Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Celebrity Worship (Pengertian, Penyebab, Aspek, Jenis dan Faktor Pendukung)

Celebrity worship adalah suatu kondisi atau perilaku obsesif adiktif terhadap artis, selebriti, atau orang tertentu, dimana terjadi hubungan satu arah (parasosial) dan kelekatan yang tidak terbalas (secondary attachment), sehingga individu menjadi tertarik dengan kehidupan idolanya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan idolanya tersebut.

Celebrity Worship (Pengertian, Penyebab, Aspek, Jenis dan Faktor Pendukung)

Celebrity worship merupakan suatu hubungan satu arah antara individu dengan artis idola yang memiliki pengaruh besar pada media, sehingga individu menjadi obsesif dan adiktif dengan artis idolanya dan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan artis idolanya tersebut.

Celebrity worship adalah sebutan untuk ketertarikan kuat yang tidak biasa, hal ini bisa ditunjukkan dalam perilaku seperti aktif dalam mencari informasi, mengumpulkan benda yang berhubungan dengan selebriti idolanya atau mencoba bertemu dengan idolanya secara langsung. Semakin tinggi tingkat pemujaan seseorang, maka semakin tinggi pula tingkat keterlibatannya dengan sosok idolanya (celebrity involvement).

Berikut definisi dan pengertian celebrity worship dari beberapa sumber buku: 

  • Menurut Maltby (2004), celebrity worship adalah suatu kondisi senang dengan selebriti atau idola tertentu yang mempengaruhi kehidupan fans dan dapat digambarkan sebagai obsesif terhadap sesuatu. Celebrity worship digambarkan sebagai hubungan parasosial (hubungan satu sisi) di mana seorang individu tahu yang lain, tetapi lainnya tidak.
  • Menurut Frederika dkk (2015), celebrity worship adalah suatu bentuk dari hubungan satu arah yang terjadi pada seseorang dengan artis idolanya dimana seseorang menjadi terobsesi terhadap selebriti. 
  • Menurut Sunarni (2015), celebrity worship adalah sebuah sindrom perilaku obsesif adiktif terhadap artis dan segala sesuatu yang berhubungan dengan artis tersebut. 
  • Menurut Liu (2013), celebrity worship adalah bentuk kekaguman dan rasa cinta yang ditunjukkan kepada sosok selebriti, yang kepribadiannya ditunjukkan secara ideal. Hubungan antara fans dan selebriti idolanya termasuk dari jenis kelekatan sekunder (Secondary attachment) atau kelekatan yang tidak terbalas. 
  • Menurut Lynn, Lange, dan Houran (2002), celebrity worship adalah suatu kondisi dimana individu menjadi terobsesi kepada seorang atau beberapa selebriti serta menjadi tertarik dengan kehidupan pribadi selebriti.

Teori Penyebab Celebrity Worship 

Terdapat beberapa teori yang dikaitkan dengan penyebab terjadinya celebrity worship, yaitu sebagai berikut:

a. Teori belajar sosial Bandura 

Teori ini menjelaskan melalui proses imitasi terhadap perilaku seseorang dapat memberikan pelajaran mana perilaku yang baik dan diterima oleh lingkungan sosial dan mana perilaku yang buruk dan dilarang. Hal ini dapat dipelajari melalui hasil observasi dari perilaku role model yang dipilih, apakah perilaku tersebut membuatnya dihukum ataukah membuatnya mendapat pujian. Worship dan role modeling merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Orang yang melakukan pemujaan terhadap selebriti akan melakukan imitasi perilaku idolanya, ketika mereka menganggap bahwa selebriti tersebut merupakan orang yang sukses.

b. Teori identifikasi 

Pada saat individu berada dalam krisis identitas, seorang remaja mengalami penderitaan karena ketidakyakinan dan bingung terhadap perannya di masa lalu dan masa yang akan datang, dan dengan mengidentifikasi seorang idola hal ini akan membantu dirinya untuk mencari informasi nilai dan mempersiapkan dirinya dalam berperan sebagai orang dewasa. Identifikasi juga dapat mencegah mereka dari kemungkinan ikut serta dalam aktivitas yang tidak berguna atau dilarang.

c. Teori attachment (kelekatan) 

Terdapat dua jenis attachment (kelekatan), yaitu romantic attachment (kelekatan romantis) dan identification attachment. Orang yang memiliki kelekatan romantis yang kuat, akan memimpikan dirinya sebagai pasangan idolanya atau orang yang akan menjadi pasangannya di masa yang akan datang. Di sisi lain, identifikasi attachment merujuk kepada orang-orang yang menjadikan idolanya sebagai perantara. Hal ini diyakini bahwa celebrity worship berfungsi sebagai kompensasi vakum setelah individu memisahkan diri dari orang tuanya. Ini juga yang menyebabkan rasa keintiman jauh (remote intimacy) dan fantasi yang tidak realistis. Fenomena ini dikenal sebagai compensational individuation.

Aspek-Aspek Celebrity Worship 

Menurut Maltby (2004), terdapat tiga aspek yang menjadi karakteristik celebrity worship, yaitu sebagai berikut:

a. Aspek sosial dan hiburan (entertainment-social) 

Aspek ini berisi motivasi yang mendasari pencarian aktif fans terhadap idola. Hal ini biasanya dikaitkan dengan penggunaan media sebagai sarana untuk mencari informasi mengenai idola. Individu menganggap artis idolanya sebagai hiburan sosial. Individu akan tertarik untuk mendapatkan informasi terbaru selebriti, termasuk kehidupan pribadinya. Individu senang membicarakan selebriti idola mereka sebagai wujud ketertarikan mereka terhadap kemampuan yang dimiliki oleh selebriti tersebut.

b. Aspek perasaan pribadi yang intens (intense personal feeling) 

Perasaan pribadi yang intens ini didefinisikan sebagai pemikiran yang dimiliki individu terkait dengan artis idolanya meskipun individu tersebut sedang tidak ingin memikirkan idolanya. Individu memiliki obsesi terhadap segala hal yang berhubungan dengan selebriti idolanya. Penggemar tergolong impulsif dan kompulsif terhadap segala hal yang berhubungan dengan selebriti idolanya. Hal ini menyebabkan fans kemudian menjadi memiliki kebutuhan untuk mengetahui apapun tentang idola tersebut, mulai dari berita terbaru hingga informasi mengenai pribadi idola tersebut.

c. Aspek borderline pathological 

Borderline-pathological ditandai dengan pemikiran individu yang irasional dan tidak terkontrol tentang selebriti idolanya. Individu juga akan rela melakukan apapun termasuk hal ilegal yang diperintahkan oleh selebriti idolanya. Borderline pathological merupakan aspek yang paling ekstrim dimana merupakan tingkatan paling parah dari hubungan parasosial dengan idola. Hal ini dimanifestasikan dalam sikap seperti, kesediaan untuk melakukan apapun demi idola tersebut meskipun hal tersebut melanggar hukum. Fans yang seperti ini tampak memiliki pemikiran yang tidak terkontrol dan menjadi irasional.

Pengukuran Celebrity Worship 

Menurut Lynn, Lange, dan Houran (2002), celebrity worship yang terjadi pada seseorang dapat diukur menggunakan beberapa metode, antara lain yaitu:

  1. Celebrity Attitude Scale (CAS). Alat ukur ini terdiri dari 34 item pertanyaan yang mengukur sejauh mana responden tertarik dan berhubungan dengan kehidupan selebriti favoritnya. CAS berisi 3 subskala yaitu entertainment social, intense personal, dan borderline pathological. 
  2. Parasocial Interaction Scale (PSI). Alat ukur ini terdiri dari 20 item pertanyaan untuk mengukur sejauh mana penonton televisi mengembangkan hubungan parasosial dengan penyiar berita. Analisis faktor menghasilkan faktor tunggal yang menyumbang hampir setengah dari total varian. 
  3. Celebrity Appeal Questionnaire (CAQ). Dalam perspektif multifaktor, Celebrity Appeal Questionnaire (CAQ) bertujuan untuk mengoperasionalkan konstruk-konstruk yang berkaitan dengan daya tarik parasosial. 26 item pada CAQ dijabarkan dalam empat faktor, yaitu daya tarik jenis kelamin, mencontoh tokoh/peran, artis/pemain (entertainer), dan hal-hal yang bersifat mistis. 
  4. Sport Fan Motivation Scale (SFMS). Alat ukur ini terdiri dari 23 item Sport Fan Motivation Scale (SFMS). Analisis faktor menghasilkan 8 penyebab seseorang menjadi fandom olahraga, yaitu self-esteem, pelarian, hiburan, keluarga, hubungan kelompok, estetis, eustress atau kesenangan, dan ekonomi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Celebrity Worship 

Terdapat beberapa faktor yang dianggap mempengaruhi tingkat celebrity worship pada seseorang, antara lain yaitu sebagai berikut: 

  1. Umur. Celebrity worship pada umumnya terjadi pada remaja berusia 11 tahun hingga 17 tahun dan berkurang setelahnya. 
  2. Pendidikan. Celebrity worship biasanya dilakukan oleh orang-orang dengan tingkat inteligensi yang rendah. Orang-orang dengan tingkat inteligensi yang tinggi bisa melihat melalui kepribadian yang dikagumi, atau orang-orang yang inteligensinya tinggi melihat bahwa idola kurang cerdas dibandingkan diri mereka, dan karena itu mereka lebih sedikit mengaguminya. 
  3. Keterampilan sosial. Celebrity worship terjadi pada orang-orang dengan keterampilan sosial yang buruk dan melihat bahwa celebrity worship merupakan pengisi kekosongan yang terjadi dalam hubungan yang nyata. 
  4. Jenis kelamin. Baik laki-laki dan perempuan dapat menyukai idola dengan konteks yang berbeda namun intensitas untuk menyukai idola biasnya lebih tinggi di kaum perempuan. 
  5. Religiusitas. Religiusitas adalah keseluruhan dari fungsi manusia yang meliputi keyakinan, perasaan, dan perilaku yang diarahkan secara sungguh-sungguh dan sadar pada ajaran agamanya. Aspek religiusitas pada faktor ini berhubungan dengan tingkatan religiusitas individu. 
  6. Body image. Celebrity worship juga dipengaruhi oleh body image. seorang selebriti yang memiliki tubuh ideal biasanya menjadi tolak ukur bagi seorang penggemar untuk membentuk tubuh yang ideal seperti artis idolanya.

Daftar Pustaka

  • Maltby, dkk. 2004. Personality and Coping: A Context For Examining Celebrity Worship and Mentalhealth. British Journal of Psychology.
  • Frederika, E., Suprapto, M.H., & Tanojo, K.L. 2015. Hubungan Antara Harga Diri dan Konformitas Celebrity Worship pada Remaja di Surabaya. Jurnal Psikologi, Vol.4, No.1.
  • Sunarni. 2015. Pengaruh Celebrity Worship terhadap Identitas Diri Remaja Usia SMA Di Kota Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
  • Liu, J.K. 2013. Idol Worship, Religiosity, and Self-Esteem among University and Secondary Students in Hong Kong. Discovery SS Student E-journal.
  • Lynn, M., Lange, R., & Houran, J. 2002. Conceptualization and Measurement Celebrity Worship. British Journal of Psychology.