Laba - Pengertian, Unsur, Jenis dan Pertumbuhan

Daftar Isi

Laba adalah imbalan atas kelebihan pendapatan di atas biaya yang diperoleh perusahaan saat menghasilkan barang atau jasa. Laba dihitung dari selisih pendapatan setelah dikurangi biaya beban dan kerugian selama satu periode tertentu. Laba merupakan salah satu pengukur aktivitas operasi dan dihitung berdasarkan atas dasar akuntansi akrual.

Laba - Pengertian, Unsur, Jenis dan Pertumbuhan

Laba merupakan kelebihan total pendapatan dibandingkan total bebannya. Laba diperoleh dari perbedaan antara realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perusahaan pada periode tertentu dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan itu.

Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Setiap perusahaan berusaha untuk memperoleh laba yang maksimal. Laba yang diperoleh perusahaan akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Laba merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka laba diharapkan cukup kaya untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Pengertian Laba 

Berikut definisi dan pengertian laba dari beberapa sumber buku: 

  • Menurut Samryn (2012), laba adalah sumber dana internal yang dapat diperoleh dari aktivitas normal perusahaan yang tidak membutuhkan biaya ekstra untuk penyimpanan dan penggunaannya. 
  • Menurut Harahap (2001), laba adalah kelebihan penghasilan di atas biaya selama satu periode akuntansi. Laba merupakan perbedaan antara realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perusahaan pada periode tertentu dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan itu. 
  • Menurut Suwardjono (2008), laba adalah imbalan atas upaya perusahaan menghasilkan barang dan jasa, sehingga laba merupakan kelebihan pendapatan diatas biaya (biaya total yang melekat kegiatan produksi dan penyerahan barang atau jasa).
  • Menurut Warren, dkk (2005), laba adalah selisih antara uang yang diterima dari pelanggan atas barang atau jasa yang dihasilkan dan biaya yang dikeluarkan untuk input yang digunakan guna menghasilkan barang dan jasa. 
  • Menurut Subramanyam dan Wild (2012), laba adalah selisih pendapatan dan keuntungan setelah dikurangi beban dan kerugian. Laba merupakan salah satu pengukur aktivitas operasi dan dihitung berdasarkan atas dasar akuntansi akrual.

Unsur dan Elemen Laba 

Menurut Yadiati (2007), unsur-unsur laba adalah sebagai berikut:

a. Pendapatan 

Pendapatan adalah aliran masuk atau kenaikan aktiva suatu perusahaan atau penurunan kewajiban yang terjadi dalam suatu periode akuntansi yang berasal dari aktiva operasi dalam hal ini penjualan barang/kredit yang merupakan unit usaha pokok perusahaan.

b. Beban 

Beban adalah aliran keluar atau penggunaan aktiva atau kenaikan kewajiban dalam suatu periode akuntansi yang terjadi dalam aktiva operasi. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.

c. Biaya 

Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan membawa keuntungan masa ini dan masa yang akan datang untuk organisasi. Biaya yang telah kadaluwarsa disebut beban. Tiap periode beban dikurangkan dari pendapatan pada laporan keuangan rugi-laba untuk menentukan laba periode. Biaya adalah aliran keluar (outflows) atau pemakaian aktiva atau timbulnya hutang (kombinasi keduanya) selama satu periode yang berasal dari penjualan atau produksi barang, atau penyerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama suatu entitas.

d. Untung-Rugi 

Untung-Rugi merupakan kenaikan/penurunan ekuitas atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi insidental yang terjadi pada perusahaan dan semua transaksi atau kejadian yang mempengaruhi perusahaan dalam suatu periode akuntansi, selain yang berasal dari pendapatan investasi pemilik.

e. Penghasilan 

Penghasilan adalah hasil akhir penghitungan dari pendapatan dan keuntungan dikurangi beban dan kerugian dalam periode tersebut. Penghasilan (income) adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

Adapun menurut Stice, dkk (2004), laba terdiri dari empat elemen utama, yaitu sebagai berikut: 

  1. Pendapatan (revenue), adalah arus masuk atau peningkatan lain dari aktiva suatu entitas atau pelunasan kewajibannya (atau kombinasi dari keduanya) dari penyerahan atau produksi suatu barang, pemberian jasa, atau aktivitas lain yang merupakan usaha terbesar atau usaha pertama yang sedang dilakukan entitas tersebut. 
  2. Beban (expense), adalah arus keluar atau penggunaan lain dari aktiva atau timbulnya kewajiban (atau kombinasi keduanya) dari penyerahan atau produksi suatu barang, pemberian jasa, atau aktivitas lain yang merupakan usaha terbesar atau usaha pertama yang sedang dilakukan entitas tersebut.
  3. Keuntungan (gain), adalah peningkatan dalam ekuitas atau (aktiva bersih) dari transaksi sampingan atau transaksi yang terjadi sesekali dari suatu entitas dan dari semua transaksi. Kejadian dan kondisi lainnya yang mempengaruhi entitas tersebut, kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi pemilik.
  4. Kerugian (loss), adalah penurunan dalam ekuitas (aktiva bersih) dari transaksi sampingan atau transaksi yang terjadi sesekali dari suatu entitas dan dari semua transaksi. Kejadian dan kondisi lainnya yang mempengaruhi entitas tersebut, kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi pemilik.

Jenis-Jenis Laba 

Menurut Stice, dkk (2004), laba dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

a. Laba kotor (Gross Profit) 

Laba kotor adalah selisih antara pendapatan dari penjualan bersih dan harga pokok penjualan. Laba kotor adalah angka yang penting. Apabila perusahaan tidak memperoleh hasil yang cukup dari penjualan barang atau jasa untuk menutup beban yang langsung terkait dengan barang atau jasa tersebut, perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama pada bisnis tersebut.

b. Laba operasi (Operating Expenses) 

Laba operasi adalah mengukur kinerja operasi bisnis fundamental yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dan didapat dari laba kotor dikurangi beban operasi. Laba operasi menunjukkan seberapa baik perusahaan melakukan aktivitas khusus dari bisnis tersebut, terlepas dari kebijakan pendanaan dan manajemen pajak penghasilan yang ditangani pada level pusat. Laba Operasional merupakan hasil dari aktivitas-aktivitas yang termasuk rencana perusahaan kecuali ada perubahan-perubahan besar dalam perekonomiannya, dapat diharapkan akan dicapai setiap tahun. Oleh karenanya, angka ini menyatakan kemampuan perusahaan untuk hidup dan mencapai laba yang pantas sebagai jasa pada pemilik modal.

c. Laba sebelum pajak (EBIT - Earning Before Tax) 

Laba sebelum pajak merupakan pendapatan yang diperoleh perusahaan secara keseluruhan sebelum pajak perseroan yaitu perolehan dari laba operasi dikurangi atau ditambah. Laba sebelum dikurangi pajak merupakan laba operasi ditambah hasil dan biaya di luar operasi biasa. Bagi pihak-pihak tertentu terutama dalam hal pajak, angka ini adalah yang terpenting karena jumlah ini menyatakan laba yang pada akhirnya dicapai perusahaan. 

d. Laba bersih setelah pajak (Net Profit) 

Laba bersih setelah pajak merupakan laba bersih setelah ditambah atau dikurangi dengan pendapatan dan biaya non operasi dan dikurangi laba perseroan. Laba Bersih adalah laba setelah dikurangi berbagai pajak. Laba dipindahkan ke dalam perkiraan laba ditahan. Dari perkiraan laba ditahan ini akan diambil sejumlah tertentu untuk dibagikan sebagai Deviden kepada para pemegang saham.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laba 

Menurut Angkoso (2006), terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar kecilnya laba yang diterima sebuah perusahaan, yaitu: 

  1. Besarnya perusahaan. Semakin besar suatu perusahaan, maka ketepatan pertumbuhan laba yang diharapkan semakin tinggi. 
  2. Umur perusahaan. Perusahaan yang baru berdiri kurang memiliki pengalaman dalam meningkatkan laba, sehingga ketepatannya masih rendah. 
  3. Tingkat leverage. Bila perusahaan memiliki tingkat hutang yang tinggi, maka manajer cenderung memanipulasi laba sehingga dapat mengurangi ketepatan pertumbuhan laba. 
  4. Tingkat penjualan. Tingkat penjualan di masa lalu yang tinggi, semakin tinggi tingkat penjualan di masa yang akan datang sehingga pertumbuhan laba semakin tinggi.
  5. Perubahan laba masa lalu. Semakin besar perubahan laba masa lalu, semakin tidak pasti laba yang diperoleh di masa mendatang.

Perubahan dan Pertumbuhan Laba 

Menurut Nurhadi (2011), pertumbuhan laba adalah persentase kenaikan laba yang dapat dihasilkan perusahaan dalam bentuk laba bersih. Pertumbuhan laba digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan. Pertumbuhan laba perusahaan yang baik mencerminkan bahwa kondisi kinerja perusahaan juga baik, jika kondisi ekonomi baik pada umumnya pertumbuhan perusahaan baik.

Perubahan laba merupakan kenaikan atau penurunan laba per-tahun. Perubahan laba dipengaruhi oleh perubahan komponen-komponen dalam laporan keuangan misalnya perubahan penjualan, perubahan harga pokok penjualan, perubahan beban operasi, perubahan beban bunga dan perubahan pajak penghasilan. Perubahan laba yang baik yaitu mengisyaratkan bahwa perusahaan mempunyai keuangan yang baik yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan.

Selain itu pertumbuhan atau perubahan laba juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor luar seperti adanya peningkatan harga akibat inflasi, nilai tukar rupiah, kondisi ekonomi, kondisi politik suatu negara dan adanya kebebasan manajerial yang memungkinkan manajer memilih metode akuntansi dan membuat estimasi yang dapat meningkatkan laba.

Pertumbuhan atau perubahan laba dihitung dengan cara mengurangkan laba bersih tahun ini dengan laba bersih tahun lalu kemudian dibagi dengan laba bersih tahun lalu. Laba yang dimaksud adalah laba EAT (Earning After Tax), yaitu laba bersih setelah pajak. Untuk mengetahui perubahan laba yang terjadi pada perusahaan akan digunakan rumus sebagai berikut:

Rumus Pertumbuhan dan Perubahan Laba

Dimana: 

?Y = Perubahan laba tahun ke-n
Y = Laba sebelum pajak
n = Tahun ke-n

Daftar Pustaka

  • Samryn, L.M. 2012. Akuntansi Manajemen Informasi Biaya untuk Mengendalikan Aktivitas Operasi dan Investasi. Jakarta: Kencana Prenada Media.
  • Harahap, S.S. 2001. Teori Akuntansi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  • Suwardjono. 2008. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta: BPFE.
  • Subramanyam, K.R. dan Wild, J.J. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
  • Warren, C.S., Reeve, J.M., dan Fees, P.E. 2005. Pengantar Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
  • Yadiati, Winwin. 2007. Teori Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta: Kencana.
  • Stice, E.K., dkk. 2004. Intermediate Accounting. Jakarta: Salemba Empat.
  • Angkoso. 2006. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI. Medan: Universitas Sumatera Utara.
  • Nurhadi. 2011. Pengaruh Perputaran Aktiva Terhadap Pertumbuhan Laba Industri Rokok yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Surabaya: Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.