Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sidik Jari (Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi dan Pemeriksaan)

Sidik jari (fingerprint) adalah garis-garis atau guratan-guratan epidermis yang terdapat di kulit ujung jari tangan seseorang. Studi yang mempelajari sidik jari disebut dengan dermatoglifi. Sidik jari merupakan identitas diri seseorang yang bersifat alamiah, tidak berubah, dan tidak sama pada setiap orang. Sidik jari juga merupakan salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan seseorang.

Sidik Jari (Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi dan Pemeriksaan)

Pola sidik jari ditentukan secara genetis oleh beberapa gen (poligenik), sehingga tidak ada pola sidik yang sama antara satu orang dengan yang lainnya (individuality). Sidik jari sifatnya menetap, tidak akan berubah sepanjang hidup kecuali diubah secara kebetulan akibat luka, terbakar, dan penyakit atau penyebab lain yang tidak wajar (perennial nature dan immutability).

Identifikasi sidik jari dikenal dengan istilah daktiloskopi, yaitu ilmu yang memperlajari sidik jari untuk keperluan pengenalan kembali identitas orang dengan cara mengamati garis yang terdapat pada guratan garis jari tangan dan telapak kaki. Sidik jadi menjadi teknologi yang dianggap cukup handal, karena terbukti relatif akurat, aman, mudah dan nyaman untuk dipakai sebagai identitas bila dibandingkan dengan sistem biometri yang lainnya seperti retina mata/DNA.

Karakteristik Sidik Jari 

Teknologi yang menggunakan sidik jari telah terbukti akurat, aman, mudah dan nyaman untuk dipakai sebagai identifikasi. Hal ini dapat dilihat pada sifat karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari, antara lain yaitu sebagai berikut: 

  1. Perennial nature, yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada kulit manusia seumur hidup. 
  2. Immutability, yaitu sidik jari seseorang tidak pernah berubah, kecuali mendapat kecelakaan yang serius. 
  3. Individuality, pola sidik jari adalah unik dan berbeda untuk setiap orang.

Bagian-bagian Sidik Jari 

Klasifikasi bagian-bagian sidik jari pertama kali dikenalkan oleh Galton pada tahun 1892. Menurut Galton pola guratan (sidik jari) berdasarkan jumlah triradius diklasifikasikan dalam tiga bentuk, yaitu:

a. Arch (garis melengkung) 

Pola dermatoglifi yang dibentuk oleh rigi epidermis yang berupa garis-garis sejajar melengkung seperti busur. Bentuk sidik jari ini merupakan bentuk paling sederhana, tidak mempunyai triradius.

Arch (garis melengkung)

Terdapat dua macam pola arch yaitu plain arch dan tented arch, dengan penjelasan sebagai berikut:

  1. Simple arch atau plain arch, yaitu arch yang tidak memiliki triradius. Rangkaian guratan berjalan paralel dari satu sisi ke sisi lain tanpa membuat lengkungan yang curam.
  2. Tented arch, yaitu arch yang memliki satu triradius di aksis tengah distal phalanx. Guratan distal dari triradius biasanya mengarah lurus ke puncak distal phalanx dan guratan lainnya membentuk lengkungan yang meninggi sehingga terbentuk pola seperti tenda (tent).

b. Loop (garis melingkar) 

Pola dermatoglifi berupa alur garis-garis sejajar yang berbalik 180°. Pattern area pada loop dikelilingi radiant atau type line. Pola terdiri dari rangkaian guratan yang berjalan paralel masuk ke pattern area, lalu membelok 180ยบ dan meninggalkan pattern area di sisi yang sama saat guratan itu masuk. Inti (core) loop berbentuk garis lurus seperti tangkai atau kumpulan dua atau lebih guratan yang berjalan paralel dan dilalui guratan lain yang melengkung di atasnya. Loop memiliki satu triradius di bagian lateral distal phalanx.

Loop (garis melingkar)

Terdapat dua macam pola loop, yaitu ulnar loop dan radial loop, dengan penjelasannya adalah sebagai berikut: 

  1. Ulnar loop, yaitu loop yang terbuka atau menghadap ke arah os. Ulnar. Ulnar loop di plantar disebut fibular loop, yaitu loop terbuka ke arah os. Fibula. Pola ini memiliki satu triradius di sisi radial/tibial dari pola. 
  2. Radial loop, yaitu loop yang terbuka atau menghadap ke arah os. Radius. Radial loop di plantar disebut tibial loop, yaitu loop terbuka ke arah os. Tibia. Pola ini memiliki satu triradius di sisi ulnar/fibulal dari pola.

c. Whorl (pusaran) 

Pola dermatoglifi yang dibentuk oleh garis-garis rigi epidermis yang memutar berbentuk pusaran. Patten area pada whorl sama dengan loop yang dikelilingi radiant atau type line. Pola terdiri dari rangkaian guratan yang melingkari inti. Inti (core) whorl berbentuk titik atau guratan pendek, dan memiliki dua atau lebih triradius. Satu triradius terletak pada sisi radial/tibial dan yang lainnya terletak pada sisi ulnar/fibular dari pola.

Whorl (pusaran)

Terdapat empat jenis whorl atau pusaran pada sidik jari, yaitu sebagai berikut: 

  1. Plain whorl atau concentric whorl, yaitu whorl yang berbentuk oval atau konsentris.
  2. Double loop, yaitu dua loop yang terpisah dan keduanya berbentuk spiral mengelilingi inti dengan arah yang berlawanan. 
  3. Central pocket loop whorl, yaitu loop yang di dalamnya terdapat whorl yang lebih kecil. 
  4. Accidental whorl, yaitu pola yang kompleks dan tidak dapat diklasifikasikan ke dalam subtipe di atas.

Sistem Pemeriksaan Sidik Jari 

Pemerikssan sidik jadi dilakukan secara kuantitatif, yaitu dihitung berdasarkan nilai dari frekuensi masing-masing pola sidik. Adapun perhitungan atau rumus kuantitatif pemeriksaan sidik jari adalah sebagai berikut:

a. Total Pattern Intensity (TPI) 

Total Pattern Intensity (TPI) adalah jumlah triradius yang terdapat di seluruh distal phalanx. Arch tidak memiliki triradius, loop memiliki satu triradius, dan whorl memiliki dua triradius, sehingga didapatkan rumus perhitungan sebagai berikut:

Rumus TPI

b. Dankmeijer Index dan Furuhata Index 

Dankmeijer Index adalah pembagian antara arch dan whorl dikalikan 100%. Semakin banyak jumlah whorl dibandingkan dengan jumlah arch, maka nilai Dankmeijer Index semakin kecil dan sebaliknya, semakin banyak jumlah arch dibandingkan dengan whorl, maka nilai Dankmeijer Index semakin besar. Rumus perhitungan Dankmeijer Index yaitu:

Rumus Dankmeijer Index

Furuhata Index adalah pembagian antara whorl dan loop dikalikan 100%. Semakin banyak jumlah loop dibandingkan dengan jumlah whorl, maka nilai Furuhata Index semakin kecil dan sebaliknya, semakin banyak jumlah whorl dibandingkan dengan loop, maka nilai Furuhata Index semakin besar. Rumus perhitungan Furuhata Index yaitu:

Rumus Furuhata Index

c. Total Ridge Count (TRC) 

TRC merupakan jumlah guratan dari seluruh distal phalanx. Penghitungan TRC dilakukan dengan membuat garis yang ditarik dari titik triradius hingga ke core. Perhitungan tidak termasuk titik triradius dan core. Pola whorl memiliki dua triradius, maka yang diperhitungkan adalah sisi yang terbanyak. Pola loop hanya memiliki satu triradius, maka hanya ada satu sisi yang akan dihitung jumlah guratannya, sedangkan pola arch tidak memiliki triradius maka jumlah guratannya tidak dihitung.