Pengertian, Unsur, Tujuan & Model Komunikasi


Pengertian Komunikasi

Pengertian, Unsur, Tujuan & Model Komunikasi
Ilustrasi Komunikasi
Kata komunikasi atau communication dalam bahasa inggris berasal dari bahasa latin communis yang berarti “sama”, communico, communnicatio, atau communicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah pertama (communis) paling sering disebut sebagai asal kata komunikasi yang merupakan akar dari kata latin lainnya yang mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama. Berbicara tentang definisi komunikasi, tidak ada definisi yang benar ataupun yang salah. Seperti juga model atau teori, definisi harus dilihat dari kemanfaatannya untuk menjelaskan fenomena yang didefinisikan dan mengevaluasinya (Mulyana, 2005:46).

Pengertian komunikasi secara umum ada tiga, yaitu (Suprapto, 2011:6):
  1. Pengertian secara etimologis atau asal katanya, istilah komunikasi berasal dari bahasa latin communicatio, yang bersumber dari kata communis yang berarti sama, dalam arti kata sama makna, communication yang berarti memberi tahu atau bertukar pikiran tentang  pengetahuan,  informasi atau pengalaman  seseorang  (trough communication people share knowledge, information or experience).
  2. Pengertian secara terminologis adalah komunikasi merupakan proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Pengertian ini menjelaskan bahwa komunikasi ini melibatkan sejumlah orang dengan seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain dan orang yang terlibat dalam komunikasi disebut human communication.
  3. Pengertian secara paradigmatik yaitu komunikasi yang berlangsung menurut suatu pola dan memiliki tujuan tertentu, dengan pola komunikasi yang sebenarnya memberi tahu, menyampaikan pikiran dan perasaan, mengubah pendapat maupun sikap.

Unsur-unsur Komunikasi

Setiap proses komunikasi terdapat unsur-unsur pendukung di dalamnya sehingga dapat berlangsung dan membentuk sebuah proses komunikasi, yaitu:
Unsur-unsur Komunikasi
Unsur-unsur Komunikasi
  1. Sender adalah komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau kepada sejumlah orang.
  2. Encoding adalah proses penyandian, yakni proses pengalihan pikiran kedalam bentuk lambing
  3. Message atau pesan yang merupakan seperangkat lambing bermakna yang disapaikan oleh komunikator
  4. Channe/medial, adalah saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator terhadap komunikan.
  5. Decoding adalah proses dimana komunikan menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
  6. Receiver adalah komunikan yang menerima pesan dari komunikator.
  7. Response adalah tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah diterpa pesan.
  8. Feedback adalah umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.
  9. Noise adalah gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.

Tujuan Komunikasi

Setiap proses terdapat tujuan yang ingin dicapai, tanpa terkecuali dalam proses dalam komunikasi. Beberapa tujuan komunikasi tersebut antara lain perubahan sikap (attitide change), perubahan pendapat (opinion change) dan perubahan perilaku (social change).

Selain itu, Ada empat tujuan utama komunikasi yaitu (Devito:1997:32):
  1. Penemuan diri (personal discovery). Seseorang berkomunikasi dengan orang lain, maka orang tersebut dapat belajar mengenali  dirinya selain juga tentang orang lain. Cara lain manusia melakukan penemuan diri adalah dengan cara proses perbandingan sosial, melalui perbandingan kemampuan, prestasi, sikap, pendapat, nilai, dan kegagalan dari orang lain, yang menurut Thibaut dan Kelley dalam Devito (1997). Manusia mengevaluasi diri sendiri sebagian besar dengan cara membandingkan diri kita dengan orang lain.
  2. Untuk berhubungan. Komunikasi untuk berhubungan dengan orang lain, membina dan memelihara hubungan dengan orang lain.
  3. Untuk meyakinkan. Komunikasi sehari-hari, manusia berusaha untuk mengubah sikap dan perilaku orang lain
  4. Untuk bermain. Perilaku komunikasi dirancang untuk menghibur diri sendiri dan orang lain. 

Model Komunikasi

Model adalah representasi suatu fenomena, baik nyata atau pun abstrak, dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting fenomena tersebut. Menurut Sereno dan Mortensen model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Sedangkan B. Aubrey Fisher mengatakan model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari keseluruhan, unsur, sifat atau komponen yang penting dari fenomena yang dijadikan model (Suprapto, 2011:12).

Menurut Windahl dan McQuail seperti yang dikutip oleh Dani (2004:113), mengemukakan bahwa model komunikasi diterjemahkan sebagai representasi fenomena komunikasi dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting guna memahami suatu proses komunikasi. Dalam West & Turner (2009:11-14), dijelaskan lebih jauh mengenai tiga model komunikasi yang paling menonjol yakni: (a) model komunikasi linear/satu arah (komunikasi sebagai aksi), (b) model komunikasi interaksional (komunikasi sebagai interaksi), dan (c) model komunikasi transaksional (komunikasi sebagai transaksi).

a. Model Komunikasi Linear/Satu Arah

Model komunikasi ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical of Communication. Menurut Shannon dan Weaver, komunikasi model linear melibatkan beberapa elemen saja yaitu : a source, or transmitter of a message, sends a message to a receiver, the recipient of the message. The receiver is the person who makes sense out of the message. Menurut paradigma ini, komunikan akan memberikan respon sesuai dengan stimulus yang diterimanya dari komunikator. Dalam paradigma ini, komunikan dianggap sebagai makhluk pasif yang menerima apapun yang disampaikan oleh komunikator (West & Turner, 2009:11).
Model Komunikasi Linear
Model Komunikasi Linear
Gambar di atas menunjukkan bahwa sumber informasi (information Source) memproduksi sebuah pesan (message) untuk dikomunikasikan. Pesan tersebut dapat terdiri dari kata-kata lisan ataupun tulisan, musik, gambar dan lain-lain. Pemancar (transmmiter) mengubah pesan menjadi isyarat (signal) yang sesuai bagi saluran yang akan dipergunakan. Saluran (channel) adalah media yang menyalurkan isyarat dari pemancar kepada penerima (receiver). Dalam percakapan sumber informasi adalah benak (brain), pemancar adalah mekanisme suara yang menghasilkan isyarat, saluran (channel) adalah udara (Musthan, 2014:42).

b. Model Komunikasi Sirkuler/Dua Arah

Model ini diperkenalkan oleh Wilbur Schramm (1954) yang mengkonseptualisasikan model ini sebagai proses komunikasi  dua arah oleh dua (atau lebih) komunikator. Menurut Schramm (1954), komunikasi senantiasa membutuhkan setidaknya tiga unsur, yaitu sumber (source), pesan (message) dan sasaran (destination). Sumber boleh jadi seorang individu (berbicara, menulis, menggambar, memberi isyarat) atau suatu organisasi komunikasi (seperti penerbit, stasiun televisi, atau studio film). Pesan dapat berbentuk tinta pada kertas, gelombang suara di udara, impuls dalam arus listrik, lambaian tangan, bendera di udara atau setiap tanda yang dapat ditafsirkan. Sasarannya mungkin seorang individu yang mendengarkan, menonton atau membaca, atau anggota suatu kelompok seperti kelompok diskusi, kumpulan penonton sepak bola, atau khalayak media massa (Mulyana, 2011:151:152).
Model Komunikasi Sirkuler
Model Komunikasi Sirkuler
Gambar di atas menunjukkan model Komunikasi Sirkuler atau yang disebut Komunikasi Dua Arah merupakan lanjutan dari pendekatan komunikasi satu arah. Pada model komunikasi dua arah diperkenalkan gagasan tentang umpan balik (feedback). Dalam model ini, penerima (receiver) melakukan seleksi, interpretasi dan memberikan respon terhadap pesan dari pengirim (sender). Komunikasi dalam model ini dikatakan dua arah dimana setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada suatu saat bertindak sebagai sender, namun pada suatu waktu yang lain berlaku sebagai receiver (Fajar, 2009:120).

Daftar Pustaka

  • Devito. Joseph A. 1997. Komunikasi Antar Manusia (Alih Bahasa : Agus Maulana). Jakarta: Professional Books.
  • Fajar, Marhaeni. 2009. Ilmu Komunikasi Teori & Praktek Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta. 
  • Fardiansyah, Dani 2004, Pengantar Ilmu Komunikasi, Bogor: Ghalia Indonesia.
  • Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : Remaja Rosdakarya.
  • Suprapto Tommy. 2011. Pengantar Ilmu Komunikasi, Dan Peran Manajemen dalam Komunikasi, Jakarta: Buku Seru.
  • Richard West, Lynn H. Turner. 2009. Teori Komunikasi. Jakarta: Salemba Humanika.
Jangan lupa membagikan referensi ini jika bermanfaat

Terimakasih