Persepsi Konsumen


Ilustrasi Persepsi
Persepsi adalah proses ketika seseorang memilih, mengorganisasi dan menginterpretasikan informasi yang datang menjadi suatu arti tersendiri untuk menciptakan gambaran secara keseluruhan (Kotler, 2005).

Informasi ini dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang masuk dan menciptakan sensasi terhadap seseorang, dapat berupa produk, kemasan, merek, dan iklan. Tindakan seseorang sesungguhnya dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi saat itu. Namun persepsi tiap-tiap orang tidak harus sama, walaupun berada dalam situasi yang sama. Hal ini terjadi karena stimulus yang diterima, kondisi lingkungan sekitar dan kondisi masing-masing individu.

Persepsi menurut Schiffman dan Kanuk (2004) adalah proses yang dilakukan individu untuk memilih, mengatur, dan menafsirkan stimulasi ke dalam gambar yang berarti dan masuk akal mengenai dunia. Dua individu mungkin menerima stimulasi yang sama dalam kondisi nyata yang sama, tetapi bagaimana setiap orang mengenal, memilih, mengatur, dan menafsirkannya merupakan proses yang sangat individual berdasarkan kebutuhan, nilai-nilai dan harapan setiap orang itu sendiri.

Proses selective perception (Belch dan Belch, 2007) adalah suatu proses yang dilalui oleh konsumen dari mulai menerima suatu informasi, kemudian menganalisis, meletakkannya dalam memori dan mulai menerapkannya kembali untuk waktu yang akan datang. Melalui empat tahap dalam pembentukan persepsi yaitu tahap-tahap ketika seseorang mengolah informasi yang masuk ke dalam dirinya, yaitu tahap exposure,attention, comprehension, dan tahap retention seperti terlihat pada gambar berikut ini:
Tahapan pembentukan persepsi
Tahapan Pembentukan Persepsi

Definisi dari masing-masing tahapan dalam proses informasi tersebut adalah:
  1. Tahap exposure, tahapan pada saat seseorang mulai menerima informasi melalui panca indera yang dimiliki. Exposure terjadi ketika stimuli datang dari berbagai macamsensory receptors. Konsumen berkonsentrasi pada beberapa stimulus, atau tidak sadar akan stimuli yang lain dan bahkan tidak memperdulikan beberapa pesan. 
  2. Tahap attention, Tahapan pada saat seseorang mulai menempatkan informasi-informasi yang diterima ke dalam suatu stimulus. Attention mengacu pada tingkat dimana pemrosesan informasi ditekankan atas stimulus yang khusus. Kita bisa menerima infomasi yang terlalu banyak (overload information) dan tidak sebanding dengan jumlah informasi yang ingin atau sanggup untuk diproses. Hal ini karena terbatasnya kapasitas otak manusia untuk informasi. Oleh karena itu terjadilah proses perceptual selection, yang berarti manusia cenderung hanya memperhatikan sebagian kecil stimuli yang mereka terima.
  3. Tahap comprehension, adalah tahapan pada saat seseorang mulai menginterpretasikan informasi yang masuk tersebut menjadi sebuah arti yang spesifik 
  4. Tahap retention, adalah tahapan pada saat seseorang sudah mulai tidak mengingat lagi keseluruhan yang mereka baca,lihat, atau dengan meskipun mereka sudah tertarik dan sudah dapat menginterpretasikan informasi tersebut. 

Keempat tahapan tersebut mendorong timbulnya persepsi yang masing-masing dapat berbeda antar individu, tergantung dari bagaimana masing-masing individu tersebut menginterpretasikan suatu informasi yang masuk ke dalam stimuli masing-masing individu.

Perbedaan ini terjadi karena terpengaruh oleh faktor-faktor internal seperti kepercayaan terhadap masing-masing individu, kebutuhan-kebutuhan, suasana hati dan ekspektasi yang berbeda-beda serta faktor-faktor eksternal seperti ukuran, warna, intensitas dan segala sesuatu yang dapat dilihat dan didengar.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat (Astuti, 2007), yaitu:
  1. Faktor pendidikan. Tingkat pendidikan formal dan non formal yang dimiliki seseorang mempengaruhi persepsi. Melalui pendidikan akan dapat meningkatkan komunikasi, keluasan pandangan dan memungkinkan perubahan gaya hidup.
  2. Faktor komunikasi. Komunikasi dapat terjadi secara verbal maupun non verbal, artinya komunikasi dapat melalui interkasi langsung (tatap muka), tetapi dapat pula secara tidak langsung melalui simbol-simbol, seperti media cetak, radio, televisi, observasi lapangan, dan lain-lain.
  3. Faktor sosial ekonomi. Seseorang yang memiliki status sosial ekonomi lebih itnggi akan mempunyai kesempatan dan mobilitas tinggi sehingga memungkinkan untuk memperoleh pengetahuan dan cakrawala berpikir yang lebih luas
  4. Kepemimpinan. Pemimpin adalah seseorang yang berpengaruh secara aktual mempunyai kecakapan mengatur kepentingan umum, memberi contoh yang baik dan bermanfaat, berlaku jujur dan berkorban harta. Pada umumnya pengelompokkan di pedesaan menunjukkan konsentrasi dan pengawasan tentang pemimpin.
Jangan lupa membagikan referensi ini jika bermanfaat

Terimakasih