Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Strategi Bersaing (Pengertian, Jenis, Karakteristik, Tingkatan dan Faktor Kegagalan)

Strategi adalah suatu proses penentuan rencana berskala besar dan berorientasi pada masa depan berupa penetapan misi, pemilihan program dan kebijakan serta keputusan-keputusan tertentu yang diambil oleh manajemen puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang sehingga menghasilkan keunggulan bersaing.

Strategi Bersaing (Pengertian, Jenis, Karakteristik, Tingkatan dan Faktor Kegagalan)

Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu yang menggunakan dan mengembangkan kekuatan (ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Strategi menentukan rumusan tentang apa yang ingin dicapai, dimana arena yang difokuskan terkait dengan industri dan produk pasar, serta bagaimana pelaksanaannya yang berkaitan dengan penggunaan sumber-sumber daya dan kegiatan pengalokasiannya untuk setiap produk pasar yang dapat memenuhi peluang lingkungan dan sekaligus dapat menghasilkan keunggulan bersaing.

Strategi merupakan suatu cara yang dilakukan oleh para pengambil keputusan untuk mencapai keunggulan bersaing terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi mengacu pada visi, misi dan tujuan perusahaan yang bersangkutan. Tidak ada satu strategi terbaik untuk semua perusahaan. Setiap perusahaan memiliki cara pendekatan berbeda terhadap proses perencanaan strategi dan setiap perusahaan harus menentukan apa yang paling masuk akal dalam posisinya di industri serta tujuan, peluang, dan sumber daya perusahaan.

Berikut definisi dan pengertian strategi bersaing dari beberapa sumber buku:

  • Menurut Pearce dan Robinson (1997), strategi adalah rencana yang berskala besar dan berorientasi kepada masa depan untuk berinteraksi dengan lingkungan guna mencapai sasaran-sasaran yang akan dicapai perusahaan.
  • Menurut Umar (2003), strategi adalah suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi disertai penyusunan suatu cara atau bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
  • Menurut Assauri (2013), strategi adalah penetapan keputusan yang harus diambil dalam menghadapi para pesaing di dalam lingkungan kehidupan yang saling memiliki ketergantungan, sehingga perlu ada kegiatan yang diarahkan, terutama dalam memperkirakan perilaku satu dengan yang lainnya. 
  • Menurut Fauzi (2015), strategi adalah suatu keputusan dasar yang diambil oleh manajemen puncak yang menentukan dalam bidang usaha pada organisasi bergerak sekarang dan dalam bidang bisnis apa organisasi akan bergerak di masa yang akan datang. 
  • Menurut Iriantara (2004), strategi adalah formulasi misi, tujuan dan objektif dasar organisasi, strategi-strategi program dan kebijakan untuk mencapainya dan metode yang diperlukan untuk memastikan bahwa strategi diimplementasikan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Konsep Dasar Strategi 

Strategi perusahaan merupakan bagaimana organisasi perusahaan bertindak dalam menghadapi persaingan bisnis, dengan upaya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penyempurnaan sikap pengoperasian bisnis perusahaan guna mencapai kinerja yang diharapkan dalam tujuan organisasi.

Menurut Suryana (2006), dalam manajemen strategi terdapat istilah 5P, yaitu 5P perencanaan (plan), pola (pattern), posisi (position), perspektif (perspective), dan permainan atau taktik (play). Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut: 

  1. Strategi adalah Perencanaan (Plan). Konsep strategi tidak lepas dari aspek perencanaan, arahan atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan. Akan tetapi, tidak selamanya strategi adalah perencanaan ke masa depan yang belum dilaksanakan. Strategi juga menyangkut segala sesuatu yang telah dilakukan di masa lampau, misalnya pola-pola perilaku bisnis yang telah dilakukan di masa lampau. 
  2. Strategi adalah Pola (Pattern). Strategi adalah pola, yang selanjutnya disebut sebagai intended strategy, karena belum terlaksana dan berorientasi ke masa depan. Atau disebut juga sebagai realized strategy karena telah dilakukan oleh perusahaan. 
  3. Strategi adalah Posisi (Position). Posisi adalah menempatkan produk tertentu ke pasar tertentu yang dituju. Strategi sebagai posisi cenderung melihat ke bawah, yaitu ke satu titik bidik di mana produk tertentu bertemu dengan pelanggan, dan melihat ke luar yaitu meninjau berbagai aspek lingkungan eksternal. 
  4. Strategi adalah Perspektif (Perspective). Jika dalam P kedua dan ketiga cenderung melihat ke bawah dan ke luar, maka sebaliknya dalam perspektif cenderung melihat ke dalam yaitu ke dalam organisasi. 
  5. Strategi adalah Permainan (Play). Strategi adalah suatu manuver tertentu untuk memperdaya lawan atau pesaing. Suatu merek misalnya meluncurkan merek kedua agar posisinya tetap kukuh dan tidak tersentuh, karena merek-merek pesaing akan sibuk berperang melawan merek kedua tadi.

Jenis-jenis Strategi 

Menurut Kotler (1989) dan Mubarok (2009), terdapat beberapa jenis strategi yang biasa digunakan oleh perusahaan dalam mencapai keunggulan bersaing, antara lain yaitu sebagai berikut:

a. Strategi Diversifikasi 

Strategi diversifikasi adalah strategi yang paling tepat digunakan bila peluang yang baik dapat diperoleh di luar kegiatan usaha yang ada sekarang, peluang dimana industri yang bersangkutan berdaya tarik tinggi dan perusahaan mempunyai bauran kekuatan bisnis yang dibutuhkan untuk dapat berhasil.

b. Strategi Korporasi 

Strategi korporasi adalah perencanaan jangka panjang secara menyeluruh mengenai bisnis apa yang hendak dimasuki oleh perusahaan yang mempunyai beragam bisnis dan apa yang diinginkan dalam bisnis tersebut sebagai bagian dari korporat serta bagaimana cara perusahaan menciptakan nilai konfigurasi dan koordinasi dari aktivitas multi bisnis pada multi pasarnya. Strategi korporasi membuat bidang yang luas dengan keputusan-keputusan pendanaan untuk selalu portofolio dari unit-unit bisnisnya. Dengan strategi korporasi ini, organisasi perusahaan akan lebih dapat menentukan arah untuk jenis-jenis pesaing mana yang akan siap dihadapi oleh divisi bisnis dan sumber-sumber daya yang tersedia untuk menghadapi persaingan dengan lawan-lawan tersebut.

c. Strategi Tingkat Bisnis 

Strategi tingkat bisnis yaitu strategi yang dirumuskan dan dijalankan untuk mencapai tujuan bisnis yang diharapkan oleh suatu perusahaan. Tujuan bisnis perusahaan pada umumnya adalah untuk dapat berperan secara domain dalam posisi persaingan perusahaan di pasar. Strategi tingkat bisnis merupakan keputusan untuk mengarahkan agar bisnis perusahaan dapat dipertahankan dan ditingkatkan posisi bersaingnya. Upaya ini dilakukan dengan terus melaksanakan perbaikan efisiensi dan mengembangkan teknologi yang digunakan dalam operasi agar dapat mencapai biaya rendah dan harga murah.

d. Strategi Fungsional dalam Bidang Pemasaran 

Strategi fungsional merupakan strategi yang berorientasi pada operasional dalam kegiatan bagi pencapaian tujuan dan sasaran bisnis suatu perusahaan. Strategi fungsional ini dikoordinasikan oleh strategi tingkat bisnis. Strategi fungsional merupakan strategi bisnis yang terdapat dalam beberapa bidang seperti bidang teknologi informasi, hubungan manusia, riset dan pengembangan serta pemasaran. Fokus utama strategi fungsional pemasaran yaitu untuk mengalokasikan secara efektif dan mengkoordinasikan sumber-sumber daya pemasaran dan kegiatan-kegiatan yang diarahkan untuk untuk pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan dalam suatu produk pasar tertentu.

e. Strategi Konsentrasi atau Penetrasi Pasar 

Strategi konsentrasi atau penetrasi pasar adalah jenis strategi pertumbuhan dan merupakan strategi yang paling umum dijumpai pada berbagai perusahaan dimana perusahaan hanya memfokuskan pada satu lini bisnis utamanya dengan menonjolkan prinsip melakukan satu hal dengan sangat baik. Strategi ini digunakan bagi perusahaan yang memiliki bisnis tunggal untuk mengejar pertumbuhannya. Fokus strategi konsentrasi adalah bagaimana meningkatkan pertumbuhan perusahaan dengan mengkonsentrasikan pada bisnis intinya.

f. Strategi Pengembangan Pasar 

Strategi pengembangan pasar merupakan strategi yang memasarkan produk atau jasa saat ini kepada konsumen di segmen pasar yang baru maupun di wilayah area geografis pasar yang baru. Perusahaan berusaha mengembangkan perusahaannya dengan cara memperluas pasar dan memasuki pasar baru dengan menggunakan produk atau jasa yang saat ini dimiliki.

g. Strategi Pengembangan Produk 

Perusahaan yang menggunakan pilihan pengembangan produk secara substansial untuk menarik pelanggan di pasar yang telah ada maupun yang dimiliki oleh pesaing. Pengembangan produk baru yang masih terkait dengan lini produk yang selama ini telah dimiliki. Pengembangan produk bukan sekedar perubahan tampilan, tetapi menyangkut fitur, karakter, ciri serta atribut-atribut produk. Pengembangan produk sering dikaitkan dengan usaha memperpanjang daur hidup produk, khususnya produk yang memiliki reputasi yang tinggi dan citra merek yang handal.

h. Strategi Inovasi 

Strategi inovasi merupakan strategi untuk meraih margin premium yang berkaitan dengan penciptaan dan penerimaan pelanggan atas suatu produk atau jasa baru. Inovasi tersebut merupakan cara yang digunakan perusahaan untuk menciptakan sumber daya baru, memproduksi keunggulan kompetitif atau mendayagunakan sumber daya yang sudah ada dengan meningkatkan potensinya untuk menghasilkan keuntungan di atas rata-rata.

i. Strategi Integrasi Vertikal 

Strategi integrasi vertikal merupakan strategi pertumbuhan karena melakukan perluasan usaha dengan menambah bidang usaha dari perusahaan pemasok atau bidang usaha dari perusahaan distributornya. Strategi ini dalam menghasilkan pertumbuhan melalui pertumbuhan internal atau mengakuisisi bisnis lain dengan penguasaan tahap-tahap proses produksi konsumsi dari hulu ke hilir.

j. Strategi Integrasi Horizontal 

Strategi integrasi horizontal adalah strategi yang digunakan untuk memperluas operasi perusahaan dengan mengombinasikan perusahaannya dengan perusahaan yang lain dalam industri yang sama jenis dengan operasi yang sama. Strategi ini menghasilkan pertumbuhan melalui akuisisi atau marger bisnis pesaing, yang mempunyai lini bisnis yang sama dengan tujuan meniadakan pesaing dan memberikan perusahaan akses pasar dan teknologi yang baru.

Karakteristik Strategi Bersaing 

Menurut Lestari (2011), terdapat beberapa karakteristik dalam strategi bersaing, yaitu:

a. Target strategi 

  1. Keunggulan biaya mempunyai target pasar yang lebih luas. 
  2. Diferensiasi mempunyai pasar yang lebih luas.
  3. Fokus mempunyai keunggulan biaya yang lebih rendah dari pesaing atau atribut khusus/unik untuk segmen pasar yang lebih sempit.

b. Garis produk 

  1. Keunggulan biaya, membuat produk dengan sedikit variasi.
  2. Diferensiasi, membuat produk dengan banyak variasi. 
  3. Fokus, membuat produk yang spesial yang ditujukan pada segmen pasar yang sempit.

c. Penekanan produk 

  1. Keunggulan bersaing mengidentifikasi penurunan biaya secara terus-menerus tanpa mengorbankan kualitas dan atribut produk yang penting. 
  2. Diferensiasi, menciptakan value bagi pembeli dan ciptakan produk yang superior. 
  3. Fokus membuat produk dengan harga murah atau unik yang ditujukan untuk pangsa pasar yang sempit.

d. Strategi bertahan 

  1. Keunggulan biaya, menawarkan harga ekonomis dan bertujuan untuk mempertahankan keunggulan biaya. 
  2. Diferensiasi, mengkomunikasikan poin perbedaan dengan cara yang kredibel dan berusaha secara terus-menerus melakukan inovasi untuk menghindari imitasi pesaing. 
  3. Fokus, membuat produk dengan harga murah dibanding pesaing atau menawarkan produk unik yang ditujukan untuk pangsa pasar yang sempit dan perusahaan tidak perlu masuk ke segmen pasar lain atau menambah kategori produk untuk pasar yang luas.

Tingkatan Strategi Perusahaan 

Menurut Kotler (2010), terdapat empat tingkatan strategi yang membedakan karakteristik persaingan perusahaan, yaitu sebagai berikut:

a. Pemimpin Pasar (Market Leader) 

Pemimpin pasar adalah perusahaan yang memiliki pangsa pasar terbesar (40%) dan lebih unggul dari perusahaan lain dalam hal pengenalan produk baru, perubahan harga, cakupan saluran distribusi, dan intensitas promosi. Perusahaan yang dominan selalu ingin tetap menjadi nomor satu.

b. Penantang Pasar (Market Challenger) 

Penantang pasar adalah perusahaan runner-up yang secara konstan mencoba memperbesar pangsa pasar mereka dengan berupaya menemukan dan menyerang kelemahan pemimpin pasar atau perusahaan lainnya (pangsa pasarnya 30%).

c. Pengikut Pasar (Market Follower) 

Pengikut pasar adalah perusahaan yang hanya puas dengan cara menyesuaikan diri terhadap kondisi-kondisi pasar dan memilih untuk meniru produk atau strategi pemimpin dan penantang pasar daripada menyerang mereka (pangsa pasarnya 20%). Meskipun hanya meniru produk atau strategi pemimpin pasar maupun penantang pasar, pengikut pasar juga membutuhkan strategi tersendiri untuk pertumbuhan perusahaan. Perusahaan pengikut pasar juga perlu untuk mempertahankan dan menambah konsumennya.

d. Penceruk Pasar (Market Nicher) 

Penceruk pasar adalah perusahaan yang mengkhususkan diri melayani sebagian pasar yang diabaikan perusahaan besar dan menghindari bentrok dengan perusahaan besar (pangsa pasarnya 10%). Setiap penceruk pasar memiliki spesialisasinya masing-masing. Perusahaan penceruk pasar harus memiliki keahlian khas dalam hal pasar, konsumen, produk, dan sebagainya.

Faktor-faktor Kegagalan Strategi 

Menurut Yuwono dkk (2002), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kegagalan strategi yang dijalankan oleh perusahaan, antara lain yaitu sebagai berikut: 

  1. Strategi yang tidak actionable. Hal ini terutama diakibatkan karena tidak adanya sosialisasi strategi. Ini bisa disebabkan karena manajemen tidak mampu mengkomunikasikan tersebut atau memang tidak mengkomunikasikannya sama sekali. 
  2. Tidak adanya hubungan antara sumber daya dan strategi. Hal fatal yang kerap terjadi ketika organisasi makin membesar adalah tidak dilakukannya perencanaan strategi SDM agar tercipta keselarasan antara tujuan, visi, dan kompetensi individu dengan organisasi di setiap tingkatan. 
  3. Tidak terhubungnya anggaran dengan strategi. Anggaran menjadi pusat dalam proses manajemen, orang-orang digerakkan oleh anggaran. Dalam situasi di mana strategi tidak terhubung dengan baik ke anggaran maka pencapaian individu dan organisasi menjadi tidak selaras dengan sasaran strategi. 
  4. Kelemahan sistem pembelajaran strategis yang amat minim dibanding evaluasi kerja operasional. Ini berarti, perusahaan tidak saja kehilangan momentum untuk mengevaluasi efektivitas strateginya secara kontinu, namun yang lebih parah lagi, perusahaan tidak mampu membuat skenario keunggulan perusahaan di masa datang.

Daftar Pustaka

  • Pearce dan Robinson. 1997. Manajemen Strategik, Formulasi, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Binarupa Aksara.
  • Umar, Husein. 2003. Strategik Manajemen In Action. Jakarta: Gramedia Pustakama.
  • Assauri, Sofjan. 2013. Strategic Marketing: Sustaining Lifetime Customer Value. Jakarta: Rajawali Pers.
  • Fauzi, Muchammad. 2015. Manajemen Strategik. Semarang: Karya Abadi Jaya.
  • Iriantara, Yosal. 2004. Manajemen Strategis Public Relations. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  • Suryana. 2006. Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat. 
  • Kotler, Philip. 1989. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan dan Pengendalian. Jakarta: Erlangga.
  • Mubarok, Husni. 2009. Manajemen Strategi. Kudus: STAIN Kudus.
  • Lestari, Endah Prapti. 2011. Pemasaran Strategik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  • Kotler, Philip. 2010. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga.
  • Yuwono, S., Sukamo, E., dan Ichsan, M. 2002. Petunjuk Praktis Penyusunan Balanced Scorecard. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.