Hukum, Jenis dan Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Apa itu Teori Permintaan? 

Hukum, Jenis dan Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Ilustrasi Permintaan
Permintaan dalam ilmu ekonomi adalah berbagai jenis dan jumlah barang dan jasa yang diminta pembeli pada berbagai kemungkinan harga dalam periode tertentu di pasar. Teori permintaan merupakan perangkat analisis untuk melihat besaran jumlah barang atau jasa yang diminta serta perubahan permintaan akan suatu barang atau jasa berdasarkan hukum permintaan.

Berikut ini beberapa pengertian teori permintaan dari beberapa sumber buku dan referensi:
  • Menurut Oka A. Yoeti (2008), permintaan adalah sejumlah produk barang atau jasa yang merupakan barang-barang ekonomi yang akan dibeli konsumen dengan haraga tertentu dalam suatu waktu atau periode tertentu dan dalam jumlah tertentu. Demand seperti ini lebih tepat disebut sebagai permintaan pasar (market demand), dimana tersedia barang tertentu dengan harga yang tertentu pula. 
  • Menurut Tati Suhartati dan Joesron Fathurrozi (2002), permintaan adalah berbagai jumlah barang dan jasa yang diminta pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu. Definisi ini menunjukkan jumlah barang dan jasa yang diminta pada berbagai tingkat harga, artinya dalam berbagai tingkat harga terdapat sejumlah barang yang diminta. 
  • Menurut Lincolin Arsyad (1991), permintaan adalah suatu skedul atau kurva yang menggambarkan hubungan antara berbagai kuantitas suatu barang yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga, cateris paribus. Sepanjang suatu kurva permintaan atau skedul permintaan hanya harga dan kuantitas yang berubah-ubah. 
  • Menurut Gilarso (2003), permintaan adalah jumlah dari suatu barang atau jasa yang mau dan mampu dibeli pada pelbagai kemungkinan harga selama jangka waktu tertentu dengan anggapan hal-hal lain tetap sama (ceteris paribus). 
  • Menurut Vincent Gaspersz (1999:13), permintaan (demand) dalam ekonomi manajerial dapat didefinisikan sebagai kuantitas barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen selama periode waktu tertentu berdasrkan kondisi-kondisi tertentu.

Berdasarkan beberapa pengertian permintaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam permintaan terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu:
  1. Jumlah yang diminta merupakan kuantitas yang diinginkan. Ini menunjukkan berapa banyak yang ingin dibeli oleh konsumen. 
  2. Apa yang dinginkan tidak merupakan harapan kosong, tetapi merupakan permintaan efektif.
  3. Kuantitas yang diminta merupakan arus pembelian yang kontinyu.

Hukum dan Kurva Permintaan 

Hukum permintaan menjelaskan hubungan antara permintaan suatu barang dengan harganya. Hukum permintaan menyatakan bahwa semakin rendah harga sesuatu barang, maka semakin banyak permintaan terhadap barang tersebut, dan sebaliknya semakin tinggi harga sesuatu barang, maka semakin sedikit permintaan terhadap barang tersebut (Sukirno, 1995:76).

Menurut Lincolin Arsyad (1991), hukum permintaan adalah hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta adalah berbanding terbalik. Jika harga naik, kuantitas yang diminta turun, seperti digambarkan pada kurva di bawah ini:

Hukum dan Kurva Permintaan
Kurva Permintaan

Kurva permintaan adalah suatu kurva/garis yang memperlihatkan hubungan antara berbagai jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga (P) barang tersebut. Kurva permintaan selalu berlereng negatif, artinya menurun dari kiri atas ke kanan bawah, hal ini disebabkan hubungan variabel Price dengan variabel Quantity berlawanan arah, dimana bila P bertambah (positif), maka Qd berkurang (negatif) atau sebaliknya (Amaliawati dan Murni, 2012:39-40).

Hukum permintaan bisa saja tidak berlaku, misalnya ketika harga suatu barang naik namun permintaan terhadap barang tersebut justru meningkat. Terdapat tiga jenis kelompok barang dimana hukum permintaan tidak berlaku, yaitu:
  1. Barang yang memiliki unsur spekulasi, yaitu barang-barang yang dapat menyebabkan seseorang menambah pembeliannya pada saat harga naik. Mereka mengharapkan harga akan naik lagi pada saat harga barang itu naik, sehingga mereka akan memperoleh keuntungan Misalnya emas, saham
  2. Barang prestise, yaitu barang yang dibeli seseorang karena adanya unsur gengsi, meskipun harganya naik, permintaan terhadap barang tersebut tetap meningkat. Misalnya mobil mewah, lukisan dari pelukis terkenal. 
  3. Barang Giffen; untuk barang giffen ini apabila harganya turun menyebabkan jumlah barang yang diminta berkurang. Hal ini disebabkan efek pendapatan yang negatif dari barang giffen lebih besar dari pada naiknya jumlah barang yang diminta karena berlakunya efek substutusi yang selalu positif.

Jenis-jenis Permintaan 

Berdasarkan segi kemampuan dan daya beli, permintaan dibagi menjadi dua jenis, yaitu (Abdullah, 1987:23):
  1. Permintaan potensial, yaitu permintaan yang hanya menunjukkan intensitas kebutuhan seseorang akan guna suatu barang tanpa disertai dengan daya beli.
  2. Permintaan efektif, yaitu permintaan yang tidak hanya menunjukkan adanya intensitas kebutuhan juga disertai dengan daya beli.

Berdasarkan jumlah orang yang meminta, permintaan dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
  1. Permintaan individual, yaitu permintaan yang datang dari seorang individu. Permintaan individual ini dikaitkan oleh dua faktor yaitu: nilai dari cara mendapatkan dan menggunakan jasa dan kemampuan untuk mendapatkan jasa. 
  2. Permintaan kolektif/permintaan pasar, yaitu permintaan yang dilakukan oleh semua orang di dalam pasar.

Berdasarkan manajemen pemasaran, permintaan dibagi menjadi delapan jenis, yaitu:
  1. Permintaan negatif (negative demand). Pasar dalam keadaan negatif artinya sebagian besar pelaku pasar ini yang dinyatakan oleh pembeli, tidak menyukai produk yang ditawarkan bahkan para penjual bersedia untuk menghapus produk tersebut. 
  2. Tidak ada permintaan. Para pembeli/konsumen tidak mengacuhkan produk yang ditawarkan pasar bahkan cenderung tidak tertarik. 
  3. Permintaan yang terpendam (laten demand). Para konsumen memiliki kebutuhan yang kuat yang tidak dapat dipuaskan oleh produk yang ada. 
  4. Permintaan yang menurun (falling demand). Permintaan yang mengalami masa naik turun sesuai dengan keadaan dan kondisi pasar.
  5. Permintaan yang tidak beraturan (irregular demand). Permintaan terhadap barang dan jasa yang kadang-kadang berubah sesuai dengan musim, sehingga hal ini dapat menyulitkan perusahaan dalam mengatur produksinya. 
  6. Permintaan penuh (full demand). Hal ini terjadi jika perusahaan sangat puas dengan hasil penjualan yang telah dicapai. 
  7. Permintaan yang tidak sehat. Yaitu permintaan terhadap barang-barang yang memiliki sifat dapat merusak seperti alkohol, obat bius dan lain-lain.
  8. Permintaan yang berlebih. Yaitu permintaan yang terlalu banyak dan tidak sesuai dengan jumlah yang tersedia dan bisa diproduksi oleh perusahaan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Permintaan 

Faktor-faktor atau variabel yang mempengaruhi permintaan suatu barang, antara lain adalah sebagai berikut (Mankiw, 2003):

a. Harga 

Permintaan konsumen dapat dipengaruhi oleh harga, harga barang yang akan dibeli (P), harga barang pengganti (price of subsituation product, Ps) maupun harga barang pelengkap (price of complementary product, Pc). Konsumen akan membatasi pembelian jumlah barang yang diinginkan bila harga barang terlalu tinggi, bahkan ada kemungkinan konsumen memindahkan konsumsi dan pembeliannya kepada barang pengganti (barang substitusi) yang lebih murah harganya.

b. Pendapatan Konsumen

Konsumen tidak akan dapat melakukan pembelian barang kebutuhan bila pendapatan tidak ada atau tidak memadai. Dengan demikian, maka perubahan pendapatan akan mendorong konsumen untuk mengubah permintaan akan barang kebutuhannya.

c. Jumlah Konsumen

Pertambahan jumlah konsumen, misalnya jumlah penduduk, tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan jumlah permintaan suatu barang. Akan tetapi pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan kesempatan kerja. Dengan demikian akan lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan hal ini juga akan menambah daya beli masyarakat. Pertambahan daya beli masyarakat akan menambah permintaan.

d. Selera Konsumen 

Perubahan selera dapat termanifestasikan ke dalam perilaku pasar.perubahan selera konsumen bisa ditunjukkan oleh perubahan bentuk atau posisi dari indifference map, tanpa ada perubahan harga barang maupun pendapatan, permintaan akan suatu barang akan suatu barang dapat berubah karena perubahan selera.

e. Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang 

Perubahan-perubahan yang diramalkan mengenai keadaan pada masa yang akan datang dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen bahwa harga-harga akan naik pada masa depan akan mendorong konsumen membeli lebih banyak untuk menghemat pengeluaran pada masa yang akan datang.

Daftar Pustaka

  • Yoeti, Oka, A. 2008. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Pradaya Pratama.
  • Joesron, Tati Suhartati. 2002. Teori Ekonomi Mikro. Jakarta: Salemba Empat.
  • Arsyad, Lincolin. 1991. Ikhtisar Teori dan Soal Jawab Ekonomi Mikro. Yogyakarta: BPFE.
  • T. Gilarso SJ. 2003. Pengantar ilmu Ekonomi Mikro. Yogyakarta: Kanisius.
  • Gaspersz, Vincent. 1999. Ekonomi Manajerial Pembuatan Keputusan Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Sukirno, Sadono. 1995. Pengantar Teori Ekonomi Mikro, Edisi kedua. Jakarta: Karya Grafindo Persada.
  • Murni, A., & Lia Amaliawati. 2012. Ekonomi Mikro. Bandung: Refika Aditama.
  • Abdullah N.S. 1987. Pengantar Ilmu Ekonomi Forum Pengkajian - Pengembangan Pendidikan dan Koperasi. Bandung: IKIP.
  • Mankiw, N. Gregory. 2003. Teori Makro Ekonomi Terjemahan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Jangan lupa membagikan referensi ini jika bermanfaat