Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manajemen Kesiswaan

Manajemen kesiswaan adalah kegiatan penataan, pengaturan dan pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa selama berada di lingkungan sekolah, mulai dari penerimaan siswa baru, pemenuhan kebutuhan dan pembinaan minat dan bakat sampai dengan siswa dinyatakan lulus dari sekolah. Manajemen siswa bukan hanya berbentuk pencatatan siswa, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan siswa melalui proses pendidikan di sekolah.

Manajemen Kesiswaan

Manajemen kesiswaan merupakan bentuk pelayanan siswa di sekolah, seperti pendaftaran, pengenalan, layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai siswa tersebut menyelesaikan pendidikan di lembaga pendidikan yang bersangkutan. Manajemen kesiswaan menjadi wahana bagi siswa untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi individualitasnya, segi sosialnya, segi aspirasinya, segi kebutuhannya dan segi-segi potensi siswa yang lainnya.

Manajemen kesiswaan juag diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap siswa mulai dari siswa tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus. Manajemen kesiswaan merupakan salah satu bidang operasional yang penting dalam kerangka manajemen sekolah. Manajemen kesiswaan digunakan untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran di sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur, serta mencapai tujuan pendidikan sekolah.

Pengertian Manajemen Kesiswaan 

Berikut definisi dan pengertian manajemen kesiswaan dari beberapa sumber buku dan referensi: 

  • Menurut Mulyasa (2009), manajemen kesiswaan adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan siswa, mulai masuk sampai dengan keluarnya siswa tersebut dari suatu sekolah. 
  • Menurut Agustinus (2017), manajemen kesiswaan adalah suatu layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas.
  • Menurut Arikunto dan Yuliana (2008), manajemen kesiswaan adalah kegiatan pencatatan siswa mulai dari proses penerimaan hingga siswa tersebut lulus dari sekolah disebabkan karena tamat atau sebab lain. 
  • Menurut Mantja (2008), manajemen kesiswaan adalah proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa, pembinaan sekolah mulai dari penerimaan siswa, pembinaan selama peserta didik berada di lingkungan sekolah, sampai dengan peserta didik menyelesaikan (menamatkan) pendidikannya melalui penciptaan suasana yang kondusif dan nyaman terhadap proses berlangsungnya belajar mengajar yang efektif dan efisien. 
  • Menurut Gunawan (1996), manajemen kesiswaan adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinyu terhadap seluruh peserta didik agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif dan efisien mulai dari penerimaan peserta didik hingga keluarnya peserta didik dari suatu sekolah.
  • Menurut Syarbini (2011), manajemen kesiswaan adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, penawasan, dan layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, dan kebutuhan sampai ia matang mendapatkan proses pendidikan di sekolah. 
  • Menurut Mulyono (2008), manajemen kesiswaan adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diupayakan secara sengaja serta pembinaan secara terus menerus (kontinue) terhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses belajar mengajar (KBM) dengan efektif dan efisien.

Tujuan dan Fungsi Manajemen Kesiswaan 

Menurut Imron (2011), tujuan manajemen kesiswaan adalah sebagai berikut: 

  1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan psikomotorik siswa. 
  2. Menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan) bakat dan minat siswa. 
  3. Meyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan siswa. 
  4. Dengan terpenuhinya harapan tersebut diharapkan siswa dapat mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut dapat belajar dengan baik dan tercapai cita-cita mereka.

Adapun menurut Imron (2011), fungsi manajemen kesiswaan adalah sebagai berikut: 

  1. Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan individualitas siswa, ialah agar mereka dapat mengembangkan potensi-potensi individualitasnya tanpa banyak terhambat, potensi bawaan tersebut meliputi: kemampuan umum (kecerdasan), kemampuan khusus dan kemampuan lainnya. 
  2. Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan fungsi sosial siswa ialah siswa dapat mengadakan sosialisasi dengan teman sebayanya, dengan orang tua, keluarga, dengan lingkungan sosial sekolahnya dan lingkungan sosial masyarakat. Fungsi ini berkaitan dengan hakikat siswa sebagai makhluk sosial. 
  3. Fungsi yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan siswa, ialah agar siswa tersalurkan hobinya kesenangan dan minatnya karena hal itu dapat menunjang terhadap perkembagan diri siswa secara keseluruhan. 
  4. Fungsi yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan siswa, hal itu sangat penting karena kemungkinan siswa akan memikirkan pula kesejahteraan teman sebaya.

Prinsip-prinsip Manajemen Kesiswaan 

Menurut Hasbullah (2006), dalam pelaksanaan manajemen kesiswaan, terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, antara lain yaitu sebagai berikut: 

  1. Siswa harus diperlakukan sebagai subjek dan bukan objek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka. 
  2. Keadaan dan kondisi siswa sangat beragam, ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan wahana kegiatan yang beragam sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal. 
  3. Pada dasarnya siswa hanya akan termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang diajarkan.
  4. Pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif dan psikomotorik.

Adapun menurut Tim Dosen Administrasi Pendidikan (2010), prinsip-prinsip manajemen kesiswaan adalah sebagai berikut:

  1. Dalam mengembangkan program manajemen kesiswaan, penyelenggara harus mengacu pada peraturan yang berlaku pada saat program dilaksanakan. 
  2. Manajemen kesiswaan dipandang sebagai bagian keseluruhan manajemen sekolah. Oleh karena itu ia harus mempunyai tujuan yang sama dan atau mendukung terhadap tujuan manajemen sekolah secara keseluruhan. 
  3. Segala bentuk kegiatan manajemen kesiswaan haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik siswa. 
  4. Kegiatan-kegiatan manajemen siswa haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta yang mempunyai keragaman latar belakang dan punya banyak perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang ada pada siswa tidak diarahkan bagi munculnya konflik diantara mereka melainkan justru untuk mempersatukan, saling memahami dan saling menghargai. Sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal.
  5. Kegiatan manajemen kesiswaan haruslah dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan siswa. 
  6. Kegiatan manjemen siswa haruslah mendorong dan memacu kemandirian siswa. Prinsip kemandirian akan bermanfaat tidak hanya ketika di sekolah, melainkan juga ketika sudah terjun kemasyarakat.
  7. Kegiatan manajemen kesiswaan haruslah fungsional bagi kehidupan siswa, baik di sekolah lebih-lebih di masa depan.

Ruang Lingkup dan Tugas Manajemen Kesiswaan 

Ruang lingkup dan tugas manajemen kesiswaan adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan Kesiswaan 

Dalam merencanakan manajemen kesiswaan harus dilakukan dengan teliti dan memperhatikan serta memperhitungkan banyak hal. Perencanaan kesiswaan tersebut dilakukan mulai dari proses masuknya siswa ke sekolah hingga kelulusan siswa bahkan jika dibutuhkan manajemen kesiswaan berlangsung hingga siswa menjadi alumni. Sekolah mendata ukuran sekolah, kelas, jumlah kelas, kebutuhan siswa dan guru hingga staf, serta rasio jumlah murid dan guru. Melalui data tersebutlah pihak sekolah baru bisa menganalisa kebutuhan dalam pengelolaan manajemen kesiswaan yang berlangsung di sekolah. Dengan mengetahui jumalah siswa yang saat ini berada di sekolah, dapat memungkinkan munculnya data jumlah siswa yang dapat diterima dalam penerimaan siswa pada tahun ajaran baru.

b. Penerimaan Siswa Baru 

Dalam pengelolaan penerimaan siswa baru harus dilakukan sedemikian rupa, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) dipastikan sudah bisa dimulai pada hari pertama seolah setiap tahun ajaran baru. Dalam proses penerimaan siswa baru, terdapat beberapa kegiatan yang harus dilakukan, diantaranya adalah: penetapan persyaratan siswa yang kan diterima, pembentukan panitia penerimaan siswa baru, perencanaan orientasi siswa, dan lain sebagainya.

c. Pengelompokan Siswa 

Pengelompokan atau penempatan siswa perlu dilakukan terutama untuk siswa yang baru masuk. Tujuannya agar kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu pihak sekolah terutama pihak kesiswaan setiap tahunnya pasti selalu melakukan penempatan atau pengelompokan siswa. Dasar-dasar pengelompokan siswa terdiri dari empat macam, yaitu:

  1. Friendship Grouping. Yaitu pengelompokan siswa yang didasarkan pada kesukaan dalam memilih teman antar siswa itu sendiri. Jadi, dalam hal ini siswa diberikan kebebasan dalam memilih teman untuk dijadikan sebagai anggota kelompoknya. 
  2. Achievement Gruping. Yaitu pengelompokan siswa yang didasarkan pada prestasi yang dicapai oleh siswa. Dalam pengelompokan ini biasanya diadakan percampuran antar siswa yang berprestasi tinggi dengan siswa yang berprestasi rendah.
  3. Aptitude Grouping. Yaitu pengelompokan siswa yang didasarkan pada kemampuan dan bakat yang sesuai dengan apa yang dimiliki siswa itu sendiri. 
  4. Inteligence Grouping. Yaitu pengelompokan siswa yang didasarkan atas hasil tes intelegensi yang diberikan kepada siswa itu sendiri.

d. Pembinaan Siswa 

Pembinaan siswa adalah mengupayakan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional berdasarkan Pancasila. Definisi khusus mengenai pembinaan siswa adalah usaha atau kegiatan memberikan bimbingan, arahan, pemantapan, peningkatan, arahan terhadap pola pikir, sikap mental perilaku, serta minat, bakat, dan ketrampilan para siswa, melalui program ekstrakurikuler dalam mendukung keberhasilan program kurikuler. Tujuan pembinaan siswa adalah untuk meningkatkan peran serta dan inisiatifnya untuk menjaga dan membina sekolah sebagai wiyata mandala, sehingga terhindar dari usaha pengaruh yang bertentangan dengan kebudayaan nasional, menumbuhkan daya tangkal terhadap pengaruh negatif yang datang dari luar sekolah.

e. Kelulusan dan Alumni 

Proses kelulusan adalah kegiatan paling akhir dalam manajemen kesiswaan. Kelulusan adalah pernyataan dari sekolah sebagai lembaga tentang telah diselesaikannya program pendidikan yang harus diikuti oleh siswa. Setelah seorang siswa selesai mengikuti seluruh program pendidikan di suatu lembaga pendidikan (sekolah) dan berhasil lulus dalam Ujian Nasional (UN), maka akan diberikan surat keterangan atau sertifikat yang umumnya disebut dengan ijazah. Proses kelulusan biasanya dikukuhkan dengan upacara yang biasa disebut dengan wisuda.

f. Kegiatan Ekstrakurikuler 

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pelajaran atau kegiatan yang diselenggarakan di luar jam belajar mengajar (KBM) yang seperti biasa. Tujuan dari kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk memperkaya dan wawasan pengetahuan, mendorong pembinaan nilai dan sikap untuk mengembangkan minat dan bakat siswa.

g. Organisasi Intra Sekolah (OSIS) 

OSIS merupakan satu-satunya organisasi yang bersifat intra sekolah dan harus ada di setiap sekolah. OSIS merupakan wadah untuk menampung dan menyalurkan serta mengembangkan kreativitas siswa baik melalui kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler dalam rangka menunjang keberhasilan kurikuler.

PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari KajianPustaka.com, mohon untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Riadi, Muchlisin. (). Manajemen Kesiswaan. Diakses pada , dari https://www.kajianpustaka.com/2023/01/manajemen-kesiswaan.html