Sistem Informasi Geografis (SIG)

Daftar Isi
Sistem Informasi Geografis
Ilustrasi Sistem Informasi Geografis
Pada awalnya, data atau objek-objek geografi hanya disajikan di atas peta dengan menggunakan bentuk, simbol, variasi ukuran, pola garis dan kombinasi warna. Kemudian elemen-elemen geometri ini dideskripsikan di dalam legenda misalnya garis hitam tebal untuk jalan utama, garis hitam tipis untuk jalan sekunder dan jalan-jalan yang berikutnya. Lebih dari itu berbagai layer atau data semacam ini juga dapat dioverlaikan berdasarkan kesamaan sistem koordinatnya, oleh karena itu sebuah peta dapat menjadi media yang sangat efektif baik sebagai alat presentasi maupun sebagai bank tempat penyimpanan data atau objek geografis (Eddy Prahasta, 2009:111-112).

Pengertian dan Definisi

Berikut ini adalah beberapa pengertian dan defenisi tentang Sistem Informasi Geografis yang telah beredar di berbagai sumber pustaka :
  1. Sistem komputer (SBIS) yang di gunakan untuk memasukkan (capturing), menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisi dan menampilkan data-data yang berhubungan dengan posisi-posisinya dipermukaan bumi.
  2. Kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak sistem, komputer yang memungkinkan penggunanya untuk mengelola (manage), menganalisa, dan memetakan informasi spasial berikut data atributnya (data deskriptif) dengan akurasi kartografis.
  3. Sistem yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data, manusia (brainware), organisasi dan lembaga yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi-informasi mengenai daerah-daerah di permukaan bumi.
  4. Sistem komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, mengintegrasikan, dan menganalisis informasi-informasi yang berhubungan dengan permukaan bumi.
  5. Kumpulan yang terorganisasi dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil yang di rancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, meng-update, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan semua bentuk informasi yang berefrensi geografis. 
  6. Teknologi informasi yang dapat menganalisis, menyimpan, dan menampilkan baik data spasial maupun non spasial. SIG mengkonbinasikan kekuatan (fungsionalitas) perangkat lunak basis data relasional (DBMS) dan paket perangkat lunak CAD.

Subsistem 

Jika beberapa defenisi yang di sebutkan di atas maka, SIG dapat di uraikan menjadi beberapa subsistem sebagai berikut (Eddy Prahasta, 2009:118-119):
  1. Data Input: subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan, mempersiapkan, dan menyimpan data spasial dan atributnya dari berbagai sumber. Subsistem ini pula yang bertanggung jawab dalam mengonversikan atau mentransformasikan format-format data aslinya ke dalam format (native) yang dapat di gunakan oleh perangkat SIG yang bersangkutan.
  2. Data Output: subsistem ini bertugas untuk menampilkan atau menghasilkan keluaran (termasuk mengekspornya ke format yang dikehendaki) seluruh atau sebagian basis data (spasial) baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy seperti halnya tabel, grafik, report, peta, dan lain sebagaunya.
  3. Data Management: subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun tabel-tabel atribut terkait ke dalam sebuah sistem basis data sedemikian rupa hingga mudah dipanggil kembali atau di retrieve (di load ke dalam memori), di update, dan di edit.
  4. Data Manipulation dan Analysis: subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat di hasilkan oleh SIG. selain itu, subsistem ini juga melakukan manipulasi (evaluasi dan penggunaan fungsi-fungsi dan operator matematis dan logika) dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang di harapkan.

Komponen 

SIG merupakan salah satu sistem yang kompleks dan pada umumnya juga terintegrasi dengan lingkungan sistem komputer lainnya di tingkat fungsional dan jaringan (network). Jika di uraikan, SIG sebagai sistem terdiri dari beberapa komponen sebagai berikut (Eddy Prahasta, 2009:120-121):
  1. Perangkat keras: Pada saat ini SIG  sudah tersedia bagi berbagai platform perangkat keras, mulai dari kelas PC desktop, workstations, hingga multi-user host yang bahkan dapat digunakan banyak pengguna secara bersamaan dalam jaringan komputer yang tersebar luas, berkemampuan tinggi, memiliki ruang penyimpanan (harddisk) yang besar dan mempunyai kapasitas memori (RAM) yang besar.
  2. Perangkat lunak: Dari sudut pandang yang lain, SIG bias juga merupakan sistem perangkat lunak yang tersusun secara modular dimana sistem basis datanya memegang peranan kunci.
  3. Data dan Informasi geografis: SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan data atau informasi yang di perlukan baik secara tidak langsung maupun secara langsung dengan cara melakukan di jitasi data spasialnya dari peta analog dan kemudian memasukkan data atributnya dari tabel-tabel atau laporan.
  4. Manajemen: suatu proyek SIG  akan berhasil jika di kelola dengan baik dan di kerjakan oleh orang-orang yang memiliki keahlian yang tepat pada semua tingkatan.

Daftar Pustaka

  • Eddy Prahasta. 2009. Sistim Informasi Goegrafis konsep-konsep dasar. Informatika:  Bandung.