Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perilaku Sopan Santun

Perilaku sopan santun adalah tata cara atau tingkah laku seseorang yang berlaku secara turun-temurun sesuai dengan aturan, adat dan budaya masyarakat. Sopan adalah sikap hormat, tertib dan beradab mengenai kelakuan, tindakan dan perbuatan. Sedangkan santun adalah tata krama, halus, baik hati, saling menghormati, saling sayang menyayangi, belas kasih dan suka menolong.

Perilaku Sopan Santun

Sopan santun adalah kebiasaan yang baik dan disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat. Sopan santun artinya adalah sikap atau perilaku yang tertib sesuai dengan adat istiadat atau norma-norma yang berlaku dalam pergaulan antar manusia setiap harinya memiliki sikap saling menghormati, bertutur kata baik, bersikap rendah hati, serta suka menolong.

Sopan santun merupakan perilaku seseorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai menghormati, menghargai, dan berakhlak mulia. Sopan santun bisa dianggap sebagai norma tidak tertulis yang mengatur bagaimana seharusnya kita bersikap atau berperilaku. Sopan santun adalah tata cara mengatur kehidupan sehari-hari dengan baik sehingga semuanya lancar, sehingga tidak ada gangguan pikiran maupun perasaan.

Sopan santun adalah sikap baik dalam pergaulan dalam berbahasa maupun berperilaku. Sopan santun bersifat relatif, artinya yang dianggap baik pada tempat dan waktu tertentu bisa berbeda pada tempat dan waktu yang lain. Perilaku sopan-santun adalah peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok manusia di dalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari.

Pengertian Perilaku Sopan Santun 

Berikut definisi dan pengertian perilaku sopan santun dari beberapa sumber buku dan referensi: 

  • Menurut Markhamah (2009), sopan adalah hormat dan takzim (akan, kepada) tertib menurut adat yang baik, beradab tentang tingkah laku, tutur kata, pakaian, dsb. Baik kelakuannya (tidak lacur, tidak cabul). Sedangkan santun berarti: halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya), penuh rasa belas kasihan, suka menolong. 
  • Menurut Bagus (2000), santun adalah norma, bahasa yang taklim (amat hormat), kelakuan, tindakan, perbuatan. Sedangkan santun adalah tata krama di dalam pergaulan antara manusia dan manusia, sehingga manusia itu dalam pergaulan setiap harinya memiliki kesopansantunan, saling hormat menghormati dan saling sayang menyayangi.
  • Menurut Oetomo (2012), sopan adalah sikap hormat dan beradap dalam perilaku, santun dalam tutur kata, budi bahasa dan kelakuan yang baik sesuai dengan adat istiadat dan budaya setempat yang harus kita lakukan. Sedangkan menurut Mustari (2014), santun adalah sifat yang halus dan baik hati dari sudut pandang tata bahasa maupun tata perilakunya ke semua orang. 
  • Menurut Rosita (2015), sopan santun adalah suatu tingkah laku seseorang dalam kehidupan sehari-hari harus sesuai dengan kodratnya, tempat, waktu dan kondisi lingkungannya dimana orang itu berada, sehingga membuat sukses dalam pergaulannya atau dalam hubungan sosialnya. 
  • Menurut Taryati, dkk (1995), sopan santun adalah suatu tata cara atau aturan yang turun-temurun dan berkembang dalam suatu budaya masyarakat, yang bermanfaat dalam pergaulan dengan orang lain, agar terjalin hubungan yang akrab, saling pengertian, hormat menghormati menurut adat yang telah ditentukan.

Bentuk Perilaku Sopan Santun 

Perilaku sopan santun memiliki ukuran yang berbeda-beda dan terikat oleh ruang dan waktu. Sopan santun harus dilakukan dimana saja selama adanya interaksi antar individu, seperti di rumah, di sekolah, di tempat kerja dan di lingkungan masyarakat. Menurut Supriyanti (2008), terdapat beberapa bentuk sopan santun dalam lingkungan sehari-hari, yaitu:

a. Sopan santun bergaul dengan orang tua 

Kasih sayang orang tua terhadap anak adalah kasih sayang yang tulus dan ikhlas, karena anak bagian dari dirinya sendiri. Cinta dan kasih sayang yang diberikan orang tua terhadap anak adalah bentuk pengabdian. Adapun sikap sopan santun dan lemah lembut terhadap kedua orang tua antara lain dilakukan sebagai berikut: 

  1. Tidak berkata kasar atau membentak terhadap orang tua.
  2. Senantiasa berbuat baik dan tidak menyakiti hati kedua orang tua. 
  3. Tunduk dan patuh kepada orang tua selama perintah itu dalam hal kebaikan.
  4. Menghargai pendapat kedua orang tua. 
  5. Selalu mendoakan kedua orang tua agar diberi kesehatan, merawat dengan penuh kasih sayang ketika orang tua sedang sakit atau lanjut usia.

b. Sopan santun bergaul dengan guru 

Peranan pengasuh di sekolah adalah sangat besar. Di samping sebagai pendidik guru juga berperan sebagai pembimbing, pengajar dan peran pengganti orang tua di sekolah. Sikap sopan santun terhadap guru antara lain: 

  1. Selalu tunduk dan patuh kepada guru. 
  2. Melaksanakan segala hal baik.
  3. Berbicara yang halus dan sopan.
  4. Mendoakan pengasuh guru diberikan kesehatan dan ketabahan dalam memberikan ilmu pendidikan dan bimbingan di sekolah. 
  5. Menjaga nama baik dan menghormati guru. 
  6. Menyapa dengan ramah bila bertemu dengan guru.
  7. Menampilkan contoh tingkah laku yang baik.

c. Sopan santu bergaul dengan orang yang lebih tua 

Sikap sopan santun itu tidak hanya ditujukan kepada orang tua dan guru, akan tetapi ditujukan kepada orang yang lebih tua seperti kakak kandung sendiri. Sikap sopan santun terhadap orang yang lebih tua antara lain: 

  1. Bersikap hormat kepada agar terjalin hubungan yang harmonis.
  2. Menyapa dengan sopan dan ramah.
  3. Saling menghargai pendapat. 
  4. Suka membantu pekerjaan.

d. Sopan santun bergaul dengan orang yang lebih muda 

Tata krama dalam pergaulan sehari-hari tidak hanya menghormati kepada orang tua saja, namun kepada usia yang lebih muda pun harus dihargai dan diberikan kasih. Sikap sopan santun terhadap orang yang muda antara lain: 

  1. Bersikap sayang kepada orang yang lebih muda. 
  2. Memberi contoh teladan yang baik dan memberi motivasi. 
  3. Menghargai pendapat. 
  4. Tidak bersikap otoriter.

e. Sopan santun bergaul dengan teman sebaya 

Bergaul dengan teman sebaya hendaknya dilandasi dengan akhlak yang mulia. Teman sebaya harus saling berbagi rasa, saling menghormati dan saling berbagi pengalaman. Sikap sopan santun terhadap teman sebaya antara lain dilakukan sebagai berikut:

  1. Memberi dan menerima nasihat satu sama lain. 
  2. Menolong apabila ada teman yang mendapatkan kesulitan. 
  3. Memaafkan satu sama lain, apabila ada yang berbuat kesalahan. 
  4. Berbagi rasa. 
  5. Tidak mencari-cari kesalahan.
  6. Tidak saling mengejek dan menghina satu dengan yang lain.

f. Sopan santun bergaul dengan lawan jenis 

Bergaul dengan lawan jenis ada aturan dan nilai budi pekerti di antara keduanya. Baik pria atau wanita saling menghargai dan menghormati, baik dalam sikap, bertutur kata, ataupun dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Sikap sopan santun terhadap lawan jenis antara lain dilakukan sebagai berikut: 

  1. Saling menghormati dan menghargai. 
  2. Menaati norma agama dan norma masyarakat. 
  3. Menghindari pergaulan bebas dan menjaga keseimbangan diri.

Indikator Perilaku Sopan Santun 

Sopan santun menjadi salah satu bagian dari etika yang baik. Setiap etika mempunyai dasar atau ukuran-ukuran tertentu sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di setiap daerah. Ukuran atau dasar perilaku sopan santun adalah memberikan perhatian terhadap perasaan orang lain (consideration for others).

Sikap sopan santun merupakan sikap seseorang terhadap apa yang dilihat dan dirasakan dalam situasi dan kondisi apa pun. Sikap sopan santun yang baik, hormat, dan taat pada semua peraturan yang ada. Norma sopan santun merupakan suatu peraturan hidup yang timbul dari pergaulan sekelompok orang. Norma kesopanan bersifat relatif, artinya apa yang dianggap sebagai norma kesopanan berbeda-beda di berbagai tempat, lingkungan, dan waktu.

Sikap sopan santun yang benar yaitu lebih menonjolkan pribadi yang baik dan menghormati siapa saja. Bahkan dari tutur bicara pun orang bisa melihat kesopanan, baik buruknya suatu perilaku juga dapat mempengaruhi sikap sopan santun seseorang.

Tata Cara Perilaku Sopan Santun 

Kebiasaan bersosial dan berkomunikasi di dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat haruslah memperhatikan dengan siapa kita berbicara, dan di mana sedang berbicara, sehingga sebagai makhluk sosial dapat menjaga sopan santun dimana berada. Menurut Rusyan (2012), beberapa contoh tindakan perilaku sopan santun antara lain yaitu sebagai berikut: 

  1. Menghargai orang lain yang telah berbuat baik kepada kita.
  2. Dapat menahan marah atau emosi dan tidak dapat tersinggung.
  3. Memiliki toleransi dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana pun kita berada.
  4. Tidak mementingkan diri sendiri. 
  5. Selalu berusaha menyenangkan hati orang lain. 
  6. Tidak menyalahgunakan kedudukan, jabatan, ilmu pengetahuan, atau kekayaan pada hal-hal yang tidak terpuji dan tidak sesuai dengan aturan agama dan adat-istiadat. 
  7. Tidak menonjol-menonjolkan kehebatan, kekayaan, kegagahan, atau kecantikan. 
  8. Tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan pangkat, kedudukan, kekayaan, keturunan, dan warna kulit. 
  9. Tidak berbicara bohong. 
  10. Mau menyimak atau mendengarkan pembicaraan orang lain. 
  11. Mau berbicara dan mengeluarkan pendapat secara jujur dan dengan cara yang baik dan benar.

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Sopan Santun 

Perilaku sopan santun dalam pergaulan sehari-hari dapat dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu faktor orang tua, faktor lingkungan serta faktor sekolah. Adapun penjelasan masing-masing faktor tersebut adalah sebagai berikut:

a. Faktor orang tua 

Orang tua adalah faktor pertama yang menyebabkan penyimpangan dari diri anak. Karena dari orang tua pendidikan pertama didapat oleh anak. Apa yang sering diucapkan dan dilakukan oleh orang tuanya menjadi panutan atau mempengaruhi pola pikir anak tersebut.

b. Faktor lingkungan 

Lingkungan mempunyai peranan yang besar dalam membentuk karakter dan kepribadian anak jika anak tumbuh dan besar dalam lingkungan yang tidak harmonis, maka perilaku anak tersebut akan cenderung kepada penyimpangan-penyimpangan pada diri anak.

c. Faktor sekolah 

Perilaku siswa terbentuk dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan, keluarga dan sekolah. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah merupakan salah satu faktor dominan dalam membentuk dan mempengaruhi perilaku siswa. Jika dari lingkungan sekolah misalnya dari guru dan teman sebaya tidak memberikan contoh yang baik bagi anak, tentu anak juga akan terpengaruh pola pikirnya sehingga mudah sekali melakukan penyimpangan seperti telat, kurang sopan dan sering berkata kotor.

Daftar Pustaka

  • Markhamah. 2009. Analisis Kesalahan dan Kesantunan Berbahasa. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
  • Bagus, Lorens. 2000. Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia Pustaka.
  • Supriyanti. 2008. Sopan Santun Dalam Pergaulan Sehari-hari. Semarang: Ghyyas Putra.
  • Oetomo, Hasan. 2012. Pedoman Dasar Pendidikan Budi Pekerti. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher
  • Rosita, Siska. 2015. Penanaman Self Regulation melalui Kegiatan Basic Spiritual Quotient pada Siswa Kelas XI di SMAN 1 Mejayan Caruban. Ponorogo: STAIN Ponorogo.
  • Taryati, dkk. 1995. Pembinaan Budaya dalam Lingkungan Keluarga Daerah Istimewa Yogyakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Pengkajian dan Pembinaan Budaya.
  • Rusyan, A.T., dkk. 2012. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Karya.

PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari KajianPustaka.com, mohon untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Riadi, Muchlisin. (). Perilaku Sopan Santun. Diakses pada , dari https://www.kajianpustaka.com/2022/09/perilaku-sopan-santun.html