Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Blue Ocean Strategy - Prinsip, Langkah dan Kerangka Kerja

Blue ocean strategy adalah suatu konsep strategi pemasaran dalam menciptakan ruang pasar yang benar-benar baru, sehingga membuat pesaing dan kompetisi menjadi tidak relevan. Blue ocean strategy merupakan pasar yang sama sekali baru, belum ditemukan dan peluang dengan nilai bar-kreasi, basis pelanggan baru dan tidak ada kompetisi. Blue ocean strategy ditandai dengan adanya ruang pasar yang belum terjelajahi, penciptaan permintaan, dan peluang pertumbuhan yang sangat menguntungkan.

Blue Ocean Strategy

Blue ocean strategy merupakan jawaban atas persaingan di red ocean strategy yang sangat kompetitif dan berdarah-darah. Pada ruang pasar zona red ocean, perusahaan akan bersaing satu sama lain dengan keras untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar. Hal ini, akan menyebabkan antar perusahaan sebagai pelaku bisnis akan merasakan medan pertarungan yang sengit, dimana dalam medan persaingan tersebut diperebutkan oleh para pelaku bisnis dengan menawarkan keseragaman produk.

Blue ocean strategy memiliki batu pijak berupa inovasi nilai yang membedakannya dengan strategi pada red ocean strategy. Inovasi nilai diciptakan dalam wilayah dimana tindakan-tindakan perusahaan secara positif mempengaruhi struktur biaya dan tawaran nilai bagi pembeli. Inovasi nilai merupakan gabungan dari upaya meningkatkan faktor utilitas pembeli dan menurunkan faktor biaya dalam waktu yang bersamaan, tanpa berfokus untuk melakukan pertukaran (trade-off) pada salah satu faktor.

Pengertian Blue Ocean Strategy 

Berikut definisi dan pengertian Blue Ocean Strategy dari beberapa sumber buku dan referensi: 

  • Menurut Kim dan Mauborgne (2009), blue ocean strategy adalah cara bagaimana strategi perusahaan dapat menciptakan pasar yang tidak terbantahkan ruang yang membuat kompetisi tidak relevan. 
  • Menurut Ardian (2017), blue ocean strategy adalah strategi untuk keluar dari dunia persaingan dengan menciptakan ruang pasar yang baru dan membuat pesaing dan kompetisi menjadi tidak relevan.

Perbedaan Blue Ocean dan Red Ocean 

Red ocean adalah jenis industri yang eksis saat ini atau the known market space. Dalam red ocean persaingan sudah diketahui dan dimiliki, serta adanya parameter khusus tentang besarnya market, batasan-batasan industri tersebut berada. Dalam persaingan red ocean perusahaan tersebut mencoba saling bersaing dengan rival-nya untuk meraih konsumen yang telah eksis, walaupun resiko-nya mereka harus berada dalam persaingan yang makin sesak. Maka semakin penuh ruang pasar-nya, prospek untuk mendapatkan profit dan pertumbuhan perusahaan pun semakin berkurang. Akhirnya sebuah produk pun hanya menjadi barang komoditas, dan kompetisi berubah menjadi lautan darah yang merah.

Sebaliknya blue ocean, merupakan jenis industri yang tidak eksis pada saat ini atau the unknown market space, dimana tidak dicemari oleh kompetisi. Dalam blue ocean, permintaan diciptakan. Disini ada kesempatan untuk tumbuh cepat dan berkembang dalam mendapatkan profit. Dalam blue ocean, kompetisi menjadi tidak relevan karena aturan mainnya sedang dalam proses pembuatan. Blue ocean adalah sebuah analogi untuk menggambarkan luas dan dalamnya ruang pasar yang potensial yang belum dikaji lebih dalam. Seperti halnya samudra biru yang tidak tersentuh, luas dan dalam, yaitu dalam hal perkembangan profit.

Strategi red ocean fokus terhadap perusahaan sebagai sumber nyata dalam menciptakan inovasi, sedangkan strategi blue ocean fokus kepada langkah strategis yang merupakan sumber dari sebuah inovasi. Langkah strategis (strategic move) adalah suatu set aksi dan keputusan manajerial untuk membuat market yang besar dalam menciptakan penawaran bisnis. Strategi blue ocean menyediakan pendekatan yang sistematis dalam memecahkan masalah kompetisi berdarah pada red ocean dan membuat kompetisi menjadi tidak relevan dengan merekonstruksi batasan market untuk menciptakan langkah yang bernilai bagi perusahaan dan konsumen-nya.

Adapun beberapa perbedaan antara blue ocean strategy dengan red ocean strategi dapat dilihat pada gambar tabel di bawah ini:

Perbedaan Blue Ocean VS Red Ocean

Inovasi Nilai Blue Ocean Strategy 

Salah satu yang sangat penting dalam landasan blue ocean strategy adalah inovasi nilai. Inovasi nilai merupakan wilayah dimana tindakan perusahaan secara positif mempengaruhi struktur biaya dan tawaran nilai bagi pembeli. Penghematan biaya dilakukan dengan menghilangkan dan mengurangi faktor-faktor yang menjadi titik persaingan dalam industri. Nilai pembeli ditingkatkan dengan menambah dan menciptakan elemen-elemen yang belum ditawarkan dalam industri.

Inovasi Nilai Blue Ocean Strategy

Menciptakan samudra biru adalah tentang menurunkan biaya sekaligus meningkatkan nilai bagi pembeli. Ini adalah bagaimana lompatan nilai bagi perusahaan dan pembeli dicapai. Karena nilai pembeli berasal dari utilitas (manfaat) dan harga yang ditawarkan perusahaan kepada pembeli dan karena nilai bagi perusahaan dihasilkan dari struktur harga dan biaya, inovasi nilai dicapai hanya jika seluruh sistem aktivitas utilitas, harga, dan biaya terintegrasi dengan baik. Pendekatan seperti inilah yang menjadikan penciptaan samudra biru sebagai strategi yang berkelanjutan.

Inovasi nilai memberikan penekanan setara pada nilai dan inovasi. Nilai tanpa inovasi cenderung berfokus pada penciptaan nilai dalam skala besar, sesuatu yang meningkatkan nilai rapi tidak memadai untuk membuat anda unggul secara menonjol di pasar. Inovasi tanpa nilai cenderung bersifat mengandalkan teknologi, pelopor pasar, atau futuristik, dan sering membidik sesuatu yang belum siap diterima dan dikonsumsi oleh pembeli.

Pendekatan dari keseluruhan sistem ini yang menjadikan penciptaan samudra biru sebagai sebuah strategi berkesinambungan (sustainable). Dalam kaitan ini, inovasi nilai menuntut lompatan perusahaan untuk mengarahkan seluruh sistem pada tujuan mencapai lompatan dalam nilai bagi pembeli dan bagi perusahaan itu sendiri. Dalam perjalanan waktu, biaya berkurang lebih jauh ketika ekonomi skala bekerja setelah terjadi volume penjualan tinggi akibat nilai unggul yang diciptakan.

Langkah-langkah Blue Ocean Strategy 

Menurut Kim dan Mauborgne (2009), untuk mewujudkan blue ocean strategy, terdapat beberapa prinsip yang harus dijalankan, yaitu sebagai berikut: 

  1. Merekontruksi batasan-batasan pasar. Salah satu prinsip dalam blue ocean strategy adalah perekontruksian batasan pasar industri. Prinsip ini merupakan prinsip pertama karena digunakan terlebih dahulu untuk memposisikan perusahaan agar dapat menjauh dari persaingan Samudra Merah dan menciptakan ruang pasar yang baru Samudra Biru sehingga dapat memperkecil risiko pencarian.
  2. Fokus pada gambaran besar, bukan pada angka. Prinsip fokus pada gambaran besar, bukan pada angka merupakan kunci untuk mengurangi risiko perencanaan investasi tenaga dan waktu yang terlalu besar. Big Picture yang dimaksudkan disini adalah apa yang lazim disebut dengan visi suatu perusahaan, yang merupakan tempat bernaungnya para pelaku bisnis. 
  3. Menjangkau melampaui permintaan yang ada. Permintaan dapat dijangkau dan dilampaui dengan menentang dua praktik strategi konvensional.Pertama, berfokus pada konsumen yang ada.Kedua, dorongan mempertajam segmentasi demi mengakomodasi perbedaan di pihak pembeli.Umumnya, untuk menumbuhkan pangsa mereka terhadap suatu pasar, perusahaan berupaya mempertahankan dan memperluas konsumen yang ada. 
  4. Menjalankan rangkaian strategis secara benar. Ketika strategi telah didapat dan menghasilkan kurva nilai yang baru, langkah selanjutnya adalah membuat suatu model bisnis yang kuat. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah strategi yang didapat mampu menghasilkan pertumbuhan dan laba yang sehat. Untuk membangun Blue Ocean Strategy, perusahaan perlu mengujinya terhadap empat hal. Ke empat hal adalah utilitas pembeli, harga, biaya, dan pengadopsian. 
  5. Mengatasi hambatan utama organisasi. Terdapat empat rintangan dalam organisasi bagi eksekusi strategi yang telah ditetapkan yaitu: rintangan kognitif, rintangan sumber daya, rintangan politik dan rintangan motivasional. 
  6. Mengintegrasikan eksekusi ke dalam strategi. Pada prinsip ke enam terdapat beberapa pengaruh yang ditimbulkan oleh proses adil terhadap sikap dan perilaku orang ketika manajemen mengeksekusi strategi.

Kerangka Kerja Blue Ocean Strategy 

a. Kerangka Kerja Empat Langkah 

Menurut Kim dan Mauborgne (2009), untuk mewujudkan samudra biru melalui inovasi nilai diperlukan kerangka kerja analisis yang disebut kerangka kerja empat langkah, yaitu sebagai berikut:

Kerangka kerja Blue Ocean Strategy

  1. Hapuskan. Faktor apa saja yang harus dihapuskan dari faktor-faktor yang telah diterima begitu saja oleh industri? Fitur yang sebenarnya tidak begitu penting namun kebiasaan, selalu ditawarkan kepada pelanggan.
  2. Kurangi. Faktor apa saja yang harus dikurangi hingga dibawah standar industri? Fitur yang sebaiknya dikurangi karena tidak memberikan nilai yang tinggi kepada pelanggan. 
  3. Tingkatkan. Faktor apa saja yang harus ditingkatkan hingga diatas standar industri? Fitur yang sebaiknya diberikan karena mampu memberikan value yang sangat tinggi kepada pelanggan; meski mungkin fitur ini sudah di tawarkan oleh para pesaing. 
  4. Ciptakan. Faktor apa saja yang belum pernah ditawarkan industri sehingga harus diciptakan? Fitur baru yang sebaiknya diciptakan; fitur baru yang mampu memberikan nilai tinggi kepada pelanggan, dan selam ini belum pernah ditawarkan oleh pelanggan.

Apabila perusahaan mengisi skema dengan tindakan-tindakan menghapuskan, mengurangi, meningkatkan, dan menciptakan, skema ini memberikan empat manfaat utama kepada perusahaan, yaitu: 

  1. Mendorong perusahaan untuk mengejar diferensiasi dan biaya murah secara bersamaan untuk mendobrak pertukaran nilai-biaya. 
  2. Dengan segera menghantam perusahaan yang hanya berfokus pada upaya meningkatkan dan menciptakan, sehingga menaikkan struktur biaya mereka, serta menghantam perusahaan yang sering memodifikasi produk dan jasa secara berlebihan-kesalahan umum dalam banyak perusahaan. 
  3. Dengan mudah dipahami oleh manajer di level apa pun, sehingga menciptakan tingkat keterlibatan yang tinggi dalam penerapannya. 
  4. Karena penuntasan upaya-upaya dalam skema ini merupakan tugas menantang, skema ini mendorong perusahaan untuk bersemangat dalam menganalisis setiap faktor industri yang menjadi ajang kompetisi, sehingga ia menemukan berbagai asumsi implisit yang mereka buat secara tak sadar dalam berkompetisi.

b. Kerangka Kerja Enam Langkah 

Menurut Kim dan Mauborgne (2009), terdapat juga kerangka kerja enam langkah yang dijalankan dalam strategi blue ocean, yaitu sebagai berikut:

1. Mencermati industri-industri alternatif 

Pada dasarnya kompetisi yang terjadi dalam suatu industri tidak hanya terbatas dengan kompetitor. Namun bila lebih dicermati konsumen terkadang dihadapkan dengan pilihan produk substitute ataupun produk alternatif. Alternatif mencakup produk baru atau jasa yang memiliki fungsi dan bentuk berbeda tapi satu tujuan. Contohnya bioskop bersaing tidak hanya dengan sesama bioskop, tetapi juga dengan restoran, karena sama-sama mempunyai fungsi entertaiment bersama keluarga. Walaupun berada dalam industri yang berbeda, tetapi keduanya memiliki kesamaan tujuan yaitu sebagai sarana hiburan.

2. Mencermati kelompok-kelompok strategis dalam industri 

Kelompok strategis secara umum diperingatkan dalam sebuah tatanan hierarki kasar yang dibangun berdasarkan dua dimensi yaitu harga dan kinerja. Setiap lonjakan harga cenderung melonjak-kan pula sejumlah dimensi kerja. Kunci menciptakan samudra baru melintasi kelompok-kelompok strategis yang ada adalah mendobrak wawasan sempit dengan memahami faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen untuk berpindah naik atau turun dari satu kelompok ke kelompok yang lain. Contohnya Toyota menciptakan Lexus untuk luxury model mobilnya, melepaskan diri dari grup kelas tengah pembeli mobil, dan membidik kelas atas.

3. Mencermati rantai pembeli 

Pada umumnya sebagian besar industri memiliki kesamaan dalam mendefinisikan target pasar mereka. Tetapi dalam dunia nyatanya terdapat rantai pembeli-pembeli yang baik secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam keputusan pembelian. Terdapat tiga kelompok dalam rantai pembeli yaitu purchaser, user dan influencer. Ketiganya memiliki definisi yang berbeda tentang pandangan suatu nilai. Menentang kebijaksanaan konvensional suatu industri mengenai kelompok pembeli mana yang harus dibidik dapat mengarahkan industri tersebut ke dalam penciptaan strategi blue ocean. Contohnya Novo Nordisk membuat obat insulin yang dapat dipakai oleh penderita diabetes tanpa bantuan dokter, dengan menggunakan sistem yang mudah Novopen, dan inovasi terbarunya mempunyai memori pada pen tersebut jadi tidak mungkin pemakai lalai melakukan dua kali penyuntikan walaupun lupa.

4. Mencermati penawaran produk dan jasa pelengkap 

Pada umumnya dalam persaingan dunia industri para pesaing memiliki batas-batas penawaran barang dan jasa yang sama dengan kompetitor. Nilai yang belum tergali sering tersembunyi di dalam produk dan jasa pelengkap. Contohnya Barnes & Noble, toko buku yang mempunyai cafe di dalamnya dimana orang dapat menikmati makanan kecil dan atau minum kopi, sambil memilih dan membaca buku.

5. Mencermati daya tarik emosional atau fungsional bagi pembeli 

Dalam dunia industri terdapat dua macam daya tarik yang ditawarkan yaitu functional benefit, dimana harga menjadi salah satu pertimbangan rasional yang signifikan. Dan terdapat pula industri yang menawarkan emotional benefit, yaitu dalam konsep-nya industri ini menawarkan banyak kelebihan yang meningkatkan harga tanpa meningkatkan fungsionalitas. Bilamana perusahaan bersedia menentang orientasi fungsional-emosional, maka mereka sering menemukan ruang pasar baru. Contohnya Swatch, yang mengubah industri jam kelas atas yang berorientasi fungsional menjadi sebuah pernyataan kelas atas berorientasi emosional.

6. Mencermati waktu 

Kepasifan perusahaan dalam beradaptasi pada perkembangan teknologi akan membuat mereka ketinggalan dan akan sulit untuk menciptakan situasi driving customer. Dengan lebih mencermati waktu dari nilai yang diberikan kepada pasar saat ini ke nilai yang mungkin diberikan pasar ke masa depan manajer bisa secara aktif membentuk masa depan mereka dengan membuka samudra biru baru. Dalam penciptaan ruang pasar yang baru dengan melihat waktu ini, terdapat tiga hal penting untuk menjadi proaktif melihat jalur waktu, yaitu; perjalanan servis/produk akan merubah industri kita, tidak dapat dikembalikan lagi, dan arahnya sudah jelas. Contoh keberhasilan perusahaan dalam penerapan-nya adalah iPod yang diciptakan oleh Apple pada saat yang tepat ketika industri musik sedang dalam kebingungan, dan tidak ada persaingan disitu, dan iPod pun mampu menampung ribuan lagu.

PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari KajianPustaka.com, mohon untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Riadi, Muchlisin. (). Blue Ocean Strategy - Prinsip, Langkah dan Kerangka Kerja. Diakses pada , dari https://www.kajianpustaka.com/2023/07/blue-ocean-strategy.html