Kepekaan Humor (Sense of Humor)

Apa itu Kepekaan Humor? 

Kepekaan humor (sense of humor) adalah kemampuan seseorang dalam merespon, mempersepsikan dan mengekspresikan suatu kejadian dengan melihat sisi hiburan, kesenangan, tertawa, candaan dan sejenisnya. Kepekaan humor merupakan kondisi multidimensi, dimana di dalamnya termasuk kemampuan untuk membuat humor, mengenali humor, mengapresiasikan humor, menggunakan humor sebagai mekanisme coping dan untuk mencapai tujuan sosial.

Kepekaan Humor (Sense of Humor)

Menurut Martin (2007), kepekaan humor dikonsepkan sebagai perilaku kebiasaan (kecenderungan untuk sering tertawa, untuk memberitahu lelucon dan menghibur orang lain dengan spontan, menertawakan humor dari produksi orang lain), kemampuan (untuk membuat humor, untuk menghibur orang lain, untuk mendapatkan lelucon, mengingat lelucon), sifat temperamen (kebiasaan kegembiraan dan jiwa bermain), respon estetika (kesenangan jenis tertentu dari bahan humoris), sikap (sikap positif terhadap humor dan orang-orang yang humoris), dan mekanisme pertahanan (kecenderungan untuk mempertahankan perspektif humor dalam menghadapi kesulitan).

Kepekaan humor yang dimiliki yang dimiliki seseorang berfungsi untuk memperoleh perspektif yang lebih baik tentang diri sendiri. Individu yang memiliki sense of humor dapat mengembangkan pemahaman diri dan memandang dirinya secara realistik. Meskipun tidak menyukai apa yang dilihatnya, dengan sense of humor yang dimiliki individu dapat melakukan pengembangan, penerimaan diri dan menambah kematangan psikisnya.

Berikut definisi dan pengertian kepekaan humor dari beberapa sumber buku:
  • Menurut Martin (2007), kepekaan humor merupakan perbedaan kebiasaan individual dalam segala bentuk perilaku, pengalaman, perasaan, sikap dan kemampuan yang dihubungkan dengan hiburan, kesenangan, tertawa, candaan dan sejenisnya. 
  • Menurut Sukoco (2014), kepekaan humor adalah kemampuan individu dalam merespon suatu kejadian dengan melihat sisi hiburannya sebagai cara dalam menurunkan tingkat stres yang dialami. 
  • Menurut Hartanti (2002), kepekaan humor adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan humor sebagai cara menyelesaikan masalah, keterampilan menciptakan humor, kemampuan menghargai atau menanggapi humor. 
  • Menurut Hughes (2008), kepekaan humor merupakan kemampuan setiap orang dalam mempersepsikan, mengekspresikan dan menikmati humor. 
  • Menurut Parman (2013), kepekaan humor adalah kemampuan individu untuk memahami, mengungkapkan, atau membuat humor, dan digunakan sebagai bentuk katarsis atau menyelesaikan berbagai masalah yang dialami, sehingga dapat memandang dirinya lebih realistik.

Aspek dan Dimensi Kepekaan Humor 

Menurut Thorson dan Powell (1997), kepekaan humor memiliki beberapa aspek, yaitu sebagai berikut:
  1. Humor Production. Menciptakan humor yaitu membuat, menghasilkan humor dari buah pikiran sendiri, dan bukan hanya mencontoh atau meniru. 
  2. Coping Humor. Mengatasi masalah dengan humor, yaitu penggunaan humor sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah yang menimpa diri seorang individu.
  3. Humor Appreciation. Penghargaan terhadap humor, yaitu memberikan perhatian lebih terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan humor. 
  4. Humor Tolerance. Sikap menyenangi humor, yaitu menerima segala sesuatu yang berhubungan dengan humor.

Menurut Martin (2007), kepekaan humor terdiri atas beberapa dimensi, yaitu sebagai berikut:
  1. Affiliative Humor. Dimensi ini ditunjukkan dengan melemparkan hal-hal yang lucu, melemparkan canda atau banyolan, senang menghibur orang secara spontan, menggunakan humor untuk meningkatkan hubungan, dan untuk meredakan ketegangan interpersonal. 
  2. Self-enhancing Humor. Melibatkan pandangan yang humoris terhadap hidup, suatu kecenderungan merasa terhibur dengan ketidakpastian hidup dan memiliki perspektif yang humoris bahkan saat menghadapi stres atau kemalangan. 
  3. Aggressive Humor. Berhubungan dengan sarkasme, sindiran, ejekan, cemoohan, atau humor yang bersifat meremehkan dan menghina orang lain. 
  4. Self-defeating Humor. Meliputi humor yang bersifat sangat menghina diri sendiri dan berusaha untuk menghibur orang lain dengan melakukan atau mengatakan hal-hal yang lucu mengenai diri sendiri.

Batasan Kepekaan Humor 

Menurut Eysenck (Hartanti, 2008), batasan-batasan yang digunakan dalam kepekaan humor terdiri dari tiga cara, yaitu:
  1. The conformist sense, yaitu tingkat kesamaan antara individu satu dengan lainnya dalam mengapresiasi materi-materi humor. Hal ini menunjukkan kemampuan individu dalam menanggapi atau pun memberikan penghargaan terhadap humor. 
  2. The quantitative sense, yaitu seberapa sering individu tersenyum dan tertawa, serta seberapa mudah individu merasa gembira. Hal ini menunjukkan kemampuan individu dalam menggunakan humor sebagai cara dalam menyelesaikan masalah, karena efek senyum dan tertawa akan dapat mengurai ketegangan atau kekakuan. 
  3. The productive sense, yaitu seberapa banyak individu menceritakan cerita-cerita lucu dan membuat individu lain gembira. Dalam hal ini menunjukkan kemampuan atau keterampilan individu dalam menciptakan suatu humor.

Fungsi dan Manfaat Kepekaan Humor 

Menurut Suyasa (2010), kepekaan humor memiliki beberapa fungsi, yaitu:
  1. Sebagai pelengkap dalam memimpin. Memimpin atau menjadi orang yang diikuti oleh anggotanya, dengan humor menjadi salah satu cara untuk menarik perhatian bawahannya, menyampaikan dan membangkitkan emosi positif baik dirinya sendiri maupun anggotanya. 
  2. Sebagai sarana berkomunikasi. Humor diasumsikan sebagai salah satu bentuk untuk memunculkan kohesi sosial antarpribadi. Selain itu, adanya indikasi penerimaan sosial, dan merasa dirinya tidak sendiri. 
  3. Sebagai penghambat agresivitas. Humor individu dapat dialihkan perhatiannya misalnya ketika sedang marah dan mampu menurunkan tingkat agresivitas yang dialami pada saat itu juga.
  4. Sarana dalam proses terapi. Kecenderungan digunakan pada proses penyembuhan klien agar klien dapat menerima dirinya sendiri yang dilihat dari sisi humor. 
  5. Mengurangi stres individu. Individu yang memiliki sense of humor yang baik cenderung tidak mudah stres ataupun menampilkan perilaku respon negatif, karena individu tersebut mampu mengurangi kecemasan pada situasi susah yang dialami.

Sedangkan manfaat kepekaan humor antara lain adalah sebagai berikut:

a. Fisiologi 

Humor dapat mengalihkan susunan kimia internal seseorang dan mempunyai akibat yang sangat besar terhadap sistem tubuh, termasuk sistem saraf, peredaran darah, endoktrin dan sistem kekebalan.

b. Psikologi 

Secara psikologik, humor dapat menolong individu saat menghadapi kesukaran. Humor dapat digunakan untuk mengatasi krisis dalam hidup, yaitu sebagai perlindungan terhadap perubahan dan ketidaktentuan. Humor berfungsi sebagai pemeliharaan sense of self, yaitu cara sehat untuk merasakan jarak antara diri dengan masalah, menghindarkan diri dari masalah dan memandang masalah dari sudut yang berbeda.

c. Pendidikan 

Dalam dunia pendidikan humor dapat menumbuhkan proses pembelajaran yang mengasyikkan bagi siswa. Humor adalah komponen utama untuk mendorong siswa agar lebih kritis dalam berfikir. Humor merupakan alat belajar yang penting, karena secara efektif dapat membawa seseorang agar mendengarkan pembicaraan dan merupakan alat persuasi yang baik.

d. Sosial 

Secara sosial humor dapat mengikat seseorang atau kelompok yang disukai, tetapi juga dapat menjauhkan seseorang dari orang atau kelompok yang tidak disukai. Humor dapat menciptakan suasana lebih rilek, sehingga akan lebih memacu komunikasi pada persoalan-persoalan sensitif, sumber wawasan suatu konflik, mengatasi pola sosial yang kaku dan formal, mempermudah penggunaan perasaan atau impul dengan cara aman dan tidak mengancam.

Daftar Pustaka

  • Martin, R.A. 2007. The psychology of humor: An integrative approach. Burlington: Elsevier Academic Press.
  • Sukoco, A.S. 2014. Hubungan Sense of Humor Dengan Stres Pada Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya.
  • Hughes, Larry W. 2008. A correctional study of the relationship between sense of humor and positive psychological capacity. Economic & Business Journal: Inquiries & Perspective, Vol.1, No.1
  • Parman, Rahmawaty. 2013. Penyesuaian Diri Laki-laki dan Perempuan dengan Mengendalikan Variabel Sense of Humor. Jurnal Online Psikologi Vol.1, No.2.
  • Thorson, J.P. dan Powell, F.C. 1997. Psychological Health and Sense of Humor. Journal of Clinical Psychology, Vol.53, No.06
  • Hartanti. 2008. Apakah Selera Humor Menurunkan Stres? Sebuah Meta-analisis. Anima - Indonesian Psychological Journal, Vol.24, No.1
  • Hartanti. 2002. Peran Sense of Humor dan Dukungan Sosial Pada Tingkat Depresi Penderita Dewasa Pasca Stroke. Anima - Indonesian Psychological Journal, Vol.17, No.2.
  • Suyasa, P.T. 2010. Identify Type of Humor. Jurnal Psikologi Tarumanegara, Vol.2, No.1-15.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Kepekaan Humor (Sense of Humor)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel