Model Pembelajaran Open Ended Learning

Apa itu Open Ended Learning? 

Model pembelajaran Open Ended Learning (OEL) atau problem (masalah) terbuka adalah suatu pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan permasalahan yang diformulasikan sedemikian rupa, sehingga memberikan peluang munculnya berbagai macam jawaban dengan berbagai strategi atau cara masing-masing.

Model Pembelajaran Open Ended Learning

Tujuan pembelajaran Open Ended Learning adalah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematis siswa melalui problem solving yang simultan. Pembelajaran dengan pendekatan open-ended ini dapat melatih dan menumbuhkan orisinalitas ide, kreativitas, nalar, kognitif, kritis, keterbukaan dan sosialisasi.

Ciri pembelajaran Open Ended Learning adalah tersedianya permasalahan/pertanyaan yang berbentuk keterbukaan sehingga tersedia kemungkinan dan keleluasaan bagi siswa untuk memakai cara penyelesaian masalah yang sesuai.

Berikut definisi dan pengertian model pembelajaran open ended learning dari beberapa sumber buku:
  • Menurut Huda (2013), pembelajaran Open Ended Learning merupakan proses pembelajaran yang di dalamnya tujuan dan keinginan individu atau peserta didik dibangun dan dicapai secara terbuka. Tidak hanya tujuan, OEL juga bisa merujuk pada cara-cara untuk mencapai maksud pembelajaran itu sendiri. 
  • Menurut Suyatno (2009), pembelajaran Open Ended Learning artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency). 
  • Menurut Jihad (2008), pembelajaran Open Ended Learning adalah pendekatan yang menekankan pada soal aplikasi yang memungkinkan banyak solusi dan strategi. 
  • Menurut Nurina dan Retnawati (2015), pembelajaran Open Ended Learning adalah pendekatan dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa dalam mengembangkan pola pikirnya secara terbuka sesuai dengan kemampuannya masing-masing. 
  • Menurut Shimada (1997), pembalajaran Open Ended Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dimulai dari mengenalkan atau menghadapkan siswa pada masalah terbuka. Pembelajaran dilanjutkan dengan menggunakan banyak jawaban yang benar dari masalah yang diberikan untuk memberikan pengalaman kepada siswa dalam menemukan sesuatu yang baru di dalam proses pembelajaran.

Karakteristik Open Ended Learning 

Pembelajaran dengan pendekatan Open Ended, siswa diharapkan bukan hanya mendapatkan jawaban tetapi lebih menekankan pada proses pencarian suatu jawaban. Sifat-sifat keterbukaan dari model pembelajaran open ended ini dikatakan hilang apabila hanya ada satu cara dalam menjawab permasalahan yang diberikan atau hanya ada satu jawaban yang mungkin untuk masalah tersebut.

Adapun karakteristik dari pembelajaran dengan pendekatan Open Ended Learning yaitu:
  1. Prosesnya terbuka, maksudnya masalah itu memiliki banyak cara penyelesaian yang benar.
  2. Hasil akhirnya terbuka, maksudnya masalah itu memiliki banyak jawaban yang benar. 
  3. Cara pengembangan lanjutannya terbuka, maksudnya ketika siswa telah menyelesaikan masalahnya, mereka dapat mengembangkan masalah baru yaitu dengan cara mengubah kondisi masalah sebelumnya. 

Sedangkan Menurut Huda (2013), terdapat beberapa asumsi dalam pendekatan Open Ended Learning, yaitu:
  1. Konteks dan pengalaman merupakan hal penting untuk dipahami. Pembelajaran akan sangat efektif jika ia melibatkan pengalaman yang kaya dan konkret yang dengannya peserta didik bisa menjumpai, membentuk dan mengubah teori-teorinya secara praktis di lapangan.
  2. Pemahaman harus dimediasi secara individual. Peserta didik menilai apa, kapan, dan bagaimana pembelajaran terjadi.
  3. Pemahaman lebih berharga daripada hanya sekadar mengetahui. Lingkungan pembelajaran yang open ended harus menenggelamkan peserta didik dalam pengalaman-pengalaman yang dapat melejitkan pemahaman mereka melalui eksplorasi, manipulasi dan kesempatan untuk memahami suatu gagasan daripada sekadar melalui pengajaran langsung.

Langkah-langkah Open Ended Learning

Menurut Silberman (2004), langkah-langkah pembelajaran menggunakan pendekatan Open Ended Learning adalah sebagai berikut:

a. Persiapan 

Sebelum memulai proses belajar mengajar, guru harus membuat program suatu pelajaran rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), membuat pertanyaan open ended problem.

b. Pelaksanaan 

Tahap pelaksanaan terdiri dari kegiatan pendahuluan dan kegiatan inti, dengan penjelasannya sebagai berikut:
  1. Pendahuluan, yaitu peserta didik menyimak motivasi yang diberikan oleh guru bahwa yang akan dipelajari berkaitan atau bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari sehingga mereka semangat dalam belajar. Kemudian peserta didik menanggapi apersepsi yang dilakukan guru agar diketahui pengetahuan awal mereka terhadap konsep-konsep yang akan dipelajari. 
  2. Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri dari lima orang.
  3. Peserta didik mendapatkan pertanyaan open ended problems.
  4. Peserta didik berdiskusi bersama kelompok mereka masing-masing mengenai penyelesaian dari pertanyaan open ended problems yang telah diberikan oleh guru.
  5. Setiap kelompok peserta didik melalui perwakilannya, mengemukakan pendapat atau solusi yang ditawarkan kelompoknya secara bergantian.
  6. Peserta didik atau kelompok kemudian menganalisis jawaban-jawaban yang telah dikemukakan, mana yang benar dan mana yang lebih efektif. 
  7. Kegiatan akhir, yaitu peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari. Kemudian kesimpulan tersebut disempurnakan oleh guru.

c. Evaluasi 

Setelah berakhirnya KBM, peserta didik mendapatkan tugas perorangan atau ulangan harian yang berisi pertanyaan open ended problems yang merupakan evaluasi yang diberikan oleh guru.

Kelebihan dan Kekurangan Open Ended Learning 

Menurut Shoimin (2014), model pembelajaran dengan pendekatan Open Ended Learning memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

a. Kelebihan 

Kelebihan pembelajaran Open Ended Learning adalah:
  1. Peserta didik berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan idenya.
  2. Peserta didik memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan secara komprehensif.
  3. Peserta didik dengan kemampuan rendah dapat merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri. 
  4. Peserta didik secara intrinsik termotivasi untuk memberikan bukti atau penjelasan. 
  5. Peserta didik memiliki banyak pengalaman untuk menemukan sesuatu dalam menjawab permasalahan.

b. Kekurangan 

Sedangkan kekurangan pembelajaran Open Ended Learning, yaitu:
  1. Membuat dan menyiapkan masalah yang bermakna bagi peserta didik bukanlah pekerjaan yang mudah. 
  2. Mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami peserta didik sangat sulit sehingga banyak yang mengalami kesulitan bagaimana merespon permasalahan yang diberikan. 
  3. Peserta didik dengan kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan jawaban mereka.
  4. Mungkin ada sebagian peserta didik yang merasa bahwa kegiatan belajar mereka tidak menyenangkan karena kesulitan yang dihadapi.

Daftar Pustaka

  • Huda, Miftahul. 2013. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.
  • Jihad, Asep. 2008. Pengembangan Kurikulum Matematika (Tinjauan Tioritis & Historis). Yogyakarta: Multi Presindo.
  • Nurina, Dasih L. dan Retnawati, Heri. 2015. Keefektifan Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Problem Posingdan Pendekatan Open-Ended Ditinjau Dari HOTS. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
  • Shimada, S. dan Becker, J.P. 1997. The Open-Ended Approach: A New Proposal for Teaching Mathematics. Virginia: NCTM.
  • Silberman, Melvin L. 2004. Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nusa media dan Nuansa.
  • Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Model Pembelajaran Open Ended Learning"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel