing What You Know (memamerkan apa yang anda ketahui). 
  6. Reflecting  How You’ve Learned  (merefleksikan  bagaimana  anda belajar).
Pendekatan yang digunakan dalam accelerated learning selain MASTER yang dikembangkan oleh Collin Rose (2003) juga ada pendekatan yang dikembangkan oleh Dave Meier yaitu pendekatan SAVI, yaitu belajar berdasarkan aktivitas, belajar dengan seluruh  kepribadian. Belajar dengan aktivitas  berarti  bergerak  aktif secara fisik ketika belajar, dengan memanfaatkan indera sebanyak mungkin, dan  membuat seluruh tubuh /pikiran terlibat dalam proses belajar. Unsur-unsur dalam pendekatan SAVI, antara lain :
  1. Somatis (Belajar dengan indera peraba).
  2. Auditori (Belajar dengan indera pendengaran).
  3. Visual (Belajar dengan indera penglihatan).
  4. Intelektual (Belajar dengan pikiran).

Pengelolaan Pembelajaran Kelas Akselerasi

Pembelajaran akselerasi adalah salah satu cara alamiah yang menggugah sepenuhnya kemampuan belajar para pembelajar, membuat belajar lebih menyenangkan dan memuasakan serta memberikan sumbangan sepenuhnya pada kebahagiaan, kecerdasan, kompetensi, dan keberhasilan.

Upaya peningkatan mutu pendidikan dipengaruhi oleh pendayagunaan  unsur- unsur peserta didik, kurikulum, guru, dan fasilitas dengan tujuan membantu siswa atau peserta didik agar dapat belajar dengan mudah sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
Jangan lupa membagikan referensi ini jika bermanfaat

Terimakasih