Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kecerdasan Spiritual (SQ)

Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kemampuan individu dalam mengelola nilai-nilai, norma-norma, dan makna kehidupan. Kecerdasan spiritual merupakan kemampuan untuk mendengarkan hati nuraninya (God Spot). Kecerdasan erat kaitannya dengan kesadaran orang untuk bisa memaknai segala sesuatu dan merupakan jalan untuk bisa merasakan kebahagiaan.

Kecerdasan Spiritual (SQ)

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan kalbu yang berhubungan dengan kualitas batin seseorang. Kecerdasan ini mengarahkan seseorang untuk berbuat lebih manusiawi, sehingga dapat menjangkau nilai-nilai yang luhur yang mungkin belum tersentuh oleh akal pikiran manusia.

Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan hati nurani seseorang sehingga ia mampu memahami perkara yang terjadi dalam hidupnya sehingga dia dapat memandang hidup bukan dari satu sisi saja. Kecerdasan spiritual membuat individu mampu memaknai mozaik kehidupannya dalam setiap kegiatan sebagai ibadah.

Pengertian Kecerdasan Spiritual

Berikut definisi dan pengertian kecerdasan spiritual (SQ) dari beberapa sumber buku:

  • Menurut Zohar dan Marshall (2007), kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. 
  • Menurut Abdullah (2005), kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang membuat seseorang menjadi utuh, sehingga dapat mengintegrasikan berbagai fragmen kehidupan, aktivitas dan keberadaannya. Kecerdasan spiritual memungkinkan seseorang dapat mengetahui apa sesungguhnya dirinya dan organisasinya. Kecerdasan spiritual memungkinkan lahirnya wawasan dan pemahaman untuk beralih dari sisi dalam ke permukaan keberadaan seseorang, tempat seseorang bertindak, berpikir dan merasa. 
  • Menurut Siswanto (2010), kecerdasan spiritual adalah kecerdasan pokok yang dengannya dapat memecahkan masalah-masalah makna dan nilai menempatkan tindakan dalam konteks yang lebih luas, kaya, dan bermakna. Kecerdasan spiritual merupakan sebuah konsep yang berhubungan dengan bagaimana seseorang dalam mengelola dan mendayagunakan makna-makna, nilai-nilai, dan kualitas kehidupan spiritual. 
  • Menurut Tasmara (2001), kecerdasan spiritual adalah kemampuan seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya atau bisikan kebenaran yang meng-ilahi (merujuk pada wahyu Allah) baik buruk dan rasa moral dalam caranya menempatkan diri dalam pergaulan dan dalam cara dirinya mengambil keputusan atau melakukan pilihan-pilihan berempati serta beradaptasi.
  • Menurut Iskandar (2009), kecerdasan spiritual adalah kemampuan individu mengelola nilai-nilai, norma-norma, dan kualitas kehidupan dengan memanfaatkan kekuatan-kekuatan pikiran bawah sadar atau lebih dikenal dengan suara hati (God Spot). 
  • Menurut Agustian (2007), kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.

Fungsi Kecerdasan Spiritual 

Menurut Zohar dan Marshall (2007), kecerdasan spiritual memiliki beberapa fungsi, antara lain yaitu sebagai berikut:

  1. Menumbuhkan otak manusia. SQ telah menyalakan kita menjadi manusia seperti apa adanya sekarang dan memberi kita potensi untuk menyala lagi untuk tumbuh dan berubah serta menjalani lebih lanjut evolusi potensi manusiawi kita. 
  2. Menjadi kreatif. Ketika kita berhadapan dengan persoalan eksistensial yaitu saat kita secara pribadi merasa terpuruk, terjebak oleh kebiasaan, kekhawatiran dan masalah masa lalu akibat penyakit dan kesedihan. Kecerdasan spiritual membuat kita menjadi sadar bahwa kita mempunyai masalah eksistensial dan membuat kita mampu mengatasinya atau setidaknya bisa berdamai dengan masalah tersebut. SQ memberikan suatu ram yang dalam menyangkut perjuangan hidup. 
  3. Menyelesaikan masalah eksistensial. Kita dapat menggunakannya di saat berada diujung masalah eksistensial. Saat yang paling menantang dalam hidup yang berada di luar aturan-aturan yang telah diberikan, melampaui masa lalu dan melampaui sesuatu yang kita hadapi. Ujung adalah suatu perbatasan antara keteraturan dan kekacauan antara mengetahui diri kita dan kehilangan jati diri.
  4. Menjalankan kehidupan beragama. Dengan memiliki kecerdasan spiritual kita menjadi lebih cerdas dalam beragama. SQ membawa kita ke jantung segala sesuatu, ke kesatuan yang berada di balik perbedaan, ke-ekspresi di balik potensi yang nyata. SQ mampu menghubungkan kita dengan makna dan ruh esensial di belakang semua agama besar. Seseorang yang memiliki SQ tinggi mungkin menjalankan agama tertentu, namun tidak berpikir eksklusif, fanatik dan prasangka demikian pula orang ber-SQ tinggi dapat memiliki kualitas spiritual tanpa beragama sama sekali. 
  5. SQ bermanfaat untuk menyatukan hal-hal yang bersifat intrapersonal dan interpersonal, serta menjembatani kesenjangan antara diri dengan orang lain. SQ membuat kita mampu memberikan suatu tempat di dalam dunia kita kepada orang lain dan makna-makna mereka. Bukan hanya itu SQ juga bermanfaat untuk mencapai perkembangan yang lebih baik, karena kita memiliki potensi untuk itu. Kita masing-masing membentuk suatu karakter melalui gabungan antara pengalaman dan visi. Kita lakukan dengan hal-hal lebih besar dan lebih baik. SQ membantu kita menjalankan hidup pada tingkatan makna yang lebih dalam. 
  6. SQ dapat kita gunakan untuk berhadapan dengan masalah baik dan buruk, hidup dan mati, asal-usul sejati, penderitaan dan keputus-asaan manusia. Kita terlalu sering berusaha merasionalkan begitu saja masalah semacam ini. Atau kita hanyut secara emosional atau hancur di dalamnya. Agar kita mempunyai kecerdasan spiritual secara utuh terkadang kita harus mengetahui makna sesungguhnya ketika seseorang lebih memilih untuk putus asa, menderita sakit, kehilangan dan tetap tabah menghadapinya.

Indikator Kecerdasan Spiritual 

Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual, saat menghadapi persoalan dalam hidupnya, tidak hanya dihadapi dengan rasional dan emosional saja, namun akan menghubungkannya dengan makna secara spiritual agar langkah-langkahnya lebih matang dan bermakna dalam kehidupan. Menurut Azzet (2010), orang yang memiliki kecerdasan spiritual yang baik memiliki indikator atau tanda-tanda antara lain yaitu sebagai berikut:

a. Kemampuan Bersikap Fleksibel 

Orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi ditandai dengan sikap hidupnya yang fleksibel atau bisa luwes dalam menghadapi persoalan. Orang yang fleksibel semacam ini lebih mudah menyesuaikan diri dalam berbagai macam situasi dan kondisi. Orang yang fleksibel juga tidak mau dalam memaksakan kehendak dan tak jarang tampak mudah mengalah dengan orang lain. Meskipun demikian, ia mudah untuk bisa menerima kenyataan dengan hati yang lapang.

b. Tingkat Kesadaran Tinggi 

Orang yang mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi berarti ia mengenal dengan baik siapa dirinya. Orang yang demikian lebih mudah mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan keadaan, termasuk dalam mengendalikan emosi. Dalam menghadapi persoalan hidup yang semakin kompleks, tingkat kesadaran yang tinggi ini sangat penting sekali. Tidak mudah baginya untuk putus asa, orang yang semacam ini tidak mungkin mendapatkan julukan sebagai orang yang tidak tahu diri dari orang lain.

c. Kemampuan Menghadapi Penderitaan 

Pada umumnya, manusia ketika dihadapkan dengan penderitaan, akan mengeluh, kesal, marah atau bahkan putus asa. Akan tetapi, orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang baik akan mempunyai kemampuan dalam menghadapi penderitaan dengan baik. Kemampuan menghadapi penderitaan ini didapatkan karena seseorang mempunyai kesadaran bahwa penderitaan ini terjadi sesungguhnya untuk membangun dirinya agar menjadi manusia yang lebih kuat. Ia juga mempunyai kesadaran bahwa orang lain yang lebih menderita darinya ternyata masih banyak. Lebih dari itu, ia juga menemukan hikmah dan makna hidup dari penderitaan yang sedang dihadapinya.

d. Kemampuan Menghadapi Rasa Takut 

Dalam menghadapi rasa takut ini, tidak sedikit dari manusia yang dijangkiti oleh rasa khawatir yang berlebihan bahkan berkepanjangan. Padahal hal yang ditakutkan itu belum tentu terjadi. Takut menghadapi kemiskinan misalnya, bila berlebihan rasa takut itu bisa membuat seseorang lupa terhadap hukum dan nilai. Tidak demikian dengan orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi. Ia bisa menghadapi dan mengelola rasa takut itu dengan baik dan sabar. Kesabaran dalam banyak hal memang bisa bermakna sebagai keberanian seseorang dalam menghadapi kehidupan.

e. Kualitas Hidup yang Diilhami oleh Visi dan Nilai 

Tanda orang yang mempunyai kecerdasan spiritual adalah hidupnya berkualitas karena diilhami oleh visi dan nilai. Visi dan nilai inilah hal yang termasuk bernilai mahal dalam kehidupan seseorang. Visi dan nilai dari seseorang bisa jadi disandarkan kepada keyakinan Tuhan, atau bisa juga berangkat dari visi dan nilai yang diyakininya berangkat dari pengalaman hidup. Visi dan nilai yang dimiliki oleh seseorang bisa membuat hidupnya terarah, tidak goyah ketika menghadapi cobaan, dan lebih mudah dalam meraih kebahagiaan.

f. Enggan Menyebabkan Kerugian yang Tidak Perlu 

Orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang baik akan enggan bila keputusan atau langkah-langkah yang diambilnya bisa menyebabkan kerugian yang tidak perlu. Hal ini bisa terjadi karena ia bisa berpikir lebih selektif dalam mempertimbangkan berbagai hal. Inilah yang sering disebut dalam ilmu manajemen sebagai langkah yang efektif. Berpikir selektif dan menghasilkan langkah yang efektif sebagaimana tersebut penting sekali dalam kehidupan. Di samping bisa menghemat banyak hal, langkah yang demikian akan disukai oleh banyak orang karena tidak membuatnya dalam kerugian.

g. Cenderung Melihat Keterkaitan Berbagai Hal 

Agar keputusan dan langkah yang diambil oleh seseorang dapat mendekati keberhasilan, diperlukan kemampuan dalam melihat keterkaitan dalam berbagai hal. Agar hal yang sedang dipertimbangkan itu menghasilkan kebaikan, sangat perlu melihat keterkaitan antara berbagai hal dalam sebuah masalah. Akan tetapi, tidak semua orang mempunyai kecenderungan untuk melihat keterkaitan berbagai hal dari sebuah kejadian yang sedang dihadapinya. Hanya orang-orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang mampu melakukannya. Dengan demikian, orang tersebut tampak lebih matang dan berkualitas di berbagai hal dalam kehidupannya.

h. Cenderung Bertanya "Mengapa" atau "Bagaimana Jika" 

Pertanyaan "Mengapa" atau "Bagaimana Jika biasanya dilakukan oleh seseorang untuk mencari jawaban yang mendasar. Inilah tanda bagi orang yang mempunyai kecerdasan spiritual tinggi. Dengan demikian, ia dapat memahami masalah dengan baik, tidak secara parsial, dan dapat mengambil keputusan dengan baik pula. Pertanyaan "Mengapa" atau "Bagaimana Jika ini penting agar seseorang tidak terjebak dalam satu masalah. Hal ini juga penting agar seseorang mempunyai kemungkinan sebagai jalan keluar dalam menghadapi suatu masalah dan bisa merencanakan tujuan dengan baik demi mencapai sebuah keberhasilan.

Langkah-langkah Mengembangkan Kecerdasan Spiritual 

Menurut Azzet (2010), berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengembangkan kecerdasan spiritual dalam diri, yaitu sebagai berikut:

a. Membiasakan diri berpikir positif 

Berpikir positif yang paling mendasar untuk dilatihkan pada anak-anak adalah berpikir positif kepada Tuhan yang telah menetapkan takdir bagi manusia. Hal ini penting sekali, di samping agar hubungan dengan Tuhan akan senantiasa dekat, juga memudahkan seseorang menemukan jalan hidupnya. Berpikir positif juga bisa dilatihkan kepada anak-anak dengan cara terus menerus membangun semangat dan rasa optimis dalam menghadapi segala sesuatu. Orang yang mempunyai semangat akan lebih mudah meraih apa yang diinginkannya, termasuk mengatasi segala tantangan dan hambatan yang menghadang karena ia telah berpandangan secara positif terhadap langkah-langkahnya.

b. Memberikan sesuatu yang terbaik 

Orang yang mempunyai misi untuk berbuat baik di hadapan Tuhan akan mempunyai tekad dan semangat yang luar biasa. Orang yang demikian biasanya tidak mudah untuk menyerah sebelum apa yang telah direncanakan berhasil. Apabila seseorang berbuat sesuatu atau bekerja dengan misi untuk memberikan sesuatu yang terbaik untuk Tuhan secara otomatis hasil kerjanya pun berbanding lurus dengan keberhasilan. Apa yang diupayakannya pun bernilai baik di hadapan orang lain karena ia telah bekerja dengan memberikan yang terbaik kepada Tuhannya.

c. Menggali Hikmah di Setiap kejadian 

Kegagalan boleh saja terjadi, namun orang yang memiliki kecerdasan spiritual akan bisa menggali hikmah sehingga dapat menemukan kebaikan dan masih bisa merasakan kebahagiaan. Kemampuan untuk menggali hikmah itu penting sekali agar seseorang tidak terjebak untuk menyalahkan dirinya, atau bahkan menyalahkan Tuhan. Satu hal yang penting untuk dipahami bahwa menggali hikmah dari setiap kejadian itu bisa dilakukan apabila berangkat dari sebuah keyakinan bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya, bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti ada manfaatnya, bahwa sepahit-pahitnya sebuah kejadian pasti bisa ditemukan nilai manisnya.

Daftar Pustaka

  • Zohar, D., & Marshall, I. 2007. Kecerdasan Spiritual (SQ) Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam Berpikir Integralistik dan Holistik Untuk Memaknai Kehidupan. Bandung: Mizan.
  • Abdullah, Mas Udik. 2005. Meledakkan IESQ Dengan Langkah Takwa & Tawakal. Jakarta: Zikrul Hakim.
  • Siswanto, Wahyudi. 2010. Membentuk Kecerdasan Spiritual Anak Pedoman Penting Bagi Orang Tua dalam Mendidik Anak. Jakarta: Amzah.
  • Tasmara, Toto. 2001. Kecerdasan Ruhaniah (Transedental intellegence). Jakarta: Gema Insani.
  • Iskandar. 2009. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.
  • Agustian, A.G. 2007. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ: Emotional Spiritual Quotient berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Jakarta: Arga Publishing
  • Azzet, A.M. 2010. Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Bagi Anak. Jogjakarta: Kata Hati.

PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari KajianPustaka.com, mohon untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Riadi, Muchlisin. (). Kecerdasan Spiritual (SQ). Diakses pada , dari https://www.kajianpustaka.com/2022/03/kecerdasan-spiritual-sq.html