Penyakit Hepatitis B

Daftar Isi
Hepatitis B adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) dan ditandai dengan suatu peradangan yang terjadi pada organ tubuh seperti hati (Liver). Penyakit ini banyak dikenal sebagai penyakit kuning, padahal penguningan (kuku, mata, kulit) hanya salah satu gejala dari penyakit Hepatitis itu (Misnadiarly, 2007).
Penyakit Hepatitis B
Ilustrasi Penyakit Hepatitis B

Etiologi Hepatitis B

Terjadinya Hepatitis B disebabkan oleh VHB yang terbungkus serta mengandung genoma DNA (Deoxyribonucleic acid) melingkar. Virus ini merusak fungsi liver dan terus berkembang biak dalam sel-sel hati (Hepatocytes). Akibat fungsi serangan ini sistem kekebalan tubuh kemudian memberi reaksi dan melawan. Kalau berhasil maka virus dapat terbasmi habis, tetapi jika gagal virus akan tetap tinggal dan menyebabkan Hepatitis B kronis (si pasien sendiri menjadi carrier atau pembawa virus seumur hidupnya). Dalam seluruh proses ini liver mengalami peradangan (Misnadiarly, 2007).

Sumber Penularan

VHB mudah ditularkan kepada semua orang. Penularannya dapat melalui darah atau bahan yang berasal dari darah, cairan semen (sperma), lendir kemaluan wanita (Sekret Vagina), darah menstruasi. Dalam jumlah kecil HbsAg dapat juga ditemukan pada Air Susu Ibu (ASI), air liur, air seni, keringat, tinja, cairan amnion dan cairan lambung (Dalimartha, 2004).

Cara Penularan

Menurut Dalimartha (2004), ada dua macam cara penularan Hepatitis B, yaitu transmisi vertikal dan transmisi horisontal.

a. Transmisi vertikal

Penularan terjadi pada masa persalinan (Perinatal). VHB ditularkan dari ibu kepada bayinya yang disebut juga penularan Maternal Neonatal. Penularan cara ini terjadi akibat ibu yang sedang hamil terserang penyakit Hepatitis B akut atau ibu memang pengidap kronis Hepatitis B.

b. Transmisi horisontal

Transmisi horisontal dalah penularan atau penyebaran VHB dalam masyarakat. Penularan terjadi akibat kontak erat dengan pengidap Hepatitis B atau penderita Hepatitis B akut. Misalnya pada orang yang tinggal serumah atau melakukan hubungan seksual dengan penderita Hepatitis B.

Cara penularan paling utama di dunia ialah dari ibu kepada bayinya saat proses melahirkan. Kalau bayinya tidak divaksinasi saat lahir bayi akan menjadi carrier seumur hidup bahkan nantinya bisa menderita gagal hati dan kanker hati. Selain itu penularan juga dapat terjadi lewat darah ketika terjadi kontak dengan darah yang terinfeksi virus Hepatitis B (Misnadiarly, 2007).

Sebagian besar virus hepatitis B pada anak-anak didapat dalam usia perinatal. Bayi baru lahir menghadapi resiko terkena hepatitis jika ibunya terinfeksi virus hepatitis B atau merupakan karier virus hepatitis B selama kehamilannya. Kemungkinan jalur penularan maternal-fetal meliputi (Wong, 2009) :
  1. Kebocoran virus lewat plasenta yang terjadi pada akhir kehamilan atau pada saat persalinan.
  2. Terminumnya cairan ketuban atau darah ibu.
  3. Pemberian ASI, khususnya jika ibu memiliki puting susu yang pecah-pecahatau lecet.

Masa Inkubasi

Masa inkubasi (saat terinfeksi sampai timbul gejala) sekitar 24-96 minggu (Misnadiarly, 2007). Menurut Sudoyo (2006), masa inkubasi VHB berkisar dari 15-180 hari (rata-rata 60-90 hari).

Gejala dan Tanda 

Munculnya gejala ditentukan oleh beberapa faktor seperti usia pasien saat terinfeksi, kondisi kekebalan tubuh dan pada tingkatan mana penyakit diketahui. Gejala dan tanda antara lain (Misnadiarly, 2007) :
  1. Mual-mual (Nausea). 
  2. Muntah-muntah (Vomiting) disebabkan oleh tekanan hebat pada liver sehingga membuat keseimbangan tubuh tidak terjaga.
  3. Diare.
  4. Anorexia yaitu hilangnya nafsu makan yang ekstrem dikarenakan adanya rasa mual.
  5. Sakit kepala yang berhubungan dengan demam, peningkatan suhu tubuh. 
  6. Penyakit kuning (Jaundice) yaitu terjadi perubahan warna kuku, mata dan kulit.

Kelompok Rentan

Adapun kelompok yang rentan terkena Hepatitis B adalah (Misnadiarly, 2007) :

  1. Anak yang baru lahir dari ibu yang terkena Hepatitis B. 
  2. Tinggal serumah atau berhubungan seksual dengan penderita Hepatitis B.
  3. Mereka yang tinggal atau sering berpergian ke daerah endemis Hepatitis B. 

Prognosa

Bila seseorang terinfeksi VHB maka proses perjalanan penyakitnya tergantung pada aktifitas sistem pertahanan tubuhnya. Jika sistem pertahanan tubuhnya baik maka infeksi VHB akan diakhiri dengan proses penyembuhan. Namun, bila sistem pertahanan tubuhnya terganggu maka penyakitnya akan menjadi kronik. Penderita Hepatitis B Kronik dapat berakhir menjadi sirosis hati atau kanker hati (Karsinoma Hepatoceluler). Sirosis dan kanker hati sering menimbulkan komplikasi berat berupa pendarahan saluran cerna hingga Koma Hepatik (Dalimartha, 2004).

Diagnosa

Diagnosa yang dapat dilakukan yaitu serologi (test darah) dan biopsi liver (pengambilan sampel jaringan liver). Bila HbsAg positif maka orang tersebut telah terinfeksi oleh VHB (Misnadiarly, 2007).

Pencegahan Hepatitis B

Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui program imunisasi. Menurut Hadinegoro (2008), imunisasi terdiri dari :
  1. Imunisasi Wajib. Imunisasi yang diwajibkan meliputi BCG (Bacille Calmette Guerin), Polio, Hepatitis B, DTP (Difteria, Tetanus, Pertusis) dan campak.
  2. Imunisasi yang Dianjurkan. Imunisasi yang dianjurkan diberikan kepada bayi/ anak mengingat beban penyakit (burden of disease) namun belum masuk ke dalam program imunisasi nasional sesuai prioritas. Imunisasi dianjurkan adalah Hib (Haemophillus Influenza Tipe b), pneumokokus, influenza, MMR (Measles, Mumps, Rubella), tifoid, Hepatitis A, varisela, rotavirus, dan HPV (Human Papilloma Virus).

Daftar Pustaka

  • Dalimartha, S. 2004. Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Hepatitis Cetakan VII. Penebar Swadaya. Jakarta.
  • Hadinegoro. 2008. Pedoman Imunisasi di Indonesia Edisi 3. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Jakarta.
  • Misnadiarly. 2007. Mengenal, Menaggulangi, Mencegah & Mengobati Penyakit Hati (Liver) Edisi 1. Pustaka Obor Populer. Jakarta.
  • Wong, Donna L, dkk. 2009. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik, Volume 2. EGC. Jakarta.