Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Struktur Pasar (Pengertian, Elemen, Unsur dan Bentuk-bentuk)

Struktur pasar (market structure) adalah suatu variabel yang menunjukkan karakteristik dan kondisi suatu pasar seperti jumlah pembeli dan penjual, keadaan produk, keadaan pengetahuan penjual dan pembeli, serta keadaan rintangan pasar. Struktur pasar terkait jumlah dan ukuran distribusi perusahaan dalam pasar serta mudah atau sulitnya masuk dan keluar dari pasar.

Struktur Pasar (Pengertian, Elemen, Unsur dan Bentuk-bentuk)

Struktur pasar merupakan keadaan pasar yang memberi petunjuk tentang aspek yang memiliki pengaruh penting terhadap perilaku usaha dan kinerja pasar. Aspek-aspek yang menentukan struktur pasar yaitu jumlah penjual dan pembeli, hambatan masuk dan keluar pasar, keragaman produk, sistem distribusi dan penguasaan market power.

Berikut definisi dan pengertian struktur pasar (market structure) dari beberapa sumber buku: 

  • Menurut Jaya (2001), struktur pasar adalah suatu variabel yang digunakan dalam menentukan perilaku perusahaan, interaksi perilaku perusahaan dan struktur pasar akan menentukan sebuah kinerja. Selanjutnya kinerja memiliki pengaruh terhadap pembentukan dari suatu struktur. 
  • Menurut Teguh (2010), struktur pasar adalah karakteristik yang menunjukkan kondisi pasar, seperti jumlah pembeli dan penjual, keadaan produk, keadaan pengetahuan penjual dan pembeli, serta keadaan rintangan pasar. Perbedaan pada elemen-elemen itu akan membedakan cara masing-masing pelaku pasar dalam industri berperilaku, yang pada gilirannya akan menentukan perbedaan kinerja pasar yang terjadi. 
  • Menurut Hasibuan (1993), struktur pasar adalah jumlah dan ukuran distribusi perusahaan dalam pasar serta mudah atau sulitnya masuk dan keluar dari pasar. Struktur pasar menjadi ukuran penting dalam mengamati variasi perilaku dan kinerja industri, karena secara strategis dapat mempengaruhi kondisi persaingan serta tingkat harga barang dan jasa, pengaruh itu akhirnya sampai pada kesejahteraan masyarakat (social-welfare). 
  • Menurut Arsyad dan Kusuma (2014), struktur pasar adalah derajat persaingan dalam industri yang cenderung berubah secara perlahan-lahan, bahkan dapat dianggap tetap atau relatif permanen dalam jangka pendek. Struktur dalam industri, setidaknya, terkait dengan beberapa hal seperti, derajat konsentrasi penjual, derajat konsentrasi pembeli, derajat diferensiasi produk, dan tingkat kesulitan yang ditemui oleh perusahaan baru untuk masuk ke dalam suatu industri.

Elemen-elemen Struktur Pasar 

Menurut Jaya (2001), terdapat tiga elemen utama dalam struktur pasar, yaitu sebagai berikut:

a. Pangsa pasar 

Pangsa pasar adalah bagian dari keseluruhan permintaan suatu barang yang mencerminkan golongan konsumen menurut ciri khasnya, seperti dari tingkat pendapatan, umur, jenis kelamin, pendidikan, dan juga status sosial. Setiap perusahaan memiliki pangsa pasarnya sendiri, dan besarnya berkisar antara 0 hingga 100% dari total penjual seluruh pasar. Menurut Neo-Klasik landasan posisi pasar perusahaan adalah pangsa pasar yang diraihnya. Pangsa pasar dalam praktik bisnis merupakan tujuan/motivasi perusahaan. Perusahaan dengan pangsa pasar yang lebih baik akan menikmati keuntungan dari penjualan produk dan kenaikan harga sahamnya.

b. Konsentrasi 

Konsentrasi atau pemusatan merupakan kombinasi pangsa pasar dari perusahaan-perusahaan oligopoli dimana mereka menyadari adanya saling ketergantungan. Kelompok perusahaan ini terdiri dari 2 sampai 8 perusahaan. Kombinasi pangsa pasar membentuk suatu tingkat pemusatan dalam pasar. Konsentrasi industri digunakan untuk menentukan derajat struktur oligopoli yang terjadi. Pada saat pasar industri lebih berkonsentrasi, secara relatif pasar industri tersebut dapat menciptakan pendapatan yang lebih besar dan pertumbuhan yang lebih cepat sehingga hubungan antara rasio konsentrasi dan pertumbuhan perusahaan adalah positif. Sebaliknya jika rasio konsentrasi turun, pertumbuhan pendapatan cenderung turun. Akan tetapi tidak berarti bahwa industri-industri yang berkonsentrasi tinggi mempunyai pertumbuhan pendapatan yang tinggi.

c. Hambatan untuk masuk 

Hambatan untuk masuk yaitu cara atau usaha dari perusahaan atau para pelaku industri untuk dapat masuk ke dalam pasar, mencakup dari segala sesuatu yang memungkinkan adanya terjadinya penurunan kecepatan pesaing baru. Hambatan untuk masuk ini sangat erat kaitannya dengan persaingan yang lebih potensial oleh para pesaing pendatang baru. Pesaing potensial adalah perusahaan-perusahaan yang berada di luar pasar tetapi mempunyai kekuatan sehingga mungkin saja dapat masuk dan menjadi pesaing yang sebenarnya. Segala sesuatu yang dapat memungkinkan terjadinya penurunan, kesempatan atau kecepatan masuknya pesaing baru merupakan hambatan untuk masuk. Hambatan-hambatan ini mencakup seluruh cara dengan menggunakan perangkat tertentu yang sah (seperti hak paten, dan frachise), seperti kebanyakan hambatan-hambatan ekonomi umum yang lainnya.

Unsur-unsur Struktur Pasar 

Menurut Arsyad dan Kusuma (2014), struktur pasar terdiri dari tujuh unsur, yaitu; jumlah dan besarnya distribusi penjual, jumlah dan besarnya distribusi pembeli, diferensiasi produk, halangan memasuki pasar, struktur biaya, integrasi vertikal dan konglomerasi. Adapun penjelasan dari masing-masing unsur struktur pasar tersebut adalah sebagai berikut:

a. Distribusi penjual 

Pada pasar persaingan sempurna terdapat banyak penjual, dimana tidak ada satu pun perusahaan yang dapat mempengaruhi harga. Perusahaan di pasar persaingan sempurna akan menawarkan produknya dengan harga sama dengan opportunity cost untuk memproduksinya (P = MC). Untuk memaksimalkan keuntungan, perusahaan akan memilih output optimal pada saat MR = MC. Profit perusahaan pada pasar persaingan sempurna, tergantung pada average cost (AC).

b. Distribusi pembeli 

Jumlah dan besarnya pembeli berpengaruh terhadap struktur pasar. Pada industri mebel jumlah pembeli cukup besar sehingga kecil kemungkinan pembeli dapat mengatur harga, namun pada produk yang dibuat atas dasar pesanan (by order) dalam kuantitas yang besar dan berkelanjutan, pembeli dapat menekan harga penjual.

c. Diferensiasi produk 

Pada pasar persaingan sempurna, produk yang dijual adalah homogen, sehingga tidak mengenal diferensiasi. Diferensiasi produk terjadi pada struktur pasar persaingan monopolistik, pasar oligopoli dan pasar monopoli. Diferensiasi bisa terjadi pada kualitas produk yang sama tetapi berbeda warna, rasa dan lainnya, atau jenis produk yang sama tetapi kualitasnya yang berbeda. Diferensiasi produk dapat menciptakan market power, sehingga dapat menurunkan intensitas persaingan.

4. Halangan memasuki pasar 

Hambatan pasar dapat diartikan sebagai hambatan masuk industri, yaitu kondisi dimana perusahaan potensial yang akan atau baru masuk ke dalam suatu industri (new entrants) mengalami kesulitan karena tidak memiliki banyak keunggulan kompetitif sebagaimana dimiliki perusahaan yang sudah ada sebelumnya dalam industri tersebut (existing firms). Fenomena ini dapat terjadi karena faktor alamiah (seperti perbedaan akses teknologi yang digunakan dalam proses produksi atau perbedaan struktur biaya antar perusahaan dalam industri) maupun faktor non-alamiah (seperti berbagai tindakan existing firms yang dirancang untuk mencegah atau menghalangi new entranst untuk bisa masuk ke dalam industri dan kebijakan pemerintah).

5. Struktur biaya 

Struktur biaya ini berhubungan dengan bagaimana perusahaan dapat menciptakan skala ekonomi (economies of scale), lingkup ekonomi (scope economies), maupun perubahan teknologi (technological change) yang dapat memenangkan persaingan akibat operasi perusahaan efisien.

6. Integrasi vertikal 

Tujuan dari integrasi vertikal adalah untuk menjaga hubungan baik perusahaan dengan supplier maupun pembeli dalam rangka penguasaan pasar melalui kekuatan penggabungan ataupun kerja sama yang intensif. Hasil dari integrasi vertikal adalah perusahaan mendapatkan minimasi biaya atau maksimalisasi profit.

7. Konglomerasi 

Konglomerasi bagi perusahaan menunjukkan apakah perusahaan berkonsentrasi pada satu jenis produk ataukah memproduksi berbagai macam produk yang berlainan.

Bentuk-Bentuk Struktur Pasar 

Menurut Case & Fair (2008) dan Sukirno (2010), struktur pasar dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu; pasar persaingan sempurna, pasar monopoli, pasar persaingan monopolistik, dan pasar oligopoli. Adapun penjelasan dari masing-masing jenis struktur pasar tersebut adalah sebagai berikut:

a. Pasar Persaingan Sempurna 

Pasar persaingan sempurna adalah pasar di mana persaingannya berada di level yang paling besar. Ekonom Neo-klasik berpendapat bahwa pasar persaingan sempurna akan menghasilkan hasil terbaik bagi konsumen, dan masyarakat. Dapat dikatakan sempurna karena di dalam pasar penjual sama-sama menjual barang sejenis dan tidak ada persaingan harga di dalamnya serta para penjual dapat bebas keluar masuk pasar karena di dalam pasar persaingan sempurna tidak ada penghalang atau barriers. Pelaku di pasar persaingan sempurna dalam hakikatnya tidak memiliki kemampuan sama sekali untuk menentukan harga pasar. Harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasar yaitu interaksi permintaan dan penawaran.

Pasar persaingan sempurna ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: 

  1. Terdapat banyak perusahaan di pasar. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relatif kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan yang ada di dalam pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit jumlahnya apabila dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut. Sifat ini menyebabkan suatu perusahaan tidak dapat mempengaruhi harga barang yang diperjual belikan di pasar. 
  2. Komoditas yang diperjual belikan adalah homogen. Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak dapat perbedaan yang nyata di antara barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya. 
  3. Perusahaan adalah pengambil harga (price taker). Pengambil harga atau price taker berati suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak menentukan atau mengubah harga pasar. Apapun tindakan perusahaan dalam pasar, tidak akan menimbulkan perubahan terhadap harga pasar yang berlaku. Harga barang dipasar ditentukan oleh interaksi di antara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli. Produsen terlalu kecil peranannya di dalam pasar sehingga tidak dapat mempengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi yang diciptakan seorang produsen merupakan bagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan dan diperjual belikan. 
  4. Pembeli mempunyai informasi yang sempurna tentang keadaan pasar. Dalam pasar persaingan sempurna juga diasumsikan bahwa setiap konsumen mempunyai informasi yang sempurna tentang keadaan pasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga barang yang beraku dipasar, sehingga apabila ada perusahaan (produsen) yang menaikkan harga barang tersebut lebih mahal dari harga yang berlaku dipasar. Akibatnya tidak ada produsen yang menjual barang di atas harga jika tidak mau ditinggalkan oleh konsumennya. 
  5. Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk industri. Produsen yang ada di dalam pasar industri tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya, misalnya perusahaan mengalami kerugian dan ingin meninggalkan industri/pasar tersebut langkah ini dapat dengan mudah dilakukan.

b. Pasar Monopoli 

Berbeda dengan pasar persaingan sempurna, pasar monopoli merupakan kebalikan dari pasar tersebut di dalam pasar monopoli hanya terdapat satu penjual untuk satu jenis barang tertentu. Pada umumnya produsen monopoli memperoleh laba melebihi normal karena adanya hambatan masuk ke dalam pasar serta di dalam pasar monopoli produsen adalah sebagai price maker. Pasar monopoli merupakan suatu pasar, atau industri dimana perusahaan individual memiliki kontrol atas harga output mereka. Semua perusahaan di dalam pasar monopoli sama-sama memiliki satu hal, yaitu menerapkan kekuatan pasar, kemampuan untuk menaikkan harga tanpa kehilangan semua permintaan akan produk mereka.

Pasar monopoli ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: 

  1. Pasar monopoli industri yang terdiri dari satu perusahaan. Pasar monopoli terdiri dari satu perusahaan yang menyebabkan barang dan jasa yang dihasilkan tidak dapat dibeli dari tempat lain. Para pembeli tidak mempunyai pilihan lain kalau mereka menginginkan barang tersebut maka mereka harus membeli dari perusahaan tersebut. 
  2. Tidak mempunyai komoditas pengganti yang mirip dan tidak tergantikan. Barang yang dihasilkan oleh perusahaan tidak monopoli tidak dapat digantikan oleh barang lain. Barang tersebut merupakan satu-satunya jenis barang yang ada dipasar dan tidak terdapat barang mirip (close substitute) yang dapat menggantikan barang tersebut. Aliran listrik adalah contoh dari barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang mirip tidak memungkinkan perusahaan-perusahaan lain untuk masuk industri karena adanya hambatan bersifat ilegal. 
  3. Perusahaan monopoli dapat mempengaruhi penentuan harga. Oleh karena perusahaan monopoli merupakan satu-satunya penjual di dalam pasar, maka ia mempunyai kekuasaan penuh dalam menentukan harga barang yang dijual di pasar. Oleh sebab itu perusahaan monopoli dipandang sebagai penentu harga (price setter). Dengan mengadakan pengendalian terhadap produksi dan jumlah barang ditawarkan perusahaan monopoli dapat menentukan harga pada tingkat yang dikehendakinya.

c. Pasar Persaingan Monopolistik 

Pasar persaingan monopolistik adalah bentuk pasar yang di dalamnya terdapat banyak penjual yang menghasilkan atau menjual produk yang berbeda-beda. Pada dasarnya persaingan monopolistis adalah pasar yang berada di antara pasar persaingan sempurna dan monopoli. Tidak adanya homogenitas produk adalah aspek pokok yang membedakan pasar persaingan sempurna, dan bukan aspek jumlah perusahaan yang ada di dalam pasar, maupun aspek kebebasan bagi perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam pasar.

Pasar persaingan monopolistik ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: 

  1. Adanya diferensiasi produk. Produk suatu perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik berbeda coraknya (differentiatied product) dan secara fisik mudah dibedakan di antara produksi suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya. Di samping perbedaan dalam bentuk fisik barang tersebut, terdapat pula perbedaan-perbedaan dalam pengemasannya, perbedaan dalam pelayanan purna jual, perbedaan cara pembayarannya dan lain-lain. Sebagai akibat dari perbedaan-perbedaan tersebut, maka barang yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik bukanlah barang yang bersifat pengganti sempurna (perfect substitute) terhadap barang yang diproduksi oleh perusahaan lain. 
  2. Terdapat banyak produsen atau penjual. Dalam pasar ini terdapat cukup banyak penjual, namun tidak sebanyak seperti dalam pasar persaingan sempurna. Apabila di dalam pasar sudah terdapat beberapa puluh perusahaan, maka struktur pasar tersebut sudah dapat dikatakan sebagai persaingan monopolistis, yang penting tidak satu pun dari perusahaan-perusahaan tersebut ukuran atau besarnya jauh melebihi dari perusahaan-perusahaan lainnya. Perusahaan dalam pasaran monopolistis mempunyai ukuran yang relatif sama besarnya. Keadaan ini menyebabkan produksi terdapat di dalam industri/keseluruhan pasar. 
  3. Produsen sedikit mempengaruhi harga. Pada persaingan monopolistik berbeda dengan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna, yang tidak mempunyai kekuasaan dalam mempengaruhi harga, perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik dapat mempengaruhi harga, namun demikian pengaruhnya relatif kecil kalau dibandingkan dengan perusahaan oligopoli dan monopoli. Kekuasaan mempengaruhi harga oleh perusahaan monopolistik bersumber dari sifat barang yang berbeda corak.
  4. Produsen dapat keluar masuk pasar. Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat seperti dalam oligopoli dan monopoli. Perusahaan yang akan masuk dan menjalankan usaha di dalam pasar persaingan monopolistik tidak akan banyak mengalami kesukaran. 
  5. Promosi penjualan harus aktif. Harga bukanlah penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan-perusahaan dalam persaingan monopolistik. Suatu perusahaan mungkin menjual barangnya dengan harga relatif tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak langganan. Sebaliknya suatu perusahaan lain mungkin harga barangnya rendah, tetapi tidak banyak menarik langganan. Keadaan seperti ini disebabkan oleh sifat barang yang mereka hasilkan, yaitu barang yang bersifat berbeda corak. Ini menimbulkan daya tarik yang berbeda kepada para pembeli.

d. Pasar Oligopoli 

Oligopoli adalah struktur pasar yang industrinya didominasi oleh sejumlah kecil perusahaan yang saling bersaing. Setiap perusahaan memiliki kekuatan yang cukup besar untuk mempengaruhi harga pasar. Pasar oligopoli adalah pasar yang terdiri dari sekelompok kecil perusahaan. Biasanya struktur dari industri dalam pasar oligopoli terdapat beberapa perusahaan raksasa yang menguasai 70 sampai 80 persen dari seluruh produksi atau nilai penjualan. Beberapa perusahaan yang menguasai pasar sangat mempengaruhi pasar satu sama lain, karena keputusan dan tindakan oleh salah satu dari perusahaan sangat mempengaruhi perusahaan lainnya.

Pasar oligopoli ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: 

  1. Produk homogen atau terdiferensiasi. Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa, tetapi bisa juga terdiferensiasi atau berbeda yang digunakan perusahaan untuk mencapai kekuatan pasar.
  2. Terdapat beberapa perusahaan dalam industri. Dalam pasar oligopoli pelaku di dalamnya hanya terdapat beberapa perusahaan saja, tetapi masing-masing perusahaan cukup besar untuk mempengaruhi harga-harga beberapa perusahaan yang terlibat dalam pasar. 
  3. Memungkinkan perusahaan lain untuk masuk pasar. Produsen yang ada di dalam pasar industri tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya, misalnya perusahaan mengalami kerugian dan ingin meninggalkan industri/pasar tersebut langkah ini dapat dengan mudah dilakukan.

Daftar Pustaka

  • Jaya, W.K. 2001. Ekonomi Industri. Yogyakarta: BPFE.
  • Teguh, Muhammad. 2010. Ekonomi Industri. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  • Hasibuan, Malayu S.P. 1993. Manajemen Sumber Daya Manusia (Dasar dan Kunci Keberhasilan). Jakarta: Haji Masagung.
  • Arsyad, Lincolin dan Kusuma, S.E. 2014. Ekonomika Industri Pendekatan Struktur Perilaku dan Kinerja. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
  • Case dan fair. 2008. Prinsip-prinsip Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
  • Sukirno, Sadono. 2010. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Raja Grasindo Perseda.