Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komunikasi Kelompok

Komunikasi kelompok adalah interaksi dan komunikasi yang terjadi antara tiga orang atau lebih dengan tujuan untuk berbagi informasi, mengembangkan gagasan atau memecahkan masalah baik secara formal maupun informal. Komunikasi kelompok dapat berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok kecil seperti dalam rapat, pertemuan, diskusi dan sebagainya.

Komunikasi Kelompok

Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua. Komunikasi kelompok dibangun atas dasar kumpulan orang-orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Melalui komunikasi kelompok pula akan terjadi proses pengenalan pola-pola interaksi antar individu dengan titik berat tertentu, misalnya pengambilan keputusan.

Komunikasi kelompok digunakan untuk saling bertukar informasi, menambah pengetahuan, memperteguh atau mengubah sikap dan perilaku, mengembangkan kesehatan jiwa, dan meningkatkan kesadaran. Peran Komunikasi Kelompok bukan hanya sebagai sarana atau alat pertukaran informasi saja, melainkan memiliki puluhan peran yang sejalan dengan tujuan dari dibentuknya sebuah kelompok. Tujuan dibentuknya sebuah kelompok secara tidak langsung sebenarnya akan menjadi tujuan dari komunikasi kelompok itu sendiri.

Pengertian Komunikasi kelompok 

Berikut definisi dan pengertian komunikasi kelompok dari beberapa sumber buku: 

  • Menurut Effendy (2003), komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara seseorang komunikator kepada sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua orang. Karena apabila komunikasai seseorang atau dua orang itu termaksud komunikasi antar pribadi.
  • Menurut Wiryanto (2005), komunikasi kelompok adalah interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. 
  • Menurut Rosmawaty (2010), komunikasi kelompok adalah komunikasi dalam kelompok kecil orang, dengan tujuan antara lain untuk berbagi informasi, membantu mengembangkan gagasan bahkan membantu untuk memecahkan masalah, baik secara formal maupun tidak formal.
  • Menurut Sendjaja (2004), komunikasi kelompok adalah interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagi informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.

Fungsi Komunikasi Kelompok 

Menurut Bungin (2009), komunikasi kelompok memiliki beberapa fungsi, antara lain yaitu sebagai berikut: 

  1. Fungsi menjalin hubungan sosial. Fungsi ini menjelaskan bagaimana kelompok tersebut dapat membentuk dan memelihara hubungan antara para anggotanya dengan memberikan kesempatan melakukan berbagai aktivitas rutin yang informal, santai, dan menghibur. 
  2. Fungsi pendidikan. Fungsi ini untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan semua anggota kelompok, baik pengetahuan yang bersifat umum maupun khusus, maupun pengetahuan yang berkaitan dengan kepentingan kelompok maupun anggotanya. Melalui fungsi pendidikan ini, kebutuhan-kebutuhan dari para anggota kelompok, kelompok itu sendiri bahkan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. 
  3. Fungsi persuasi. Dalam fungsi ini, seorang anggota berusaha mempersuasikan anggota kelompok lainnya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang di inginkannya. Seseorang yang terlibat dalam usaha usaha persuasif di dalam kelompoknya memiliki risiko untuk tidak diterima oleh anggota kelompoknya yang lain, apabila hal yang di usulkannya tersebut bertentangan dengan norma norma kelompoknya, maka justru dia dapat menyebabkan konflik di dalam kelompok dan dapat membahayakan posisinya di dalam kelompok tersebut. 
  4. Fungsi pemecahan masalah dan pembuatan keputusan. Pemecahan masalah (problem solving) berkaitan dengan penemuan alternatif atau solusi yang tidak diketahui sebelumnya, sedangkan pembuatan keputusan (decision making) berhubungan dengan pemilihan antara dua atau lebih solusi. Jadi, pemecahan masalah menghasilkan materi atau bahan untuk pembuatan keputusan.
  5. Fungsi terapi. Fungsi ini hanya ada pada kelompok tertentu saja yang memang memiliki tujuan untuk membantu menerapi para anggota kelompok agar mencapai perubahan personal sebagai mana yang diinginkan.

Unsur-unsur Komunikasi Kelompok 

Menurut Goldberg (2006), komunikasi kelompok memiliki unsur-unsur dan proses sebagai berikut:

a. Komunikator (Sender) 

Komunikator merupakan orang yang mengirimkan pesan yang berisi ide, gagasan, opini dan lain-lain untuk disampaikan kepada seseorang (komunikan) dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Anggota dan pengurus dalam suatu kelompok atau komunitas bisa menjadi komunikator ketika mereka melakukan proses komunikasi dalam proses tersebut.

b. Pesan (Message) 

Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif jika diorganisir secara baik dan jelas. Materi pesan yang disampaikan dapat berupa informasi, ajakan, rencana kerja, pertanyaan dan lain sebagainya. Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain.

c. Media (Channel) 

Media adalah alat untuk menyampaikan pesan seperti TV, radio, surat kabar, papan pengumuman, telepon dan media jejaring sosial. Media yang terdapat dalam komunikasi kelompok bermacam-macam jenis, seperti; rapat, seminar, pameran, diskusi panel, workshop dan lain-lain. Media dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang disampaikan, jumlah penerima pesan, dan situasi.

d. Mengartikan kode atau isyarat 

Setelah pesan diterima melalui indra (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima pesan harus dapat mengartikan simbol atau kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dapat dimengerti atau dipahami. Komunikasi kelompok mempunyai suatu simbol, kode atau isyarat tersendiri yang menjadi ciri khas suatu kelompok yang hanya dimengerti oleh kelompok atau komunitas itu sendiri.

e. Komunikan 

Komunikan adalah orang yang menerima pesan yang dapat memahami pesan dari si pengirim meskipun dalam bentuk kode atau isyarat tanpa mengurangi arti atau pesan yang dimaksud oleh pengirim. Dalam komunikasi kelompok komunikan bertatap muka dan bertemu langsung dengan komunikatornya. Sehingga seseorang bisa berkomunikasi secara langsung.

f. Respon 

Respon adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun non verbal. Tanpa respon seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap si penerima pesan. Respon bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan di antara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.

g. Gangguan 

Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya.

Aspek-aspek Dalam Komunikasi Kelompok 

Menurut Cartwright dan Zander (1968), aspek-aspek yang terdapat dalam komunikasi kelompok antara lain yaitu: 

  1. Pelaku komunikasi dalam komunikasi kelompok. Pelaku komunikasi yaitu siapa yang berperan sebagai sumber atau dapat dikatakan pula sebagai penyampai pesan. Peranan sumber tersebut adalah siapa yang menyampaikan informasi kepada para anggota kelompok lain dan penyampai informasi apa saja yang dianggap penting bagi kelangsungan kelompok.
  2. Pesan-pesan yang dipertukarkan dalam komunikasi kelompok. Pesan adalah apa yang dikomunikasikan oleh sumber kepada penerima. Pesan merupakan seperangkat simbol verbal dan nonverbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan, atau maksud sumber tadi. 
  3. Interaksi yang terjadi di dalam proses komunikasi kelompok. Interaksi adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia dimana perilaku individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu lain atau sebaliknya. Dalam interaksi, apabila seseorang tertarik pada orang lain, maka ia akan memberikan feedback atau timbal balik dari komunikasi yang dilakukan orang lain. Sebaliknya, jika seseorang tidak tertarik, maka dia tidak akan memberikan interaksi timbal balik kepada orang lain tersebut. Dengan demikian unsur ketertarikan seseorang akan ikut menentukan terjadinya interaksi. 
  4. Kohesivitas yang terjadi di dalam proses komunikasi kelompok. Kohesi kelompok adalah bagaimana anggota kelompok saling menyukai dan saling mencintai satu sama lain. Tingkatan kohesivitas akan menunjukkan seberapa baik kekompakan dalam kelompok yang bersangkutan. 
  5. Norma kelompok yang diterapkan. Norma di dalam kelompok mengidentifikasikan anggota kelompok itu berperilaku. Penyesuaian anggota kelompok dengan norma tersebut adalah bagian dari harga yang harus dibayar sebagai hasil dari diterima menjadi anggota kelompok tersebut.

Proses dan Tahapan Komunikasi Kelompok 

Menurut Goldberg (2006), tahapan atau proses yang terjadi dalam komunikasi kelompok terbagi ke dalam empat fase, yaitu sebagai berikut:

a. Fase 1: Orientasi 

Dalam fase ini, anggota masih dalam taraf perkenalan, para anggota masih belum dapat memastikan seberapa jauh ide-ide mereka akan dapat diterima oleh anggota lain. Pernyataan dalam fase ini masih bersifat sementara dan pendapat-pendapat yang dikemukakan secara hati hati. Komentar dan interpretasi yang meragukan cenderung memperoleh persetujuan dalam fase ini dibandingkan dengan fase-fase yang lain. Ide-ide yang dilontarkan tanpa banyak menggunakan fakta pendukung.

b. Fase 2: Konflik 

Fase ini mulai muncul adanya ketidak-setujuan yang ditunjukkan masing-masing anggota sehingga menimbulkan suatu pertentangan. Dalam fase in dukungan dan penafsiran meningkat, pendapat semakin tegas dan komentar yang meragukan berkurang. Usulan keputusan yang relevan seolah-olah sudah dapat ditentukan dan anggota kelompok mulai mengambil sikap untuk berargumentasi, baik itu sikap yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan terhadap usulan-usulan tersebut. Dalam fase ini koalisi pun terbentuk, anggota mulai membentuk gang-gang tertentu sehingga terjadi suatu konflik.

c. Fase 3: Timbulnya sikap-sikap baru 

Konflik yang terjadi dan komentar yang berkurang dalam fase ini, anggota-anggota kelompok tidak lagi membela diri secara gigih dalam menanggapi komentar yang tidak menyenangkan. Sikap-sikap anggota berubah dari tidak setuju menjadi setuju terhadap usulan dan keputusan yang ada.

d. Fase 4: Dukungan 

Usulan dan keputusan yang di inginkan semakin tampak pada fase keempat. Pertentangan berubah menjadi dukungan yang lebih menguntungkan bagi usulan dan keputusan. Perbedaan pendapat sudah tidak lagi ada. Para anggota kelompok berusaha keras mencari kesepakatan bersama dan satu sama lain cenderung saling mendukung, khususnya dalam menyetujui beberapa usulan keputusan tertentu.

Media-media Komunikasi Kelompok 

Komunikasi kelompok membutuhkan media yang digunakan untuk sarana berinteraksi dan bersosialisasi. Media ini juga berfungsi sebagai wadah untuk mempromosikan segala bentuk kegiatan yang mengandung nilai komersial yang menguntungkan bagi komunitasnya. Adapun beberapa media yang biasa digunakan dalam komunikasi kelompok adalah:

1. Seminar 

Seminar adalah suatu pertemuan yang membahasa suatu topik atau masalah yang khusus secara ilmiah di bawah pimpinan atau pengurus yang ahli dan berwenang dalam bidang tersebut yang menghasilkan sebuah keputusan acuan berpikir di masa yang akan datang. Seminar merupakan sarana yang digunakan oleh kelompok kecil untuk menyalurkan ide- ide dan gagasan baru yang dimiliki kelompok tersebut. Biasanya sebuah kelompok atau komunitas mengundang narasumber yang mempunyai korelasi dan keterkaitan dengan seminar dan komunitas tersebut.

2. Rapat atau Meeting 

Rapat atau meeting adalah pertemuan atau kumpulan dalam suatu organisasi, perusahaan, instansi pemerintah baik dalam situasi formal maupun nonformal untuk membicarakan, merundingkan dan memutuskan suatu masalah berdasarkan hasil kesepakatan bersama. Media rapat digunakan ketika kelompok atau komunitas ketika membicarakan suatu masalah untuk diselesaikan, membahas tentang keanggotaan, gagasan baru, untuk menyampaikan informasi, perintah atau pernyataan dan mempersiapkan suatu acara atau kegiatan.

3. Diskusi panel 

Diskusi panel yaitu suatu bentuk diskusi yang diselenggarakan di hadapan sejumlah partisipan yang membahas suatu topik yang menjadi perhatian umum dengan tujuan untuk memahami/mengerti suatu masalah dari berbagai sudut pandang dan menstimulus partisipan agar mengarahkan perhatiannya terhadap masalah tersebut.

4. Workshop 

Workshop adalah suatu pertemuan ilmiah kecil antara para ahli (pakar) untuk membahas masalah praktis atau yang bersangkutan dengan pelaksanaan dalam bidang keahliannya untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya dan dalam lokakarya menghasilkan suatu produk yang dapat digunakan oleh peserta.

5. Talkshow 

Talkshow adalah sebuah program televisi atau radio seseorang atapun komunitas berkumpul bersama untuk mendiskusikan berbagai hal topik dengan suasana santai tapi serius, yang dipandu oleh seorang moderator. Talkshow juga menghadirkan tamu berkelompok yang ingin mempelajari berbagai pengalaman.

Daftar Pustaka

  • Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
  • Wiryanto. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
  • Rosmawanty, H.P. 2010. Mengenal Ilmu Komunikasi. Bandung: Widya Padjadjaran.
  • Sendjaja, Sasa Djuarsa. 2004. Teori Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka.
  • Bungin, Burhan. 2009. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  • Goldberg ,Alvin A. 2006. Komunikasi Kelompok, Proses-proses Diskusi dan Penerapannya. Jakarta: UI Pers.
  • Cartwright, D dan A. Zander. 1968. Group Dynamics: Research and Theory. New York: Harper & Row Publisher.

PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari KajianPustaka.com, mohon untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Riadi, Muchlisin. (). Komunikasi Kelompok. Diakses pada , dari https://www.kajianpustaka.com/2022/04/komunikasi-kelompok.html