Nifas (Puerperium)

Pengertian Nifas

Pengertian nifas yang dikemukakan oleh  beberapa ahli adalah sebagai berikut:

  1. Nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali dari partus selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil, lamanya 6-8 minggu (Mochtar, 1998 : 1). 
  2. Nifas adalah waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan dalam keadaan normal, dan dijumpai dua kejadian penting dalam puerperium yaitu involusi uteri dan proses laktasi, berlangsung 6 minggu atau 42 hari (Manuaba, 1998 : 190). 
  3. Nifas adalah perubahan alat genetalia internal maupun eksternal secara berangsur-angsur pulih kembali seperti sebelum lahir (Prawirohardjo: 2005). 
  4. Nifas adalah pemulihan alat genetalia seperti sebelum hamil setelah 3 bulan (Winkjosastro, 1994:237). 

Dari beberapa pengertian nifas di atas, dapat disimpulkan bahwa nifas adalah masa pemulihan organ-organ kandungan setelah melahirkan (partus) yang lamanya 40 hari hingga 3 bulan.

Masa Nifas

Masa nifas dibagi menjadi 3 periode, yaitu (Mochtar, 1998 : 155):
  1. Puerperineum dini adalah kepulihan dimana ibu telah dibolehkan berdiri dan berjalan-jalan.
  2. Puerperium intermedial adalah kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu.
  3. Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila ibu selama hamil atau melahirkan mempuyai komplikasi waktu sempurna bisa berminggu-minggu, bulan dan tahun.


Perubahan yang terjadi saat nifas

Dalam masa nifas, alat-alat genetalia internal maupun eksternal akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan-perubahan alat-alat genetalia ini secara keseluruhan disebut involusi. Involusi adalah perubahan yang merupakan proses kembalinya alat kandungan atau uterus dan jalan lahir setelah bayi dilahirkan hingga mencapai seperti sebelum hamil. Perubahan ini khususnya pada alat kelamin dalam yaitu uterus dan ovarium (Ibrahim, 1996:28).

Menurut Ibrahim (1996:29) di dalam masa nifas dengan adanya proses involusi, ukuran uterus  kembali pada ukuran normal. Proses ini  terjadi karena adanya :

  1. Autolysis, adalah penghancuran otot-otot uterus yang tumbuh karena adanya hiperplasi dari jaringan otot yang membesar dan menjadi tebal dari sewaktu hamil, akan susut kembali mecapai keadaan semula mengeluarkan isi uterus yang tidak diperlukan lagi. Dengan adanya kontraksi dan retraksi yang terus-menerus akan menyebabkan terganggunya peredaran darah di dalam uterus. yang mengakibatkan jaringan otot-otot tersebut lebih kecil.
  2. Ischemia atau disebut juga lokal anemia, yaitu kekurangan darah pada uterus. Kekurangan ini tidak saja disebabkan oleh adanya kontraksi dan retraksi yang cukup lama, tetapi juga disebabkan oleh kekurangan aliran darah ke uterus karena setelah bayi dilahirkan pengaliran darah lebih banyak dialirkan ke buah dada. Dengan adanya hal-hal tersebut diatas, secara berangsur-angsur uterus menjadi lebih kecil sehingga kembali seperti sebelum lahir.

Daftar Pustaka

Ibrahim. 1996. Perawatan Kebidanan Jilid III. Jakarta : Bharata Karya Aksara
Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan,Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri I. Jakarta : EGC
Prawirohardjo, S. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Winkjosastro. 1994. Asuhan Pelayanan Maternal dan Neonatal. Jakarta : EGC