Apa itu Pengelasan?

Daftar Isi
Pengelasan adalah menyambung logam dengan cara memanasi sampai mencair, dimana pada benda kerja yang mencair atau meleleh akan menyatu dengan bantuan bahan tambahan sehingga terbentuklah suatu sambungan, melelehnya benda kerja dan bahan tambahan disebabkan oleh panas yang datang dari busur listrik, busur listrik ini terjadi pada waktu adanya perpindahan arus listrik dari batang elektroda ke benda kerja lewat udara Busur listrik ini menyala dalam garis lintang udara yang menyalurkan arus listrik, oleh karena ada tahanan listrik yang tinggi pada waktu perpindahann arus dari ujung elektroda ke benda kerja, maka pada busur listrik dicapai suhu sampai 6.000 derajat Celcius. Oleh karena itu pemanasan ini bersifat setempat maka bagian benda kerja dan ujung elektroda yang saling berdekatan akan mencair (wiryosumarto, 2000:39).

Pengelasan
Pengelasan

Jenis-jenis Cara Pengelasan 

Sampai pada waktu ini banyak sekali cara-cara yang digunakan dalam bidang las, ini disebabkan karena belum adanya kesepakatan dalam hal tersebut. Secara konvensional cara-cara tersebut pada waktu ini dapat dibagi dalam dua golongan, yaitu klasifikasi berdasarkan cara kerja dan klasifikasi berdasarkan energi yang digunakan. Klasifikasi pertama membagi las dalam kelompok las cair, las tekan, las patri. Sedangkan klasifikasi yang kedua membedakan adanya kelompok-kelompok seperti las listrik, las kimia, las mekanik dan seterusnya.

Diantara kedua cara klasifikasi tersebut di atas, kelihatannya klasifikasi berdasarkan cara kerja lebih banyak digunakan, karena itu pengklasifikasian yang diterangkan berdasarkan pada cara kerja dapat dilihat pada gambar:

Jenis-jenis Pengelasan
Jenis-jenis Pengelasan

Berdasarkan klasifikasi cara kerja pengelasan dapat dibagi dalam tiga kelas utama yaitu :
  1. Pengelasan cair (welding) adalah proses penyambunag sebuah logam dimana untuk menyambungkan logam pertama-tama dipanasi sampai logam tersebut mencair, mencairnya logam tersebut diakibatkan dari panas yang berasal dari busur listrik. 
  2. Pengelasan tekan (grazing) adalah proses penyambungan sebuah logam dimana logam tersebut pertama-tama dipanaskan lalu setelah logam tersebut mencari kemudian diberikan tekanan hingga kedua logam tersebut menyatu. 
  3. Pematrian (soldering) adalah proses penyambungan sebuah logam dimana logam pada sambunganya diberi logam yang mempunyai titik cair yang lebih rendah dari logam yang akan disambung, sehingga logam induk yang akan di sambung tidak mencair.

Faktor yang Mempengaruhi Pengelasan 

Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam mengelas logam-logam adalah komposisi kimianya, sifat-sifat fisiknya, strukturnya dan proses pemanasanya dan sebagainya. Pada umumnya logam logam yang dapat dilas adalah antara lain sebagai berikut:

a. Pengelasan Baja 

Pengelasan pada baja akan berpengaruh buruk apabila logam baja mengandung banyak kadar fosfor dan (belerang). Logam baja mengandung banyak kadar fosfor dan belerang dapat dilihat dari potongan-potongan logam yang dilas dimana pada logam akan terdapat suatu inti yang berwarna gelap jika dibandingkan dengan warna pada pinggir potongan logam yang dilas (kampuh V). Pada waktu pengelasan logam unsur-unsur fosfor dan belerang akan ikut campur dengan bahan bakar cair las sehingga antara bahan cair dan logam yang dilas menjadi rapuh dan keropos setelah didinginkan karena karena mengalirnya bahan cair pada kampuh kurang baik yang memuat hasil pengelasan menjadi kasar, yang mempunyai warna lebih muda daripada tembaga sewaktu dilakukan pengelasan.

b. Pengelasan Besi tuang 

Besi tuang biasanya mengandung kadar karbon sekitar 2,5 - 3,5 C dan mempunyai sifat yang rapuh dan regangan serta penyusutannya rendah. Besi tuang apabila dipanaskan pada bagian tertentu kemungkinan pada bagian yang lain akan retak sehingga sewaktu mengelas besi tuang harus terlebih dahulu dipanaskan pada dapur pemanas atau kompor gas untuk mencegah terjadinya keretakan pada bagian yang lain.

c. Pengelasan Tembaga 

Tembaga murni berwarna merah muda yang mempunyai sifat liat dan mudah regang dengan titik cair tembaga lebih kurang 1.080 derajat C. Mengelas bahan tembaga biasanya sangat sulit dan hasilnya keropos karena tembaga yang mencair sangat mudah kemasukan zat cair, sehingga sewaktu bahan cair membeku lubang-lubang cair menjadi kosong dan meninggalkan bekas-bekas yang berupa lubang-lubang yang dilas.

d. Pengelasan Perunggu 

Logam perunggu adalah perpaduan antara tembaga dan timbal ada kalanya juga dicampur dengan unsur yang lain, pada umumnya paduan perunggu terdiri dari 87% tembaga, 9% timbel, 2% seng dan 2% timah.perunggu fosfor adalah paduan tembaga dan timbel yang bercampur fosfor sekitar 0,5% - 0,8% sehingga membuat perunggu mempunyai sifat yang keras, liat dan mudah dicairkan. Perunggu mangan adalah paduan tembaga dan timbel yang bercampur dengan unsur mangan sekitar 10% Mn dan logam ini tahan terhadap air laut, logam perunggu ini sangat mudah untuk dilas dengan menggunakan elektroda perunggu dari bahan perunggu, fosfor atau perunggu mangan.

e. Pengelasan Kuningan 

Kuningan adalah campuran yang mengandung kadar seng kurang dari 35 % jika kadar seng semakin sedikit maka akan semakin mudah proses pengelasanya, dan untuk elektroda yang digunakan yaitu elektroda yang bahannya terbuat dari perunggu fosfor. Apabila mengelas kuningan diharapkan berhati-hati karena saat proses pengelasan ulang yang keluar sangat berbahaya bagi kesehatan karena uap yang di keluarkan mengandung seng, adakalanya saat pengelasan uap harus disingkirkan dengan menggunakan alat penghisap, uap ini juga sangat mengganggu karena akan menutupi gas dalam kampuh las.

f. Pengelasan Aluminium

Untuk mengelas logam aluminium diperlukan elektroda yang khusus dengan tetesan cairan elektroda yang kecil, untuk menghasilkan pengelasan dengan yang baik maka posisi elektroda dibuat tegak terhadap logam yang dilas dengan membuat busur nyala yang pendek dan gerakan maju elektroda yang cepat tanpa mempergunakan gerakan ayun.

Daftar Pustaka

Wiryosumarto, Harsono dan Okumura, T. 2000. Teknologi Pengelasan Logam. Jakarta:Pradnya Paramita.