Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hubungan Masyarakat (Humas) - Pengertian, Fungsi, Peran, dan Program

Hubungan masyarakat (humas) atau public relations adalah fungsi manajemen untuk menjalin hubungan dengan publik melalui komunikasi dan sarana lain dengan tujuan untuk menumbuhkan saling pengertian dan saling percaya, rasa simpati, memperoleh pengakuan, penerimaan dan dukungan, terhadap setiap kebijakan dan prosedur yang dikeluarkan oleh perusahaan/organisasi. Hubungan masyarakat atau public relations juga dikenal dengan beberapa istilah lain, seperti; public affairs, corporate communications, public informations, corporate relations, corporate affairs, dan investor relations.

Hubungan Masyarakat (Humas) - Pengertian, Fungsi, Peran, dan Program

Public relations adalah seni dan ilmu pengetahuan sosial untuk menganalisis kecenderungan, memprediksi konsekuensi-konsekuensi, menasihati para pemimpin organisasi, dan melaksanakan program-program yang berencana mengenai kegiatan-kegiatan yang melayani baik kepentingan organisasi maupun kepentingan umum. Hubungan masyarakat adalah suatu usaha yang sadar untuk mempengaruhi orang terutama melalui komunikasi, guna berpikir baik terhadap suatu organisasi, menghargainya, mendukungnya dan ikut simpati bersamanya jika mendapat tantangan dan kesukaran.

Humas merupakan salah satu fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut. Melalui humas, manajemen kemudian menjelaskan, mengumumkan, mempertahankan, atau mempromosikannya kebijaksanaannya kepada publik dengan maksud untuk mengukuhkan pengertian dan penerimaan sehingga memperoleh saling pengertian dan itikad baik.

Pengertian Hubungan Masyarakat 

Berikut definisi dan pengertian hubungan masyarakat (humas) atau public relations dari beberapa sumber buku: 

  • Menurut Kasali (1994), hubungan masyarakat adalah fungsi manajemen yang melakukan evaluasi terhadap sikap-sikap publik, mengidentifikasi kebijakan dan prosedur seseorang/sebuah perusahaan terhadap publiknya, menyusun rencana serta menjalankan program-program komunikasi untuk memperoleh pemahaman dan penerimaan publik. 
  • Menurut Cutlip, Center dan Broom (2009), hubungan masyarakat adalah fungsi manajemen yang menilai sikap publik, mengidentifikasikan kebijaksanaan dan tata cara seseorang atau organisasi demi kepentingan publik, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan untuk meraih pengertian dan dukungan publik. 
  • Menurut Jefkins (1992), hubungan masyarakat adalah sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian. 
  • Menurut Muntahar (1985), hubungan masyarakat adalah suatu kegiatan usaha yang berencana yang menyangkut itikad baik, rasa simpati, saling mengerti, untuk memperoleh pengakuan, penerimaan dan dukungan masyarakat melalui komunikasi dan sarana lain (media massa) untuk mencapai manfaat dan kesepakatan bersama. 
  • Menurut Kusumastuti (2004), hubungan masyarakat adalah aktivitas komunikasi dua arah dengan publik (perusahaan/organisasi), yang bertujuan untuk menumbuhkan saling pengertian, saling percaya, dan saling membantu/kerja sama.

Tujuan, Fungsi dan Tugas Hubungan Masyarakat 

Menurut Liliweri (2014), fungsi utama humas adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga/organisasi dengan publik, internal maupun eksternal, dalam menanamkan pengerti, menumbuhkan motivasi, dan partisipasi publik untuk menciptakan iklim pendapat umum (opini publik) yang menguntungkan lembaga (organisasi).

Selain itu humas juga bertujuan untuk memberikan penerangan kepada masyarakat, melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara langsung, dan berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan atau lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya.

Menurut Cutlip, dkk (2009), fungsi humas adalah sebagai berikut:

  1. Memudahkan dan menjamin arus opini yang bersifat mewakili publik-publik suatu organisasi, sehingga kebijaksanaan beserta operasionalisasi organisasi data dipelihara keserasiannya dengan ragam kebutuhan dan pandangan publik-publik tersebut. 
  2. Menasihati manajemen mengenai jalan dan cara menyusun kebijaksanaan dan operasionalisasi organisasi untuk dapat diterima secara maksimal oleh publik. 
  3. Merencanakan dan melaksanakan program-program yang dapat menimbulkan penafsiran yang menyenangkan terhadap kebijaksanaan dan operasionalisasi organisasi.

Sedangkan menurut Rachmadi (1992), tugas pokok humas adalah sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas penyampaian informasi/pesan secara lisan, tertulis atau melalui gambar (visual) kepada publik, sehingga publik mempunyai pengertian yang hal ihwal perusahaan atau lembaga, segenap tujuan serta kegiatan yang dilakukan. 
  2. Memonitor, merekam, dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum/masyarakat. 
  3. Mempelajari dan melakukan analisis reaksi publik terhadap kebijakan perusahaan/lembaga, maupun segala macam pendapat (public acceptance dan non-accaptance). 
  4. Penyelenggaraan hubungan baik dengan masyarakat dan media massa untuk memperoleh penerimaan publik (public favour), pendapat umum (public opinion) dan perubahan sikap.

Peran Hubungan Masyarakat 

Menurut Ruslan (2014), peran humas dalam suatu organisasi atau perusahaan antara lain adalah sebagai berikut:

a. Communicator 

Kemampuan sebagai komunikator baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui media cetak atau elektronik dan lisan (spoken person) atau tatap muka dan sebagainya. Di samping itu, humas juga bertindak sebagai mediator dan sekaligus persuader.

b. Relationship 

Kemampuan peran humas membangun hubungan yang positif antara lembaga yang diwakilinya dengan publik internal dan eksternal. Juga, humas berupaya menciptakan saling pengertian, kepercayaan, dukungan, kerja sama dan toleransi antara kedua belah pihak (manajemen/ pimpinan dan khalayak).

c. Back up Management 

Melaksanakan dukungan manajemen atau menunjang kegiatan lain, seperti manajemen promosi, pemasaran, operasional, personalia dan sebagainya untuk mencapai tujuan bersama dalam suatu kerangka tujuan pokok perusahaan/ institusi atau organisasi.

d. Good Image Maker 

Menciptakan citra atau publikasi yang positif merupakan prestasi, reputasi dan sekaligus menjadi tujuan utama bagi aktivitas public relations dalam melaksanakan manajemen kehumasan membangun citra atau nama baik lembaga atau organisasi dan produk yang diwakilinya.

Selain itu menurut Ruslan (2014), peranan humas dalam suatu organisasi atau perusahaan terbagi menjadi empat kategori, yaitu sebagai berikut:

a. Penasehat ahli (expert prescriber) 

Seorang praktisi pakar public relations yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dan dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya (publik relationship). Hubungan praktisi pakar publik relations dengan manajemen organisasi seperti hubungan antara dokter dan pasiennya. Artinya, pihak manajemen bertindak pasif untuk menerima atau mempercayai apa yang telah disarankan atua usulan dari pakar publik relations (expert prescriber) tersebut dalam memecahkan dan mengatasi persoalan public relations yang tengah dihadapi oleh organisasi bersangkutan.

b. Fasilitator komunikasi (communication fasilitator) 

Dalam hal ini, praktisi publik relations bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya. Dipihak lain, dia juga dituntut mampu menjelaskan kembali keinginan, kebijakan dan harapan organisasi kepada pihak publiknya. Sehingga dengan komunikasi timbal balik tersebut dapat tercipta saling pengertian, mempercayai, menghargai, mendukung dan toleransi yang baik dari kedua belah pihak.

c. Fasilitator proses pemecahan masalah (problem solving fasilitator) 

Peranan praktisi publik relations dalam proses pemecahan persoalan public relations ini merupakan bagian dari tim manajemen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat (adviser) hingga mengambil tindakan eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan profesional. Biasanya dalam menghadapi suatu krisis yang terjadi, maka dibentuk suatu tim posko yang dikoordinir praktisi ahli publik relations dengan melibatkan berbagai departemen dan keahlian dalam satu tim khusus untuk membantu organisasi, perusahaan dan produk yang tengah menghadapi atau mengatasi persoalan krisis tertentu.

d. Teknisi Komunikasi (Communication technician) 

Berbeda dengan tiga peranan praktisi publik relations profesional sebelumnya yang terkait erat dengan fungsi dan peranan manajemen organisasi. Peranan communication technician ini menjadikan praktisi publik relations sebagai journalist in resident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi atau dikenal dengan methode of communication in organization.

Program dan Strategi Pekerjaan Hubungan Masyarakat 

Menurut Widjaja (2008), program-program humas secara umum yang biasa dilaksanakan adalah:

  1. Program pelayanan. Program ini berupa pelayanan data atau informasi baik secara lisan maupun tertulis, termasuk penyelenggaraan display tetap dan pameran 
  2. Program mediator. Program ini berupa penerbitan berbagai media massa, penyelenggaraan konferensi pers, wisata pers, menjawab surat pembaca, menanggapi tajuk rencana yang negatif dan lain-lain. 
  3. Program dokumentator. Program ini berupa pembuatan dokumentasi film, foto rekaman (kaset audio dan video), transkrip pidato dan lain-lain.

Humas berfungsi menciptakan iklim yang kondusif dalam mengembangkan tanggung jawab serta partisipasi antar pejabat humas dan masyarakat (khalayak sebagai sasaran). Menurut Ruslan (2014), terdapat beberapa pendekatan atau strategi humas yang bisa digunakan, antara lain yaitu: 

  1. Strategi operasional. Melalui pelaksanaan program humas yang dilakukan dengan pendekatan kemasyarakatan (sociologi approach), melalui mekanisme sosial kultural dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat dari opini publik atau kehendak masyarakat terekam pada setiap berita atau surat pembaca yang dimuat di media massa.
  2. Pendekatan persuasif dan edukatif. Fungsi humas adalah menciptakan komunikasi dua arah (timbal balik) dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada publiknya yang bersifat mendidik dan memberikan penerangan, maupun dengan melakukan pendekatan persuasif, agar tercipta saling pengertian.
  3. Pendekatan tanggung jawab sosial. Menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial bahwa tujuan dan sasaran yang hendak dicapai tersebut bukan ditujukan untuk mengambil keuntungan sepihak dari publik sasarannya, namun untuk memperoleh keuntungan bersama.
  4. Pendekatan kerja sama. Berupaya membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan berbagai kalangan, baik hubungan ke dalam maupun keluar untuk meningkatkan kerja sama.

Pekerjaan humas dapat dijalankan sesuai dengan perannya apabila proses pelaksanaan sudah sesuai dengan tugas yang ditetapkan. Menurut Widjaja (2008), proses pelaksanaan pekerjaan humas adalah sebagai berikut: 

  1. Menyelidiki dan mendengar (fact finding). Taraf research-listening atau fact finding, meliputi penelitian pendapat, sikap dan reaksi orang-orang atau publik. Di sini dapat diketahui masalah apa yang sedang dihadapi. 
  2. Mengambil ketentuan dan merencanakan (planning). Setelah pendapat, sikap dan reaksi publik dianalisa lalu diintegrasikan atau diserahkan dengan kebijaksanaan dan kegiatan organisasi. Pada taraf ini bisa ditemukan pilihan yang diambil. 
  3. Melaksanakan komunikasi (communicating). Rencana-rencana di atas harus dikomunikasikan dengan semua pihak yang bersangkutan dengan metode yang sesuai. Dalam tahap ini kita Menerangkan (menjelaskan) tindakan yang diambil dan apa alasan jatuhnya pilihan tersebut. 
  4. Penilaian (evaluation). Dinilai segi-segi berhasil dan tidaknya, apa sebab-sebabnya, apa yang sudah dicapai apa resep kemanjurannya dan apa faktor penghambatnya.

Daftar Pustaka

  • Kasali, Rhenald. 1994. Manajemen Publicrelations: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
  • Cutlip, Scott. M., dkk. 2009. Effective Public Relations. Jakarta: Kencana.
  • Jefkins, Frank. 1992. Public Relations. Jakarta: Erlangga.
  • Muntahar, S. 1985. Hubungan Masyarakat: Fungsi dan Peranannya dalam Manajemen. Yogyakarta: Andi Offset.
  • Kusumastuti, Frida. 2004. Dasar-dasar Hubungan Masyarakat. Bogor: Ghalia Indonesia.
  • Liliweri, Alo. 2014. Sosiologi dan Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara
  • Rachmadi, F. 1992. Public Relations dalam Teori & Praktek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Ruslan, Rosady. 2014. Manajemen Publik Relation dan Media Komunikasi (Konsep dan Aplikasi). Jakarta: Raja Grafindo.
  • Tunggal, Amin Widjaja. 2008. Dasar-Dasar Customer Relationship Management (CRM). Jakarta: Harvindo.