Sejarah, Komponen, Kelebihan & Kekurangan Linux


Sejarah Linux


Sejarah, Komponen, Kelebihan & Kekurangan Linux
Logo Linux (Tux)
Linux sangat mirip dengan sistem-sistem Unix, hal ini dikarenakan kompatibilitas dengan Unix merupakan tujuan utama desain dari proyek Linux. Perkembangan Linux dimulai pada tahun 1991, ketika mahasiswa Finlandia bernama Linus Torvalds menulis Linux, sebuah Kernel untuk prosesor 80386, prosesor 32 byte pertama dalam kumpulan CPU intel yang cocok untuk PC (Anshori, 2010:1).

Pada awal perkembangannya, source code Linux disediakan secara bebas melalui Internet. Hasilnya, sejarah Linux merupakan kolaborasi banyak user dari seluruh dunia, semuanya dilakukan secara eksklusif melalui internet. Dari kernel awal yang hanya mengimplementasikan subset kecil dari sistem Unix, sistem Linux telah bertumbuh dimana sudah mampu memasukkan banyak fungsi Unix. Kernel Linux perlu dibedakan dari sebuah sistem Linux, Kernel Linux merupakan sebuah perangkat lunak orisinil yang dibuat oleh komunitas Linux. sedangkan sistem Linux, yang diketahui saat ini, mengandung banyak komponen yang dibuat sendiri atau dipinjam dari proyek lain (Anshori, 2010:3).

Komponen Linux

Sistem Linux terdiri dari tiga bagian kode penting, yaitu :

1. Kernel

Kernel Linux pertama yang dipublikasikan adalah versi 0.01, pada tanggal 14 Maret 1991. Sistem berkas yang didukung hanya sistem berkas Minix. Kernel pertama dibuat berdasarkan kerangka Minix (sistem Unix kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum). Tetapi, Kernel tersebut sudah mengimplementasi proses Unix secara tepat (Winardi, 2003:5).

Pada tanggal 14 Maret 1994 dirilis versi 1.0, yang merupakan tonggak sejarah Linux. Versi ini adalah kulminasi dari tiga tahun perkembangan yang cepat dari kernel Linux. Fitur baru terbesar yang disediakan adalah jaringan. Versi 1.0 mampu mendukung protokol standar jaringan TCP/IP. Kernel 1.0 juga memiliki sistem berkas yang lebih baik tanpa batasan-batasan sistem berkas Minix. Sejumlah dukungan perangkat keras ekstra juga dimasukkan ke dalam rilis ini. Dukungan perangkat keras telah berkembang termasuk diantaranya floppy-disk, CD-ROM, sound card, berbagai mouse, dan keyboard internasional. Dukungan juga diberikan terhadap modul Kernel yang dynamically loadable dan unloadable (Daniwartiawan, 2003:17).

Satu tahun setelah versi 1.0 dirilis, Kernel 1.2 keluar. Kernel versi 1.2 ini mendukung variasi perangkat keras yang lebih luas. Pengembang telah memperbaharui networking stack untuk menyediakan support bagi protokol IPX, dan membuat implementasi IP lebih lengkap dengan memberikan fungsi accounting dan firewalling. Kernel 1.2 ini merupakan Kernel Linux terakhir yang PC-only. Konsentrasi lebih diberikan pada dukungan perangkat keras dan memperbanyak implementasi lengkap pada fungsi-fungsi yang ada (Kharizt, 2004:5).

Akhirnya pada bulan Juni 1996, Linux 2.0 dirilis. Linux versi 2.0 memiliki dua kemampuan baru yang penting, yaitu dukungan terhadap multiple architecture dan multiprocessor architectures. Kode untuk manajemen memori telah diperbaiki sehingga kinerja sistem berkas dan memori virtual meningkat. Untuk pertama kalinya, file system caching dikembangkan ke networked file systems, juga sudah didukung writable memory mapped regions. Kernel 2.0 sudah memberikan kinerja TCP/IP yang lebih baik, ditambah dengan sejumlah protokol jaringan baru. Kemampuan untuk memakai remote netware dan SMB (Microsoft Lan Manager) network volumes juga telah ditambahkan pada versi terbaru ini.

Tambahan lain adalah dukungan internal kernel threads, penanganan dependencies antara modul-modul loadable, dan loading otomatis modul berdasarkan permintaan (on demand). Konfigurasi dinamis dari Kernel pada run time telah diperbaiki melalui konfigurasi interface yang baru dan standar (Kharizt, 2004:5).

2. Perpustakaan sistem

Perpustakaan sistem menyediakan berbagai tipe fungsi. Pada level yang paling sederhana, mereka membolehkan aplikasi melakukan permintaan pada layanan sistem Kernel. Membuat suatu system call melibatkan transfer kontrol dari mode pengguna yang tidak penting ke mode kernel yang penting detil dari transfer ini berbeda pada masing-masing arsitektur. Perpustakaan bertugas untuk mengumpulkan argumen system call dan, jika perlu, mengatur argumen tersebut dalam bentuk khusus yang diperlukan untuk melakukan system call.

Perpustakaan juga dapat menyediakan versi lebih kompleks dari system call dasar. Contohnya, fungsi buffered file handling dari bahasa C semuanya diimplementasikan dalam perpustakaan sistem, yang memberikan kontrol lebih baik terhadap file I/O daripada system call kernel dasar. Perpustakaan juga menyediakan rutin yang tidak ada hubungan dengan system call, seperti algoritma penyusunan (sorting), fungsi matematika, dan rutin manipulasi string (string manipulation). Semua fungsi yang diperlukan untuk mendukung jalannya aplikasi Unix atau Posix diimplementasikan dalam perpustakaan sistem (Kharizt, 2004:19).

3. Utilitas sistem

Sistem Linux mengandung banyak program-program pengguna mode: utilitas sistem dan utilitas pengguna. Utilitas sistem termasuk semua program yang diperlukan untuk menginisialisasi sistem, seperti program untuk konfigurasi alat jaringan (network device) atau untuk load modul Kernel. Program server yang berjalan secara kontinu juga termasuk sebagai utilitas sistem, program semacam ini mengatur permintaan pengguna login, koneksi jaringan yang masuk, dan antrian printer (Zaki, 2007:10).

Tidak semua utilitas standar melakukan fungsi administrasi sistem yang penting. Lingkungan pengguna Unix mengandung utilitas standar dalam jumlah besar untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, seperti membuat daftar direktori, memindahkan dan menghapus file, atau menunjukkan isi dari sebuah file. Utilitas yang lebih kompleks dapat melakukan fungsi text processing, seperti menyusun data tekstual atau melakukan pattern searches pada input teks. Jika digabung, utilitas-utilitas tersebut membentuk kumpulan alat standar yang diharapkan oleh pengguna pada sistem Unix mana saja; walau pun tidak melakukan fungsi sistem operasi apa pun, utilitas tetap merupakan bagian penting dari sistem Linux dasar (Zaki, 2007:11).

Kelebihan dan Kekurangan Linux

Menurut Putra Angga Anolisa (2009:14) dalam jurnalnya yang berjudul “Windows vs Linux, Manakah yang Lebih Baik ?”, ada beberapa kelebihan dan kekurangan sistem operasi Linux, diantaranya adalah sebagai berikut:


Kelebihan Linux

  1. Bebas (open source), tidak berlisensi dan dapat dikembangkan oleh siapa saja.
  2. Sedikitnya virus yang berkembang di Linux membuat sistem operasi ini memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi.
  3. Perkembangan Linux sangat cepat, terbukti sampai sekarang distro Linux sudah mancapai lebih dari 100 distro yang sudah ada.

Kekurangan Linux

  1. Susah mencari teknisi jika terjadi crash, karena tidak begitu banyak orang yang mengerti Linux dibandingkan dengan Windows.
  2. Tidak user friendly, karena tampilan yang sulit dimengerti.
  3. Banyak software/aplikasi yang kompatibel dengan Windows.

Daftar Pustaka

  • Anolisa, Angola. 2009. Windows vs Linux, Manakah yang lebih baik?. Skripsi. Jakarta : Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta.
  • Anshori, Hasan. 2010. Sistem Operasi Linux. Semarang : Neomedia.
  • Daniwartiawan. 2003. Mengenal Sistem Operasi Linux. Semarang : Neomedia.
  • Khariz. Abdul. 2004. Belajar Linux. Jakarta : Gagas Media.
  • Winardi, Joko. 2003. Linux, Sistem Operasi Open Source dan Free. Yogyakarta : Gradien Mediatama.
  • Zaki. 2007. Linux. Jakarta : Kawan Pustaka.
Jangan lupa membagikan referensi ini jika bermanfaat

Terimakasih