Motivasi


Motivasi
Ilustrasi Motivasi
Reksohadiprodjo dan Handoko (1992, 123) mendefinisikan motivasi sebagai keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Lebih lanjut dikatakan bahwa motivasi yang ada pada diri seseorang akan mewujudkan perilaku yang diarahkan pada tujuan untuk mencapai sasaran kepuasan.

Pengertian dan definisi motivasi menurut As'ad, Motivasi merupakan pemberian atau penimbulan motif, sehingga pengertian motivasi kerja adalah semangat atau dorongan kerja (As’ad, 2001:97). Kesediaan seseorang untuk bekerja disebabkan karena adanya dorongan atau motif berupa kebutuhan yang timbul dalam diri seseorang yang harus dipenuhi dengan bekerja.

Pengertian dan definisi motivasi menurut Motivasi Terry, motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan  (Terry dalam Hasibuan, 2000:185). Motivasi merupakan keadaan kejiwaan dan sikap mental manusia yang memberikan energi, mendorong kegiatan atau moves dan mengarahkan atau menyalurkan perilaku kearah mencapai kebutuhan yang memberi kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan (Machrany, 1985:211).

Motivation as the set of processes that arise, direct, and maintain human behavior toward attaining a goal (Barron dan Greenberg, 1990:85). Berdasarkan definisi Barron dan Greenberg, dapat diambil suatu kesimpulan   bahwa motivasi merupakan serangkaian proses yang terdiri dari tiga bagian yang tidak bisa dipisah-pisahkan satu dengan yang lain. Bagian pertama adalah sesuatu yang menggerakkan atau mendorong (arise) seseorang untuk melakukan sesuatu. Dorongan biasanya adalah suatu kebutuhan. Bagian kedua dari proses motivasi adalah arah (direction). Ada bermacam-macam jalan yang dapat digunakan untuk memenuhi suatu kebutuhan dan dari bermacam alternatif tersebut seseorang harus memutuskan jalan yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Bagian terakhir dari motivasi adalah memelihara (maintenance). Jalan yang dipilih harus dijaga sampai kebutuhan tercapai.

Dalam wacana organisasi, pengertian dan definisi motivasi dapat dikatakan sebagai kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi ke arah tujuan organisasi, yang dikoordinasikan oleh kemampuan upaya untuk memenuhi sesuatu kebutuhan individual (Robbins, 1996:76).

Motivasi mempunyai tiga elemen yang berkaitan dan berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Ketiga elemen itu adalah needs, drives, dan incentives. Needs menimbulkan ketidakseimbangan secara fisiologis atau psikologis. Ketidakseimbangan akibat adanya kebutuhan menjadi pendorong (drives) untuk memenuhi kebutuhan sehingga akan menimbulkan keseimbangan baru. Keseimbangan baru akan muncul apabila kebutuhan terpenuhi. Kebutuhan terpenuhi oleh incentives dan pada akhirnya akan mengurangi needs dan drives.

Daftar Pustaka

  • As'ad,  M., 2001,  Seri Ilmu Sumber Daya Manusia, Psikologi Industri Edisi Empat, Liberty, Yogyakarta.
  • Baron, R.A. and Greenberg, J., 1998,  Behavior in Organization : Understanding and Managing the Human Side of Work, Allyn and Bacon, New York.
  • Handoko, T.H., 1996,  Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia,   BPFE, Yogyakarta.
  • Hasibuan, M.S.P., 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, P.T. Bumi Aksara, Jakarta.
  • Machrany, A.A., 1985, Motivasi dan Disiplin Kerja, Seri Produktivitas 11, LSIUP, Jakarta.
  • Robbins, S.P., 1996, Organizational Behaviour, Prentice Hall, New York.
Jangan lupa membagikan referensi ini jika bermanfaat

Terimakasih