Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keunggulan Bersaing (Competitive Advantage)

Competitive advantage atau keunggulan bersaing adalah kemampuan atau kapabilitas yang dimiliki oleh suatu bisnis atau usaha dalam mendapatkan laba yang lebih tinggi dibandingkan pesaingnya yang didapatkan melalui karakteristik dan sumber daya dengan kinerja yang lebih baik. Suatu perusahaan dikatakan memiliki competitive advantage apabila dapat menghasilkan dan mempertahankan profit lebih banyak dari pesaingnya.

Keunggulan Bersaing (Competitive Advantage)

Competitive advantage merupakan konsep keunggulan bersaing yang tidak hanya dipahami dengan memandang sebuah perusahaan sebagai suatu keseluruhan, tetapi dari berbagai aktivitas berlainan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut dalam menginovasi produk, memproduksi, memasarkan, menyerahkan dan mendukung produknya menjadi lebih baik dibandingkan pesaing terdekatnya.

Competitive advantage merupakan keadaan dimana perusahaan dapat menciptakan posisi pertahanan yang baik atas pesaing-pesaingnya. Competitive advantage dapat dicapai perusahaan dalam bersaing dengan perusahaan lainnya, dimana perusahaan menerapkan strategi dan produk yang mempunyai nilai berbeda dalam persaingan.

Keunggulan bersaing adalah sesuatu yang memungkinkan sebuah perusahaan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata keunggulan yang diperoleh pesaing dalam industri. Keunggulan bersaing bersumber dari kemampuan perusahaan tersebut mempertahankan superioritas sumber daya dan kemampuannya.

Pengertian Competitive Advantage 

Berikut definisi dan pengertian competitive advantage atau keunggulan bersaing dari beberapa sumber buku dan referensi:

  • Menurut Darmanto, dkk (2015), competitive advantage adalah kapabilitas yang dimiliki oleh suatu usaha atau bisnis dalam strategi mendapatkan laba yang lebih banyak dibandingkan pesaingnya dalam industri sejenis. 
  • Menurut Saiman (2009), competitive advantage adalah suatu manfaat yang ada ketika suatu perusahaan mempunyai dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang dilihat dari pasar targetnya lebih baik dibandingkan dengan para kompetitor terdekat. 
  • Menurut Porter (1993), competitive advantage adalah kemampuan perusahaan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber dayanya untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama. 
  • Menurut Pakpahan (2016), competitive advantage adalah keunggulan atas kompetisi yang ada yang tidak dapat dilakukan oleh kompetitor dan dapat diterapkan dalam jangka waktu yang lama.

Tujuan Competitive Advantage 

Menurut Kotler dan Armstrong (2008), tujuan utama dari strategi keunggulan bersaing atau competitive advantage, adalah sebagai berikut: 

  1. Membentuk suatu positioning yang tepat. Perusahaan berusaha untuk menunjukkan suatu image atau citra tersendiri mengenai perusahaan kepada pelanggan atau pasar sasaran. 
  2. Mempertahankan pelanggan/loyalitas. Pelanggan yang setia bagaikan kekayaan untuk masa depan, yang jika dikelola dengan baik akan memberikan aliran pemasukan seumur hidup yang baik kepada perusahaan. 
  3. Mendapatkan pangsa pasar baru. Perusahaan berusaha untuk mendapatkan dan memperluas pangsa pasar dengan menggunakan strategi bersaing mereka masing-masing untuk meraih pasar seluas-luasnya. 
  4. Memaksimalkan penjualan. Proses untuk memaksimalkan laba atau keuntungan tergantung dari efektivitas strategi bersaingnya, selain itu juga tergantung pada seluruh sistem yang ada dalam perusahaan serta unit-unit fungsional lainnya. 
  5. Menciptakan kinerja bisnis yang efektif. Perusahaan harus menciptakan kinerja bisnis yang efektif, agar bisnis mereka dapat dikelola secara strategis, yaitu dengan mendefinisikan: kelompok pelanggan yang akan dilayani, kebutuhan pelanggan yang akan dipenuhi, serta teknologi yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Jenis-Jenis Competitive Advantage 

Menurut Arianty, dkk (2016), berdasarkan jenis persaingan yang dilakukan, competitive advantage atau keunggulan bersaing dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: 

  1. Persaingan merek (brand competition). Perusahaan dapat melihat pesaingnya sebagai perusahaan lain yang menawarkan produk dan jasa yang asam atau sejenis kepada para pelanggan yang sama dengan harga yang sama pula. 
  2. Persaingan industri (company competition). Perusahaan dapat melihat pesaingnya lebih luas lagi yakni perusahaan menganggap pesaing utamanya sebagai semua perusahaan yang membuat produk atau jenis produk yang sama. 
  3. Persaingan bentuk (company competition). Perusahaan dapat melihat pesaingnya dengan lebih luas lagi yaitu semua perusahaan yang menghasilkan produk serta memberikan manfaat yang sama. 
  4. Persaingan umum (public competition). Perusahaan dapat memandang pesaing utamanya dengan lebih luas lagi yaitu semua perusahaan yang bersaing untuk konsumsi rupiah yang sama.

Indikator Competitive Advantage 

Menurut Darmanto, dkk (2015), indikator competitive advantage dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain yaitu sebagai berikut:

a. Keunggulan kualitas produk yang diciptakan 

Merupakan kemampuan perusahaan dalam menawarkan kualitas produk dan kinerja yang baik dalam menciptakan nilai yang unggul untuk pelanggan. Kualitas produk disini berarti kesesuaian sebuah produk yang sejalan dengan kebutuhan pembeli. Bisnis yang mempunyai strategi competitive advantage dalam segi kualitas akan memiliki daya saing yang unggul dan dapat memberikan nilai tambah (value added) kepada pelanggan dibanding pesaingnya.

b. Harga jual 

Salah satu indikator competitive advantage ialah harga jual, yaitu harga jual produk meliputi tagihan, biaya yang dikeluarkan dalam pengemasan, pengiriman, penempatan dan biaya-biaya lainnya yang dihabiskan hingga produk tersebut sampai ke konsumen. Tolak ukur sebuah perusahaan yang memiliki competitive advantage dibandingkan pesaingnya ialah ketika suatu perusahaan dapat memahami keinginan konsumennya terlebih masalah harga produk, karena harga produk dapat mempengaruhi keputusan pembeli.

c. Biaya produksi 

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mampu menekan biaya produksi sehingga produk yang dihasilkan dapat terjangkau dan diminati oleh pelanggannya. Biaya produksi sendiri meliputi biaya untuk mengolah produk, mendapatkan bahan baku produk, biaya untuk membayar upah karyawan dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan sampai produk yang dihasilkan siap dimasukkan dalam gudang sebai persediaan ataupun langsung dijual kepada konsumen.

d. Kemampuan aset 

Yaitu aset (kekayaan) milik perusahaan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses penciptaan competitive advantage. Proses produksi perlu menggunakan mesin, untuk pengadaan mesin diperlukan modal. Kemampuan aset ini bukan sebatas modal saja namun juga berupa sumber daya lainnya. Contohnya SDA (Sumber Daya Alam), SDM (Sumber Daya Manusia) dan sumber daya lainnya.

e. Keahlian dan kemampuan kapasitas 

Pengelola usaha ataupun karyawan harus memiliki sebuah keahlian dan kapasitas dalam menjalankan tugasnya. Perusahaan dalam menciptakan competitive advantage sangat memerlukan SDM yang mempunyai keahlian, karena tak dipungkiri diferensiasi produk maupun diferensiasi pelayanan membutuhkan keahlian, sebaliknya usaha yang tidak memiliki keahlian akan gagal menciptakan competitive advantage pada lingkungan industrinya. Kemampuan kapasitas menjadi tolak ukur dalam bisnis ditinjau dari kemampuan berproduksi. Perusahaan yang memiliki kemampuan produksi yang maksimal akan sejalan dengan hasil efisiensi produksi yang maksimal juga. Usaha industri yang menerapkan Strategi competitive advantage tentu sangat memperhatikan efisiensi dalam produksi.

Strategi Competitive Advantage 

Menurut Jatmiko (2008), terdapat tiga strategi yang dapat diterapkan dalam memenangkan keunggulan bersaing atau competitive advantage, yaitu sebagai berikut:

a. Strategi Kepemimpinan Biaya Rendah (the cost of leadership) 

Strategi kepemimpinan biaya rendah adalah serangkaian tindakan integratif untuk memproduksi dan menawarkan barang/jasa pada biaya paling rendah terhadap para pesaing dengan ciri-ciri yang dapat diterima oleh pelanggan. Strategi ini dipilih oleh perusahaan yang memiliki cakupan persaingan (competitive scope) yang luas. Dalam strategi ini perusahaan berusaha untuk mencapai biaya paling rendah dibandingkan perusahaan lain yang berada dalam satu industri.

Perusahaan akan memperoleh manfaat yang sangat besar dengan adanya keunggulan biaya. Pertama, perusahaan dapat menemukan harga jual yang rendah tetapi masih memperoleh margin yang memadai dibanding pesaing yang menetapkan harga sama tetapi memiliki biaya yang lebih tinggi. Kedua, biaya yang rendah dapat menjadi hambatan masuk (entry barrier) bagi pesaing potensial yang ingin memasuki industri yang sama.

Dalam menjalankan strategi kepemimpinan biaya, sebuah perusahaan harus memastikan bahwa total biaya di seluruh rantai nilainya lebih rendah dari total biaya pesaing. Cara tersebut dapat dilakukan dengan dua hal, yaitu: 

  1. Menjalankan aktivitas-aktivitas rantai nilai secara lebih efektif dari pada pesaing dan mengontrol berbagai faktor yang mungkin mendongkrak biaya aktivitas rantai nilai. 
  2. Memperbarui keseluruhan rantai nilai perusahaan untuk mengeliminasi atau memangkas aktivitas-aktivitas yang menambah biaya.

b. Strategi Diferensiasi 

Strategi Diferensiasi adalah serangkaian tindakan integratif yang dirancang untuk memproduksi dan menawarkan barang/jasa yang dianggap oleh para pelanggan berbeda dalam hal- hal penting dan unik bagi mereka. Diferensiasi merupakan upaya untuk membuat pelayanan dan produk kita berbeda dengan yang lain. Produk dan pelayanan harus memiliki kelebihan atau keistimewaan tersendiri yang akan menjadi daya tarik atau magnet terhadap konsumen.

Strategi diferensiasi berhubungan dengan persepsi pelanggan atas perbedaan-perbedaan yang ditawarkan dalam bentuk penyajian suatu produk/jasa, maka perusahaan akan memberikan pelayanan sebaik mungkin guna meningkatkan posisi diferensiasi yang dimilikinya. Perusahaan akan memilih beberapa atribut yang dianggap oleh para pembeli dalam suatu industri sebagai atribut yang penting dan perusahaan berupaya untuk menempatkan posisinya secara unik agar dapat memenuhi kebutuhan para pembeli tersebut.

Strategi diferensiasi sangat efektif diterapkan dalam kondisi pasar dengan kriteria sebagai berikut: 

  1. Terdapat banyak cara untuk mendiferensiasikan produk atau jasa dan banyak pembeli memandang perbedaan ini sebagai sesuatu yang bernilai. 
  2. Ketika kebutuhan dan penggunaan pembeli beragam. 
  3. Tidak banyak perusahaan pesaing yang mengikuti pendekatan diferensiasi serupa. 
  4. Adanya perubahan teknologi yang berlangsung cepat dan kompetisi terjadi di seputar fitur-fitur produk yang berubah dengan pesat.

c. Strategi Fokus 

Strategi fokus adalah serangkaian tindakan integratif yang dirancang untuk memproduksi dan menawarkan barang/jasa yang melayani kebutuhan segmen persaingan tertentu, atau pasar wilayah geografi tertentu (special prduct for special segmen, or special market). Bila perusahaan memilih strategi ini, maka perusahaan akan memilih satu atau beberapa kelompok segmen dalam suatu industri kemudian mereka akan mengembangkan strategi yang sesuai untuk segmen tersebut yang tidak bisa dilayani dengan baik oleh pesaing lain yang memiliki cakupan pasar lebih luas.

Strategi fokus ini sering disebut sebagai strategi terkonsentrasi yang berusaha untuk mengonsentrasikan diri guna melayani segmen pasar. Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu segmen pasar yang lebih sempit. Strategi jenis ini ditujukan untuk melayani kebutuhan konsumen yang jumlahnya relatif kecil dan dalam pengambilan keputusannya untuk membeli relatif tidak dipengaruhi oleh harga.

Strategi fokus terbagi dalam dua jenis, yakni strategi fokus pada biaya (cost focus) dan fokus pada diferensiasi (differentiation focus). Perusahaan yang berfokus pada biaya akan berusaha untuk meraih pelanggan yang memiliki kebutuhan akan produk dengan biaya lebih rendah dalam suatu industri. Sedangkan perusahaan yang berfokus pada diferensiasi akan berusaha meraih pelanggan dengan cara menawarkan produk atau layanan yang berbeda dengan pesaing.

Strategi fokus bisa diterapkan dengan kondisi pasar sebagai berikut: 

  1. Ketika target segmen pasar besar, menguntungkan, dan sedang bertumbuh. 
  2. Ketika pemimpin pasar tidak melihat segmen tersebut penting bagi keberhasilan mereka. 
  3. Ketika pemimpin pasar menganggap terlalu mahal atau sulit untuk memenuhi kebutuhan khusus dari target segmen pasar di samping tetap memperhatikan kebutuhan konsumen arus utama mereka. 
  4. Ketika industri memiliki banyak segmen yang berbeda dan dengan demikian, memungkinkan pelaku strategi fokus memilih segmen yang relatif menarik dan sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya. 
  5. Ketika tidak banyak pesaing berusaha berspesialisasi di segmen target yang sama.

Alasan Pelaksanaan Competitive Advantage 

Menurut Porter (2008), terdapat beberapa faktor yang menjadi alasan mengapa strategi keunggulan bersaing atau competitive advantage harus dilakukan oleh sebuah perusahaan, yaitu sebagai berikut:

1. Ancaman pendatang baru 

Kondisi ini akan bisa menjadi sebuah ancaman jika dari awal tidak dilakukan persiapan. Salah satu cara mengatasi hal ini adalah dengan terus meningkatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki industri anda. Inovasi produk dan harga bukan menjadi satu-satunya cara namun, harus ada cara yang ,lebih kreatif lagi. Misalnya dengan pemberian diskon atau bonus menarik kepada member sehingga hal ini akan mengunci konsumen tidak pindah ke lain hati.

2. Kekuatan tawar menawar pemasok (bargaining power of supplier) 

Akan menjadi sebuah ancaman bagi perusahaan jika mengambil konsekuensi untuk mendapatkan suplier barang yang sama dengan pesaing. Apalagi jika sampai pihak pesaing mendapatkan harga yang lebih murah ketimbang dari perusahaan sendiri. Oleh karena itu, menjalin hubungan yang baik dengan suplier agar integeritas antara anda dan suplier dapat terjaga dengan baik.

3. Ancaman produk pengganti atau subtitusi 

Barang substitusi meskipun memiliki bentuk yang berbeda, namun jika memiliki fungsional yang sama dan harganya lebih murah tentu tidak menutup kemungkinan konsumen akan lebih memilih barang tersebut. Berbeda halnya jika barang yang di produksi memiliki competitif advantage, maka nilai tambah dari barang tersebut akan meningkat dan memiliki daya tawar lebih tinggi.

4. Kekuatan tawar menawar pembeli (bargaining power of buyer) 

Dalam hal ini, perusahaan harus benar-benar memperhatikan strategi marketing yang digunakan. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan membina hubungan baik dengan konsumen (after sales). Melakukan edukasi terhadap produk hingga konsumen jelas dan tentu membuat konsumen meletakkan kepercayaannya pada perusahaan. Tentunya hal ini akan berdampak positif pada usaha bisnis.

5. Persaingan kompetitif di antara anggota industri 

Sebagai sebuah perusahaan besar tentunya tidak menutup kemungkinan akan adanya pesaing dari perusahaan yang bergerak di sektor yang sejenis. Keunggulan kompetitif bukan hanya terbatas pada perbedaan brand, inovasi, dan cara pemasaran. Tetapi dari segi nilai dan kemanfaatan harus lebih dapat dirasakan pelanggan.

PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari KajianPustaka.com, mohon untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Riadi, Muchlisin. (). Keunggulan Bersaing (Competitive Advantage). Diakses pada , dari https://www.kajianpustaka.com/2022/12/keunggulan-bersaing-competitive-advantage.html