Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Model Pembelajaran SETS

Model pembelajaran SETS (Science, Environment, Technology, and Society) adalah pembelajaran yang menggabungkan antara konsep sains dan teknologi yang telah dipelajari, serta implikasinya terhadap lingkungan dan masyarakat. Melalui pembelajaran SETS siswa dituntut untuk memahami isu sains dan teknologi yang ada dan pengaruhnya pada masyarakat dan lingkungan melalui pengalaman. Selain itu siswa dapat melakukan penyelidikan untuk mendapatkan pengetahuan sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat yang saling berkaitan.

Model Pembelajaran SETS

Model pembelajaran SETS dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah SALINGTEMAS, yaitu sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Model pembelajaran ini digagas oleh Prof. Achmad Binadja dari Universitas Negeri Semarang. Model pembelajaran SETS dapat diawali dengan konsep-konsep yang sederhana yang terdapat di lingkungan sekitar kehidupan sehari-hari atau konsep-konsep rumit mengenai sains maupun non sains. Pembelajaran SETS menggunakan teknologi sebagai penghubung antara sains, lingkungan dan masyarakat.

Pembelajaran SETS merupakan proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan mengangkat topik yang akan dibahas kemudian menghubungkannya antara sains, teknologi dan hubungannya dengan manfaat di masyarakat serta dampak yang terjadi bagi lingkungan. Pembelajaran SETS mengacu pada isu ataupun permasalahan nyata yang terdapat pada lingkungan, di samping dapat mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran juga dapat melatih peserta didik dalam mengidentifikasi, menganalisis, bahkan mengaplikasikan konsep dan keterampilan proses dalam pemecahan permasalahan di kehidupan sehari-hari.

Pengertian Model Pembelajaran SETS 

Berikut definisi dan pengertian model pembelajaran SETS (Science, Environment, Technology, and Society) atau sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat (SALINGTEMAS) dari beberapa sumber buku dan referensi: 

  • Menurut Poedjiadi (2010), pembelajaran SETS adalah suatu pola tertentu dari langkah-langkah yang dilakukan dalam proses pembelajaran dan tidak boleh diabaikan. Adapun tujuan pembelajaran SETS adalah untuk membentuk individu yang memiliki literasi sains dan teknologi serta memiliki kepedulian terhadap masalah masyarakat dan lingkungannya. 
  • Menurut Yager (1992), pembelajaran SETS adalah pembelajaran yang memfasilitasi terjadinya pembelajaran sains dan teknologi melalui pengalaman. Pembelajaran SETS menekankan pada pentingnya pembelajaran untuk memahami isu teknologi dan isu sains yang ada dan berpengaruh pada masyarakat dan lingkungan melalui pengalaman. 
  • Menurut Kuswati (2004), pembelajaran SETS adalah model pembelajaran yang memusatkan permasalahan dari dunia nyata yang memiliki komponen Sains dan Teknologi dari perspektif siswa, di dalamnya terdapat konsep-konsep dan proses, selanjutnya siswa diajak untuk menginvestigasi, menganalisis, dan menerapkan konsep dan proses itu pada situasi yang nyata. 
  • Menurut Yuniastuti (2015), pembelajaran SETS adalah penggabungan antara konsep sains yang dipelajari dan implikasinya terhadap lingkungan, teknologi dan masyarakat. Fokus pengajaran SETS adalah bagaimana cara membuat siswa dapat melakukan penyelidikan untuk mendapatkan pengetahuan sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat yang saling berkaitan.

Tujuan Pembelajaran SETS 

Pembelajaran SETS bertujuan untuk membentuk individu yang memiliki literasi sains dan teknologi serta memiliki kepedulian terhadap masalah masyarakat dan lingkungannya. Menurut Poedjiadi (2007), beberapa tujuan dari modem pembelajaran SETS adalah sebagai berikut: 

  1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk membandingkan serta mengontraskan sains dan teknologi, sekaligus menghargai cara sains dan teknologi dalam memberikan kontribusi kepada pengetahuan dan pengaruh baru. 
  2. Memberikan contoh-contoh dari masa lalu dan sekarang mengenai perubahan-perubahan yang sangat besar dalam bidang sains dan teknologi yang dibawa oleh masyarakat, pertambahan ekonomi dan proses-proses politik. 
  3. Memberikan/menawarkan pandangan global terkait hubungan sains dan teknologi kepada masyarakat, serta menunjukkan dampaknya terhadap pengembangan bangsa dan ekologi bumi.

Aspek dan Karakteristik Pembelajaran SETS 

Menurut Rosario (2009), pembelajaran SETS berasal dari komunitas lokal sehingga pembelajaran lebih relevan dan bermakna bagi peserta didik. Adapun aspek-aspek yang ada dalam pembelajaran SETS adalah sebagai berikut: 

  1. Critical reconstruction, yaitu kesadaran dan pemahaman peserta didik pada sains dan teknologi, yang merupakan produk kecerdasan manusia, memiliki dampak positif dan negatif. 
  2. Decision making, yaitu peserta didik didorong untuk memperoleh pemahaman tentang suatu keputusan diambil. 
  3. Action, aspek ini berfungsi untuk memfasilitasi peserta didik untuk berpartisipasi secara efektif dan bertanggung jawab.
  4. Sustainability, aspek ini menyangkut rasa hormat terhadap kehidupan di bumi. Aspek inilah yang melibatkan literasi di dalamnya. Literasi di sini merupakan studi sistematik dan pemanfaatan berbagai sumber untuk pemenuhan kepentingan manusia. Pemenuhan kebutuhan manusia membutuhkan lingkungan yang terjaga dan lestari. Oleh karena itulah komponen lingkungan/environment dalam SETS menjadi komponen yang penting.

Model pembelajaran SETS memiliki karakteristik yang hampir sama dengan model pembelajaran STS. Adapun karakteristik pembelajaran SETS adalah sebagai berikut: 

  1. Peserta didik mengidentifikasi permasalahan lingkungan dan dampaknya. 
  2. Penggunaan sumber daya lokal baik manusia maupun material alam dalam menggali informasi untuk memecahkan masalah. 
  3. Partisipasi aktif peserta didik dalam mengumpulkan informasi yang dapat diterapkan dalam penyelesaian masalah di kehidupan sehari-hari. 
  4. Tambahan waktu belajar baik di kelas, di luar kelas, maupun di sekolah. 
  5. Fokus kepada pengaruh sains dan teknologi dalam diri peserta didik.
  6. Pandangan bahwa konten sains lebih dari perluasan dari konsep-konsep spesifik yang harus dikuasai peserta didik untuk menghadapi ujian. 
  7. Penekanan pada keterampilan proses sehingga peserta didik terlatih dalam menggunakan keterampilan proses untuk memecahkan permasalahan. 
  8. Penekanan pada kesadaran berkarir terutama karir yang berhubungan pada sains dan teknologi. 
  9. Keuntungan yang diperoleh peserta didik adalah didapatnya pengalaman menjadi warga negara yang memecahkan isu yang diidentifikasi. 
  10. Mengidentifikasi cara sains dan teknologi dapat berpengaruh di kemudian hari. 
  11. Beberapa otonomi dalam proses pembelajaran seperti isu individu diidentifikasi dan dipertimbangkan.

Langkah-langkah Pembelajaran SETS 

Menurut Poedjiadi (2007), sintaks atau langkah-langkah model pembelajaran SETS adalah sebagai berikut:

a. Tahap Inisiasi 

Pada tahap pendahuluan dapat mengunakan tahap inisiasi yaitu dikemukakan isu-isu atau masalah-masalah yang ada di masyarakat dapat digali dari siswa, tetapi apabila tidak berhasil memperoleh tanggapan dari siswa guru dapat mengemukakannya sendiri, selain menggunakan tahap inisiasi dapat digunakan tahap apersepsi dalam kehidupan yaitu mengaitkan peristiwa yang diketahui siswa, dengan materi yang akan dibahas, sehingga tampak adanya kesinambungan pengetahuan, karena diawali dengan hal-hal yang telah diketahui siswa sebelumnya yang ditekankan pada keadaan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan tahap inisiasi memusatkan perhatian pada pembelajaran.

b. Tahap Pembentukan Konsep 

Proses pembentukan konsep dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan metode. Misalnya pendekatan ketrampilan proses, pendekatan sejarah, pendekatan kecakapan hidup, metode demonstrasi, eksperimen, eksperimen di laboratorium, diskusi kelompok, bermain peran dan lain-lain.

Pada tahap pembentukan konsep, peserta didik diberikan kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep dengan mengumpulkan, mengorganisasikan data, dan mengintepretasikan data dalam suatu kegiatan yang dirancang guru. Tidak menutup kemungkinan terjadi diskusi dalam kegiatan ini. Pemantapan konsep setelah peserta didik menemukan konsep sendiri perlu dilakukan dalam tahap ini.

c. Tahap Aplikasi Konsep 

Tahap aplikasi konsep yang telah dipahami siswa dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Aplikasi konsep berupa teknologi yang diturunkan dari konsep sains dan upaya pemeliharaan produk teknologi yang berpotensi mengakibatkan dampak negatif bagi kehidupan dan masyarakat.

Pada tahap aplikasi konsep dalam kehidupan, peserta didik yang telah berbekal pemahaman konsep yang benar kemudian menganalisis isu sehingga menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tahap ini akan muncul kesadaran-kesadaran tertentu, salah satunya adalah kesadaran dalam pemeliharaan produk teknologi.

d. Tahap Pemantapan Konsep 

Proses pembentukan konsep, analisis isu, dilaksanakan dengan guru meluruskan jika ada miskonsepsi selama kegiatan belajar berlangsung, apabila selama kegiatan belajar tidak muncul adanya miskonsepsi yang terjadi pada siswa setelah analisis isu dan masalah, guru tetap melakukan pemantapan konsep.

Guru memberikan umpan balik/penguatan terhadap konsep yang diperoleh peserta didik. Dengan demikian SETS dapat membantu peserta didik dalam mengetahui sains, teknologi yang digunakan-nya serta perkembangan sains dan teknologi dapat berpengaruh terhadap lingkungan dan masyarakat.

e. Tahap Penilaian 

Tahap penilaian merupakan tahapan terakhir yang dilakukan oleh guru untuk menilai kemampuan siswa setelah proses pembelajaran. Guru menilai kemampuan ketrampilan kognitif, psikomotorik dan afektif.

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran SETS 

Setiap model pembelajaran biasanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu juga dengan pembelajaran SETS. Menurut Binadja (1999), kelebihan dan kekurangan pembelajaran SETS adalah sebagai berikut:

a. Kelebihan 

Kelebihan atau keunggulan model pembelajaran SETS adalah:

  1. Penerapan konsep sains yang dipelajari secara langsung dengan mengalihkan kebentuk teknologi tertentu. 
  2. Implikasi positif maupun negative dari ahli sains ke bentuk teknologi tersebut terhadap lingkungan dan masyarakat. 
  3. Kompetensi yang diharapkan diperoleh melalui Kurikulum 2013 secara otomatis akan diperoleh melalui model pembelajaran SETS sesuai jenjang pendidikan peserta didik. 
  4. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena proses pembelajaran tidak terfokus pada pembelajaran sains murni. 
  5. Peserta didik menjadi terbiasa untuk berpikir kritis dan komprehensif melalui model pembelajaran SETS. 
  6. Peserta didik menjadi terbiasa untuk melakukan kegiatan belajar yang bersifat produktif melalui bentuk-bentuk penerapan sains ke produk teknologi yang ramah lingkungan. 
  7. Peserta didik masih tetap mempelajari konsep-konsep sains secara mendasar sesuai kebutuhan untuk jenjang yang dilalui tersebut sebagaimana diharapkan dalam kurikulum.

b. Kekurangan 

Kekurangan atau kelemahan model pembelajaran SETS adalah: 

  1. Guru harus benar-benar menguasai hubungan materi dengan lingkungan, teknologi dan dampak pada masyarakat yang ada. 
  2. Model pembelajaran SETS ini dibutuhkan waktu yang lebih panjang untuk dapat membahas secara detail. 
  3. Model pembelajaran SETS membutuhkan waktu ekstra bagi siswa maupun guru untuk mengetahui dampak yang terjadi pada lingkungan maupun masyarakat.

PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari KajianPustaka.com, mohon untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Riadi, Muchlisin. (). Model Pembelajaran SETS. Diakses pada , dari https://www.kajianpustaka.com/2023/09/model-pembelajaran-sets.html