Teknik Menyundul Bola dalam Sepakbola

Prinsip Dasar Menyundul Bola

Menyundul Bola
Menyundul Bola
Menyundul bola merupakan salah satu teknik dasar sepakbola yang menuntut skill yang tinggi untuk memenangkan bola-bola lambung di atas kepala, baik untuk mengoperkan bola atau mencetak gol ke gawang lawan. (Abdoellah, 1981:424) menyatakan, “Kepandaian menyundul bola itu berarti akan memenangkan setiap permainan bola melambung di atas kepala”.

Menyundul bola dapat dilakukan dengan baik, jika seorang pemainsepakbola  mengetahui prinsip dasar menyundul bola yang benar. Menurut (Kosasih, 1993: 233) bahwa, “Menyundul bola harus memakai dahi dan mata harus selalu terbuka jangan sekali-kali mata tertutup". Pendapat lain dikemukakan (Harvey, 2003: 11) bahwa, “Hal utama yang perlu diingat dalam menyundul bola adalah menjaga mata tetap terbuka dan menggunakan dahi, bukan bagian atas kepala”.


Menyundul bola bukan merupakan hal yang mudah, apalagi bagi pemain pemula. Untuk dapat menyundul bola dengan baik, seorang pemain harus menguasia teknik menyundul bola yang benar. Menurut (Harvey, 2003: 11) teknik menyundul bola adalah:
  1. Berdirilah sejajar dengan bola. Dengan satu kaki di depan kaki yang lain, tekuk lutut dan punggung agak condong ke belakang.
  2. Saat bola datang mendekat, usahakan mata anda tetap terbuka. Tetap santai sampai pada menit-menit terakhir.
  3. Sundullah bola dengan dahi anda. Jika anda menggunkan bagian kepala lain, maka akan terasa sakit.
  4. Dorong bola menjauh, sambil tetap mengencangkan otot-otot leher, sehingga kepala dapat mengarahkan bola tersebut ke arah yang diinginkan.

Menyundul bola merupakan gerakan dari seluruh anggota badan yaitu dari gerakan kaki, badan, otot-otot leher  dan kepala, mata tetap terbuka. Bagian-bagian badan tersebut merupakan rangkaian gerakan menyundul bola yang harus dikoordinasikan secara baik dan harmonis. Penyundul bola yang baik memerlukan koordinasi yang baik antara lengan, kaki, bahu, leher dan kepala dan itu memerlukan latihan praktek (Widdow & Buckle, 1981: 45).

Kemampuan seorang pemain mengkoordinasikan bagian-bagian tubuh yang terlibat dalam gerakan menyundul bola, maka sundulan yang dilakukan akan berhasil dengan baik sesuai yang diharapkan.

Peranan Kelentukan Otot Punggung dengan Kemampuan Menyundul Bola

Punggung merupakan bagian yang sangat penting dalam gerakan menyundul bola. (Soekatamsi, 1988:171) menyatakan, “Salah satu dasar menyundul bola yaitu, Badan digerakkan, ditarik ke belakang melengkung pada daerah pinggang. Kemudian dengan gerakan seluruh tubuh yaitu kekuatan otot-otot perut, dorongan panggul dan kaki (lutut bengkok diluruskan) badan diayunkan atau dihentakkan ke depan hingga dahi mengenai bola”.

Pendapat lain dikemukakan (Lhaksana dan Pardosi, 2008: 78) menyatakan, “Untuk melakukan sundulan yang keras, sebelum menyundul bola kepala dapat ditarik ke belakang”.

Berdasarkan dua pendapat tersebut menunjukkan bahwa, gerakan saat dahi kontak dengan bola, keleluasan gerak pada sendi-sendi tulang belakang sangat membantu gerakan menyundul bola. Sifat lentur yang dimiliki tulang belakang, dan gerakan yang dapat dilakukan dari tulang belakang yaitu gerak ke depan (forward), ke belakang (backward) dapat membantu gerakan menyundul bola menjadi lebih kuat. Hal ini artinya, keleluasan gerak persendian tulang belakang dan otot-otot tulang belakang yang elastis sangat membantu gerakan menyundul bola. Dengan penguasaan teknik menyundul bola yang baik dan didukung otot-otot punggung yang elastis, maka sundulan akan menjadi lebih kuat dan keras. Sundulan yang kuat dan keras sangat baik untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Peranan Kekuatan Otot Perut dengan Kemampuan Menyundul Bola

Bagian tubuh yang berperan dalam gerakan menyundul bola yaitu batang tubuh khususnya otot-otot perut. (Sumosardjuno, 1994:48) menyatakan, “Setiap atlet cabang olahraga apa pun memerlukan bagian tengah badan yang kuat. Bagian tengah badan yang berkembang dengan baik selalu dapat menghasilkan gerakan kaki dan lengan semaksimal mungkin”.

Pendapat tersebut menunjukkan, pada gerakan menyundul bola yaitu badan ditarik ke belakang. Pada saat badan digerakkan ke belakang saat akan menyundul bola, maka otot-otot perut berkontraksi dengan kuat untuk membantu gerakan batang tubuh, leher dan dahi, sehingga sundulan menjadi lebih keras dan kuat. Gerakan menyundul bola tersebut tidak hanya melibatkan gerakan dari otot-otot perut saja, namun dilakukan secara selaras dan harmonis dari  gerakan kaki (lutut bengkok diluruskan) panggul, perut, punggung, leher dan dahi. Dengan otot-otot perut yang kuat maka akan membantu gerakan punggung dan dahi saat kontak dengan bola, sehingga sundulan akan menjadi lebih kuat dan keras.

Kemampuan seorang pemain sepakbola mengerahkan kekuatan otot perut pada teknik yang benar, maka akan menghasilkan sundulan yang baik. Namun sebaliknya, jika otot-otot perut lemah maka sundulan juga menjadi lemah.

Peranan Persepsi Kinestetik dengan Kemampuan Menyundul Bola

Persepsi kinestetik merupakan suatu fungsi dari organ-organ tubuh manusia yang berhubungan erat dengan gerakan tubuh manusia. Organ-organ kinestetik adalah proprioseptor yang meliputi reseptor-reseptor sensori tertentu dalam otot-otot, tendon, persendian dan alat vestibular dari telinga bagian dalam. Masing-masing reseptor tersebut mempunyai tugas dan fungsi tersendiri dalam hubungannya posisi dan gerakan tubuh.

Dilihat dalam situasi permainan sepakbola bahwa, organ-organ reseptor tersebut mempunyai peran penting dalam setiap gerakan pemain. Hal ini karena dalam permainan sepakbola seorang pemain sepakbola dituntut selalu bergerak dan memperhatikan lawan, teman serta mengamati datangnya bola. Demikian halnya pada waktu akan menyundul bola, dimana seorang pemain harus melihat datangnya bola dan memperhatikan situasi permainan agar sundulan yang akan dilakukan tepat pada sasaran yang diinginkan. Menurut (Soekatamsi, 1988:171) menyatakan, “Salah satu dasar teknik menyundul bola adalah lari menjemput arah datangnya bola, pandangan mata tertuju pada arah bola”.

Pendapat tersebut menunjukkan bahwa, pada saat seorang pemain mengamati datangnya bola, maka indera penglihatan mempunyai peranan penting untuk segera mengambil keputusan sesuai dengan keadaan yang dihadapi. Dalam hal ini, pada saat akan menyundul bola seorang pemain melihat datangnya bola dan bersamaan dengan itu telah dipikirkan maksud dan tujuan menyundul bola yang akan dilakukan, sehingga hasil sundulannya tepat pada sasaran yang diinginkan. Jika   seorang pemain kepekaan inderanya kurang baik, gerakannya akan lambat sehingga akan gagal melakukan gerakan sesuai dengan keadaan yang dihadapi.

Daftar Pustaka

  • Abdoellah Arma. 1981. Olahraga untuk Perguruan Tinggi. Jakarta. PT. Sastra Husada.
  • Engkos Kosasih. 1993. Olahraga Teknik dan Program Latihan. Jakarta: AKA Press.
  • Harvey Gill. 2003. Teknik Mengontrol Bola. Alih Bahasa. Tim GMS. Jakarta: PT. Gapuramitra Sejati.
  • Pardosi H. Ishak & Lhaksana Justinus. Inspirasi dan Spririt Futsal. Jakarta: Raih Asa Sukses.
  • Richard Widdows dan Paul Buckle.,1981. Sepak Bola Keterampilan, Taktik Dan Fakta. Hongkong; Octopus Books Limited 
  • Soekatamsi. 1988. Teknik Dasar Bermain Sepakbola. Surakarta: Tiga Serangkai.
  • Sumosardjuno Sadoso. 1994. Pengetahuan Praktis Kesehatan dalam Olahraga. Jakarta: PT. Gramedia