Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perceived Usefulness - Pengertian, Dimensi, Aspek dan Indikator

Perceived usefulness atau persepsi kebermanfaatan adalah sebuah pandangan subjektif seseorang terhadap kemampuan suatu aplikasi, sistem atau teknologi tertentu dalam meningkatkan kinerjanya dan mempengaruhi dalam penyelesaian tugas atau pekerjaannya untuk masa yang akan datang. Ini berarti bahwa kecenderungan seseorang menggunakan atau tidak menggunakan suatu sistem berbanding lurus dengan sejauh mana sistem tersebut membantu mereka melakukan pekerjaan dengan lebih baik.

Perceived Usefulness - Pengertian, Dimensi, Aspek dan Indikator

Perceived usefulness merupakan sejauh mana seseorang percaya bahwa dengan penggunaan suatu sistem baru akan meningkatkan kinerja pekerjaannya. Artinya perceived usefulness dapat menjadi suatu ukuran dalam penggunaan suatu teknologi dipercaya akan mendatangkan manfaat bagi orang yang menggunakannya. Dimana kemanfaatan teknologi informasi merupakan dampak yang diharapkan oleh pengguna teknologi informasi dalam menjalankan tugas mereka.

Seseorang akan menggunakan suatu teknologi jika orang tersebut mengetahui manfaat positif atas penggunaannya. Oleh Karena itu diharapkan dengan kehadiran teknologi tersebut dapat memberikan manfaat kepada setiap penggunanya. Seseorang merasa percaya bahwa suatu teknologi tersebut berguna maka dia akan menggunakannya. Sebaliknya, jika menurutnya teknologi tersebut kurang berguna maka ia tidak akan menggunakannya.

Persepsi manfaat adalah sejauh mana seseorang percaya bahwa penggunaan suatu sistem baru akan memberikan manfaat pada penggunanya, berupa mempermudah dan meningkatkan kinerja atas pekerjaannya. Kinerja yang dipermudah tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang lebih baik dari segi fisik maupun non fisik seperti hasil yang diperoleh akan lebih cepat dan hasil yang lebih memuaskan dibandingkan jika dengan tidak menggunakan teknologi tersebut.

Pengertian Perceived Usefulness 

Berikut definisi dan pengertian persepsi kebermanfaatan (Perceived Usefulness) dari beberapa sumber buku dan referensi: 

  • Menurut Kartika (2006), perceived usefulness adalah suatu keadaan seseorang yang yakin bahwa dengan menggunakan sistem tertentu akan meningkatkan kinerjanya. Perceived usefulness adalah manfaat yang diyakini individu dapat diperolehnya apabila menggunakan teknologi informasi. Dalam konteks organisasi, kegunaan ini tentu saja dikaitkan dengan peningkatan kinerja individu yang secara langsung atau tidak langsung berdampak pada kesempatan memperoleh keuntungan baik yang bersifat fisik atau materi maupun non-materi. 
  • Menurut Jogiyanto (2003), perceived usefulness adalah sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan meningkatkan kinerja pekerjaannya. Ini berarti bahwa seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi berguna maka dia akan menggunakannya. Sebaliknya jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi kurang berguna maka dia tidak akan menggunakannya. 
  • Menurut Bugembe (2010), perceived usefulness adalah persepsi subjektif seseorang terhadap kemampuan suatu sistem untuk meningkatkan kinerja pekerjaan saat menyelesaikan tugas, yang mempengaruhi anggapan kegunaan sehingga berdampak tidak langsung pada penerimaan penggunaan sistem tersebut. 
  • Menurut Davis (1989), perceived usefulness adalah sebuah pandangan subjektif pengguna terhadap seberapa besar kemungkinan penggunaan sebuah sistem dapat meningkatkan kinerjanya. Hal tersebut dapat diartikan bahwa persepsi manfaat merupakan suatu tingkat kepercayaan seseorang bahwa dengan menggunakan teknologi akan meningkatkan performa pekerjaannya. 
  • Menurut Noviarni (2014), perceived usefulness adalah kemampuan subjektif para pengguna untuk masa yang akan datang di mana dengan menggunakan sistem aplikasi yang spesifik akan meningkatkan kinerja dalam konteks organisasi.

Dimensi Perceived Usefulness 

Menurut Jogiyanto (2003), persepsi kebermanfaatan (Perceived Usefulness) memiliki beberapa dimensi, yaitu sebagai berikut: 

  1. Produktivitas (Productivity). Suatu kondisi dimana dalam penggunaan sistem baru akan memberikan peningkatan pada poduktivitas suatu usaha di bandingkn dengan sebelum penggunaan sesuatu yang baru. 
  2. Kinerja Pekerjaan atau efektivitas (Job performance or effectiveness). Suatu keadaan dimana pelaku usaha akan mengalami peningkatan kinerja pekerjaan dan usahanya menjadi lebih efektif setelah menggunakan suatu sistem yang baru.
  3. Pentingnya bagi tugas (importance to job). Sesuatu yang baru akan menjadi yang bermanfaat bagi penggunanya apabila dalam penggunaan sistem baru menjadi penting untuk berjalannya suatu usaha.
  4. Kebermanfaatan secara keseluruhan (overall usefulness). Merupakan suatu kondisi dimana dalam penggunaan suatu sistem yang baru akan memberikan dampak yang positif pada perkembangan suatu usaha yang dijalani.

Aspek-aspek Perceived Usefulness 

Menurut Lim Yi Jin (2014), perceived usefulness memiliki tiga aspek atau karakteristik, yaitu value (nilai), effectiveness (efektivitas) dan advantage (manfaat). Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut: 

  1. Value (nilai), identik dengan nilai ekonomis, dimana pelanggan mendapatkan manfaat secara finansial apabila membeli secara online, yaitu harga produk atau ongkos kirim yang lebih murah, banyak diskon dan sebagainya. 
  2. Effectiveness (efektivitas), terkait dengan efisiensi waktu dan jarak, dimana pelanggan ketika membeli secara online tidak perlu membuang banyak waktu untuk melihat-lihat, memilih dan memesan produk, dan juga tidak perlu datang ke untuk melihat-lihat, memilih, memesan dan mengambil produk.
  3. Advantage (manfaat), identik dengan peningkatan produktivitas kerja, dimana pelanggan dapat membeli secara online sambil melanjutkan aktivitas kerjanya, atau bahkan dapat meningkatkan kinerjanya.

Indikator Perceived Usefulness 

Menurut Noviarni (2014), indikator dari persepsi kebermanfaatan (Perceived Usefulness) adalah sebagai berikut: 

  1. Mempercepat pekerjaan (work more quickly), maksudnya aplikasi dapat mempersingkat waktu yang digunakan dalam proses menyelesaikan suatu aktivitas pekerjaan. 
  2. Meningkatkan kinerja (improve job performance), maksudnya dengan menggunakan aplikasi dapat meningkatkan transaksi yang dilakukan oleh konsumen. 
  3. Meningkatkan produktivitas (increase productivity), artinya aplikasi dapat meningkatkan produktivitas konsumen dalam transaksi pembelian. 
  4. Efektivitas (effectiveness), adalah dengan menggunakan aplikasi dapat mempercepat waktu bagi konsumen dalam melakukan transaksi. 
  5. Menjadi lebih mudah (makes job easier), adalah dengan menggunakan aplikasi konsumen dapat dengan mudah untuk melakukan proses belanja. 
  6. Berguna (usefull), artinya aplikasi berguna bagi konsumen untuk melakukan proses transaksi.

Adapun menurut Yogananda dan Dirgantara (2017), terdapat beberapa indikator yang digunakan dalam pengukuran persepsi manfaat, yaitu: 

  1. Mempermudah transaksi. Merupakan suatu kondisi dimana kegiatan jual beli yang dilakukan lebih mudah dari biasanya. 
  2. Mempercepat transaksi. Merupakan suatu kondisi dimana proses jual beli dapat dilakukan dengan waktu yang lebih cepat dari sebelumnya. 
  3. Memberikan keuntungan tambahan saat menyelesaikan transaksi. Merupakan suatu kondisi dimana dengan menggunakan sesuatu yang baru akan memberikan keuntungan yang lebih banyak setelah melakukan jual beli. 
  4. Meningkatkan efisiensi dalam melakukan transaksi. Merupakan suatu kondisi dimana dengan menggunakan sesuatu yang baru dalam melakukan jual beli maka akan meningkatkan efisiensi saat melakukan transaksi sehingga dapat meningkatkan kinerja dari usaha.

Faktor yang Mempengaruhi Perceived Usefulness 

Menurut Igbaria (1995), terdapat beberapa faktor yang dianggap dapat mempengaruhi persepsi kebermanfaatan atau perceived usefulness, antara lain yaitu sebagai berikut: 

  1. Kemudahan penggunaan (ease of use). Merupakan ukuran atau tingkatan dimana seseorang percaya bahwa sistem informasi atau komputer dapat dengan mudah dipahami dan digunakan. 
  2. Dukungan pengetahuan internal (internal support). Merupakan dukungan pengetahuan teknis yang dimiliki secara individual maupun kelompok mengenai pengetahuan teknologi informasi. 
  3. Pelatihan Internal (internal training). Merupakan sejumlah pelatihan yang sudah pernah diperoleh pengguna (user) dari pengguna lainnya (other user) atau dari spesialisasi komputer yang ada di dalam organisasi. 
  4. Dukungan manajemen (management support). Merupakan tingkat dukungan secara umum yang diberikan manajemen puncak dalam organisasi. 
  5. Dukungan eksternal (external support). Merupakan dukungan pengetahuan teknis dari pihak luar yang dimiliki secara individual maupun kelompok mengetahui pengetahuan tentang teknologi informasi. 
  6. Pelatihan eksternal (external training). Merupakan sejumlah pelatihan yang sudah pernah diperoleh pengguna (user) dari pengguna lainnya (other user) atau spesialisasi komputer dari pihak luar.

Daftar Pustaka

  • Jogiyanto. 2003. Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi.
  • Bugembe, Juliet. 2010. Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude and Actual Usage of a New Financial Management System: A Case Study of Uganda National Examinations Board. Uganda: Makerere University.
  • Davis, F.D. 1989. Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and UserAcceptance of Information Technology. MIS Quarterly, Vol.13, No.5.
  • Lim Yi Jin, et al. 2014. Perceived Usefulness and Trust Toward Consumer Behaviors: A Perspective of Consumer Online Shopping. Journal of Asian Scientific Research, Vol.4, No.10.
  • Noviarni, Eni. 2014. Analisis Adopsi Layanan Internet Banking oleh Nasabah Perbankan di Pekanbaru (Technology Acceptance Model). Jurnal Al-Iqtishad, Edisi:10 Vol.1.
  • Yogananda, A.S., & Dirgantara, M.B. 2017. Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan, Kepercayaan dan Persepsi Risiko Terhadap Minat Untuk Menggunakan Instrumen Uang Elektronik. Diponegoro Journal Of Management.
  • Igbaria, et al. 1990. Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, And User Acceptance Of Information Technology. Konsep Technology Acceptance Model (TAM).
PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari KajianPustaka.com, mohon untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Riadi, Muchlisin. (). Perceived Usefulness - Pengertian, Dimensi, Aspek dan Indikator. Diakses pada , dari https://www.kajianpustaka.com/2022/09/perceived-usefulness.html