Full Day School

Daftar Isi
Full day school adalah suatu proses belajar mengajar yang dilaksanakan sehari penuh (8 sampai 9 jam) mulai pukul 06.45 sampai dengan pukul 15.00 dengan menerapkan integrated curriculum dan integrated activity dimana seluruh aktivitas anak dilakukan di sekolah, mulai dari belajar, makan, bermain hingga ibadah dengan tujuan mengembangkan seluruh potensi kepribadian siswa dan menyiasati minimnya kontrol orang tua di luar jam sekolah formal.

Full Day School

Full day school awalnya muncul pada tahun 1980-an di Amerika Serikat untuk jenjang pendidikan taman kanak-kanak. Seiring waktu, full day school mulai diterapkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu SD sampai dengan menengah ke atas. Full day school di Indonesia mulai dikenal pada pertengahan tahun 1990 bersamaan dengan munculnya sekolah unggul swasta (excellent schools) yang mulai menerapkan full day school.


Berikut definisi dan pengertian full day school dari beberapa sumber buku:
  • Menurut Baharuddin (2009), full day school merupakan sekolah sepanjang hari, atau proses belajar mengajar yang dilakukan mulai pukul 06.45-15.00 dengan durasi istirahat setiap dua jam sekali. Dengan demikian sekolah dapat mengatur jadwal pelajaran dengan pendalaman materi. 
  • Menurut Hilalah (2009), full day school adalah suatu proses pembelajaran yang dilaksanakan sehari penuh yang menerapkan dasar integrated curriculum dan integrated activity yang berarti hampir seluruh aktivitas anak berada di sekolah, mulai dari belajar, makan, bermain, dan ibadah di kemas dalam dunia pendidikan. 
  • Menurut Susanti dan Asyhar (2015), full day school adalah salah satu karya cerdik para pemikir dan praktisi pendidikan untuk menyiasati minimnya control orang tua terhadap anak di luar jam-jam sekolah formal sehingga sekolah yang awalnya dilaksanakan 5 sampai 6 jam berubah menjadi 8 bahkan sampai 9 jam. 
  • Menurut Hasan (2004), fullday school adalah proses pembelajaran yang diabadikan untuk mengembangkan seluruh potensi kepribadian siswa dengan lebih seimbang. Dan yang dimaksud dengan sistem 24 jam dimaksudkan sebagai ikhtiar bagaimana selama sehari semalam siswa melakukan aktivitas bermakna edukatif.

Tujuan Full Day School 

Pelaksanaan full day school merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi berbagai masalah pendidikan, baik dalam prestasi maupun dalam hal moral atau akhlak. Dengan mengikuti full day school, orang tua dapat mencegah dan menetralisir kemungkinan dari kegiatankegiatan anak yang menjerumus pada kegiatan yang negatif.

Menurut Soapatty dan Suyanto (2014), tujuan pelaksanaan pembelajaran sistem full day school adalah sebagai berikut:
  1. Banyaknya aktivitas orang tua yang berakibat pada kurangnya perhatian untuk anak terutama yang berhubungan dengan aktivitas anak-anak sepulang sekolah. 
  2. Kemajuan IPTEK yang begitu cepat, sehingga apabila tidak dicermati, akan membawa dampak negatif, terutama dari teknologi komunikasi. 
  3. Upaya untuk meningkatkan efisiensi waktu. 
  4. Perubahan sosial-budaya yang terjadi di masyarakat, dari masyarakat agraris menuju ke masyarakat industri. Perubahan tersebut jelas berpengaruh pada pola pikir masyarakat.

Faktor Pendukung Full Day School 

Menurut Baharudin (2009), terdapat beberapa faktor pendukung pelaksanaan full day school di sekolah, yaitu:
  1. Kurikulum. Kurikulum merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Kesuksesan suatu pendidikan dapat dilihat dari kurikulum yang digunakan oleh sekolah karena kurikulum merupakan tolak ukur dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
  2. Manajemen Pendidikan. Manajemen sangat penting dalam suatu organisasi. Tanpa manajemen yang baik, maka sesuatu yang akan kita gapai tidak akan pernah tercapai dengan baik karena kelembagaan akan berjalan dengan baik, jika dikelola dengan baik. 
  3. Sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana sangat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sarana prasarana yang memadai akan memberikan dampak yang positif bagi anak dalam belajar.
  4. Sumber Daya Manusia. Sumber Daya Manusia dalam pendidikan adalah guru, guru harus mempunyai kualifikasi sebagai tenaga pengajar karena akan mempengaruhi tingkat mutu pendidikan. Selain itu sisiwa merupakan suatu komponen penting dalam sistem pendidikan, yang kemudian di proses dalam proses pendidikan sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Di samping itu keberadaan pegawai dan dana yang memadai juga akan mempengaruhi mutu pendidikan yang ada di sekolah.

Kelebihan dan Kekurangan Full Days School 

Setiap sistem pendidikan memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dan kekurangan sistem full day school adalah sebagai berikut:

a. Kelebihan full day school 

Menurut Baharuddin (2009), kelebihan atau keunggulan full day school adalah:
  1. Pengaruh negatif kegiatan anak di luar sekolah dapat dikurangi seminimal mungkin karena waktu pendidikan anak di sekolah lama.
  2. Anak didik oleh tenaga kependidikan yang terlatih dan profesional.
  3. Adanya perpustakaan yang nyaman dan representatif sehingga membantu peningkatan prestasi belajar anak.
  4. Siswa mendapat pelajaran dan bimbingan ibadah praktis.

b. Kelemahan full day school 

Menurut Hasan (2006), kekurangan atau kelemahan full day school adalah:
  1. Sistem full day school acapkali menimbulkan rasa bosan pada siswa. Sistem pembelajaran dengan pola full day school membutuhkan kesiapan baik fisik, psikologis, maupun intelektual yang bagus. Jadwal kegiatan pembelajaran yang padat dan penerapan sanksi yang konsisten dalam batas tertentu akan menyebabkan siswa menjadi jenuh. Namun bagi mereka yang telah siap, hal tersebut bukan suatu masalah, tetapi justru akan mendatangkan keasyikan tersendiri, oleh karenanya kejelian dan improvisasi pengelolaan dalam hal ini sangat dibutuhkan. Keahlian dalam merancang full day school sehingga tidak membosankan. 
  2. Sistem full day school memerlukan perhatian dan kesungguhan manajemen bagi pengelola, agar proses pembelajaran pada lembaga pendidikan yang berpola full day school berlangsung optimal, sangat dibutuhkan perhatian dan curahan pemikiran terlebih dari pengelolaannya, bahkan pengorbanan baik fisik, psikologis, material dan lainnya. Tanpa hal demikian, full day school tidak akan mencapai hasil optimal bahkan boleh jadi hanya sekadar rutinitas yang tanpa makna. 

Daftar Pustaka

  • Baharuddin. 2009. Pendidikan dan Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
  • Hilalah, Nur. 2009. Tesis - Pelaksanaan Full Day School di SD Plus Nurul Hikmah Pamekasan (Telaah Problematika Perkembangan Sosial Peserta Didik). Surayaba: IAIN Sunan Ampel Surabaya.
  • Susianti, Purnama dan Asyhar, Ali. 2015. Pelaksanaan Full Day School Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Huda Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik (Studi Problematika Perkembangan Sosial Peserta Didik). Jurnal Pendidikan Vol.1, No.1.
  • Suyanto, Totok dan Soapatty, Lisnawaty. 2014. Jurnal - Pengaruh Sistem Sekolah Sehari Penuh (Full Day School) Terhadap Prestasi Akademik Siswa SMP Jati Agung Sidoarjo. Surabaya: UNESA. 
  • Hasan, Nor. 2006. Full day school (Model Alternatif Pembelajaran Bahasa Asing). Jurnal Pendidikan Islam, Vol.1, No.1 Tahun 2006.