Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Model Pembelajaran Word Square

Word square adalah suatu model pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan ketelitian dalam mencocokkan jawaban pada kotak-kotak jawaban. Model pembelajaran word square bentuknya mirip seperti teka-teki silang, namun bedanya jawabannya sudah ada namun disamarkan dengan menambahkan kotak tambahan dengan sembarang huruf penyamar atau pengecoh. Melalui model pembelajaran word square diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa menjadi lebih cermat dan teliti serta membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan.

Model Pembelajaran Word Square

Model pembelajaran word square merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan kotak-kotak berupa teka-teki silang sebagai alat dalam menyampaikan materi ajar dalam proses belajar mengajar. Kotak-kotak yang telah dipersiapkan akan diisi oleh siswa dengan cara mengarsir huruf-huruf yang ada yang merupakan jawaban dari pertanyaan yang dipersiapkan guru. Melalui penggunaan word square sebagai model pembelajaran diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.

Word square adalah model pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencocokkan jawaban pada kotak-kotak jawaban. Word square adalah sejumlah kata yang disusun satu di bawah yang lain dalam bentuk bujur sangkar dan dibaca secara mendatar dan menurun. Siswa kemudian diarahkan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dan mengarsir huruf demi huruf yang ada pada kotak-kotak jawaban sehingga membentuk kata atau kalimat yang menjadi jawaban dari pertanyaan tersebut.

Pengertian Model Pembelajaran Word Square 

Berikut definisi dan pengertian model pembelajaran word square dari beberapa sumber buku dan referensi:

  • Menurut Andayani (2015), word square adalah model pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencocokkan jawaban yang ada pada kotak-kotak kata. Bentuknya mirip seperti mengisi teka-teki silang tetapi bedanya dalam model pembelajaran word square jawabannya sudah ada di dalam kotak kata namun disamarkan dengan menambahkan kotak tambahan yang telah diisi dengan huruf maupun angka lain yang berfungsi sebagai penyamar. 
  • Menurut Istarani (2012), word square adalah model pembelajaran yang menggunakan kotak-kotak berupa teka-teki silang sebagai alat dalam menyampaikan materi ajar dalam proses belajar mengajar. Kotak-kotak yang telah dipersiapkan akan diisi oleh siswa atau mengarsir huruf-huruf yang ada yang merupakan jawaban dari pertanyaan yang dipersiapkan guru.
  • Menurut Widiartini, dkk (2014), word square adalah suatu model pembelajaran yang memadukan dengan permainan pencarian atau mencari kunci jawaban berdasarkan pertanyaan yang sudah ada dan kata yang dicari dapat diperoleh dari huruf yang telah tersedia secara menurun dan mendatar. Model pembelajaran word square juga dapat meningkatkan peserta didik untuk berpikir efisien dan kritis serta cermat dan teliti dalam mencari kata yang telah tersedia pada kotak. 
  • Menurut Noviana dan Rahman (2013), word square adalah model pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan ketelitian dalam mencocokkan jawaban pada kotak-kotak jawaban. Mirip seperti mengisi Teka-Teki Silang tetapi bedanya jawabannya sudah ada namun disamarkan dengan menambahkan kotak tambahan dengan sembarang huruf penyamar atau pengecoh. 
  • Menurut Mujiman (2007), model pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencocokkan jawaban pada kotak-kotak jawaban.

Contoh Bentuk Word Square 

Menurut Istarani (2011), word square merupakan model pembelajaran yang menggunakan kotak-kotak berupa teka-teki silang sebagai alat dalam menyampaikan materi ajar dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, membuat kotak adalah media utama dalam menyampaikan materi ajar. Kotak-kotak yang telah dipersiapkan akan diisi oleh siswa atau mengarsir huruf-huruf yang ada yang merupakan jawaban dari pertanyaan yang dipersiapkan guru.

Adapun contoh kotak-kotak word square beserta pertanyaannya seperti gambar di bawah ini: 

Contoh Word Square

SOAL: 

  1. Makanan yang kita makan mengalami dua macam proses pencernaan yaitu pencernaan mekanis dengan bantuan gigi dan lidah serta pencernaan kimiawi dengan bantuan … 
  2. Gerakan yang mengakibatkan makanan masuk ke lambung secara otomatis disebut gerakan… 
  3. … terletak di dalam rongga perut agak sebelah kiri yang berbentuk kantong dan dapat membesar kalau terisi makanan. 
  4. Enzim yang berfungsi mengubah zat tepung menjadi zat gula yaitu… 
  5. Mengambil air dan garam-garam dari limbah sisa makanan merupakan tugas dari … 

Langkah-langkah Pembelajaran Word Square 

Model pembelajaran word square dalam prosesnya dilakukan seperti sebuah permainan, sehingga dalam pelaksanaannya siswa dapat belajar sambil bermain, namun yang sangat ditekankan tetap proses belajarnya. Penerapan model pembelajaran word square dapat digunakan untuk semua mata pelajaran, tinggal bagaimana guru dapat membuat sejumlah pertanyaan yang terpilih yang dapat merangsang siswa untuk berpikir efektif.

Menurut Istarani (2011), langkah-langkah atau tahapan proses pembelajaran menggunakan metode word square adalah sebagai berikut:

a. Menyampaikan materi sesuai dengan kompetensi 

Sebelum siswa melakukan kegiatan belajar menjawab pertanyaan dengan memanfaatkan lembar dan kotak-kotak jawaban, guru perlu untuk menjelaskan materi pelajaran secara lengkap sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Penjelasan ini merupakan bentuk transfer pengetahuan atau informasi yang diberikan guru kepada siswa, sehingga menjadikan siswa yang tadinya tidak mengetahui menjadi mengetahui, dan yang sebelumnya tidak memahami menjadi memahami.

b. Membagikan lembaran kegiatan 

Setelah menjelaskan materi pelajaran, guru kemudian membagikan lembar kegiatan belajar kepada siswa. Lembar tersebut adalah lembar pertanyaan dan jawaban serta lembar yang berisikan kotak-kotak jawaban yang akan digunakan oleh siswa untuk merangkai huruf-huruf menjadi jawaban.

c. Membaca setiap pertanyaan pada lembar soal dan menjawabnya 

Siswa ditugaskan untuk membaca setiap pertanyaan dengan teliti dan cermat dan kemudian memberikan jawaban pada setiap pertanyaan yang diberikan. Ketepatan dalam menjawab setiap pertanyaan akan memudahkan siswa dalam mengisi atau mengarsir huruf-huruf yang ada pada lembar kotak-kotak jawaban.

d. Mengarsir huruf-huruf yang ada pada kotak jawaban 

Siswa kemudian mengarsir huruf-huruf yang ada pada kotak jawaban sesuai dengan jawaban yang diberikan. Setiap huruf yang diarsir akan membentuk sebuah kata atau kalimat yang sesuai dengan jawaban yang diberikan. Jika jawaban yang diberikan salah, kemungkinan besar huruf-huruf tersebut tidak ada pada kotak-kotak tersebut.

e. Mencocokkan atau melakukan pemeriksaan terhadap jawaban dan kotak jawaban 

Siswa bersama guru melakukan pemeriksaan terhadap jawaban dan kecocokannya dengan kotak jawaban. Guru mengarahkan siswa untuk saling menukar lembar kerja dengan siswa lainnya, untuk mencegah terjadinya kecurangan pada saat pemeriksaan.

f. Menarik kesimpulan 

Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan melakukan penarikan kesimpulan terhadap materi pelajaran, untuk meluruskan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

g. Menilai hasil pekerjaan siswa 

Setiap hasil pekerjaan siswa yang telah selesai diperiksa, dinilai oleh guru sesuai dengan berapa jumlah jawaban yang benar dan dimasukkan ke dalam daftar nilai siswa.

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Word Square 

Setiap model pembelajaran biasanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu juga dengan model pembelajaran word square. Menurut Istarani (2011), kelebihan dan kekurangan model pembelajaran word square adalah sebagai berikut:

a. Kelebihan 

  1. Kegiatan tersebut mampu mendorong peserta didik untuk memahami materi. 
  2. Melatih untuk disiplin. Yang dimaksud dengan melatih disiplin di sini adalah dapat melatih ketetapan peserta didik dalam menjawab pertanyaan. Karena jawaban dari pertanyaan tersebut telah disiapkan oleh pendidik. 
  3. Dapat melatih sikap teliti dan kritis. Dengan menggunakan model pembelajaran word square maka dapat melatih peserta didik untuk teliti karena dalam mencari jawaban peserta didik harus teliti. Untuk dapat menjawab pertanyaan peserta didik harus memahami terlebih dahulu mengenai topik yang sedang dibahas. Peserta didik yang memahami materi mereka pasti selalu ingin tahu lebih dalam mengenai pembahasan tersebut. Rasa ingin tahu yang mendalam itulah yang membuat peserta didik menjadi kritis. 
  4. Merangsang peserta didik untuk berpikir efektif. Dalam mencari jawaban peserta didik harus berpikir efektif yaitu dapat mencari jawaban mana yang paling tepat.

b. Kekurangan 

  1. Membuat kotak yang bervariasi membutuhkan kreativitas dari seorang guru.
  2. Sering sekali dijumpai antara kotak yang tersedia tidak sesuai dengan pertanyaan yang ada. 
  3. Membuat pertanyaan yang memerlukan jawaban yang pasti membutuhkan kemampuan yang tinggi dari seorang guru.

Daftar Pustaka

  • Andayani. 2015. Problematika dan Aksioma dalam Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Deepublish. 
  • Istarani. 2012. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada.
  • Widiartini, Ni Putu Dian .S., dkk. 2014. Pengaruh Model Word Square terhadap Keterampilan Menyimak Cerita Kelas V SD Gugus IX Kecamatan Buleleng. Bali: Universitas Pendidikan Ganesha.
  • Noviana, S.W., dan Rahman, F.A. 2013. Efektivitas Model Pembelajaran Word Square dengan Bantuan Alat Peraga pada Materi Geometri. Jurnal Pendidikan Matematika, EDU-MAT.
  • Mujiman, Haris. 2007. Manajemen Pelatihan Berbasis Belajar Mandiri. Yogyakarta: Mitra Cendekia.

PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari KajianPustaka.com, mohon untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Riadi, Muchlisin. (). Model Pembelajaran Word Square. Diakses pada , dari https://www.kajianpustaka.com/2022/12/model-pembelajaran-word-square.html