Strategi Pembelajaran Rolling Cognitive

Strategi Pembelajaran Rolling Cognitive
Strategi Pembelajaran Rolling Cognitive
Strategi pembelajaran Rolling Cognitive dikembangkan oleh ahli psikologi kognitif Max Wertheimer pada tahun 1912, strategi ini berbeda dengan strategi yang menganut pada teori behaviorisme, bahwa yang utama pada kehidupan manusia adalah mengetahui dan bukan respons. Strategi ini lebih menekankan pemahaman atau insight dan pengamatan sebagai suatu alternatif.  Berkat pengalaman seorang siswa akan mampu mencapai pengamatan yang benar objektif sebelum mencapai pengertian (Wena, 2009:45).

Dalam strategi pembelajaran ini siswa dihadapkan pada problem untuk mencoba memahaminya dengan upaya menghubungkan unsur-unsur dalam problem tersebut dengan menemukan makna yang terkandung di dalamnya (Wena, 2009:48).

Dengan demikian perlu adanya tukar informasi atau pengetahuan (Rolling Cognitive) dalam suatu pembelajaran. Hal ini disebabkan kondisi kognitif setiap siswa berbeda dalam hubugannya dengan masalah belajar, pemahaman, dan ingatan.

Strategi pembelajaran Rolling Cognitive mempunyai arti suatu situasi dimana guru dengan siswa atau siswa dengan siswa yang lain bertukar pendapat secara lisan, saling berbagi gagasan dan pendapat. Pertanyaan yang ditujukan untuk membangkitkan diskusi berada pada tingkat kognitif yang lebih tinggi (Trianto, 2007:117).

Langkah-langkah pembelajaran Rolling Cognitive

Langkah-langkah yang digunakan dalam pelaksanaan strategi Rolling Cognitive yaitu:
  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
  2. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok
  3. Guru mengemukakan suatu masalah pada setiap  kelompok untuk didiskusikan dalam kelompok
  4. Guru membimbing setiap kelompok untuk mengemukakan gagasan dan pemecahan yang tepat pada permasalahan tersebut dalam bentuk review.
  5. Guru menyuruh setiap kelompok untuk memberikan hasil reviewnya pada kelompok di samping kirinya. Posisi duduk peserta didik sebaiknya membentuk  lingkaran. Sehingga akan terjadi gerakan perputaran kertas searah jarum jam. Jika posisi duduk berderet, sesuaikan dengan posisi mereka asalkan semua kelompok dapat giliran untuk membaca semua review dari kelompok lain.
  6. Pada saat menerima hasil review dari kelompok di sampingnya, mereka diminta untuk membaca hasil reviewnya dan menuliskan komentar atau keberatan pada kertas tersebut.
  7. Jika kertas hasil review tadi sudah kembali pada pemiliknya maka guru menyuruh siswa kelompok pertama mempresentasikan hasil reviewnya dan menjawab pertanyaan atau keberatan dari kelompok yang lain, kemudian dilanjutkan dengan presentasi kelompok lainnya.
  8. Langkah terakhir guru memberikan komentar dan kesimpulan untuk masing-masing kelompok.

Kelebihan dan kelemahan Strategi pembelajaran Rolling Cognitive

Kelebihan dari Strategi Pembelajaran Rolling Cognitive ini antara lain:
  1. Melibatkan semua siswa secara langsung dalam KBM.
  2. Dapat menumbuhkan dan mengembangkan cara berpikir dan sikap alamiah.
Kelemahan Strategi Pembelajaran Rolling Cognitive adalah sebagai berikut:
  1. Diskusi yang mendalam memerlukan waktu yang banyak.
  2. Jumlah siswa yang terlalu besar di dalam kelas akan mempengaruhi kesempatan setiap siswa untuk mengemukakan pendapatnya.

Daftar Pustaka

  • Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif berorientasi Konstruktivistik. Jakarta : Prestasi Pustaka
  • Wena, M. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Prestasi Pustaka