Aromaterapi (Pengertian, Jenis, Fisiologi, Penggunaan dan Manfaat)

Apa itu Aromaterapi? 

Aromaterapi adalah teknik pengobatan atau perawatan menggunakan wangi-wangian yang berasal dari minyak alami dari tumbuh-tumbuhan, bunga atau pohon yang berbau harum dan enak. Aromaterapi digunakan sebagai minyak pijat (massage), inhalasi dan produk kecantikan dan parfum. Aromaterapi bermanfaat untuk penyembuhan secara holistik, menenangkan sentuhan penyembuhan dengan sifat terapeutik dan memberikan kenyamanan emosional dalam mengembalikan keseimbangan badan.

Aromaterapi (Pengertian, Jenis, Fisiologi, Penggunaan dan Manfaat)

Aromaterapi adalah bahan berbau yang dihasilkan oleh bahan alam. Kebanyakan bahan alam yang dihasilkan senyawa yang beraroma adalah tanaman. Karena bahan yang mengandung aroma (herbs) maka aromaterapi digolongkan dalam terapi herbal, yaitu terapi yang menggunakan tanaman atau bahan tanaman sebagai sarana pengobatan. Aromaterapi digolongkan dalam terapi komplementer, yaitu terapi yang dilakukan untuk terapi konvensional (Koensoemardiyah, 2009).

Aromaterapi telah digunakan selama ribuan tahun oleh masyarakat kuno asli Amerika, Indian, Mesir dan Cina yang bersumber dari tanaman dan minyak esensial. Pengobatan tradisional Cina sudah menggunakan herbal dan minyak dari tanaman dalam praktik Ayurveda (pengobatan tradisional Hindu). Dalam mencegah pembusukan daging (mummifikasi) dilakukan dengan bantuan beberapa minyak esensial, seperti dupa, kemenyan, kayu manis, cedar, dan jintan saru. Selain itu, diketahui juga bahwa Cleopatra merayu Marcus Antonius dengan bantuan parfum yang dibuatnya sendiri dari minyak esensial.

Berikut definisi dan pengertian aromaterapi dari beberapa sumber buku:
  • Menurut Koensoemardiyah (2009), aromaterapi adalah minyak alami yang diambil dari tanaman aromatik. Aromaterapi dapat digunakan sebagai minyak pijat (massage), inhalasi, produk untuk mandi dan parfum. 
  • Menurut Sharma (2009), aromaterapi adalah pengobatan menggunakan wangi-wangian. Istilah aromaterapi merujuk pada penggunaan minyak esensial dalam penyembuhan holistik untuk memperbaiki kesehatan dan kenyamanan emosional dan dalam mengembalikan keseimbangan badan. 
  • Menurut Craig Hospital (2013), aromaterapi adalah terapi atau pengobatan dengan menggunakan bau-bauan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, bunga, pohon yang berbau harum dan enak. Aromaterapi digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, sering digabungkan untuk menenangkan sentuhan penyembuhan dengan sifat terapeutik. 
  • Menurut Primadiati (2002), aromaterapi adalah salah satu teknik pengobatan atau perawatan menggunakan bau-bauan yang menggunakan minyak esensial. Aromaterapi dikenal sebagai suatu tindakan perawatan alami untuk menyembuhkan penyakit secara menyeluruh.

Jenis-jenis Aromaterapi 

Menurut Kaina (2006), terdapat beberapa jenis tanaman, bunga dan buah yang biasa digunakan sebagai bahan aromaterapi, yaitu sebagai berikut:

a. Peppermint 

Mempunyai aroma yang harum dan menyegarkan sesuai untuk merangsang dan menguatkan sistem yang berada didalam tubuh. Cocok untuk perawatan sakit kepala, migrain, masalah kulit, meredakan batuk, lelah, diare perut kembung, gatal-gatal di kulit, mengatasi masalah bau nafas, nyeri otot dan sendi.

b. Lemon (Citrus lemon) 

Lemon merupakan aroma yang digunakan untuk menenangkan suasana. Aromanya yang menggemaskan dapat meningkatkan rasa percaya diri, merasa lebih santai, dapat menenangkan syaraf, tetapi tetap membuat kita sadar. Minyak lemon untuk tubuh bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan, untuk meredakan sakit dan nyeri pada persendian dan diterapkan untuk kondisi rematik dan asam urat untuk meredakan sakit kepala, dengan kandungan limonea yang banyak dibandingkan dengan senyawa lainnya, membuat minyak lemon dapat berfungsi sebagai aromaterapi. Senyawa limonea mempunyai pengaruh untuk mengurangi rasa anti cemas, anti depresi, dan ati stess. Hasil penelitiannya adalah bahwa dosis optimum limonene (25 mg) menghasilkan efek anti cemas, anti stress, dan ati depresi yang paling baik. Selain itu, aromaterapi lemon dalam bidang aromaterapi juga berfungsi untuk mengangkat dan memfokuskan pikiran.

c. Lavender 

Berasal dari bagian bunga dan kelopak bunga, salah satu minyak terapi yang popular dipakai sebagai antiseptik dan penyembuhan luka. Mempunyai efek relaksasi maupun perangsang, menenangkan kecemasan dan depresi. Minyak lavender digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, gangguan menstruasi, sumbatan pada hidung dan sakit tenggorokan karena influenza. Menghilangkan sakit kepala, nyeri sendi, dan nyeri lainnya. Mengatasi radang kulit akibat gigitan serangga, bisul, bercak, ruam, dan luka bakar. Merangsang pertumbuhan sel untuk regenerasi pada kulit yang luka dan dapat mengatasi masalah jamur pada kulit.

d. Tea tree 

Memiliki kemampuan antiseptik yang sangat kuat yaitu 12 kali lebih kuat dibandingkan acid carbolic yang biasanya digunakan dalam penyediaan beberapa bahan kimia yang berkaitan dengan bakteri dan ulat.

e. Orange 

Bersifat antibakteri, menghentikan pendarahan, sariawan, sumber potasium yang baik untuk jantung dan aliran darah, melegakan batuk dan kelelahan dan meningkatkan stamina.

f. Lime 

Dapat digunakan untuk mengatasi masalah kulit, jerawat memberi kesegaran bagi tubuh, melegakan batuk dan gangguan pernafasan.

g. Mawar (Rosa centifolia) 

Berasal dari bagian bunga dan kelopak bunga dapat menyeimbangkan fungsi-fungsi tubuh, membangkitkan semangat, memperbaiki suasana hati (relaksasi), menenangkan, antidepresan. Bersifat sebagai antidepresan, bersifat sebagai antioksidan dan penguat jantung. Dapat dipakai sebagai inhaler pada penderita asma dan sebagai perawatan pada kulit sensitif, kulit kering, dan kulit alergi.

Fisiologi Aromaterapi 

Mekanisme penerimaan aromaterapi pada tubuh dijelaskan melalui diagram alir di bawah ini:
Fisiologi Aromaterapi
Setelah aroma masuk ke epitelium, aroma disalurkan dari sel akson olfaktorius menuju bulbus olfaktorius sehingga membentuk retikulum di dalam amigdala. Kemudian disalurkan langsung ke hipotalamus, memunculkan pesan-pesan yang harus disampaikan ke bagian otak dan bagian tubuh, termasuk korteks olfaktorius sehingga membuat bau tercium. Perlu diketahui bahwa molekul aroma dapat juga masuk melalui tenggorokan sehingga menuju ke dalam aliran darah. Studi telah membuktikan bahwa jejas minyak esensial telah terdeteksi di dalam darah, urin, keringat, dan jaringan tubuh setelah terapi. Hal ini juga mempengaruhi aspek kesejahteraan emosi.

Aromaterapi yang digunakan melalui cara inhalasi atau dihirup akan masuk ke sistem limbik dimana nantinya akan diproses sehingga bau minyak esensial dapat tercium. Sistem limbik merupakan satu set struktur otak, termasuk hipocampus, amigdala, nukleus thalamic anterior, septum, korteks limbik, dan forniks. Sistem limbik terletak di bagian tengah otak, membungkus batang otak sehingga dibedakan dari pemetaan bagian otak secara eksternal. Sistem limbik lebih bertanggung jawab pada berbagai fungsi psikologis otak, termasuk emosi, perilaku, dan memori jangka panjang.

Pada saat kita menghirup suatu aroma, komponen kimianya akan masuk ke bulbus olfaktorius, kemudian ke sistem limbik pada otak. Limbik adalah struktur bagian dalam dari otak yang berbentuk seperti cincin yang terletak di bawah korteks serebral. Sistem limbik sebagai pusat nyeri, senang, marah, takut, depresi, dan berbagai emosi lainnya. Sistem limbik menerima semua informasi dari sistem pendengaran, sistem penglihatan, dan sistem penciuman. Amigdala sebagai bagian dari sistem limbik bertanggung jawab atas respon emosi terhadap aroma. Hipocampus bertanggung jawab sebagai tempat dimana bahan kimia pada aromaterapi merangsang gudang-gudang penyimpanan memori otak terhadap pengenalan bau. Penerapan aromaterapi secara inhalasi akan memperoleh dua efek penyembuhan sekaligus, yaitu penyembuhan secara psikis melalui sistem limbik dan penyembuhan keluhan fisik melalui endokrin dan sistem saraf.

Cara Penggunaan Aromaterapi 

Menurut Koensoemardiyah (2009), terdapat beberapa cara dalam penggunaan aromaterapi, yaitu:

a. Ingesti 

Penggunaan aromaterapi dengan cara ingesti adalah melalui mulut dan kemudian ke saluran pencernaan. Sasaran ke saluran pencernaan juga dapat dilakukan melalui dubur atau liang kemaluan. Ingesti merupakan cara aplikasi utama aromaterapi kedalam badan oleh aromatolog dan para dokter di Perancis. Ada beberapa macam metode ingesti diantaranya adalah per os, yaitu memasukkan aromaterapi, tepatnya larutan aromaterapi, ke dalam badan melalui mulut. Aromaterapi yang digunakan dalam cara ini harus dalam keadaan terlarut. Para aromatolog biasanya menggunakan alkohol dan madu atau minyak lemak sebagai pelarutnya.

b. Olfaksi atau inhalasi 

Proses melalui penciuman merupakan jalur yang sangat cepat dan efektif untuk menanggulangi masalah gangguan emosional. Rongga hidung mempunyai hubungan langsung dengan sistem susunan saraf pusat yang bertanggungjawab terhadap kerja minyak esensial. Penggunaan aromaterapi inhalasi dapat dilakukan dengan cara melalui bantuan botol semprot atau dihirup melalui tisu atau sarung tangan. Cara lain yaitu dengan dihisap melalui telapak tangan dengan meneteskan minyak 1 tetes lalu dihirup dalam keadaan terpejam. Selain itu dapat juga dilakukan melalui penguapan, metode ini dengan cara diteteskan dalam air panas lalu dihirup uapnya.

c. Absorbsi melalui kulit 

Penyerapan minyak esensial melalui kulit akan memengaruhi kerja susunan saraf pusat dan sistem sirkulasi limfatik setelah minyak esensial tersebut memasuki lapisan dermis kulit. Begitu menembus lapisan epidermis, molekul minyak atsiri dapat dengan mudah menyebar ke bagian tubuh. Molekul itu akan bersirkulasi ke setiap sel dalam tubuh.

Manfaat Aromaterapi Bagi Kesehatan 

Menurut Koensoemardiyah (2009), efek penggunaan aromaterapi dapat bermanfaat bagi kesehatan, antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Aromaterapi sebagai antiseptik, antimikroba, antivirus dan antijamur. Dalam penggunaan sebagai antiseptik dan antibakteri, aromaterapi mempunyai efek lain yang sejalan dengan penggunaannya. Misalnya, bila digunakan untuk menanggulangi penyakit akibat infeksi pernafasan, dia tidak hanya dikasih antiseptik tetapi juga sebagai peluruh dahak (mukolitik) dan anti radang (anti inflamasi) sehingga juga bermanfaat untuk meringankan gejala akibat infeksi saluran pernafasan, tidak hanya membunuh mikroba penyebabnya.
  2. Aromaterapi sebagai zat analgesik. Beberapa jenis aromaterapi digunakan sebagai analgesik karena berbagai alasan, misalnya sifat analgesik yang muncul karena mempunyai sifat anti radang (anti inflamasi) efek pada peredaran darah (sirculatory) dan menghilangkan racun (detoxifying). Eugenol yang ditemukan dalam minyak cengkih dikenal karena sifatnya yang meringankan sakit gigi, sedangkan wintergreen oil (minyak gondopuro) secara tradisional juga digunakan sebagai obat gosok untuk otot yang sakit, sementara mentol banyak digunakan untuk mengobati sakit kepala.
  3. Aromaterapi sebagai zat anti radang. Minyak Lavandula angustifolia dan chamomila reticulata banyak digunakan untuk meringankan peradangan ringan, misalnya karena sinar matahari dan gigitan serangga. Telah terbukti bahwa aromaterapi yang mempunyai efek anti inflamasi adalah chamazulena azulena adalah turunan seskuiterpena, sebagai formula empiris C15H8. Sedangkan chamazulena (-) bisabolol yang ditemukan dalam minyak chamomile merupakan anti inflamasi.
  4. Aromaterapi sebagai zat antitoksin. Minyak chamomile mempunyai efek menginaktivasi racun yang dihasilkan oleh bakteri. Jumlah minyak yang dihasilkan oleh 0,1 gram chamomile mampu memusnahkan dua kali lipat toksin staphylococcus.
  5. Aromaterapi sebagai zat balancing. Aromaterapi mempunyai efek balancing, yang ditandai oleh efek kontradiksi dari suatu aromaterapi yang disebabkan oleh komponen aromaterapi yang jumlahnya banyak. Satu komponen mempunyai suatu efek tertentu sedangkan komponen lain mempunyai efek yang berkebalikan. Jadi satu aromaterapi pada suatu keadaan mungkin berkhasiat membangunkan, sedangkan pada keadaan lain berkhasiat menidurkan. Lavandula misalnya, mempunyai efek menidurkan pada dosis rendah, tetapi dalam dosis tinggi ia justru menyebabkan orang menjadi tidak dapat tidur.
  6. Aromaterapi sebagai zat immunostimulan. Melaleuca viridiflora dilaporkan mempunyai efek immunostimulan dengan meningkatkan immunoglobulin.
  7. Aromaterapi sebagai zat pembunuh atau pengusir serangga. Sejak jaman dahulu beberapa jenis tanaman dimanfaatkan untuk mengusir ataupun membasmi serangga. Sampai saat ini terbukti bahwa pemanfaatan tanaman-tanaman tersebut tidak menimbulkan resistensi. Contohnya adalah ocimum basilicum, cinnamomum camphora, cinnamomum zeylanicum, cymbopogon nardus, dan zysygium aromaticum.
  8. Aromaterapi sebagai zat mukolitik dan ekspektoran. Beberapa jenis minyak berkhasiat mukolitik karena mengandung beberapa keton, termasuk karvon, menton, thuyon, pinokamfon. Beberapa jenis lain yang berkhasiat demikian adalah eucalyptus globulus, pimpinella anisi, foeniculum fulgare, var. Dulce pinus sylvestria, dan thymus vulgaris. Aromaterapi yang didapat dari tumbuhan tersebut, pada aplikasi eksternal maupun inhalasi, mampu mencapai paru-paru dan kemudian dilepaskan dari paru-paru melalui udara yang dikeluarkan lewat pernafasan. Selain sebagai efek tersebut, efek lain dari aromaterapi sebagai meringankan spasme, dan ketegangan.

Daftar Pustaka

  • Koensoemardiyah. 2009. A-Z Aromaterapi untuk Kesehatan, Kebugaran dan Kecantikan. Yogyakarta: Lily Publisher.
  • Sharma, S. 2009. Aroma Therapy. Jakarta: Kharisma Publishing.
  • Craig Hospital. 2013. Aromatherapy. www.craighospital.org.
  • Primadiati, Rachmi. 2002. Aromaterapi Perawatan Alami untuk Sehat dan Cantik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Kaina. 2006. Pengaruh Aromaterapi Dalam Kehidupan Anda. Yogyakarta: Grafindo Litera Media.

Posting Komentar untuk "Aromaterapi (Pengertian, Jenis, Fisiologi, Penggunaan dan Manfaat)"