Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Strategi Belajar Mnemonik

Strategi belajar Mnemonik adalah suatu model pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan daya ingat atau memori individu dengan cara mengaitkan atau mengasosiasikan kata, gagasan atau ide dengan gambaran sehingga memudahkan memudahkan siswa dalam mempelajari sesuatu.

Strategi Belajar Mnemonik

Istilah Mnemonik berasal dari kata Mne'monics, yang diambil dari Mitologi Yunani yaitu Dewi Mnemonyne. Kata Mnemonik berarti kepandaian dalam menghafal. Dalam Kamus Psikologi (Chaplin, 2011), Mnemonik adalah seni meningkatkan daya ingat dengan bantuan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002), Mnemonik adalah tautan dalam ingatan pada orang atau barang lain, pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan atau kegiatan.

Mnemonic merupakan suatu metode untuk membantu mengingat dalam jumlah besar informasi yang melibatkan tiga unsur, yaitu; pengkodean, pemeliharaan, dan mengingat kembali. Mnemonik merupakan teknik memperkuat daya ingat yang melibatkan kemampuan otak untuk menghubungkan kata-kata, ide-ide, dan khayalan.

Mnemonik digunakan untuk membantu mempermudah seorang siswa dalam mengingat informasi dengan menjadikannya lebih bermakna dengan cara menghubungkan dengan suatu kata atau gambar. Mengubah informasi tersebut menjadi lebih menarik agar informasi yang diterima lebih bermakna.

Pengertian Strategi Mnemonik 

Berikut definisi dan pengertian strategi belajar Mnemonik dari beberapa sumber buku: 

  • Menurut Ardika dan Sardjana (2019), strategi belajar Mnemonik adalah kemampuan pikiran untuk mengasosiasikan kata-kata gagasan atau ide dengan gambaran. Lebih jelasnya, strategi mnemonik merupakan strategi yang digunakan untuk membantu memori. 
  • Menurut Joyce, dkk (2011), strategi belajar Mnemonik adalah strategi yang dipelajari untuk mengoptimalkan kinerja ingatan melalui latihan-latihan. 
  • Menurut Huda (2013), strategi belajar Mnemonik adalah cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya ingat seseorang dalam memaknai suatu kata, gagasan atau ide melalui pengasosiasian pikiran sehingga informasi yang diperoleh dapat dengan mudah disimpan dalam memori jangka panjang. Ketika menggunakan Mnemonik maka proses ingatan akan lebih mudah dalam mengingat sesuatu. 
  • Menurut Fauzi (2015), strategi belajar Mnemonik adalah suatu model pengembangan pembelajaran dalam rangka memudahkan siswa untuk mengingat suatu informasi yang diterima dengan menggunakan alat ungkit atau kaitan-kaitan dalam menghafal suatu pengetahuan sehingga proses belajar pembelajaran akan semakin mudah dan efektif. 
  • Menurut Wijaya (2013), strategi belajar Mnemonik adalah prosedur atau operasi yang dirancang untuk meningkatkan memori individu. Beberapa teknik mnemonik yang dapat digunakan dalam hal ini antara lain metode kata kunci/keyword method, metode kata pasak/pegword method, dan metode singkatan/letter strategies.

Tujuan dan Fungsi Strategi Mnemonik 

Tujuan pembelajaran dengan strategi mnemonik adalah untuk mempermudah siswa dalam mengingat suatu informasi atau pengetahuan dengan cara menghubungkan dan mengasosiasikan dengan suatu kejadian yang dekat dan memiliki hubungan dengan dirinya. Model Mnemonik juga dapat mempermudah seseorang dalam mengingat kembali pengetahuan yang sudah lama masuk ke dalam memori untuk kemudian diungkap kembali apabila diperlukan.

Menurut Joyce, dkk (2011), strategi mnemonic yang sederhana dapat membimbing beberapa orang untuk membentuk prinsip, pertama kali, bahwa mereka dapat mengontrol dan mengubah aktivitas mental mereka sendiri. Perwujudan ini bisa saja mendorong mereka untuk menjalankan eksperimentasi otokritik terhadap prosedur-prosedur pola belajar dan menghafal yang juga merupakan bagian penting dari perkembangan intelektual.

Adapun menurut Wijaya (2012), tujuan strategi pembelajaran mnemonik adalah sebagai berikut: 

  1. Mempermudah orang dalam mengingat pengetahuan baik itu tempat, orang, tanggal, atau lainnya dengan cara menghubungkan dan mengasosiakannya dengan suatu kejadian yang ada hubungannya atau dekat dengan dirinya. 
  2. Mempermudah orang dalam mengambil kembali pengetahuan yang sudah lama sehingga dapat dipanggil kembali sewaktu diperlukan. 
  3. Mengefektifkan informasi dari short - term memory (memori jangka pendek) menjadi long - term memory (memori jangka panjang) dengan berbagai cara yang terdapat di dalamnya.

Jenis-jenis Strategi Mnemonik 

Menurut Jansen (2002), terdapat beberapa jenis metode yang biasa digunakan dalam strategi pembelajaran mnemonik, antara lain yaitu sebagai berikut:

a. Metode Loci 

Loci (lokasi) adalah alat mnemonik yang berfungsi dengan mengasosiasikan tempat-tempat atau benda-benda di lokasi yang dikenal dengan hal-hal yang ingin diingat. Misalkan kita akan memberikan pidato yang mengandung lima topik utama. Setiap bagian pidato yang akan dihubungkan pada pasak (penanda) yang mewakili urutan isi pidato. Misalnya, kita membayangkan sebuah ruang konferensi. Tanaman besar yang terletak di dekat podium adalah hal pertama yang dilihat ketika maju ke panggung, melihat tanaman tersebut mengingatkan kita pada ucapan selamat datang yang ingin disampaikan. Piagam-piagam yang terpasang di dinding dipilih untuk mengingatkan kita pada topik selanjutnya. Unsur pidato selanjutnya - situasi saat ini - dihubungkan dengan bendera yang ada di ujung ruangan. Tanda exit di atas pintu dipilih untuk memicu bagian penutup, dan seterusnya. Dalam mengembangkan sistem ini disarankan untuk konsisten menggunakan penanda yang sama untuk urutan yang sama. Jadi, pintu depan rumah merupakan penanda pertama, jalan masuk menjadi penanda kedua, ruang makan penanda ketiga, dan seterusnya. Penanda lokasi tambahan dalam ruangan-ruangan tadi juga dapat diterapkan. Strategi ini adalah metode ingatan yang pernah dipilih oleh para orator besar masa lampau. Aspek imajinasi visual strategi ini merupakan alat bantu yang sangat berguna bagi pembelajar yang dominan secara visual.

b. Sistem Kata penanda 

Strategi mnemonik bekerja dengan prinsip yang sama dengan metode loci. Bahkan, strategi ini berasal dari penurunan metode loci. Perbedaannya adalah tidak mengasosiasikan lokasi tertentu sebagai penanda, tetapi menggunakan objek konkret. Sistem loci sangat membantu dalam mengingat konsep atau pidato, sedangkan sistem kata penanda sangat membantu untuk mengingat angka. Misalnya mengambil kata penanda dari lagu Dua Mata Saya. Jadi, dua adalah mata, satu adalah mulut, dan sebagainya.

c. Metode Kata kunci 

Metode mnemonik ini telah digunakan orang selama bertahun-tahun, terutama untuk mengingat kata-kata bahasa asing dan konsep abstrak. Metode ini adalah bentuk asosiasi lain yang mengaitkan secara verbal dan visual kata yang berlafal mirip dengan kata atau konsep yang harus diingat. Misalnya, kata halo dalam bahasa Spanyol hola, dapat diasosiasikan dengan oh-lah seperti di frasa olala, menyenangkan bertemu denganmu, dan kata Spanyol untuk selamat berpisah adios, diasosiakan dengan audiens dan secara visual dihubungkan dengan sejumlah audiens melambaikan tangan mengucapkan selamat berpisah kepada anda. Jika ada sebuah kata yang kadang-kadang terlupakan dalam peristiwa tertentu, dapat diterapkan strategi mnemonik kata kunci agar kata itu dapat diingat seterusnya. Kata paradoks misalnya, dapat diingat pada sepasang bebek (pair of ducks). Kata hiperbola juga misalnya, untuk mengingat kata hiperbola dapat di bayangkan seorang kiper yang tidak dapat menangkap bola yang melambung tinggi.

d. Metode menghubungkan 

Menghubungkan adalah proses mengaitkan atau mengasosiasikan satu dengan kata lain melalui sebuah aksi atau gambaran. Strategi ini digunakan dengan sistem kata penanda untuk mengingat serangkaian informasi dalam urutan tertentu serta dapat juga mengasosiasikan objek nyata dengan objek lain. Misalnya, untuk mengingat daftar belanjaan, kaitkan barang pertama misalnya tepung, dengan barang kedua air mineral dengan membayangkan kita memberi air pada adonan roti yang akan dibuat. Kunci dalam membuat hubungan adalah menggunakan imajinasi. Hubungan yang dibentuk tidak perlu logis atau realistis, yang penting hubungan itu dapat memicu ingatan.

e. Akronim 

Akronim adalah suatu kata yang terbuat dari huruf pertama dari serangkaian kata. Salah satu akronim yang terkenal adalah NASA, badan ruang angkasa Amerika Serikat, singkatan dari National Aeronautics and Space Administration. Nama-nama organisasi juga sering dipendekkan dalam bentuk akronim. Misalnya, ASEAN (Association of South East Asian Nations), RADAR (Radio Detecting and Ranging). Sebuah akronim terkadang memasukkan huruf kedua (biasanya huruf vokal) agar singkatan lebih mudah terbaca seperti JABOTABEK, tetapi sebuah akronim tidak harus selalu membentuk kata.

f. Akrostik 

Akrostik seperti akronim juga menggunakan huruf kunci untuk membuat konsep abstrak menjadi lebih konkret sehingga mudah diingat. Namun, akrostik tidak selalu menggunakan huruf pertama dan juga tidak selalu menghasilkan singkatan dalam bentuk satu kata. Informasi yang disingkat dalam akrostik dapat berbentuk sebuah kalimat atau frasa tertentu, misalnya untuk mengingat pelangi digunakan akrostik mejikuhibiniu: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Dalam pelajaran Al-Quran, dikenal akrostik Baju di toko untuk mengingat huruf-huruf Qolqolah, yaitu ba, jim, dal, tho’, dan qaf.

g. Rima dan Jingle 

Rima dan jingle akan tergambar pada memori audio seseorang dan akan berguna bagi mereka yang akan mempelajari warna nada, lagu, dan puisi dengan mudah. Banyak orang yang jauh lebih jago menghafal lirik lagu daripada materi pelajaran, maka dalam menghafal sesuatu, metode ini cocok untuk digunakan. Misalnya dalam mengingat informasi sejak belajar ABC dapat menghafalkannya dengan lagu Twinkle Twinkle Little Star. Hampir semua program televisi untuk anak-anak bergantung pada rima dan jingle untuk mengajari anak-anak berbagai hal, mulai dari menyikat gigi hingga duduk manis. Hal-hal yang sulit untuk diingat dapat dipermudah untuk mengingatnya dengan bantuan yang dibuat dalam nada-nada, kata-kata yang berirama, atau jingle.

Langkah-langkah Pelaksanaan Strategi Mnemonic 

Menurut Joyce, dkk (2011), langkah-langkah strategi pembelajaran mnemonik adalah sebagai berikut: 

  1. Mempersiapkan materi. Pada tahap ini kegiatan siswa di antaranya menggunakan teknik-teknik yang mencakup menggarisbawahi (underlining), membuat daftar (listing), dan merefleksikan (reflecting).
  2. Mengembangkan hubungan-hubungan. Dalam tahap ini siswa membuat sendiri materi menjadi lebih familiar dengan menggunakan teknik menghubungkan dengan kata penghubung yang tepat. Selain menggunakan kata penghubung dapat juga dengan menggunakan teknik seperti penggunaan kata kunci, dan kata ganti. 
  3. Memperluas gambaran-gambaran sensorik. Pada tahap ini siswa ditugaskan untuk mengasosiasikan gambar tersebut dengan indera atau makna yang lebih dari satu dan dengan menciptakan dramatisasi lucu melalui asosiasi konyol (ridiculous association) dan melebih-lebihkan (exaggeration). 
  4. Mengingat kembali. Pada tahap ini siswa diminta untuk mengulang atau mengingat kembali materi yang sudah disampaikan sehingga semua materi dapat tuntas dikuasai.

Kelebihan dan Kekurangan Strategi Mnemonic 

Setiap strategi pembelajaran biasanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu juga dengan strategi pembelajaran mnemonik. Menurut Syah (2005), kelebihan dan kekurangan strategi mnemonik adalah sebagai berikut:

a. Kelebihan Mnemonic 

Kelebihan atau keunggulan strategi mnemonik adalah: 

  1. Strategi mnemonic dapat membantu mereka dalam menangkap materi yang telah diajarkan oleh guru atau pembimbing mereka.
  2. Strategi mnemonic dapat membantu siswa menghafal pelajaran dengan mudah dan efektif. 
  3. Strategi mnemonic dapat memudahkan peserta didik dalam belajar dan menghafal materi pelajaran dengan mudah.

b. Kekurangan Mnemonic 

Kekurangan atau kelemahan strategi mnemonik adalah: 

  1. Persiapan dan perencanaan program memerlukan waktu yang lumayan lama.
  2. Peserta didik tidak dapat berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan pengajar, seperti meminta penjelasan yang kurang dimengerti.
  3. Modul disusun secara terpusat sehingga besar kemungkinan bahan yang disajikan kuran relevan dengan kebutuhan peserta didik. Seperti bahasa yang sulit dipahami, kurang jelas dalam mengilustrasikan, dan sebagainya.

Daftar Pustaka

  • Ardika, Y., dan Sardjana, A. 2019. Efektivitas Metode Mnemonik Dalam Meningkatkan Daya Ingat dan Hasil Belajar Matematika Siswa SMK Kelas X. Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif.
  • Joyce, B., dkk. 2011. Models of Teaching, Model-model Pengajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Huda, Mifatkhul. 2013. Model-model Pengajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Fauzi, A.I. 2015. Pengembangan Model Mnemonik Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Cerpen Pada Siswa Kelas VII. Malang: Universitas Negeri Malang.
  • Wijaya, E.K. 2013. Pemanfaatan Modul Mnemonic (Modul Ingatan) dalam Pembelajaran Program Paket C untuk Meningkatkan Hasil Belajar. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, Vol.8, No.1.
  • Chaplin, James P. 2011. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  • Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Jansen, Eric. 2002. Otak Sejuta Gigabyte: Buku Pintar membangun Ingatan Super. Bandung: Kaifa.
  • Syah, Muhibbin. 2005. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosda Karya.
PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari KajianPustaka.com, mohon untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Riadi, Muchlisin. (). Strategi Belajar Mnemonik. Diakses pada , dari https://www.kajianpustaka.com/2022/08/strategi-belajar-mnemonik.html