Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan Usia Dewasa Madya

Masa dewasa pertengahan (middle age) atau usia madya atau disebut juga setengah baya/paruh baya adalah masa usia antara 40 sampai 60 tahun yang biasanya ditandai oleh adanya perubahan fisik, mental dan minat (Hurlock, 1999). Masa dewasa madya merupakan sebuah masa yang unik karena terjadinya loss and gain balance pada masa tersebut. Losses and gains terjadi seimbang baik pada aspek biologis maupun sosiokultural, seperti pendidikan, karier, dan relationship (Santrock, 2012).

Perkembangan Usia Dewasa Madya

Usia madya merupakan periode yang panjang dalam rentang kehidupan manusia. Bagi sebagian besar orang, masa dewasa madya adalah masa dimana terjadi penurunan keterampilan fisik dan meluasnya tanggung jawab, sebuah periode dimana seorang menjadi lebih sadar mengenai polaritas usia muda dan berkurangnya jumlah waktu yang masih tersisa di dalam hidup.

Kebanyakan tugas perkembangan usia madya adalah mempersiapkan diri bagi penyesuaian yang berhasil terhadap usia tua. Penguasaan tugas-tugas ini penting artinya untuk keberhasilan dan kebahagiaan baik pada usia madya maupun pada tahun-tahun terakhir kehidupan serta pemanfaatan kegiatan pada waktu luang. Menurut Santrock (2012), usia madya merupakan masa kritis dimana  generativitas atau kecenderungan untuk menghasilkan mengalami stagnasi atau kecenderungan untuk tetap berhenti akan dominan.

Karakteristik Dewasa Madya 

Menurut Hurlock (1999), pada rentang usia dewasa madya terdapat beberapa hal yang sering terjadi yang menjadi karakteristik tersendiri, yaitu sebagai berikut:

  1. Usia madya merupakan periode yang sangat ditakuti. Diakui bahwa semakin mendekati usia tua, periode usia madya semakin terasa lebih menakutkan dilihat dari seluruh kehidupan manusia. Oleh karena itu orang-orang dewasa tidak akan mau mengakui bahwa mereka telah mencapai usia tersebut. 
  2. Usia madya merupakan masa transisi. Seperti halnya masa puber, yang merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja dan kemudian dewasa, demikian pula usia madya merupakan masa di mana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku masa dewasanya dan memasuki suatu periode dalam kehidupan yang akan diliputi oleh ciri-ciri jasmani dan perilaku baru.
  3. Usia madya adalah masa stres. Penyesuaian secara radikal terhadap peran dan pola hidup yang berubah, khususnya bila disertai dengan berbagai perubahan fisik, selalu cenderung merusak homeostasis fisik dan psikologis seseorang dan membawa ke masa stres, suatu masa bila sejumlah penyesuaian yang pokok harus dilakukan di rumah, bisnis, dan aspek sosial kehidupan mereka.
  4. Usia madya adalah usia yang berbahaya. Ciri keempat dari usia madya adalah bahwa umumnya usia ini dianggap atau dipandang sebagai usia ini dianggap atau dipandang sebagai usia yang berbahaya dalam rentang kehidupan. 
  5. Usia madya adalah usia canggung. Sama seperti remaja, bukan anak-anak dan bukan juga dewasa, demikian juga pria dan wanita berusia madya bukan muda lagi tapi bukan juga tua. Orang yang berusia madya seolah-olah berdiri di antara Generasi Pemberontak yang lebih muda dan Generasi Warga Senior. 
  6. Usia madya adalah masa berprestasi. Usia madya merupakan masa krisis generativitas (generativity), yaitu kecenderungan untuk menghasilkan maupun stagnasi kecenderungan untuk tetap berhenti akan dominan.
  7. Usia madya merupakan masa evaluasi. Karena usia madya pada umumnya merupakan saat pria dan wanita mencapai puncak prestasinya, maka logislah apabila masa ini juga merupakan saat mengevaluasi prestasi tersebut berdasarkan aspirasi mereka semula harapan-harapan orang lain, khususnya semula dan harapan-harapan orang lain, khususnya anggota keluarga dan teman. 
  8. Usia madya dievaluasi dengan standar ganda. Ciri kedelapan dari usia madya adalah bahwa masa itu dievaluasi dengan standar ganda, satu standar bagi pria dan satu lagi bagi wanita. Walaupun perkembangannya cenderung mengarah ke persamaan peran antara pria dan wanita baik di rumah, perusahaan, perindustrian, profesi maupun dalam kehidupan sosial, namun masih terdapat standar ganda terhadap usia. 
  9. Usia madya merupakan masa sepi. Ciri berikutnya dari usia madya adalah bahwa masa ini dikenal dengan masa sepi (empty nest), masa ketika anak-anak tidak lama lagi tinggal bersama orang tua. Kecuali dalam beberapa kasus di mana pria dan wanita menikah lebih lambat dibandingkan dengan usia rata-rata, atau menunda kelahiran anak hingga mereka lebih mapan dalam karier, atau mempunyai keluarga besar sepanjang masa, usia madya merupakan masa sepi dalam kehidupan perkawinan.
  10. Usia madya merupakan masa jenuh. Banyak atau hampir seluruh pria dan wanita mengalami kejenuhan pada akhir usia tiga puluhan dan empat puluhan. Para pria menjadi jenuh dengan kegiatan rutin sehari-hari dan kehidupan bersama keluarga yang hanya memberikan sedikit hiburan.

Perkembangan Fisik dan Kognitif Dewasa Madya 

Menurut Santrock (2012), perkembangan fisik yang terjadi pada usia dewasa madya antara lain, yaitu sebagai berikut:

a. Perubahan fisik 

Tidak seperti perubahan fisik yang berlangsung di awal masa remaja atau penurunan secara mendadak yang kadang-kadang terjadi di usia lanjut, perubahan fisik yang berlangsung secara bertahap. Perubahan fisik juga mempelajari sejumlah perubahan fisik yang berlangsung di usia dewasa madya seperti, tanda-tanda yang tampak, tinggi dan berat tubuh, kekuatan, sendi, dan tulang, penglihatan dan pendengaran, dan lain-lain.

b. Kesehatan dan penyakit 

Di masa dewasa menengah, frekuensi individu yang mengalami kecelakaan berkurang dan individu tidak lagi terlalu mudah terserang selesma dan alergi seperti ketika kanak-kanak, remaja, atau dewasa awal. Banyak individu yang melalui dewasa menengah tanpa terkena penyakit atau masalah kesehatan yang menetap. Meskipun demikian, penyakit dan masalah kesehatan yang menetap lebih banyak dialami oleh banyak individu yang berada di masa ini.

c. Angka Kematian 

Di usia dewasa madya, banyak kematian disebabkan oleh kondisi tunggal dan sudah dapat diidentifikasi, di mana pada usia tua, kematian lebih sering disebabkan oleh kombinasi efek dari beberapa kondisi kronis. Selama bertahun-tahun penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di masa dewasa madya, diikuti penyakit kanker.

d. Seksualitas 

Perubahan-perubahan seperti apa yang mewarnai seksualitas wanita dan pria ketika mereka memasuki usia dewasa madya, climacteric adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan transisi hidup dewasa madya di mana terjadi kemunduran dalam hal fertilitas.

Selain itu menurut Santrock (2012), pada usia dewasa madya juga mengalami perkembangan kognitif, di antaranya adalah sebagai berikut:

a. Intelegensi 

Crystallized intelegence (akumulasi dari informasi dan keterampilan) akan terus meningkat di usia dewasa madya, sementara fluid intelegence (kemampuan melakukan penalaran abstrak) akan menurun.

b. Pemrosesan Informasi 

Kecepatan pemrosesan informasi yang sering kali diukur dengan kecepatan reaksi akan menurun di masa dewasa madya. Meskipun memori verbal meningkat di usia dewasa madya. Beberapa penelitian  juga menemukan bahwa memori cenderung menurun di usia dewasa madya, jika individu tidak menggunakan strategi secara efektif.

Tugas-Tugas Dewasa Madya 

Menurut Hurlock (1999), tugas-tugas perkembangan pada usia dewasa madya adalah sebagai berikut: 

  1. Tugas yang berkaitan dengan perubahan fisik. Tugas ini meliputi untuk mau melakukan penerimaan akan dan penyesuaian dengan berbagai perubahan fisik yang normal terjadi pada usia madya. 
  2. Tugas yang berkaitan dengan perubahan minat. Orang yang berusia madya sering kali mengasumsikan tanggung jawab warga negara dan sosial, serta mengembangkan minat pada waktu luang yang berorientasi pada kedewasaan pada tempat kegiatan-kegiatan yang berorientasi keluarga yang biasa dilakukan pada masa dewasa ini.
  3. Tugas yang berkaitan dengan penyesuaian kejujuran. Tugas ini berkisar pada pemantapan dan pemeliharaan standar hidup yang relatif mapan. 
  4. Tugas yang berkaitan dengan kehidupan keluarga. Tugas yang penting dalam kategori ini meliputi hal-hal yang berkaitan dengan seseorang sebagai pasangan, menyesuaikan diri dengan orang tua yang lanjut usia, dan membantu anak remaja untuk menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab dan bahagia.

Daftar Pustaka

  • Hurlock, E.B. 1999. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
  • Santrock, John W. 2012. Life Span Development. Jakarta: Erlangga.