Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Model Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here

Model pembelajaran everyone is a teacher here (setiap orang adalah guru) adalah model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai pengajar (guru) terhadap peserta didik yang lain. Tujuan dari model pembelajaran ini adalah untuk mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan maupun individual.

Model Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here

Model pembelajaran everyone is a teacher here juga merupakan salah satu bentuk dari pembelajaran tutor teman sebaya. Model ini memberikan kesempatan siswa untuk bertindak sebagai guru bagi siswa lainnya. Pembelajaran dengan strategi ini siswa dapat mendengarkan dengan aktif, menjelaskan pada teman, bertanya pada guru, berdiskusi dengan siswa lain, menanggapi pertanyaan dan berargumentasi. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan, pemahaman siswa semakin bertambah jika pemahaman bertambah hasil belajar meningkat.

Metode everyone is a teacher here menekankan kepada semua siswa mau tidak mau harus terlibat aktif dalam proses pembelajaran karena metode ini menekankan aspek individual terhadap tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Model ini memberi kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berperan sebagai guru bagi kawan- kawannya. Dengan strategi ini, peserta didik yang selama ini tidak mau terlibat akan ikut serta dalam pembelajaran secara aktif.

Pengertian Model Everyone Is A Teacher Here 

Berikut definisi dan pengertian model pembelajaran everyone is a teacher here dari beberapa sumber buku dan referensi:

  • Menurut Atmadi dan Setyaningsih (2000), model everyone is a teacher here adalah sebuah model pembelajaran yang mudah guna memperoleh partisipasi kelas yang besar dan tanggung jawab individu. Model ini memberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai pengajar terhadap peserta didik lain. 
  • Menurut Ratnadi (2003), model everyone is a teacher here adalah pembelajaran yang dirancang untuk memotivasi siswa dalam mempelajari materi pelajaran sebaik mungkin dan memberi tanggung jawab yang besar kepada peserta didik untuk belajar dan memberikan penjelasan kepada peserta didik lainnya baik secara kelompok maupun secara individual. 
  • Menurut Zaini (2001), model everyone is a teacher here adalah implementasi dari strategi pembelajaran kontrukstivistik yang menempatkan siswa sebagai subyek dalam pembelajaran. Artinya, siswa mampu merenkontruksi pengetahuannya sendiri sedangkan guru hanya sebagai fasilitator saja. 
  • Menurut Suprijono (2016), model everyone is a teacher here adalah model pembelajaran yang menjadikan setiap siswa dapat menjadi seorang guru dengan tujuan untuk mendapatkan pastisipasi kelas secara keseluruhan maupun individual. 
  • Menurut Sabri (2014), model everyone is a teacher here adalah model pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik guna menciptakan pembelajaran aktif di kelas dengan melibatkan semua peserta didik. model ini dinilai tepat pada siswa untuk mendapatkan partisipasi di dalam kelas secara keseluruhan maupun secara individual. Model ini juga memberikan memberikan kesempatan kepada individu untuk berperan menjadi guru untuk teman-teman sebayanya.

Tujuan Model Everyone is A Teacher Here 

Model everyone is a teacher here memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjadi seorang guru bagi peserta didik lain. Model ini peserta didik yang tadinya kurang aktif dalam proses pmbelajaran akan ikut serta secara aktif dalam pembelajaran. Menurut Suprijono (2016), beberapa tujuan model pembelajaran everyone is a teacher here adalah sebagai berikut: 

  1. Mengecek pemahaman para siswa sebagai dasar perbaikan proses belajar mengajar. 
  2. Membimbing usaha para siswa untuk memperoleh suatu keterampilan kognitif maupun sosial.
  3. Memberikan rasa senang pada siswa. 
  4. Merangsang dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa. 
  5. Melatih kemampuan mengutarakan pendapat. 
  6. Mencapai tujuan belajar.

Selain itu model every one is a teacher here memberi peluang atau kesempatan kepada siswa untuk menjadi guru bagi teman-temannya dan membuat siswa yang selama proses pembelajaran tidak aktif akan ikut serta dalam pembelajaran sehingga terbentuk aktivitas belajar yang partisipasi dan aktif. Jadi, model every one is a teacher here mempunyai fungsi dalem menghidupkan suasana kelas karena dalam model ini setiap peserta didik berperan sebagai guru bagi teman-teman nya.

Prinsip-prinsip Model Everyone is A Teacher Here 

Metode pembelajaran everyone is a teacher here dilandasi oleh pemikiran bahwa metode ini dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, sehingga siswa akan terdorong untuk mengikuti proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah atas berbagai permasalahan yang diketahuinya dan akan bertanya terhadap permasalahan yang belum diketahuinya.

Menurut Sagala (2003), prinsip-prinsip yang terdapat pada model pembelajaran everyone is a teacher here adalah: 

  1. Mengetahui motivasi, kebutuhan, dan minat anak didiknya. 
  2. Mengetahui tujuan pendidikan yang sudah diterapkan sebelum pelaksanaan pendidikan.
  3. Mengetahui tahap kematangan (maturity), perkembangan, serta perubahan anak didik. 
  4. Mengetahui perbedaan-perbedaan individu anak didik. 
  5. Memperhatikan pemahaman dan mengetahui hubungan-hubungan, dan kebebasan berpikir. 
  6. Menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi anak didik.
  7. Menegakkan contoh yang baik, sehingga tujuan penerapan strategi ini adalah membiasakan peserta didik untuk belajar aktif secara individu dan membudayakan sifat berani bertanya, tidak minder dan tidak takut salah.

Langkah-langkah Model Everyone is A Teacher Here 

Menurut Silberman (2004), langkah-langkah dalam pembelajaran menggunakan metode everyone is a teacher here adalah sebagai berikut: 

  1. Bagikan kartu indeks kepada setiap peserta didik. Minta para peserta didik menulis sebuah pertanyaan tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari di dalam kelas atau topik khusus yang akan mereka diskusikan. 
  2. Kumpulkan kartu, kocok dan bagikan satu pada setiap siswa. Mintalah siswa membaca diam-diam pertanyaan atau topik pada kartu dan pikirkan satu jawaban. 
  3. Panggilah sukarelawan yang akan membaca dengan keras kartu yang mereka dapat dan memberi respons. 
  4. Setelah diberikan respon, mintalah yang lain yang di dalam kelas untuk menambah apa yang telah disumbang sukarelawan.
  5. Lanjutkan selama masih ada sukarelawan. 

Adapun menurut Ismail (2009), langkah-langkah atau tahapan dalam pelaksanaan model pembelajaran everyone is a teacher here adalah: 

  1. Bagikan kertas kepada setiap peserta didik dan mintalah mereka untuk menuliskan sebuah pertanyaan tentang materi pokok yang telah atau sedang dipelajari, atau topik khusus yang ingin mereka diskusikan dalam kelas. 
  2. Kumpulkan kertas-kertas tersebut, dikocok dan dibagikan kembali secara acak kepada masing-masing peserta didik dan diusahakan pertanyaan tidak kembali kepada yang bersangkutan.
  3. Mintalah mereka membaca dan memahami pertanyaan di kertas masing-masing, sambil memikirkan jawabannya. 
  4. Undanglah sukarelawan untuk membacakan pertanyaan yang ada di tangannya (untuk menciptakan budaya bertanya, upayakan memotivasi peserta didik untuk angkat tangan bagi yang siap membaca tanpa langsung menunjuknya).
  5. Mintalah dia memberikan respon (jawaban/penjelasan) atas pertanyaan atau permasalahan tersebut, kemudian mintalah kepada teman sekelasnya untuk memberi pendapat atau melengkapi jawabannya. 
  6. Berikan apresiasi (pujian) terhadap setiap jawaban/tanggapan peserta didik agar termotivasi dan tidak takut salah. 
  7. Kembangkan diskusi secara lebih lanjut dengan cara siswa bergantian membacakan pertanyaan di tangan masing-masing sesuai waktu yang tersedia.

Sedangkan menurut Warsono (2013), sintaks pembelajaran everyone is a teacher here adalah sebagai berikut: 

  1. Guru membagikan kartu pertanyaan kepada siswa. 
  2. Guru meminta siswa untuk menuliskan satu pertanyaan dari materi yang diajarkan. 
  3. Guru meminta siswa mengumpulkan kartu indeks atau kartu pertanyaan, kemudian membagikannya kepada siswa secara acak, sehingga tidak ada siswa yang mendapatkan soal yang dibuatnya sendiri. 
  4. Guru meminta siswa untuk membacakan dan memikirkan jawaban dari pertanyaan pada kartu indeks yang diterima. 
  5. Guru meminta siswa untuk membaca dengan suara keras dan menjawab pertanyaan dari kartu indeks yang diberikan di depan kelas secara sukarela, jika tidak ada yang siswa mengajukan dirinya maka guru menunjuk siswa secara acak. 
  6. Setelah siswa yang di depan menjawab pertanyaan, guru meminta siswa yang lainnya untuk menanggapinya. 
  7. Setelah siswa memahami pertanyaan yang sudah dijawab, guru melanjutkan dengan pertanyaan berikutnya sampai waktu yang disediakan selesai. 
  8. Jika masih ada pertanyaan yang belum dijawab saat waktu sudah selesai, guru menerangkan secara singkat jawaban dari pertanyaan tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Model Every One Is A Teacher Here 

Setiap model pembelajaran biasanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu juga dengan model pembelajaran everyone is a teacher here.

a. Kelebihan 

Kelebihan atau keunggulan model pembelajaran everyone is a teacher here adalah:

  1. Meningkatkan partisipasi kelas secara keseluruhan dan secara individual. 
  2. Mengaktifkan peserta didik yang pasif. 
  3. Menggali informasi seluas-luasnya baik administrasi maupun akademis.
  4. Mengecek atau menganalisis pemahaman siswa tentang pokok bahasan tertentu. 
  5. Membangkitkan respon siswa. 
  6. Mendukung pengajaran sesama siswa di kelas.
  7. Menempatkan seluruh tanggung jawab pengajaran kepada seluruh anggota kelas.

b. Kekurangan 

Kekurangan atau kelemahan model pembelajaran everyone is a teacher here adalah: 

  1. Memerlukan penjelasan materi di awal oleh guru agar soal yang dibuat siswa tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran. 
  2. Membutuhkan waktu yang lama untuk menghabiskan semua pertanyaan untuk kelas besar. 
  3. Peserta didik merasa takut ketika tidak biasa menjawab pertanyaan.

Daftar Pustaka

  • Atmadi, A. dan Setyaningsih, Y. 2000. Transformasi Pendidikan Memasuki Millenium Ketiga. Yogyakarta: Kanisius.
  • Zaini, Hisyam. 2001. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Media.
  • Suprijono, Agus. 2016. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Sabri, Ahmad. 2014. Strategi Belajar Mengajar Mikro Teaching. Jakarta: Quntum Teaching.
  • Sagala, Syaiful. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
  • Silberman, M.I. 2004. Active Learning 101 Cara belajar Siswa Aktif. Bandung: Nusamedia.
  • Ismail, SM. 2009. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Semarang: Ra Sail Media Group.
  • Warsono, Hariyanto. 2013. Pembelajaran Aktif: Teori dan Asesmen. Bandung: Remaja Rosdakarya.
PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari KajianPustaka.com, mohon untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Riadi, Muchlisin. (). Model Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here. Diakses pada , dari https://www.kajianpustaka.com/2022/09/model-pembelajaran-everyone-is-teacher.html