Membentuk Tenaga Penjual dalam Penjualan


Membentuk Tenaga Penjualan
Membentuk Tenaga Penjualan
Penjualan merupakan kegiatan bagian dari pemasaran yang berfokus pada peningkatan volume penjualan dengan cara meyakinkan konsumen sehingga termotivasi membeli suatu produk, dengan demikian dalam kegiatan penjualan diperlukan kemampuan/pengetahuan menjual suatu produk hingga jumlah penjualan meningkat tanpa memperhitungkan apakah produk tersebut sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan sehingga dapat memberikan kepuasan bagi konsumen.

Penjual atau  tenaga penjual merupakan barisan terdepan yang berhadapan langsung (tatap muka) dengan pelanggan, memberikan segala informasi yang dimiliki oleh suatu produk untuk meyakinkan konsumen sehingga memperhatikan, tertarik, timbul keinginan dan membuat keputusan untuk membeli. Agar tujuan penjualan dapat tercapai maka seorang penjual karakteristiknya dibentuk sesuai dengan karakter produk dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Menentukan susunan tenaga penjual

Penentuan susunan tenaga penjual diawali dengan mengidentifikasi aktivitas bisnis dalam berbagai kelompok. Aktifitas ini bertujuan memberikan arah dari mana pekerjaan dimulai dan di mana kegiatan berakhir. Dengan mengetahui berbagai aktivitas usaha perlu dibuat uraian kerja pada setiap kelompok kerja atau bagian sehingga siapapun yang akan melakukan pekerjaan tersebut tidak menimbulkan masalah yang berarti serta dapat terlaksana sebaik mungkin. Demikian juga halnya mengenai hubungan kerja dalam suatu kelompok, antar kelompok termasuk dalam menyampaikan laporan atau menerima teguran maupun tugas dari pimpinan yang lebih tinggi. Menciptakan budaya kerja yang sistematis dan teratur memudahkan setiap individu atau organisasi yang mempunyai kepentingan pada suatu usaha, kemudahan-kemudahan tersebut dapat mendorong pekerja dan konsumen merasa nyaman.

Menentukan Persyaratan Tenaga Penjual

Hal yang terpenting adalah menentukan-menentukan persyaratan pekerja baik dari segi pendidikan, fisik, maupun tingkat keahlian tertentu termasuk pengalaman kerja di bidang yang diinginkan. Seleksi tenaga  kerja dilakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan dan bagi mereka yang ditetapkan memenuhi persyaratan dan diterima perlu sekali dilakukan orientasi lingkungan dan kondisi pekerjaan yang akan dilakukan setiap jam kerja, tidak hanya itu saja untuk mendapatkan kinerja yang optimal perlu diberikan latihan, setelah latihan barulah dilakukan penempatan pada tempat yang sesuai dengan prinsip the righ man in the righ place.

Meningkatkan Kemampuan Penjual

Menjual merupakan masalah perorangan yang sifatnya kreatif. pekerjaan menjual merupakan  keahlian yang tidak mungkin terganti dengan  mesin. Memang kita mengenal ada mesin Yang bisa menjual secara otomatis (vending machine) namun pelayanan mesin itu terbatas pada barang-barang tertentu saja. Sangat beruntung sebuah perusahaan yang mempunyai seorang  yang   sangat ahli dan profesional.

Seorang penjual profesional memiliki gambaran sebagai berikut :
  1. He posses satisfactory amount of basic ability to sell (memiliki kemampuan menjual yang memuaskan).
  2. He consciously chose the selling field and is proud of it (bangga memiliki pekerjaan menjual ini).
  3. He is loyal to high ethical standard (memiliki standar etika yang tinggi).
  4. He skilled in this work (terampil dalam pekerjaannya).
  5. He is knowledge is trough (memiliki pengetahuan).

Tenaga penjual adalah mereka yang secara langsung dan tidak langsung terlibat melakukan aktivitas perusahaan mulai dari top manajer sampai tingkat yang paling bawah sekalipun memiliki tingkat yang paling bawah sekalipun memiliki tingkat kemampuan yang komprehensif untuk melakukan tugas masing-masing dalam memberikan pelayanan terhadap pelanggan pada saat transaksi maupun sesudah transaksi diharapkan dapat memberikan kepuasan dan rasa senang kepada pengunjung.

Adapun yang dimaksud  komprehensif adalah meliputi kemampuan mengendalikan pelayanan, pemeliharaan lingkungan dan mempromosikan perusahaan sebagai bagian peningkatan pelayanan, di kemas menjadi kepribadian para penjual yang selalu dikembangkan dalam rangka mengutamakan kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Penjual yang dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan akan mendukung kelangsungan hidup suatu perusahaan. Hal ini disebabkan dengan pelanggan yang puas maka ia akan  menjadi pelanggan yang loyal bahkan akan menjadi media promosi perusahaan kita tanpa kita mengeluarkan biaya sedikitpun.

Selain itu hal yang penting lainnya agar pelanggan puas adalah kemampuan penjual dalam mengenali suatu produk yang dijualnya (Product Knowledge). Hampir tidak bias dibayangkan mala petaka apa yang akan menimpa suatu perusahaan jika personilnya (penjual) tidak dapat memberikan informasi produk yang dibutuhkan pelanggan, mungkin mereka akan berkata mengapa orang yang tidak paham mengenai suatu produk ditempatkan pada bagian yang mereka tidak pahami secara benar. Oleh karena itu kualitas profesionalisme yang dimiliki suatu pelaku bisnis atau penjual terhadap produk merupakan harapan yang diidam-idamkan pelanggan sehingga mereka mau membelanjakan uangnya dalam rangka memenuhi kepuasan yang diinginkan, misalnya seorang penjual di toko kaset hendaknya memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang musik dan alat audio dengan demikian semua kesulitan atau pertanyaan pelanggan tentang musik dapat terjawab dengan baik sesuai prosedur perusahaan yang benar, kondisi ini dapat mempengaruhi pengambilan keputusan untuk membeli produk, pelanggan tidak ragu-ragu membelanjakan uangnya untuk membeli produk audio, alat video, VCD, kaset audio dll.

Kemampuan profesional pada bidang tertentu dapat dimiliki seseorang melalui pendidikan, latihan dan pengalaman. Pengembangan kepribadian penjual senantiasa dikembangkan setiap saat termasuk mengerjakan atau melakukan hal kecil yang sederhana bahkan mungkin tidak tercantum dalam uraian kerja secara detail umpama memberikan pertolongan bagi pelanggan yang mencari produk yang tidak tersedia ditempat, melakukan pengamatan terhadap kondisi tempat bekerja selalu bersih dan tertata rapi serta persediaan produk tidak kosong, khusus produk yang laku banyak jumlah pembeliannya dibatasi sehingga kapanpun pelanggan datang mereka percaya produk yang dicari selalu tersedia perilaku ini akan memberi dampak bahwa produk lain juga akan terjual.
Jangan lupa membagikan referensi ini jika bermanfaat

Terimakasih