Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Jenis, Prosedur, Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan

Apa itu Analisis Laporan Keuangan? 

Analisis laporan keuangan adalah alat atau metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai posisi keuangan perusahaan serta hasil-hasil yang telah dicapai. Analisis laporan keuangan dilakukan dengan cara menguraikan akun-akun laporan keuangan sehingga terlihat hubungan yang bersifat signifikan dan mempunyai makna dengan tujuan mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan), tingkat risiko atau tingkat kesehatan perusahaan di masa lalu, saat ini, dan kemungkinannya di masa depan.

Jenis, Prosedur, Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan merupakan proses untuk mempelajari data-data keuangan agar dapat dipahami dengan mudah untuk mengetahui posisi keuangan, hasil operasi dan perkembangan suatu perusahaan dengan cara mempelajari hubungan data keuangan serta kecenderungannya terdapat dalam suatu laporan keuangan. Analisis laporan keuangan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Berikut definisi dan pengertian analisis laporan keuangan dari beberapa sumber buku:

  • Menurut Munawir (2010), analisis laporan keuangan adalah alat untuk memperoleh informasi tentang posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga data yang telah diperoleh dapat diperbandingkan atau dianalisis lebih lanjut agar memperoleh data untuk mendukung keputusan yang akan diambil. 
  • Menurut Harahap (2013), analisis laporan keuangan adalah menguraikan akun-akun laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara yang satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non-kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat. 
  • Menurut Hanafi dan Halim (2003), analisis laporan keuangan adalah sebuah metode analisis yang dilakukan oleh perusahaan karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. 
  • Menurut Sundjaja dan Barlian (2001), analisis laporan keuangan adalah perhitungan rasio-rasio untuk menilai keadaan keuangan perusahaan di masa lalu, saat ini, dan kemungkinannya di masa depan.

Analisis Isi Laporan Keuangan 

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2012), laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Adapun penjelasan masing-masing isi laporan keuangan adalah sebagai berikut:

a. Laporan Neraca 

Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada waktu tertentu. Tujuan neraca adalah untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan, biasanya pada waktu dimana buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender, sehingga neraca sering disebut sebagai balance sheet.

Neraca atau balance sheet adalah laporan yang menyajikan sumber-sumber ekonomis dari suatu perusahaan atau aset kewajiban-kewajibannya atau utang, dan hak para pemilik perusahaan yang tertanam dalam perusahaan tersebut atau ekuitas pemilik suatu saat tertentu. Neraca harus disusun secara sistematis sehingga dapat memberikan gambaran mengenai posisi keuangan perusahaan. Oleh karena itu neraca tepatnya dinamakan statements of financial position. Karena neraca merupakan potret atau gambaran keadaan pada suatu saat tertentu maka neraca merupakan status report bukan merupakan flow report.

Neraca dapat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok bagian, yaitu sebagai berikut:

1. Aset (Aktiva) 

Aset merupakan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai dimasa yang akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi yang sudah berlaku. Aset dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: 

  • Aset lancar. Aset lancar merupakan kas dan sumber daya lainnya yang diharapkan dapat dijual, ditagih atau digunakan selama satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan. Adapun contoh dari aset lancar yaitu: kas, piutang usaha/dagang, persediaan, perlengkapan, peralatan kantor, biaya dibayar di muka. Dalam penyusunan aset lancar harus didasarkan pada likuiditasnya, yaitu kemampuan aset untuk diubah menjadi kas. 
  • Aset tetap. Aset tetap merupakan aset berwujud yang diperoleh untuk digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan dimana masa manfaat aset ini lebih dari satu tahun, kecuali tanah disusutkan. Contoh dari aset tetap yaitu: peralatan, kendaraan, bangunan, mesin.
  • Aset tak berwujud. Aset tak berwujud merupakan aset yang diperoleh untuk digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan. Perbedaan yang mendasar dari aset tetap dan aset tak berwujud yaitu fisik dan masa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan. Dimana aset tak berwujud tidak memiliki bentuk fisik dan masa manfaat atas aset tersebut karena tidak pasti.

2. Liabilitas (Kewajiban) 

Liabilitas atau kewajiban adalah jumlah yang harus dipindahkan setiap tutup buku ke periode tahun berikutnya berdasarkan pencatatan yang sesuai dengan prinsip akuntansi. Liabilitas terdiri dari dua bagian yaitu kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang serta modal pemilik. Adapun penjelasan dari masing-masing bagian adalah sebagai berikut: 

  • Kewajiban lancar. Suatu dapat diklasifikasikan sebagai liabilitas lancar jika dalam jangka waktu dua belas bulan dapat diselesaikan dari tanggal laporan posisi keuangan atau siklus normal operasi perusahaan. Sebagai contoh yaitu hutang usaha dan hutang bank (jatuh tempo kurang satu tahun). 
  • Kewajiban jangka panjang. Suatu kewajiban jangka panjang jika perkiraan penyelesaian lebih dari satu tahun dari tanggal laporan posisi keuangan. Contoh yaitu hutang obligasi dan hutang bank.
  • Modal pemilik. Modal pemilik merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yang merupakan nilai sisa dari aset suatu perusahaan setelah dikurangi dengan liabilitas.

b. Laporan Laba Rugi 

Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang menggambarkan hasil-hasil usaha yang dicapai selama periode tertentu. Laba rugi bersih adalah selisih antara pendapatan total dengan biaya atau pengeluaran total. Pendapatan mengukur aliran masuk aset bersih (setelah dikurangi utang) dari penjualan barang atau jasa.

Terdapat beberapa elemen pokok dalam laporan laba-rugi, yaitu: pendapatan operasional, beban operasional, dan untung atau rugi (gain or loss). Adapun penjelasan dan elemen atau unsur-unsur dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut: 

  1. Pendapatan. Pendapatan adalah hasil yang diterima perusahaan dari penjualan barang atau jasa yang dibebankan kepada pelanggan yang menerima jasa. 
  2. Beban. Beban adalah arus kas keluar aset atau munculnya pasiva selama suatu periode yang disebabkan oleh pengiriman barang atau kegiatan lain perusahaan untuk mencari laba, yang dapat menjadi pengurang penghasilan. 
  3. Laba/Rugi. Laba/rugi adalah selisih antara pendapatan dan total beban usaha pada periode tersebut. Jika selisih tersebut positif maka akan menghasilkan laba, sedangkan jika selisih tersebut negatif maka akan menghasilkan rugi usaha.

c. Laporan lain-lain 

Laporan lain yang tersaji dalam isi laporan keuangan adalah laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut: 

  1. Laporan perubahan modal. Laporan perubahan modal merupakan suatu laporan yang menggambarkan jumlah modal yang dimiliki perusahaan saat ini dan menunjukkan perubahan modal serta sebab-sebab berubahnya modal.
  2. Laporan arus kas. Laporan arus kas merupakan suatu laporan yang menunjukkan arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan. 
  3. Catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan merupakan suatu laporan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan yang disajikan. Laporan ini memberikan informasi tentang penjelasan yang dianggap perlu atas laporan keuangan yang ada sehingga menjadi jelas sebab penyebabnya.

Analisis Rasio Laporan Keuangan 

Menurut Harahap (2013), rasio keuangan merupakan suatu cara perhitungan yang menghasilkan suatu angka, angka tersebut di dapat dari suatu proses perbandingan dari satu pos ke pos lainnya yang memiliki hubungan yang relevan dan signifikan.

Menurut Kariyoto (2017), analisis rasio digunakan untuk menunjukkan hubungan antara unsur-unsur dalam laporan keuangan yang diperlukan untuk memeriksa dan membandingkan hubungan-hubungan yang ada pada unit-unit informasi dalam laporan keuangan. Teknik analisa ini sangat umum digunakan.

Perhitungan analisis rasio dapat dilakukan dengan mengambil data dari laporan laba rugi serta neraca. Analisis rasio dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dari berbagai aspek operasional dan kinerja keuangan perusahaan, seperti efisiensinya, profitabilitas, solvabilitas dan likuiditas perusahaan.

Adapun jenis-jenis analisis rasio yang sering digunakan adalah sebagai berikut: 

  1. Rasio Likuiditas. Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Jenis dari rasio likuiditas antara lain rasio lancar, rasio cepat, rasio kas atas aset lancar, rasio kas atas hutang lancar, rasio aset lancar terhadap total aset, dan aset lancar terhadap total hutang. 
  2. Rasio Solvabilitas. Rasio ini menjelaskan tentang kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang maupun perusahaan yang dilikuidasi. Rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman. Adapun jenis dari rasio solvabilitas yakni rasio hutang atas modal dan rasio hutang terhadap aset. 
  3. Rasio Profitabilitas. Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan mendapatkan keuntungan melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya. 
  4. Rasio Leverage. Rasio leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar aset yang dimiliki perusahaan berasal dari hutang atau modal.
  5. Rasio Aktivitas. Rasio ini bertujuan mengukur efektivitas perusahaan dalam mengoperasikan dana.

Prosedur Analisis Laporan Keuangan 

Menurut Kasmir (2011), agar analisis laporan keuangan dapat memberikan hasil yang maksimal perlu ditentukan prosedur yang tepat, adapun langkah atau prosedur yang dilakukan dalam analisis keuangan adalah sebagai berikut: 

  1. Memahami latar belakang data keuangan perusahaan. 
  2. Memahami kondisi-kondisi yang berpengaruh pada perusahaan. 
  3. Mengumpulkan data keuangan dan data pendukung yang diperlukan selengkap mungkin.
  4. Melakukan pengukuran atau perhitungan dengan rumus-rumus tertentu. 
  5. Melakukan perhitungan dengan memasukkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan secara cermat. 
  6. Memberikan interpretasi terhadap hasil perhitungan dan pengukuran yang telah dibuat. 
  7. Membuat laporan tentang posisi keuangan perusahaan dan memberikan rekomendasi yang dibutuhkan.

Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan 

Menurut Munawir (2010), terdapat dua metode analisis yang digunakan oleh setiap penganalisis laporan keuangan, yaitu analisis horizontal dan analisis vertikal. Analisis horizontal adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui perkembangannya. Analisis vertikal adalah apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara akun yang satu dengan akun yang lain dalam laporan keuangan tersebut sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja.

Menurut Munawir (2010), teknik analisis yang digunakan dalam menganalisis laporan keuangan adalah sebagai berikut: 

  1. Analisis perbandingan antara laporan keuangan merupakan analisis yang dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan lebih dari satu periode.
  2. Analisis tren atau tendensi merupakan analisis laporan keuangan yang biasanya dinyatakan dalam persentase tertentu dan biasanya dilakukan dari satu periode ke periode. 
  3. Analisis persentase per komponen merupakan analisis yang dilakukan untuk membandingkan antara komponen yang ada dalam suatu laporan keuangan, baik yang ada di neraca maupun laporan laba rugi. 
  4. Analisis sumber dan penggunaan dana merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui sumber-sumber dana perusahaan dan penggunaan dana dalam suatu periode. 
  5. Analisis sumber dan penggunaan kas merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui sumber-sumber kas perusahaan dan penggunaan uang kas dalam suatu periode.
  6. Analisis rasio merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan pos-pos yang ada dalam satu laporan keuangan atau pos-pos antara laporan keuangan neraca dan laba rugi. 
  7. Analisis kredit merupakan analisis yang digunakan untuk menilai layak tidaknya suatu kredit dikeluarkan oleh lembaga keuangan seperti bank. 
  8. Analisis laba kotor merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui jumlah laba kotor dari satu periode ke periode lainnya. 
  9. Analisis titik pulang merupakan analisis dimana untuk mengetahui pada kondisi berapa penjualan produk dilakukan dan perusahaan tidak mengalami kerugian.

Daftar Pustaka

  • Hanafi, M., dan Halim, A. 2003. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
  • Sundjaja dan Barlian. 2001. Manajemen Keuangan. Jakarta: Prenhallindo.
  • Ikatan Akuntansi Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
  • Munawir, S. 2010. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty. 
  • Harahap, S.S. 2013. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.
  • Kariyoto. 2017. Analisa Laporan Keuangan. Malang: UB Press.
  • Kasmir. 2011. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Posting Komentar untuk "Jenis, Prosedur, Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan"