Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Memori atau Daya Ingat (Pengertian, Jenis, Tahapan dan Metode)

 Apa itu Daya Ingat (Memori)? 

Daya ingat atau memori adalah proses mental yang dimiliki individu untuk mengkode, menyimpan, mempertahankan dan mengingat informasi, pengetahuan atau pengalaman masa lalu di dalam otak yang dapat dipanggil kembali untuk dapat dipergunakan beberapa waktu kemudian.

Memori atau Daya Ingat (Pengertian, Jenis, Tahapan dan Metode)

Ingatan atau memori merupakan suatu proses biologi, yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali. Pada dasarnya ingatan adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia dan membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. Ingatan memberi manusia titik-titik rujukan pada masa lalu, dan perkiraan pada masa depan. Ingatan adalah bukti bahwa seseorang telah belajar sebagaimana tingkah laku manusia selalu dipengaruhi oleh pengalaman masa lampau yang diingatnya.

Daya ingat merupakan kemampuan seseorang untuk memanggil kembali informasi yang telah dipelajarinya dan yang telah disimpan dalam otak. Daya ingat seseorang tidak terlepas dari kemampuan otaknya untuk menyimpan informasi. Bagian-bagian otak yang diperkirakan paling berperan dalam memori adalah hipokampus dan struktur terkait di lobus temporalis medial (dalam), sistem limbik, serebelum, korteks prafrontalis, dan bagian-bagian lain korteks serebri.

Berikut definisi dan pengertian daya ingat atau memori dari beberapa sumber buku: 

  1. Menurut Guyton dan Hall (2008), memori adalah kemampuan untuk mengkode, menyimpan, mempertahankan dan mengingat informasi atau pengalaman masa lalu pada otak manusia. 
  2. Menurut Bruno (1987), memori adalah proses mental yang meliputi pengkodean, penyimpanan, dan pemanggilan kembali informasi dan pengetahuan yang semuanya terpusat di dalam otak.
  3. Menurut Wade dkk (2008), memori adalah kemampuan individu memiliki dan mengambil kembali suatu informasi dan juga struktur yang mendukungnya serta suatu bentuk kompetensi, memori juga memungkinkan individu memiliki identitas diri. 
  4. Menurut Solso (2007), memori adalah proses mental yang melibatkan penyandian (encoding), penyimpanan (storage) dan pemanggilan kembali (retrieval) informasi dan pengetahuan yang semuanya terpusat di otak. 
  5. Menurut Chaplin (2006), memori adalah kemampuan seseorang untuk memanggil kembali informasi yang telah dipelajarinya dan yang telah disimpan dalam otak. 
  6. Menurut Atkinson (2000), memori adalah unsur perkembangan kognitif, yang memuat seluruh situasi yang di dalamnya individu menyimpan informasi yang diterima sepanjang waktu.


Jenis-jenis Memori 

Menurut Santrock (2005) dan Jaeggi (2011), daya ingat atau memori dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

a. Memori jangka pendek (Short Term Memory) 

Memori atau ingatan jangka pendek adalah suatu proses penyimpanan ingatan sementara. Ingatan jangka pendek disebut juga working memory karena informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama informasi masih diperlukan. Jika informasi tidak diulang kembali dalam kurun waktu 30 detik, maka informasi pada ingatan jangka pendek akan menghilang. Informasi tersebut disimpan secara akustik (lewat bunyi yang dikeluarkannya) lebih daripada secara visual (lewat penampakannya).

Memori jangka pendek dapat untuk mencerminkan kemampuan dari pikiran manusia yang dapat menyimpan seberapa informasi dalam waktu yang relatif singkat dan terbatas. Ada kemungkinan bahwa tidak setiap ide sementara itu dapat diakses, atau bahkan, dalam keadaan sadar sekalipun. Sebagai contoh, sesuai konsep di atas, jika anda berbicara dengan seseorang yang memiliki aksen asing, maka secara tidak sengaja anda terpengaruh dan mengubah cara bicara anda mengikuti aksen mereka, maka anda dipengaruhi oleh alam bawah sadar anda (dan itu tidak dapat dikontrol) aspek dari memori jangka pendek.

b. Memori jangka panjang (Long Term memory) 

Memori jangka panjang adalah suatu proses penyimpanan informasi yang relatif permanen. Memori jangka panjang merupakan penyimpanan yang luas dari pengetahuan dan catatan dari peristiwa sebelumnya. Memori jangka panjang bertambah seiring bertambahnya usia selama masa pertengahan dan akhir kanak-kanak. Sistem memori jangka panjang memungkinkan kita hidup dalam dua dunia, yaitu masa lalu dan masa sekarang. Kemampuan untuk dapat mengingat masa lalu dan menggunakan informasi tersebut untuk dimanfaatkan saat ini merupakan fungsi dari memori jangka panjang.

Sistem memori jangka panjang memungkinkan kita hidup dalam dua dunia, yaitu masa lalu dan masa sekarang. Kemampuan untuk dapat mengingat masa lalu dan menggunakan informasi tersebut untuk dimanfaatkan saat ini merupakan fungsi dari memori jangka panjang. Kapasitas yang dimiliki memori jangka panjang sepertinya tidak terbatas. Informasi dalam jumlah yang sangat besar yang tersimpan dalam memori jangka panjang, memungkinkan individu untuk belajar, menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta mengembangkan identitas diri dan sejarah kehidupan.

c. Memori Sensor (Sensory Memory) 

Memori sensor adalah proses penyimpanan ingatan melalui jalur saraf-saraf sensori yang berlangsung dalam waktu yang pendek. Informasi yang diperoleh melalui panca indra (penglihatan, perabaan, penciuman, pendengaran, dan pengecapan) hanya mampu bertahan selama 1 atau 2 detik. Memori sensor tidak seluruhnya berbeda dengan memori jangka pendek. Memori sensor merupakan istilah yang merujuk pada memori yang digunakan untuk merencanakan dan melaksanakan suatu tindakan. Sebagai contoh, ketika membuat suatu masakan, tidak melakukan kesalahan seperti dua kali memasukkan bumbu masakan yang sama.

d. Memori Implisit atau Prosedural 

Memori prosedural merupakan memori mengenai cara melakukan sesuatu, seperti cara menyisir, menggunakan pensil, dan lain sebagainya. Memori prosedural ini juga disebut memori implisit karena apabila suatu kemampuan telah dimiliki seseorang, maka kemampuan tersebut tidak lagi memerlukan pemrosesan secara sadar. Memori implisit adalah pemanggilan kembali informasi terkait suatu peristiwa atau suatu objek yang mempengaruhi tindakan dan pikiran yang dilakukan tanpa usaha secara sadar. Jadi, memori implisit dipanggil kembali secara tidak sadar.

e. Memori Eksplisit atau Deklaratif 

Pemanggilan kembali informasi terkait suatu peristiwa atau suatu objek secara sadar disebut dengan memori eksplisit. Contohnya, ketika seseorang ingin menceritakan masa lalunya kepada orang lain, maka yang dilakukannya adalah secara sadar memanggil kembali informasi-informasi masa lalu di dalam ingatannya.

f. Memori Flashbulb 

Memori Flashbulb merupakan memori pada situasi dimana seseorang untuk pertama kalinya belajar/mencoba sesuatu yang sangat berkesan baginya atau yang secara emosional menyentuh perasaannya.


Tahapan Memori 

Sebelum seseorang mengingat suatu informasi atau sebuah kejadian dimasa lalu, ada beberapa tahapan yang harus dilalui ingatan tersebut untuk dapat muncul kembali. Menurut Atkinson (2000), tahapan yang terjadi pada proses mengingat adalah sebagai berikut: 

  1. Memasukkan pesan dalam ingatan (encoding). Mengacu pada cara individu mentransformasikan input fisik indrawi menjadi sejenis representasi mental dalam memori. 
  2. Penyimpanan ingatan (storage). Mengacu pada cara individu menahan informasi yang sudah disimpan dalam memori. 
  3. Mengingat kembali (retrieval). Mengacu pada bagaimana individu memperoleh akses menuju informasi yang sudah disimpan dalam memori.

Pengkodean, penyimpanan, dan pengeluaran sering kali dilihat sebagai tahapan proses memori yang berurutan. Proses ini tidak berdiri sendiri atau terpisah-pisah, melainkan saling berkaitan dan bergantung satu sama lain. Menurut Walgito (2004), terdapat tiga tahapan dalam mengingat atau memori, dimulai dari memasukkan informasi (learning), menyimpan (retention), menimbulkan kembali (remembering). Gambar dan penjelasan tahapan memori adalah sebagai berikut:

Tahapan memori

  1. Memasukkan (learning). Cara memperoleh ingatan pada dasarnya dibagi menjadi dua, yang pertama secara sengaja, yaitu seseorang dengan sengaja memasukkan informasi, pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman ke dalam ingatannya. yang kedua secara tidak disengaja, yaitu seseorang secara tidak sengaja memasukkan pengetahuan, pengalaman dan informasi ke dalam ingatannya. Misalnya: jika gelas kaca terjatuh maka akan pecah. Informasi ini disimpan sebagai pengertian-pengertian. 
  2. Menyimpan. Tahapan kedua dari ingatan adalah penyimpanan atau (retention) apa yang telah dipelajari. Apa yang telah dipelajari biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak (traces) dan dapat ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan memory traces. Walaupun disimpan namun jika tidak sering digunakan maka memory traces tersebut mungkin sulit untuk ditimbulkan kembali bahkan juga hilang, dan ini yang disebut dengan kelupaan. 
  3. Menimbulkan kembali. Menimbulkan kembali ingatan yang sudah disimpan dapat ditempuh dengan mengingat kembali (to recall) dan mengenal kembali (to recognize). Pemanggilan kembali informasi terkait suatu peristiwa atau suatu objek secara sadar dapat diukur melalui dua metode. Metode pertama adalah recall, yakni kemampuan menggali kembali dan memproduksi informasi yang telah dimiliki sebelumnya. Metode kedua adalah recognition, yakni kemampuan mengenali informasi yang telah diobservasi, dibaca, atau didengar sebelumnya.


Model dan Teori Memori 

Menurut Ardani (2006) dan Kuswana (2011), terdapat beberapa model atau teori yang menjelaskan mengenai daya ingat atau memori, antara lain yaitu sebagai berikut:

  1. Model Atkinson-Shiffrin. Model ini mengemukakan adanya pemisahan gudang memori untuk jenis memori yang berbeda. Menurut model ini, materi diulang-ulang dari memori jangka pendek (STM) masuk ke dalam memori jangka panjang (LTM). Model ini mengatakan adanya proses kontrol, yakni fleksibilitas strategi yang digunakan orang tergantung pada materi dan preferensi personal seseorang. Salah satu proses kontrol yang penting adalah reversal (pengulangan informasi yang menyebabkan adanya perputaran kembali informasi ke memori jangka pendek).
  2. Model Tulving. Model Tulving membahas mengenai memori Episodik, Semantik dan Prosedural. Memori episodik menyimpan informasi tentang kapan peristiwa terjadi dan hubungan antar kejadian. Memori semantik adalah pengetahuan tentang dunia yang diorganisasikan. Sedangkan memori prosedural meliputi pengetahuan bagaimana urutan mengerjakan sesuatu dan menghubungkan antara stimulus dan respon. 
  3. Model Craig dan Lockhart. Craig dan Lockhart merupakan psikolog kognitif yang mengkhususkan perhatiannya pada proses dan struktur memori. Melalui usulan teorinya mengenai tingkat pengolahan informasi yang mengelaborasikan proses dengan pengkodean dan memengaruhi keawetan hasil belajar jangka panjang. 
  4. Model Baddeley. Hitch dan Baddeley mengusulkan suatu model multi-komponen, memori jangka pendek dan beberapa fungsi komponen sebagai buffer penyimpanan informasi sementara dan yang lainnya sebagai proses pasif. Hasil penelitian memberikan bukti empiris bahwa pembagian memori kerja ke penyimpan berbasis modalitas jangka pendek dan eksekutif pusat merupakan pengolahan modalitas bebas yang dilakukan memori kerja. 
  5. Model Daneman dan Carpenter. Daneman dan Carpenter memformulasikan konstruksi memori kerja dan mengutamakan pengolahan bahasa untuk tingkat kompleks dengan mengembangkan fungsi memori kerja. Berdasarkan sudut pandangnya, kinerja memori kerja pada jarak tugas-tugas yang kompleks memerlukan efisiensi proses. 
  6. Model Kane dan Engle. Kane dan Engle menggambarkan memori kerja sebagai fungsi perhatian eksekutif yang dibedakan dari memori jangka pendek. Kane dan Engle menetapkan bahwa bukanlah jarak jangka pendek melainkan kemampuan mengendalikan perhatian yang menjaga informasi tersimpan, secara aktif dan cepat. 
  7. Model Proses Cowan. Menurut cowan interaksi yang dekat dan saling ketergantungan antara memori kerja dan memori jangka panjang pada awalnya menunjukkan bahwa ada sistem penyimpanan memori tunggal yang terdiri dari unsur-unsur pada berbagai tingkat pengaktifan. Sebagai sistem penyimpanan memori-memori tunggal jangka panjang, teori memori kerja tergabung dalam memori jangka panjang. 
  8. Model Oberauer. Menurut Oberauer pada memori kerja terdapat dimensi fungsional yang terdiri dari tiga proses umum, yaitu (1) verbal dan numerik (2) spasial dan figural.

Cara Meningkatkan Daya Ingat 

Menurut Anderson (1990), terdapat beberapa cara yang dapat meningkatkan daya ingat atau memori, antara lain yaitu sebagai berikut: 

  1. Overlearning. Overlearning (belajar lebih) artinya upaya belajar yang melebihi batas penguasaan dasar atas materi pelajaran tertentu. Overlearning terjadi apabila respons atau reaksi tertentu muncul setelah melakukan pembelajaran atas respons tersebut dengan cara di luar kebiasaan. 
  2. Extra study time. Extra study time (tambahan waktu belajar) ialah upaya penambahan alokasi waktu belajar atau penambahan frekuensi (kekerapan) aktivitas belajar. Penambahan alokasi waktu belajar materi tertentu berarti menambah jam belajar, misalnya dari satu jam menjadi satu setengah jam. 
  3. Mnemonic device. Mnemonic device (muslihat memori) yang sering juga hanya disebut mnemonic yang berarti kiat khusus yang dijadikan alat pengait mental untuk memasukkan item-item informasi ke dalam sistem akal. 
  4. Rima (Rhyme). Sajak yang dibuat sedemikian rupa yang isinya terdiri atas kata dan istilah yang harus diingat. Sajak ini akan lebih baik pengaruhnya apabila diberi not-not sehingga dapat dinyanyikan. Nyanyian anak-anak TK yang berisi pesan-pesan moral dapat diambil sebagai contoh penyusunan mnemonik. 
  5. Singkatan. Terdiri atas huruf-huruf awal nama atau istilah yang harus diingat siswa. Pembuatan singkatan-singkatan seyogianya dilakukan sedemikian rupa sehingga menarik dan memiliki kesan tersendiri. 
  6. Sistem kata pasak (peg word system). Sejenis teknik mnemonik yang menggunakan komponen-komponen yang sebelumnya telah dikuasai sebagai pasak (paku) pengait memori baru. Kata komponen pasak ini dibentuk berpasangan seperti merah-saga, panas-api. 
  7. Metode Losai (Method of Loci). Kiat mnemonik yang menggunakan tempat-tempat khusus dan terkenal sebagai sarana penempatan kata dan istilah tertentu yang harus diingat siswa. Kata loci sendiri adalah jamak dari kata locus artinya tempat. 
  8. Sistem kata kunci (key word system). Kiat mnemonik yang satu ini relatif tergolong baru dibanding dengan kiat-kiat mnemonik lainnya. Sistem kata kunci biasanya direkayasa secara khusus untuk mempelajari kata dan istilah asing, dan konon cukup efektif untuk pengajaran bahasa asing.


Daftar Pustaka

  • Guyton A.C., dan Hall, J.E. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.
  • Bruno. 1987. Kamus Istilah Psikologi. Yogyakarta: Kanisius.
  • Wade, C., dan Tavris, C. 2008. Psikologi. Jakarta: Erlangga.
  • Solso, Robert, dkk. 2007. Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga.
  • Chaplin, J.P. 2006. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  • Atkinson. 2000. Pengantar Psikologi. Jakarta: Interaksara.
  • Santrock, J.W. 2005. Adolescence, Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.
  • Jaeggi, S.M., dkk. 2011. Short and Long-term Benefits of Cognitive Training. Proc Natl Acad Sci U S A.
  • Ardani, T.A. 2006. Psikiatri Islam. Malang: UIN-Malang Press.
  • Walgito, Bimo. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Andi.
  • Ardani, T.A. 2008. Psikiatri Islam. Yogyakarta: UIN-Malang Press.
  • Kuswana, Wowo Sunaryo. 2011. Taksonomi Berpikir. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Anderson, B.F. 1990. The Complete Thinker: A Handbook of Theniques For Creative and Critical Problem Solving. New Jersey: Englewood Cliffs.

Posting Komentar untuk "Memori atau Daya Ingat (Pengertian, Jenis, Tahapan dan Metode)"