Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gempa Bumi - Pengertian, Jenis, Penyebab dan Parameter

Gempa bumi adalah getaran bumi yang terjadi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi. Penyebab gempa bumi dapat berupa dinamika bumi (tektonik), aktivitas gunung api, akibat meteor jatuh, longsoran (di bawah muka air laut), atau ledakan bom di bawah permukaan. Besarnya getaran dapat beragam, mulai dari yang sangat kecil sehingga sulit dirasakan sampai guncangan besar sehingga mampu meruntuhkan bangunan.

Gempa Bumi - Pengertian, Jenis, Penyebab dan Parameter

Gempa bumi terjadi apabila penumpukan energi pada batas lempeng yang bersifat konvergen (bertumbukan), divergen (saling menjauh) dan transform (berpapasan) atau pada sesar (patahan) dan blok batuan tersebut tidak mampu lagi menahan batas elastisitasnya, sehingga akan dilepaskan sejumlah energi dalam bentuk rangkaian gelombang seismic yang dikenal sebagai gempa bumi.

Gempa bumi merupakan salah satu dari berbagai macam bencana alam yang ada di Indonesia yang bilamana penanganan maupun mitigasi yang dilakukan tidak baik akan menimbulkan ancaman korban jiwa maupun korban materi.

Pengertian Gempa Bumi 

Berikut pengertian dan definisi gempa bumi dari beberapa sumber buku:

  • Menurut Arief (2010), gempa bumi adalah getaran asli bersumber di dalam bumi yang kemudian merambat ke permukaan bumi akibat rekahan bumi pecah dan bergeser dengan keras. Penyebab gempa bumi dapat berupa dinamika bumi (tektonik), aktivitas gunung api, akibat meteor jatuh, longsoran (di bawah muka air laut), ledakan bom nuklir di bawah permukaan. 
  • Menurut Noor (2005), gempa bumi adalah getaran bumi yang terjadi sebagai akibat dari terlepasnya energi yang terkumpul secara tiba-tiba dalam batuan yang mengalami deformasi. Besarnya gelombang yang beragam mulai dari yang sangat kecil sehingga sulit dirasakan hingga guncangan yang dahsyat, sehingga mampu meruntuhkan bangunan yang kokoh. 
  • Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan ke segala arah berupa gelombang gempa bumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi.

Jenis-jenis Gempa Bumi 

Berdasarkan sumber penyebabnya, gempa bumi dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu: 

  1. Gempa bumi Vulkanik (gunung api). Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut. 
  2. Gempa bumi Tektonik. Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar ke seluruh bagian bumi. 
  3. Gempa bumi Runtuhan. Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempa bumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal. 
  4. Gempa bumi Buatan. Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Berdasarkan kekuatan atau magnitude (M), gempa bumi dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu: 

  1. Gempa bumi sangat besar dengan magnitude lebih besar dari 8 SR.
  2. Gempa bumi besar magnitude antara 7 hingga 8 SR. 
  3. Gempa bumi merusak magnitude antara 5 hingga 6 SR.
  4. Gempa bumi sedang magnitude antara 4 hingga 5 SR.
  5. Gempa bumi kecil dengan magnitude antara 3 hingga 4 SR. 6. Gempa bumi mikro magnitude antara 1 hingga 3 SR. 
  6. Gempa bumi ultra mikro dengan magnitude lebih kecil dari 1 SR.

Berdasarkan kedalaman sumber gempa bumi (h), gempa bumi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: 

  1. Gempabumi dalam (h > 300 Km). 
  2. Gempabumi menengah (60 < h < 300 Km). 
  3. Gempabumi dangkal (h < 60 Km).

Teori Penyebab Gempa Bumi 

Menurut teori lempeng tektonik, kerak bumi terpecah-pecah menjadi beberapa bagian yang disebut lempeng. Lempeng-lempeng tersebut bergerak dengan arah dan kecepatan berbeda. Pergerakan lempeng ini disebabkan oleh arus konveksi. Lapisan atas bumi terdiri dari lithosfer dan asthenosfer. Lithosfer mempunyai densitas yang lebih besar, mudah patah, dan bersifat kaku. Asthenosfer mempunyai densitas yang lebih kecil dibandingkan lithosfer, bersuhu tinggi dan kental. Akibat gerakan perputaran bumi yang terus-menerus menimbulkan arus pada asthenosfer yang bersuhu tinggi. Arus ini disebut arus konveksi, yang bergerak dari tekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah. Gerakan asthenosfer akan menggerakkan lithosfer yang mengapung di atasnya, akibatnya lithosfer yang berupa lempeng-lempeng akan bergerak.

Teori Lapisan Bumi

Ada tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati(collision) dan saling geser (transform).

Jenis Patahan lempeng di beberapa lokasi dunia

Apabila dua buah lempeng bertumbukan maka daerah batas antara dua lempeng akan terjadi tegangan (stress). Tegangan tersebut terjadi secara terus-menerus dan sedemikian besar sehingga melampaui kekuatan kulit bumi. Hal itu mengakibatkan terjadinya patahan pada kulit bumi di daerah terlemah. Kulit bumi yang patah tersebut akan melepaskan energi untuk kembali ke keadaan semula. Peristiwa pelepasan energi ini disebut gempa bumi.

Peta lempeng dunia

Indonesia merupakan salah satu wilayah yang sangat aktif terhadap gempa bumi, karena terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dan satu lempeng tektonik kecil. Ketiga lempeng tektonik itu adalah lempeng tektonik Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik serta lempeng kecil Filipina. Lempeng Indo-Australia bergerak menyusup di bawah lempeng Eurasia, demikian pula lempeng Pasifik bergerak ke arah barat. Pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia berada di laut merupakan sumber gempa dangkal dan menyusup ke arah utara sehingga di bagian darat berturut-turut ke utara di sekitar Jawa - Nusa tenggara merupakan sumber gempa menengah dan dalam.

Parameter-parameter Gempa Bumi 

Terdapat beberapa parameter gempa bumi, antara lain yaitu: 

  1. Waktu terjadinya gempa bumi. Waktu terjadinya gempa bumi menunjukkan waktu terlepasnya akumulasi energi dari sumber gempa bumi. 
  2. Episentrum (Epicenter). Epicenter merupakan titik di permukaan bumi yang merupakan refleksi tegak lurus dari kedalaman sumber gempa bumi (hiposentrum). Posisi episentrum dibuat dalam sistem koordinat bola bumi atau sistem koordinat geografis dan dinyatakan dalam derajat lintang dan bujur. 
  3. Kedalaman sumber gempa. Kedalaman sumber gempa bumi merupakan jarak yang dihitung tegak lurus dari permukaan bumi. Kedalaman gempa dibagi menjadi tiga zona yaitu dangkal, menengah, dan dalam. 
  4. Magnitudo gempa. Magnitudo gempa merupakan kekuatan gempa bumi yang menggambarkan besarnya energi yang terlepas pada saat gempa bumi terjadi dan merupakan hasil pengamatan seismograf. Satuan yang umum digunakan di Indonesia adalah skala Richter (Richter Scale), yang bersifat logaritmik. Umumnya magnitudo diukur berdasarkan amplitude dan periode fase gelombang tertentu.

Daftar Pustaka

  • Arief, Nur Mustofa. 2010. Gempa Bumi, Tsunami dan Mitigasinya. Jakarta: LIPI.
  • Noor. 2005. Geologi Lingkungan. Yogyakarta : Graha Ilmu.