Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC)

Model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang terdiri dari dua kelompok siswa yang berpasangan membentuk dua lingkaran, yaitu lingkaran luar dan lingkaran dalam yang kemudian saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan. Melalui model pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan, kedisiplinan dan ketertiban serta menumbuhkan kemampuan berpikir mandiri.

Model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC)

Pembelajaran lingkaran dalam-lingkaran luar (Inside-Outside Circle) merupakan model pembelajaran kooperatif yang dirancang khusus secara berkelompok agar mengasah keterampilan berkomunikasi siswa. Melalui model pembelajaran ini, anak dapat bekerja sama dengan pasangan yang berbeda tanpa mengabaikan tanggung jawab tugas individu yang diberikan untuk menyelesaikan tugas demi tercapainya tujuan bersama dengan cara saling berbagi informasi dalam waktu yang bersamaan menggunakan desain lingkaran kecil dan lingkaran besar.

Model pembelajaran Inside Outside Circle pertama kali dikenalkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1990. Menurut Kagan, dengan model pembelajaran inside outside circle diharapkan siswa dapat saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Kelebihan penggunaan model inside outside circle adalah siswa akan mudah mendapatkan informasi yang berbeda-beda dan beragam dalam waktu bersamaan. Sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan ruang kelas yang besar, terlalu lama sehingga tidak konsentrasi dan disalahgunakan untuk bergurau, dan rumit untuk dilakukan.

Pengertian Model Pembelajaran Inside Outside Circle 

Berikut definisi dan pengertian model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) dari beberapa sumber buku:

  • Menurut Slameto (2010), inside outside circle adalah salah satu bentuk cooperative learning yang bertujuan untuk melatih peserta didik belajar mandiri dan belajar berbicara, menyampaikan informasi kepada orang lain. Selain itu juga melatih kedisiplinan dan ketertiban peserta didik, serta menumbuhkan kemampuan berpikir mandiri. 
  • Menurut Ngalimun (2012), inside outside circle adalah model pembelajaran dengan sistem lingkaran kecil dan lingkaran besar dimana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Karena model ini memberikan kesempatan yang luas kepada siswa untuk bisa saling berbagai informasi pada saat yang bersamaan. 
  • Menurut Lie (2008), inside outside circle adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang terdiri dari dua kelompok siswa yang berpasangan membentuk lingkaran. Lingkaran ini ada dua bagian, yaitu lingkaran luar dan lingkaran dalam. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran luar dan dalam berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan. 
  • Menurut Djamarah (2010), inside outside circle adalah salah satu cara mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif serta menyenangkan. Teknik mengajar lingkaran kecil - lingkaran besar (Inside Outside Circle) memberikan kesempatan pada siswa agar saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan untuk semua tingkatan usia anak didik dan sangat disukai, terutama oleh anak-anak. 
  • Menurut Hamzah (2008), inside outside circle adalah model pembelajaran yang menepatkan siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara singkat dan teratur dengan pola lingkaran dalam dan lingkaran luar. Melalui penerapan model pembelajaran Inside Outside Circle diharapkan mampu menumbuhkan keaktifan dan kedisiplinan belajar siswa dalam proses pembelajaran.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Inside Outside Circle 

Pembentukan Kelompok Inside Outside Circle

Menurut Shoimin (2014), langkah-langkah model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) adalah sebagai berikut: 

  1. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3 sampai 4 orang. 
  2. Tiap-tiap kelompok mendapatkan tugas mencari informasi berdasarkan pembagian tugas dari guru.
  3. Setiap kelompok belajar mandiri mencari informasi berdasarkan tugas yang diberikan. 
  4. Setelah selesai, seluruh siswa berkumpul saling membaur (tidak berdasarkan kelompok). 
  5. Separuh kelas (atau seperempat jika jumlah siswa terlalu banyak) berdiri membentuk lingkaran kecil. Mereka berdiri melingkar dan menghadap ke luar. 
  6. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran yang pertama. Dengan kata lain, mereka berdiri menghadap ke dalam dan berpasangan dengan siswa yang berada di lingkaran dalam. 
  7. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan lingkaran besar berbagi informasi. Siswa yang berada di lingkaran kecil memulai. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan. 
  8. Kemudian siswa yang berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah perputaran jarum jam. Dengan cara ini, masing-masing siswa mendapatkan pasangan yang baru untuk berbagi. 
  9. Sekarang giliran siswa yang berada di lingkaran besar yang membagikan informasi. Demikian seterusnya sampai seluruh siswa selesai berbagai informasi.
  10. Pergerakan baru dihentikan jika anggota kelompok lingkaran dalam dan luar sebagai pasangan asal bertemu kembali.

Adapun menurut Habidi, dkk (2017), langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) yaitu: 

  1. Siswa membentuk pasangan. Satu siswa dari setiap pasangan bergerak untuk membentuk satu lingkaran besar di kelas yang menghadap ke luar.
  2. Siswa yang tersisa menemukan dan menghadapi pasangan mereka (kelas sekarang berdiri dalam dua lingkaran konsentris).
  3. Di dalam lingkaran, siswa mengajukan pertanyaan dari kartu pertanyaan mereka; siswa luar lingkaran menjawab. Di dalam lingkaran siswa memuji atau melatih. (Alternatif: Guru mengajukan pertanyaan dan menunjukkan siswa dalam atau luar untuk menjawab pasangan mereka).
  4. Mitra berganti peran: Siswa luar lingkaran bertanya, mendengarkan, lalu memuji atau melatih.
  5. Kartu pertanyaan dagang mitra.
  6. Di dalam lingkaran, siswa memutar searah jarum jam ke mitra baru. (Guru dapat memanggil nomor rotasi: "Rotate Three Ahead". Kelas dapat melakukan "choral count" saat mereka berputar).

Sedangkan menurut Handayani (2019), tahapan dalam proses pembelajaran menggunakan metode Inside Outside Circle (IOC) adalah:

  1. Buat kelompok 6 atau lebih (½ kelompok lingkaran di dalam ½ kelompok lingkaran di luar). 
  2. Tempatkan siswa dalam dua lingkaran - satu lingkaran di dalam yang lain.
  3. Siswa saling berhadapan di antara lingkaran. 
  4. Letakkan pertanyaan di papan tulis. 
  5. Minta siswa untuk memikirkannya; memungkinkan waktu tunggu yang wajar. 
  6. Kemudian katakan, "Orang di dalam, beri tahu orang di luar bagaimana Anda akan berusaha menyelesaikannya"
  7. Ketika Anda selesai berbagi, katakan, "lulus", dan kemudian orang luar akan berbagi atau memperluas pemikiran orang dalam selama 1 menit. 
  8. Setelah selesai, orang luar memutar satu langkah ke kiri atau ke kanan. 
  9. Sekarang mereka siap untuk pertanyaan selanjutnya.

Kelebihan dan Kekurangan Inside Outside Circle 

Setiap model pembelajaran biasanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing begitu juga dengan model pembelajaran inside-outside circle. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan model pembelajaran inside outside circle:

a. Kelebihan Inside Outside Circle 

Kelebihan atau keunggulan model pembelajaran Inside Outside Circle adalah:

  1. Dapat melatih siswa berani untuk menyampaikan informasi, pendapat, gagasan, sanggahan. 
  2. Melatih siswa belajar mandiri, tertib dan teratur. 
  3. Dapat memperoleh informasi yang berbeda pada waktu yang bersama.
  4. Meningkatkan partisipasi siswa dan meningkatkan pembelajaran yang menyenangkan, belajar tidak harus di dalam kelas.
  5. Peserta didik akan memperoleh bermacam-macam informasi dalam waktu yang sama. 
  6. Kegiatan ini dapat membangun sifat kerja sama antar siswa.
  7. Melatih siswa untuk berkomunikasi sesamanya.

b. Kekurangan Inside Outside Circle 

Kekurangan atau kelemahan model pembelajaran Inside Outside Circle adalah: 

  1. Sebaiknya pada pelaksanaan metode ini di lakukan di luar kelas agar dapat membangun suasana belajar yang lebih rileks, dan menyenangkan. 
  2. Sebelum melaksanakan metode ini dilakukan pemberitahuan atau pengarahan terlebih dulu bahwa akan menerapkan metode ini kepada siswa, agar siswa tidak merasa canggung.  
  3. Penjelasan yang secara rinci pelaksanaan metode ini. 
  4. Hendaknya dalam pelaksanaan metode ini tidak dilaksanakan secara riil tetapi memiliki variasi beberapa cangkokan metode lain agar lebih menarik dan variatif.

Daftar Pustaka

  • Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Ngalimun. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Banjarmasin: Aswaja Pressindo.
  • Lie, Anita. 2008. Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo
  • Djamarah, S.B. 2010. Guru & Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Hamzah, B. Uno. 2008. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran INOVATIF dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA.
  • Habidi, Widiati, U., dan Soetjipto, B.E. 2017. Peningkatan Keterampilan Berkomunikasi dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Quiz-Quiz Trade dan Inside Outside CIRC. Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Kerjasama Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud.
  • Handayani, N.P. 2019. Modifikasi Metode Pembelajaran Matematika Inside Outside Circle dengan Strategi Pembelajaran Tugas dan Paksa. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kaluni.
PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari KajianPustaka.com, mohon untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Riadi, Muchlisin. (). Model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC). Diakses pada , dari https://www.kajianpustaka.com/2022/03/model-pembelajaran-inside-outside.html