Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Self Compassion (Pengertian, Aspek dan Manfaat)

Self compassion adalah kombinasi antara motivasi, afeksi dan kognisi yang menunjukkan keterbukaan individu pada penderitaan yang dialami sehingga peduli pada kebaikan diri, tidak menghakimi kekurangan secara berlebihan, dan memunculkan keinginan untuk menghilangkan kesulitan.

Self Compassion (Pengertian, Aspek dan Manfaat)

Self compassion merupakan sikap memiliki perhatian dan kebaikan terhadap diri sendiri saat menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup ataupun terhadap kekurangan dalam dirinya serta memiliki pengertian bahwa penderitaan, kegagalan, dan kekurangan dalam dirinya merupakan bagian dari kehidupan setiap orang.

Self compassion adalah gabungan antara motivasi, emosi, pikiran dan perilaku kasih sayang yang ditujukan kepada diri terhadap ketidaksempurnaan yang dimiliki dengan penerimaan dan menganggap kekurangan itu sebagai hal wajar yang bisa dialami oleh setiap orang, bukan hanya individu tersebut. Individu dengan self compassion tidak mudah menyalahkan diri bila menghadapi kegagalan, memperbaiki kesalahan, mengubah perilaku yang kurang produktif dan menghadapi tantangan baru.

Berikut definisi dan pengertian self compassion dari beberapa sumber buku: 

  • Menurut Neff (2003), self compassion adalah keterbukaan individu pada penderitaan yang dialami sehingga menimbulkan kepedulian dan kebaikan pada diri, memahami dan tidak menghakimi kekurangan secara berlebihan, serta melihat kondisinya ini sebagai pengalaman yang dialami seluruh kehidupan manusia. 
  • Menurut Hidayati dan Maharani (2013) self compassion adalah kombinasi antara motivasi, afeksi, kognisi dan perilaku yang menunjukkan kasih sayang dalam rangka memunculkan keinginan untuk menghilangkan kesulitan dan pengidapan, dimana kasih sayang tersebut ditujukan kepada dirinya sendiri. 
  • Menurut Meredith dkk (2013), self compassion adalah kepedulian pada dirinya sendiri dan berfokus pada penderitaan, dan belas kasih diri mereka meningkatkan kemampuan untuk regulasi diri sekaligus berhubungan dengan fisik maupun kesejahteraan psikologis individu.

Aspek-Aspek Self Compassion 

Menurut Neff (2015), self compassion terdiri dari tiga aspek yang digambarkan dan dijelaskan sebagai berikut:

Aspek-Aspek Self Compassion

a. Self Kindness vs Self Judgment

Self kindness merupakan komponen yang menerangkan diri berhak untuk mendapatkan kebaikan dan kepedulian bukan dari orang lain melainkan dari diri sendiri. Self kindess membuat individu menjadi hangat terhadap diri sendiri ketika menghadapi rasa sakit dan kekurangan pribadi, memahami diri sendiri dan tidak menyakiti atau mengabaikan diri dengan mengkritik dan menghakimi diri sendiri ketika menghadapi masalah. Self kindness mengafirmasi bahwa diri sendiri pantas mendapatkan cinta, kebahagiaan, dan kasih sayang walaupun dalam kondisi terburuk. Sehingga akan menciptakan kenyamanan, kelembutan, tidak menyakiti atau menghakimi diri sendiri.

Self kindness berlawanan dengan self judgment yang merupakan sikap permusuhan, rendah diri dan kritik terhadap diri sendiri. Self judgment adalah sikap merendahkan dan mengkritik diri sendiri secara berlebihan terhadap aspek-aspek yang ada di dalam diri dan kegagalan yang dialami. Individu yang memiliki self judgment cenderung menolak perasaan mereka, pemikiran, dorongan, dan tindakan-tindakannya. Self judgment terjadi secara natural, sehingga terkadang individu tidak menyadari bahwa dirinya memiliki self judgment yang berasal dari rasa sakit atas kegagalan yang diderita.

b. Common humanity vs Isolation 

Common humanity adalah kesadaran bahwa individu memandang kesulitan, kegagalan, dan tantangan merupakan bagian dari hidup manusia dan merupakan sesuatu yang dialami oleh semua orang, bukan hanya dialami diri sendiri. Common humanity mengaitkan kelemahan yang individu miliki dengan keadaan manusia pada umumnya, sehingga kekurangan tersebut dilihat secara menyeluruh bukan hanya pandangan subjektif yang melihat kekurangan hanyalah milik diri individu. Melalui common humanity seseorang akan mampu melihat sebuah kegagalan atau masalah merupakan bagian dari hidup manusia dan merupakan sesuatu yang harus dialami oleh semua orang, bukan hanya dialami diri sendiri.

Common humanity berlawanan dengan isolation yang merupakan keadaan dimana individu merasa bahwa dirinyalah yang paling sial dan menderita di dunia. Isolation adalah individu yang merasa terpisah dari orang lain karena rasa sakit atau frustrasi yang dideritanya. Individu yang mengalami isolation merasa dirinya sendirian ketika mengalami kegagalan, dan cenderung merasa orang lain dapat mencapai sesuatu dengan lebih mudah dari dirinya. Individu yang mengalami isolation, akan melihat ketidaksempurnaan dan kegagalan adalah sesuatu yang memalukan dan sering kali bersikap menarik diri dan merasakan kesendirian untuk bertahan menghadapi kegagalan atau penderitaan.

c. Mindfulness vs Over Identification

Mindfulness adalah melihat secara jelas, menerima, dan menghadapi kenyataan tanpa menghakimi terhadap apa yang terjadi di dalam suatu situasi. Mindfulness mengacu pada tindakan untuk melihat pengalaman yang dialami dengan perspektif yang objektif. Mindfulness diperlukan agar individu tidak terlalu teridenfikasi dengan pikiran atau perasaan negatif. Konsep dasar mindfullness adalah melihat segala sesuatu seperti apa adanya dalam artian tidak dilebih-lebihkan atau dikurangi sehingga mampu menghasilkan respon yang benar-benar obyektif dan efektif. 

Mindfulness berlawanan dengan Over identification yang merupakan keadaan dimana individu menjadi kehilangan kontrol atas emosinya. Over identification adalah kecenderungan individu untuk terpaku pada semua kesalahan dirinya, serta merenungkan secara berlebihan keterbatasan-keterbatasan yang dimilikinya akibat kesalahan yang telah diperbuat. Timbulnya over identification disebabkan karena individu terlalu fokus pada keterbatasan diri sehingga pada akhirnya menimbulkan kecemasan dan depresi, yang tak jarang menimbulkan penolakan atas pemikiran dan perasaan yang membuat individu menderita.

Manfaat Self Compassion 

Terdapat beberapa manfaat dari self compassion, antara lain yaitu sebagai berikut:

a. Emotional Well Being

Seseorang yang memiliki kecemasan dan depresi yang kecil terkait dengan tingkat self compassion yang tinggi. Kunci dari self compassion adalah kurangnya self criticism, dan self criticism dikenal menjadi prediktor penting dari kecemasan dan depresi. Seseorang yang memiliki self compassion menyadari ketika mereka menderita, baik terhadap diri mereka sendiri, dan mengakui keterhubungan mereka dengan semua orang. Individu yang memiliki Self compassion cenderung mengalami lebih banyak kebahagiaan, optimisme, rasa ingin tahu, dan memberikan pengaruh positif daripada mereka yang tidak memiliki self compassion. 

b. Hubungan interpersonal 

Dalam sebuah studi pada pasangan heteroseksual menunjukkan bahwa para pasangan merasa bahwa pasangan mereka lebih terhubung secara emosional dan lebih menerima dibandingkan kecenderungan untuk mengatur pasangan dan melakukan agresi secara fisik ataupun verbal. Hal ini dapat terjadi karena orang yang memiliki self compassion lebih peduli, mengerti dan mendukung pasangan mereka karena mereka memiliki sumber emosi yang lebih baik daripada pasangannya.

c. Kesehatan 

Orang dengan self compassion peduli dengan diri mereka sendiri dan mereka ingin tetap hidup sehat, mereka memotivasi diri mereka sendiri bukan dengan ketakutan akan pandangan orang lain, melainkan dengan motivasi untuk hidup sehat. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan self compassion memiliki motivasi dari dalam diri sendiri dibandingkan motivasi dari luar diri dan tujuan mereka bukan terkait dengan masalah ego. Wanita dengan tingkat self compassion yang tinggi juga melaporkan memiliki kenyamanan dengan tubuh mereka dan kecemasan yang sedikit terkait evaluasi sosial tentang fisik yang mereka miliki.

Daftar Pustaka

  • Neff, K. 2003. An alternative Conceptualization of a Healthy Attitude Toward Oneself: Self and Identity. Psychology Press. 
  • Neff, K. 2015. Self-Compassion (Stop Beating Yourself Up and Leave Insecurity Behind). Harper Collins eBook.
  • Meredith, L. dkk, 2011. Self Compassion, Self Regulation, and Health. Self and Identity: Psychology Press.
  • Hidayati, F., dan Maharani, R. 2013. Self-compassion (welasasih): Sebuah Alternatif Kkonsep Transpersonal tentang Sehat Spiritual Menuju Diri yang Utuh. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.