Penyakit Psoriasis

Apa itu Penyakit Psoriasis? 

Psoriasis adalah penyakit inflamasi kronis pada kulit, ditandai dengan adanya plak eritema dan ditutupi skuama putih tebal, tanda auspitz, fenomena bercak lilin dan tanda koebner yang positif (Gudjonsson dan Elder, 2012). Kemunculan penyakit ini terkadang untuk jangka waktu lama timbul/hilang, penyakit ini secara klinis sifatnya tidak mengancam jiwa, tidak menular tetapi karena timbulnya dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup serta mengganggu kekuatan mental seseorang bila tidak dirawat dengan baik.

Penyakit ini umumnya mengenai daerah ekstensor ekstremitas terutama siku dan lutut, kulit kepala, lumbosakral, bokong dan genitalia. Berbeda dengan pergantian kulit pada manusia normal yang biasanya berlangsung selama tiga sampai empat minggu, proses pergantian kulit pada penderita psoriasis berlangsung secara cepat yaitu sekitar 2–4 hari, (bahkan bisa terjadi lebih cepat) pergantian sel kulit yang banyak dan menebal.

Sejarah Penyakit Psoriasis 

Psoriasis adalah salah satu penyakit kulit yang pertama kali tercatat oleh Celcius pada tahun 1990-1935 SM. Pada saat itu psoriasis, lepra dan kelainan inflamasi kulit lainnya merupakan suatu kelainan yang sama, penyakit ini masih belum dibedakan sampai dengan abad ke-19.

Hipocrates pada 460-377 SM merupakan penulis pertama yang menulis tentang gambaran penyakit kulit, beliau menggunakan kata lopoi untuk menerangkan psoriasis, lepra dan penyakit inflamasi pada kulit lainnya, dijelaskan sebagai kulit kering dan bersisik. Pada tahun 1809, Willan mulai menggambarkan psoriasis secara lebih detail dan saat itu dikenal sebagai lepra vulgaris.

Pada tahun 1835- 1886, Heinrich Auspitz mencatat adanya titik pendarahan pada saat dilakukan pengerokan sampai ke dasarnya pada skuama psoriasis yang saat ini dikenal sebagai tanda Auspitz. Pada tahun 1898, Munro menerangkan tentang adanya mikroabses pada psoriasis yang saat ini dikenal sebagai mikroabses munro. Pada tahun 1960 mulai digambarkan tentang histopatologi dari psoriasis dan tahun 1970 mulai didapatkan adanya kejelasan tentang patofisiologi psoriasis tetapi banyak aspek dari penyakit yang masih belum diketahui (Cowden dan Voorhees, 2008).


Penyebab Penyakit Psoriasis 

Menurut dr.H. Chalikul Bachri,Sp.KK dan dr. Phyu Phyu Palae, ada beberapa hal yang diperkirakan dapat memicu timbulnya penyakit Psoriasis, yaitu:
  1. Garukan/gesekan dan tekanan yang berulang-ulang, misalnya pada saat gatal digaruk terlalu kuat atau penekanan anggota tubuh telalu sering pada saat beraktivitas. Bila Psoriasis sudah muncul dan kemudian digaruk/dikorek, maka akan mengakibatkan kulit bertambah tebal .
  2. Obat telan tertentu antara lain obat anti hipertensi dan antibiotik.
  3. Mengoleskan obat terlalu keras bagi kulit.
  4. Emosi tak terkendali.
  5. Sedang mengalami infeksi saluran napas bagian atas, yang keluhannya dapat berupa demam nyeri menelan, batuk dan beberapa infeksi lainnya.
  6. Makanan berkalori sangat tinggi sehingga badan terasa panas dan kulit menjadi merah, misalnya mengandung alkohol, durian, tape, daging kambing, es, merokok, dan terkena asap rokok.

Jenis-jenis Psoriasis 

Jenis-jenis Psoriasis
Jenis-jenis Psoriasis

a. Psoriasis Vulgaris (Plak) 

Tipe plak ini bersifat meradang pada kulit menimbulkan bercak merah yang dilapisi dengan kulit yang tumbuh berwarna keperakan yang umumnya akan terlihat pada sekitar alis, lutut, kepala (seperti ketombe), siku juga bagian belakang tubuh sekitar panggul serta akan meluas kebagian-bagian kulit lainnya.

b. Psoriasis Pustulur (Pustular) 

Kasus Psoriasis Pustulur (PUHS-choo-ler) terutama banyak ditemui pada orang dewasa. Karakteristik dari penderita PUHS-choo-ler ini adalah timbulnya Pustules putih (blisters of noninfectious pus) yang dikelilingi oleh kulit merah. Pus ini meliputi kumpulan dari sel darah putih yang bukan merupakan suatu infeksi dan juga tidak menular.

c. Psoriasis Arthritis

Timbul dengan peradangan sendi, sehingga sendi terasa nyeri, membengkak dan kaku, sama persis seperti gejala rematik. Pada tahap ini, penderita harus segera ditolong agar sendi-sendinya tidak sampai terjadi kropos.

d. Psoriasis Guttate 

Psoriasis Guttate (GUH-tate) adalah salah satu bentuk dari psoriasis yang mulai timbul sejak waktu anak-anak atau remaja. Bentuk psoriasis ini menyerupai bintik-bintik merah kecil di kulit. Bercak (lesions) guttate biasanya timbul pada badan dan kaki. Bintik-bintik ini biasanya tidak setebal atau bersisik seperti bercak-bercak (lesions) pada psoriasis plak.

e. Psoriasis Inverse 

Inverse psoriasis ditemukan pada ketiak, pangkal paha, dibawah payudara, dan di lipatan-lipatan kulit di sekitar kemaluan dan panggul. Tipe psoriasis ini pertama kali tampak sebagai bercak (lesions) yang sangat merah dan biasanya lack the scale associated dengan psoriasis plak. Bercak itu bisa tampak licin dan bersinar.

f. Psoriasis Eritroderma 

Tipe psoriasis ini sangat berbahaya, seluruh kulit penderita menjadi merah matang dan bersisik, fungsi perlindungan kulit hilang, sehingga penderita mudah terkena infeksi.


Pengobatan Penyakit Psoriasis 

Sampai saat ini penyakit psoriasis belum diketahui penyebabnya secara pasti sehingga belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan secara total penyakit psoriasis tetapi dapat membantu untuk mengontrol gejala dari penyakit tersebut.

Pengobatan Psoriasis biasanya dilakukan dengan berbagai cara mulai dengan salep oles (topical), obat telan (sistemik) maupun dengan penyinaran menggunakan sinar UVB. Baik pengobatan salep maupun penyinaran hanya membantu meredam penyakit tersebut dan tidak menyembuhkan sama sekali, sehingga sewaktu-waktu penyakit ini dapat timbul kembali.

Menenangkan pasien dan memberikan dukungan emosional adalah hal yang sangat tidak terhingga nilainya. Menekankan bahwa psoriasis tidak menular serta suatu saat akan mengalami psoriasis akan remisi spontan dan tersedianya pengobatan yang bervariasi untuk setiap bentuk dari psoriasis.

Psoriasis tidak menyebabkan kematian tetapi bersifat kronik dan residif. Penyakit psoriasi tidak sembuh sama sekali sehingga seolah-olah penyakit ini dapat timbul kembali sepanjang hidup. Memperhatikan tanda dan gejala biasanya membutuhkan terapi seumur hidup.
Jangan lupa membagikan referensi ini jika bermanfaat

Terimakasih